Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Satu Kesempatan


__ADS_3

Rama semakin merasa bersalah dengan apa yang Anggi katakan, semua terdengar jelas di telinga Rama, segitu menderita nya kah kamu saat itu, apa aku pantas untuk di maafkan setelah berbuat jahat padamu


Tess, setetes Air bening mengalir dari ujung mata Rama. rasanya memang pantas nyawanya di bayar oleh kesalahannya dulu, wajar jika Anggi membencinya begitu dalam, luka yang aku berikan memang tidak mudah untuk di maafkan.


dengan mudahnya aku ingin kembali lagi dengannya, bahkan berkumpul dengan Kedua anak kembarnya itu.


"baiklah jika itu yang kamu inginkan, aku juga sudah cukup menikmati hidup ini, walaupun harta yang aku tinggalkan tidak berarti untukmu, tapi aku berharap bisa menutupi kehidupan setelah aku meninggalkan kalian" batin Rama


"aku akan mengantar mu ke kamar mereka" ucap Rama sedikit tenang.


entah apa yang dipikiran Rama kali ini, dia berubah menjadi pendiam dan hanya menuruti perkataan Anggi


setelah menaiki anak tangga pertama, Wujud kedua anaknya sudah berada di ujung Tangga terakhir.


sontak keduanya kagetnya melihat wajah mereka yang tengah menahan tangis, mungkin saja keduanya mendengar percakapan orang tuanya barusan.


"Kenzo Kenzie, sejak kapan kalian disini" tanya Anggi


"Sejak Mommy datang" ucap Kenzie


"kalian mendengar percakapan Mommy tadi"


"Iya" jawab Kenzie dan mendapat Anggukan dari Kenzo


Anggi sebenarnya tidak ingin memberi tahu Kedua anak kembarnya tentang masalah rumit antara Rama, karena bagaimana pun mereka masih anak-anak, tidak sepantasnya mereka tau masalah orang yang dewasa. namun apa boleh buat tanggapan mereka sepertinya biasa saja


"yah sudah, ayo kita pulang" Ajak Anggi seraya menarik kedua tangan anaknya


namun hal yang tidak terduga, Kenzo malah menahan tubuhnya untuk tidak ikut dengan Mommy nya


"kenapa Kenzo? " tanya Anggi heran dan Kenzie ikut menatapnya mengernyitkan keningnya bingung


"aku ingin bicara dengan nya" tunjuk Kenzo ke Rama


"buat apa, kamu tidak akrab dengannya"


"10 menit" ucap Kenzo


"ngga usah aneh" balas Anggi lalu menarik Kenzo untuk diikutinya


seraya berjalan melewati Rama, Kenzo tak hentinya menatap mata Rama, seakan mengerti perasaan Papa nya saat ini.


namun yang di tatap hanya terduduk diam menutup matanya, tak rela melihat kepergian orang yang ditunggu nya sekian Lama namun hanya berjalan sejam saja dia sudah pergi lagi. terbit sedikit senyum di wajah pucat Rama mendengar salah satu anaknya ingin berbicara dengannya.


"Mommy" panggil Kenzo


"iya kenapa"


"bisa kah Mommy memaafkannya, beri dia satu kesempatan"


"kamu tidak tau apa-apa, jadi tidak usah menyuruh Mommy untuk memaafkannya"


" Kenzo tau semuanya Mommy" bantah Kenzie


"Tau dari mana kalian"


"kami tau semuanya, bahkan sebelum kami mendengar percakapan Mommy dan Papa Sebelumnya"

__ADS_1


"Pasti Dion yang beri tahu kan"


"aku cari tau sendiri" ucap Kenzo


"yakin Mommy tidak akan menyesal" Lanjut nya


"ngga akan, yang harusnya menyesal itu dia"


"sudah Cukup, jangan membantah Mommy lagi, Ayo naik ke mobil, kita kerumah Kakek sekarang" tegas Anggi


"Mommy" teriak Kenzo


"kalau kamu mau temanin dia, yah udah kamu ngga usah ikut Mommy, sebelum Mommy pergi"


tanpa Anggi duga ternyata Kenzo berjalan masuk kembali kerumah itu lagi


"kamu memang sangat keras kepala Kenzo, Mommy sudah ngelarang kamu, tapi tetap saja masih kamu lakukan"


"sudah ku bilang hanya 10 menit saja, Kenzo janji" ucapnya lalu melenggang pergi seraya berlari kecil


"kamu, mau ikut sama Adik mu"


" ngga, aku temanin Mommy saja disini" ucap Kenzie


"bagus"


tak lama setelah itu, Dion datang sendirian menghampiri Anggi dan Kenzie


"Daddy" teriak Kenzie begitu senang setelah melihat penampakan orang yang di rindukannya. dia langsung berlari menghampiri nya lalu memeluk nya, sengak Dion berlutut dihadapannya agar mensejajarkan tubuh mereka


"Kamu kangen sama Daddy" tanya Dion


"Kenzo mana? " tanya Dion lagi saat tidak melihat Kenzo


"dia masih di dalam, aku tidak tau apa yang dia ingin bicarakan dengan Papa"


"Kenzo yang ingin bicara dengan Papa kamu langsung" tanya Dion


"hmm" ucap Kenzie menganggukkan kepalanya


"yah sudah kalau begitu, Daddy akan menyusulnya"


"ikut" rengek Kenzie


"ngga usah kamu temanin Mommy kamu saja yah disini, entar ada yang nyulik, Mommy kamu kan cantik banyak yang suka" bisik Dion ke Kenzie yang di hadiahi dengan senyuman lebar dari nya


"Siap" teriak Kenzie semangat


"jangan ngajarin anak aku yang aneh- - aneh " teriak Anggi saat melihat interaksi Dion dan Kenzie yang begitu kompak


"Daddy bilang di suruh jagain Mommy, nanti ada yang culik kan Mommy cantik banyak yang suka" jujur Kenzie


"emang dia bilang kayak begitu"


"Iya My, Daddy bilang begitu"


saat Dion melewati Anggi, sebuah pukulan keras tepat di lengan kekar Dion yang begitu bagus untuk dijadikan sasaran kematahan. kini Dion meringis kesakitan

__ADS_1


"Sudah kubilang jangan ngajarin anak aku yang aneh-aneh, liat dia ketularan jadi tukang gombal karena Perkataan kamu tadi, sudah tau anak-anak ku itu cepat paham, malah di ajaran asal"


"aku ngomong sesuai kenyataan aja Anggi, jangan salahkan aku dong" bela Dion


"alasan kamu saja"


"Anggi jadi orang itu jangan galak-galak, lembut dan stay calm, kalau sikap kamu begini terus mana bisa laku"


"hehh jangan asal ngomong yah, perlu kamu catat aku masih berstatus istri orang yah, cuman ngga serumah aja, siapa yang kamu sebut ngga laku" tantang Anggi tidak mau kalah


"masih ngakuin tapi ngga mau balikan"


"malas ngomong sama kamu" seketika Anggi tidak ingin berdebat dengan Dion


"bilang aja kalau kamu itu tidak rela jika berpisah, lain di mulut lain di hati" ejek Dion


Anggi hanya memutar matanya malas, kesal karena ucapan Dion


"ngga mau ikut masuk" tanya Dion


"ngga"


"ya sudah"


setelah menunggu beberapa menit di mobil bersama Kenzie, akhirnya Kenzo keluar bersama Dion dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak


"Kenzo ikut sama Mommy yah, Daddy masih ada urusan dengan Papa kamu" ucap Dion


"hmm" Angguk Kenzo


tidak ada pertanyaan dari Anggi selama perjalanan, Kenzo juga memilih untuk diam, hanya Kenzie yang merasa canggung karena keheningan disekitarnya


"ehmm" Seru Kenzie tak hanya sekali untuk memecah keheningan


"ada apa Kenzie, tenggorakan kamu sakit" tanya Anggi


"ngga Kok My"


"lalu"


"Kenzie lapar My, Mommy ngga mau kasi makan"


"oh iya, Mommy Lupa kamu kan baru bangun tadi"


"Kenzo kamu mau makan apa" tanya Kenzie


"terserah" ucap Kenzo singkat hanya ingin mengikuti mau Saudaranya saja


"My, Kenzo juga mau makan" kata Kenzie


"Mommy pikir Kenzo ngga mau, dari tadi juga cuman diam aja" sindir Anggi


Kenzo hanya menatap jendela mobil malas, tidak ingin meladeni perkataan Mommy nya


"sepertinya Mommy marah sama aku" batin Kenzo


"Kenzo kamu bicara apa tadi sama Papa" tanya Kenzie penasaran

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2