
Selesai mengikuti kuliahnya, mereka keluar ruangan, dari tadi di otak Anggi hanya bertanya tanya soal maksud mereka berdua.
"apa hanya aku yang tidak mengerti"
Karena penasaran Anggi menarik Dara bertanya
"apa yang kamu tertawakan tadi"
"memang nya kamu belum mengerti juga"
"apa sih"
Dara segera mengajak Anggi ke toilet
"kemari"
Anggi pun mendekat
Dara segera membuka syal Anggi di depan cermin yang lebar
Setelah membuka syal Anggi, Dara tersenyum girang melihat bekas tanda di leher Anggi
"kamu abis ngapain semalam" goda Dara
" ngga ada"
"itu liat leher kamu" sambil menunjuk ke tanda itu
Anggi sangat kaget melihat satu tanda merah lebam di lehernya. Membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya
"Rama sialan, kenapa aku tidak perhatikan dari tadi"
Anggi merutuki dirinya bodoh,memukul mukul kepalanya. sedari pagi, pantas saja Kakek menegur Rama, ternyata ini.
Malah Anggi hanya bersikap santai tanpa tau ada sesuatu yang aneh.
"kamu pikirnya jangan aneh aneh yah" sambil menunjuk Dara kesal
"ceritakan padaku"
"apa yang mau aku ceritakan, ngga terjadi apa-apa semalam"
"ngga percaya, bukti nya ada didepan mataku"
"beneran ngga ada Ra, Rama cuman jail aja tadi pagi"
"berarti kamu seranjang dong"
"kamu itu ngomong apa sih"
"kita hanya tidur, ngga lebih"
"halah ngaku aja"
"sudah ku bilang ngga terjadi apa-apa"
"iya iya aku percaya kok"
"tapi ceritain ke aku kenapa bisa ada bekas kiss mark di lehermu"
"Rama meluk aku dari belakang, ngga mau dia lepas, aku capek aja ngeladenin dia, aku tertidur kembali, mungkin saat aku tidur dia ngelakuinnya, tapi aku juga yakin sih"
"saat aku bangun aku baru ngerasain yang aneh, yah aku pikir cuman di cium aja, makanya aku santai ngga peduli" ucap Anggi menjelaskan kejadian tadi pagi
"oh gitu, kayak nya kamu nerima nerima aja"
" mana sempat mau marah marah Ra, tadi aja hampir telat masuk kampus"
"Rama sialan, awas aja entar aku balas" gumam Anggi
"kalian itu lucu baget sih, udah resmi juga malah kayak takut aja ngelakuinnya"
"Ra, jangan pikir aneh- aneh deh, cerita sama kamu aja geli"
Mereka berdua keluar dari toilet.
Tanpa dia sadari, ada seorang wanita yang keluar dari bilik pintu kamar mandi yang sedang menguping pembicaraannya dari tadi
"Anggi sudah nikah rupanya" kata Wanita itu lalu keluar mengikuti mereka berdua
"Gi, cari makan dulu yah, aku lapar nih"
__ADS_1
"oke, mau makan dimana"
"di cafe seberang, mau" usul Dara
"boleh deh, tapi entar Rama ada disana"
"yah ngga apa-apa dong, itung itung bisa makan bareng suami" goda Dara
"Ra" ancam Anggi mulai kesal
"iya iya" Dara nyerah
Kalau Anggi mulai kesal, baikan nya cepat tapi marahnya udah kayak netizen langsung nusuk ke Jantung.
Mereka berjalan masuk ke cafe tujuan mereka
"mau pesan apa" tanya Dara
"kamu tau yang selalu aku pesan"
"yah udah, aku pesan dulu"
Sepeninggal Dara, seorang wanita cantik bak model menghampiri Anggi
"Anggi" panggil wanita tadi
Anggi mendongkakkan kepalanya, sedari tadi ia hanya sibuk memainkan ponselnya
Anggi menelisik wajah Wanita itu, seperti pernah melihatnya, penampilannya benar benar berubah.
"Maaf siapa yah"
"kamu sudah lupa denganku"
Mendengar dia bercerita seakan ingat seseorang
"Cindy" panggil Anggi juga
"hay ternyata kamu ngga lupa" sambil melambaikan tangannya
"boleh aku duduk"
"hmm boleh"
Dia wanita yang pernah bertengkar dengannya waktu SMA dulu. Wanita itu juga yang pernah goda Raka untuk pertukaran pelajar di jepang dan akhirnya dia putus karena Wanita ini juga
"bagaimana kabar kamu?" tanya Cindy
"baik, seperti yang kamu liat"
"oh gitu, aku boleh tanya sesuatu ngga"
"tanya aja"
"apa kau pernah bertemu dengan Raka"
"kemarin aku bertemu dengannya"
"benarkah"
"kalau iya kenapa"
"ngga masalah sih"
"sebenarnya aku sudah putus dengannya"
"hubungannya sama aku apa"
"oh iya ngga ada hubungannya sih, kan kamu udah nikah"
Anggi kaget mendengar penuturan Cindy, dari mana dia tau kalau Anggi sudah menikah, padahal hanya orang dekat yang tau fakta itu.
"oh iya, kenapa ngga ngundang sih"
"kalau kamu aku undang, entar kamu rebut suami aku, pacar aku aja dulu kamu rebut" singgung Anggi
"hmm, itu karena dia udah bosan sama kamu" sindir Cindy dengan senyum meremehkan.
"kalau dia bosan ngapain dia nyariin aku, malah merasa menyesal, itu tanda nya kamu hanya pelarian dia saja"
Anggi kesalnya udah di ubun ubun, untung saja Dara cepat datang.
__ADS_1
"Anggi dia siapa"
Setelah melihatnya ternyata wanita itu adalah Cindy.
"ngapain kamu disini, mau nyari gara gara lagi"
"santai aja"
"kamu ngga kapok udah dilabrak Anggi yah, bisa bisa kamu masuk rumah sakit lagi"
"yah udah kalau gitu aku pergi aja, jagain suami kamu baik-baik entar aku rebut lagi" bisik Cindy ke Anggi
Anggi mencengkram tangannya kuat, kesal dengan ancaman Cindy barusan
Anggi berdiri dari duduknya ingin memberikan Cindy pelajaran
Tapi berhasil di cegah Dara
"ini tempat umum, redakan emosimu sedikit"
"ini minum, biar agak baikan"
"tau dari mana dia kalau aku udah nikah"
"pasti dia akan beri tahu Raka soal aku udah nikah"
"kalau dia beri tahu, yah bagus dong, ngga usah capek capek jelasinnya"
"tapi aku ngga rela aja gitu kalau Raka tau"
"Anggi kamu sadar diri dong, Raka itu udah putus sama kamu, ngapain masih berharap sama dia" Dara mulai Kesal
"kurangnya Kak Rama apa, Kak Rama jauh lebih baik di banding Raka"
Anggi menunduk menenggelamkan wajahnya lesu
Rama masuk bersama temannya, melihat Dara dan disampingnya Anggi yang sedikit lesu
Rama segera menghampiri istrinya itu.
Mengelus rambutnya pelan
Anggi lalu bangun merasa ada yang memegang kepalanya
"kamu kenapa lesu banget" tanya Rama
"ngga apa-apa" jawab Anggi
"lalu kenapa muka cantiknya ditekuk begitu"
"Berhenti ngegombal"
"ada yang sakit? " tanya Rama lagi
" ngga ada, aku baik baik saja"
"aduh pasangan ini romantis banget yah" kata gilang
"cemburu aja, makanya cari juga"
"mau nyari tapi yang dicari ada di depan aku sekarang" sambil menatap Dara
Dara membuang mukanya malas, kenapa yang dekatin dia selalu cowok yang suka gombal
"Kenapa bukan kak jibran aja sih" dipikiran Dara
"Anggi kamu ngga kepanasan pake syal? " tanya Gilang
Rama langsung memukul lengan Gilang yang sangat cerewet
" aku aja ngga protes dia makai apa"
"pasti nyembunyiin sesuatu yah" goda Gilang
Anggi langsung malu mendengar kata Gilang yang tepat sasaran
Anggi menatap Rama kesal, ingin memukulnya
"gara gara kamu aku jadi bahan ejekan temanmu" sambil nunjuk Rama
"maafin aku, tadi pagi aku cuman iseng aja"
__ADS_1
"menyebalkan"
Bersambung..