
tertulis makam dengan nama Viona di sana
"semoga kau tenang di alam sana" ucap Yudha seraya berjongkok memegang nisannya
"aku tidak percaya kau pergi begitu cepat" ucap seorang pria di seberang Yudha
"bahkan kau meninggalkan anakmu sendiri, aku janji akan menjaganya dengan baik" ucapnya lagi yang di hadiahi tatapan tajam dari Yudha.
"anak itu, darah daging ku Rama, kau tidak perlu bertanggung jawab menjaganya"
"apa maksudmu, kau mengakuinya anak mu"
"iya anak itu sebenarnya anak ku, Viona sudah hamil lebih dulu"
Rama mengerutkan keningnya tak bisa percaya dengan perkataan Yudha. bagaimana bisa dia mengakuinya sedangkan selama ini dia yang mengurus Viona sampai- sampai rela meninggalkan Anggi demi anak itu. lalu dengan gampang nya, Yudha bilang anak itu sebenarnya darah dagingnya.
"saat itu kau datang mengatai ku merebut tunangan mu didepan Anggi, kau bahkan mengatai Viona juga, tapi sebenarnya yang bajingan itu siapa"
"itu karena aku baru tau yang sebenarnya"
"Viona memberikan ini padaku, sebelum dia meninggal"
ucap Yudha menyodorkan sebuah rekaman di tangannya
dengan sigap Rama meraih pulpen itu, Rama yakin ada sesuatu yang penting Viona katakan di rekaman itu.
"Rama aku minta maaf karena baru mengatakan yang sebenarnya padamu, anak yang aku kandung bukan anakmu, melainkan anak Yudha, aku terpaksa melakukannya karena saat itu aku sudah putus asa, Yudha membatalkan pernikahan kami sedangkan aku hamil, aku tidak ingin anakku tidak memiliki ayah, kebetulan kita bertemu jadi saat itu aku mencampurkan obat di minuman mu agar kau melakukannya padaku, aku tau saat itu kau sudah menikah dengan Anggi, benar kata Yudha, aku cemburu dengan Anggi yang dicintai banyak orang, aku pikir saat itu Yudha membatalkan pernikahan ku karena dia masih menyukai Anggi. tapi saat itu aku benar-benar merasa nyaman padamu bahkan aku jatuh cinta denganmu setelah kau memberikan perhatian dan kasih sayangmu walaupun itu hanya untuk anak yang ku kandung. aku menyesali perbuatan ku setelah melihat Anggi datang hari ini di rumah kita, bahkan aku tidak menyangka kau bisa berbuat kasar padanya demi melindungi anak yang sebenarnya bukan anak kandung mu, aku berharap dengan aku mengatakan fakta ini, semoga Anggi bisa memaafkan mu, sekali lagi aku minta maaf. sampaikan permintaan maaf ku pada Anggi, Maaf"
setelah mendengar rekaman itu, emosi Rama tidak tertahan rekaman yang berada di genggamannya ditekan kuat.
" kenapa kau melakukan semua ini padaku, aku rela meninggalkan Anggi demi anak itu yang bahkan bukan anak kandungku" lirih Rama menahan emosi
"ini semua gara-gara kamu Yudha" teriak Rama ke Yudha
"aku tau aku salah, tapi itu juga terjadi kesalahanmu juga"
bela Yudha
"lalu bagaimana sekarang, kau mau mengurus anak itu sedangkan aku sudah kehilangan Anggi"
"kita urus sama-sama, bagaimana pun juga kau sudah menikah dengan Viona"
"terserah kau saja, aku ingin mencari Anggi" ucap Rama meninggalkan area pemakaman.
sebulan berlalu begitu cepat, Rama berada di dalam kamarnya meratapi dirinya yang sudah di tinggal Anggi, Anak perempuan yang Viona lahirkan di asuh oleh Rama dengan bantuan baby sister suruhan Yudha, selama itu juga Yudha datang mengunjungi putrinya, namun mereka berdua hanya saling menatap dan tidak menghiraukan keberadaan satu sama lain.
__ADS_1
suara tangis anak itu membuat Rama mau tidak mau harus turun tangan menenangkannya, walaupun disana sudah ada Yudha tetap saja dia tidak tega melihat anak itu terus terusan menangis.
"kenapa April menangis terus"
"aku juga tidak tau tuan, padahal tidak ada yang salah"
"mungkin dia lapar, coba kamu buatkan susu"
"dia tidak mau meminumnya"
"sini, biar aku saja" kata Rama
saat Rama mengambil alih, anak itu sudah tenang bahkan sudah tertidur di gendongannya, Yudha sedikit takjub dengan Rama karena berhasil membuat April tidak menangis lagi.
"Rama" panggil Yudha
"hmm"
"terima kasih sudah mau mengurus anak ini juga" tanya Yudha
" sudah jadi kewajiban aku juga"
"oh iya aku minta maaf, karena aku kamu dan Anggi jadi seperti ini"
"sudahlah, kau tidak usah menyesali yang sudah berlalu, aku juga salah"
"jika kau masih merasa bersalah, tolong cari Anggi untukku" ucap Rama
"aku sudah berusaha mencarinya namun belum ada petunjuk apapun" kata Yudha
seiring berjalannya waktu, Rama dan Yudha melakukan aktivitasnya seperti biasa, namun terendus kabar dari keluarga Rama bahwa kepergian Anggi karena Rama memiliki wanita lain, bahkan mereka tau kalau Rama merawat bayi dari wanita yang pernah Dia nikahi.
"Mama sangat kecewa padamu, kamu meninggalkan Anggi demi wanita yang ternyata tidak mengandung anakmu" ucap Mama Rama di seberang telponnya
"Rama minta maaf Mah, Rama salah dan sangat menyesal"
"kau baru menyesal setelah Anggi pergi, Kenapa tidak memberi tahu Mama kalau Anggi sulit hamil, jika tau apa yang sebenarnya terjadi Mama tidak akan selalu menyuruhmu untuk memberikan cucu"
"Mama sudah tau" tanya Rama
"Iya, Mama tau dari sahabatnya Anggi"
"pokoknya jangan berani datang kerumah ini sebelum kamu membawa Anggi di hadapan Mama, Kakek Marah besar dengan mu"
"Rama akan berusaha mencari Anggi" kalimat terakhir yang Rama ucapkan ke Mamanya.
__ADS_1
saat ini dia tengah mencari cincin dan surat yang pernah Anggi tinggal, barang kali Rama bisa menemukan petunjuk kemana perginya Anggi, namun saat membuka laci nakas dekat tempat tidurnya Rama menemukan sebuah buku diary yang dia yakini itu milik Anggi.
dengan penasaran Rama membuka satu persatu halaman itu
12 Februari
"hari ini sendiri lagi, Rama sangat sibuk, untung saja ada Dara yang selalu mengajak jalan"
13 Februari
"Rama kapan pulangnya sih, kangen"
14 Februari
"Valentine Day yang sangat buruk, tidak ditemani sama orang yang paling aku cintai"
20 Maret
"Aku lupa kalau punya diary, maaf yah, aku terlalu senang karena suamiku sudah balik dari luar kota"
23 Maret
"Yah aku di tinggal lagi, tapi ngga apa-apa, aku selalu menanti kedatangan mu di rumah kita ini"
24 Maret
"kebosanan ku, cuman bisa aku tuangkan di buku ini, sangat bosan, andai Rama ada disini, pasti udah aku ajakin jalan"
25 Maret
"Terima kasih yah Aurel, udah nemanin Aunty main dirumah"
01 April
"banyak tugas kuliah yang harus aku kerjakan, karena kecapean sampai- sampai aku tinggal Rama tidur, siapa suruh pulangnya larut malam"
17 April
"Rama aku tidak suka kalau kamu terlalu mementingkan kerjaan mu, tapi aku juga sadar kau sibuk kerja karena menghidupi ku juga"
18 April
"hari ini aku senang karena aku sudah hampir lulus, tinggal nyusun skripsi, tapi Dosennya galak banget hanya salah sedikit disuruh ulang lagi, tau gini ngga usah lanjut kuliah aja, ehh ngga dehh udah tinggal dikit lagi, Semangat"
halaman demi halaman, Rama tidak melewatkan satu lembar pun dari tulisan Anggi, terbit sedikit senyuman saat membaca awal dari buku itu, mengetahui fakta bahwa istrinya selalu menunggu kedatangannya, membuat hatinya teriris dan sangat menyesal.
__ADS_1
namun senyuman itu luntur setelah membaca halaman berikutnya
bersambung....