
"Sialan si Rama malah nyuruh aku yang jaga si Kenzie"
kesal Dion baru saja sampai di rumah sakit malah ditinggal sendiri.
5 Menit yang lalu saat Anggi baru saja pergi mengejar Kenzo, Dion baru saja datang melihat Kenzie, operasinya baru saja selesai jadi dia langsung ke ruang perawatan.
untung saja Rama menelpon nya tadi jika tidak Dia tidak tau jika Kenzie ke rumah sakit
"Rama, bagaimana keadaan Kenzie" tanya Dion panik
"kamu jaga Kenzie, aku mau pergi cari Kenzo dulu" kata Rama lalu pergi begitu saja
"hey, tunggu" cekal Dion
"karena ulah mu, semua jadi kayak gini" tuduh Rama
"bukannya aku bikin rencana ini agar kamu bisa dekat dengan Anggi dan Anak-anak mu " jelas Dion yang sudah bicara sendiri karena yang diajak bicara sudah melenggang pergi bahkan sempat menuduhnya
Terdengar suara hembusan nafas yang bisa di rasakan Dion, Yah itu Kenzie yang sepertinya sudah bangun dari tidurnya, tapi entah kenapa dia masih menutup matanya
"Ayo bangun, ngga usah akting lagi"
Kenzie langsung membuka matanya
"Kok Daddy tau sih kalau aku udah bangun"
"tentu saja, Daddy tau gerak gerik kamu"
"yah, ngga bisa jadi artis dong"
"tunggu, Daddy marah yah sama kamu, sudah aku bilangin jangan makan banyak"
"Papa bilang boleh makan semuanya, jadi aku makan aja"
"Yah itu karena dia tidak tau kamu itu alergi sama coklat"
"Maaf yah Dad, Kenzo tadi juga udah larang tapi aku tetap aja ngga mau dibilangin, hasilnya Kenzo yang di marahin sama Mommy"
"kamu minta maaf sama Kenzo yah nanti"
"Daddy, apa benar Kenzo selalu diam karena Mommy tidak peduli dengannya, Mommy dan Daddy hanya selalu perhatiin Kenzie, makanya Kenzo selalu menyendiri tidak ingin bergabung dengan kita" ucap Kenzie
"siapa bilang, Mommy itu selalu sayang sama kalian tidak membedakan kalian berdua"
"Kenzo sendiri yang bilang, Kenzie mendengarnya tadi, semua yang kalian katakan aku mendengarnya, termasuk umpatan Daddy tadi"
"ehh, kamu pura-pura ngga dengar aja yah, itu hanya refleks soalnya Daddy kesal dengan Papa mu"
"Daddy ngga mau jagain Kenzie yah"
"ngga gitu, masa mereka ninggalin kita sih"
"iya nih, tapi ngga apa-apa lah, biar Mommy dan Papa bujuk Kenzo dulu supaya ngga marah lagi"
__ADS_1
"Kamu memang anak yang baik, lagi pula Kenzo itu ngga sepenuhnya marah, itu hanya bagian dari rencana kita"
"Dad, Kenzie salah yah karena keberadaan Kenzie, Kenzo jadi tersisihkan"
"kamu kok ngomong gitu, sudah Daddy bilang itu cuman rencana kita agar Mommy kamu bisa balikan lagi sama Papa mu"
"kok aku ngga tau"
"maafkan Daddy yah"
"Tapi Daddy heran kenapa bisa separah ini yah, padahal Daddy pesan kue coklatnya khusus untuk menaruh coklatnya Sedikit saja, kalau makan dikit kan ngga efeknya ngga parah"
"sebenarnya Kenzie udah makan coklat sebelum ke kantor Papa punya kak Aurel, yah aku tambah semangat karena bisa dapat double"
"Pantasan aja, untung saja tadi nyuruh teman Daddy untuk siap-siap, ehh ternyata rawat nya beneran"
"masih sakit yah"
"udah ngga kok Dad"
"Kenzo kok belum balik juga yah"
"kita tunggu aja yah"
disisi lain, Rama mendengar semua percakapan Ibu dan Anak itu, tercetak senyum lebar diwajahnya, semoga saja apa yang diinginkan Kenzo bisa terwujud.
"Kerja bagus boy" gumamnya
"susah yah My" ujar Kenzo
"seperti yang kamu katakan"
"Kalau Mommy ngga bisa jangan dipaksakan My" ucap Kenzo merasa bersalah karena telah membuat cerita palsu tentang Mommy nya
"ngga gitu Kenzo, Mommy hanya takut aja kejadian dulu terulang lagi"
"tidak akan aku ulangin, kamu tau apa yang aku lakukan dulu seakan semuanya menjadi karma bagiku, penyesalanku tiada henti Anggi, aku ngga tau harus menebus dosa-dosa ku bagaimana" celetuk Rama saat mendekat ke arah Anggi dan Kenzo
Sentak mereka berbalik ke asal suara itu
"Kamu mau kan memulai dari awal lagi" tanya Rama
sejenak Anggi melirik dan menatap Kenzo dalam, pikirannya hanya tertuju pada apa yang Kenzo katakan sebelum lari mengejarnya, apa kah aku harus mencobanya atau harus mundur
"Baiklah, akan ku usahakan, tapi.. " kalimat Anggi tergantung seperti ingin memberikan syarat
"apapun syarat akan kulakukan"
"akan ku beri kau satu kesempatan, jika itu terulang lagi jangan harap kau bisa melihat anak-anak mu lagi"
"akan ku pastikan itu tidak akan terulang lagi, selama kau mempercayai ku" ucap Rama percaya diri
"Mommy janji kan"
__ADS_1
"demi kalian" ujar Anggi seraya memeluk Kenzo
Perasaan senang menjalar masuk ke tubuh Rama, tidak ada kebahagian selain bersatu dengan keluarga kecilnya, refleks Rama ikut ingin memeluk mereka.
"Mau apa" tanya Anggi heran
"Mau peluk juga"
"berani kamu lakuin, ngga ada kesempatan buat kamu" galak Anggi
"ngga pernah berubah yah, tetap aja galak"
"kamu masih masa uji percobaan, jadi ngga usah bertingkah lebih"
"baiklah" kata Rama
"aku akan bersabar, 6 tahun menunggu mu bukan waktu yang singkat apa lagi hanya ini, pasti aku akan menunggu lebih dari itu" batin nya
"ehh bukannya aku menyuruhmu jaga Kenzie, kenapa malah disini, wahh ngga benar ini, Kenzie aja kamu tinggal" heran Anggi
"ada Dion kok yang jaga, aku ngga ninggalin dia sendiri" bela Rama
"Oh ada si Dion, awas aja yah kamu" gerutu Anggi yang masih bisa di dengar Rama dan Kenzo
"Bisa gawat ini kalau Daddy di marahin Mommy" batin Kenzo
Anggi berjalan menyusuri Koridor rumah sakit dengan langkah ringan, disusul oleh Rama dan Kenzo yang memegang erat tangan Papanya
"Pah, Kasi tau Daddy kalau Mommy mau kesana" bisik Kenzo
"Kenzo, ngga usah belain Daddy kamu yah" ucap Anggi yang mendengar ucapan Kenzo
"kalian itu pasti ngerencanain sesuatu lagi kan, Jujur aja sama Mommy" tanya Anggi tiba-tiba berbalik ke arah Kenzo
"Ngga kok My" Kenzo langsung menggelengkan kepalanya bertanda tidak
setelahnya sampai, Anggi mendengar percakapan antara Dion dan Kenzie.
"Oh jadi emang kamu yang bandel kalo di bilangin yah" ujar Anggi ke Kenzie
"bener tuh, Aku udah ngasih tau tuh Gi" ucap Dion
"iya tapi kamu juga sengaja beli kue coklat "
"Hehe maaf" ucap Dion sambil nyengir
"untung saja kamu cepat dibawa ke rumah sakit" kata Anggi dengan nada melemah
"Terus kenapa kamu ninggalin mereka" tanya Anggi lagi
"ada urusan mendadak Gi, ada pasien yang mau di operasi, yah terpaksa aku tinggal, lagian kan aku ninggalin sama Papa nya, jadi ngga masalah lah" ujar Dion seraya mengelus dadanya takut Anggi malah mengomelinya
bersambung...
__ADS_1