
"hanya itu cara yang bisa buat Anggi datang kemari, jika menunggunya kembali, sampai kapan, sudah lama kau mencarinya ternyata dia berada di sana selama ini"
"kamu yakin, cara ini akan berhasil, kalau dia tau dia pasti tambah benci lagi"
"ini kesempatan kamu Rama"
"tapi aku ngga mau Anggi malah tambah membenciku, aku ngga setuju cara ini, apa lagi ini menyangkut anak ku sendiri"
"kamu Terima beres saja" ucap Yudha
"seandainya aku tau Anggi hamil anak aku waktu itu, aku akan berusaha untuk mempertahankannya"
"kenapa aku harus tau saat dia sudah pergi"
"kau tau seandainya Aku tau Viona hamil anak aku, tidak akan ku batalkan pernikahan ku dulu"
"semuanya sudah terlambat, menyesalinya saja tidak cukup untuk menebus semua kesalahan kita"
"kau benar Rama" setuju Yudha
6 tahun lalu
setelah Yudha tau Anggi pergi, perasaannya sangat kalut, tempatnya melepas kekesalannya adalah Viona, gara-gara dia semuanya jadi seperti ini.
tanpa menunggu kesempatan untuk memberinya pelajaran Yudha langsung pergi menuju rumah Viona yang mereka tempati dengan Rama, persetan jika Rama marah kalau dia menyakiti Viona yang mengandung anaknya.
diselimuti amarah dan kesal, pintu itu langsung terbuka dan ternyata pintu itu tidak di kunci. terlihat Viona yang sudah merenung di sudut sofa, sesekali memegang perut buncit nya yang hanya menghitung hari akan melahirkan.
"Viona" teriak Yudha
yang di teriaki hanya mendongkak kepalanya melihat sosok pria yang baru saja memanggil namanya.
"semuanya gara-gara kamu" bentak Yudha
"kenapa, datang-datang langsung menuduh ku, memang apa salah aku" ucap Viona tak terima
"kamu bertanya apa salahmu, kau belum mengerti juga apa kesalahanmu"
"kau kesini karena Anggi lagi kan" tuduh Viona
" tentu saja, jika bukan Anggi untuk siapa lagi, kamu..jangan mimpi"
"heheh" kekeh Viona tertawa miring karena ucapan Yudha
"masih sempat nya kau tertawa setelah melakukan ini, karena mu Anggi pergi tanpa memberi tahu siapapun"
__ADS_1
"lalu kau mau berbuat apa padaku, perginya Anggi tidak ada hubungannya sama aku"
"apa kau tidak sadar, kamu itu merebut suami orang, bahkan hamil anaknya, dasar wanita murahan"
"kau pikir, aku mau seperti ini, aku terpaksa Yudha"
"terpaksa maksud kamu, jelas-jelas kau merencanakan semuanya"
"apa kau pikir aku mau menikah dengannya sedangkan aku mengandung anakmu yang tidak ingin menikahiku"
"jangan asal ngomong kamu, memang kita pernah melakukannya, tapi aku tidak yakin itu anakku atau bukan, kau melakukannya dengan Rama juga kan"
"aku sudah hamil saat melakukannya dengan Rama, dan aku terpaksa melakukannya agar anakku punya ayah, karena kau tidak ingin bertanggung jawab"
"jika bukan karena kau membatalkan pernikahan ini, mungkin kau akan menjadi Ayah dari anakku, tapi aku tidak menyesal memutuskan melakukannya dengan Rama, karena dia memberi ku perhatian lebih bahkan menjagaku dengan baik layaknya Ayah Kandungnya"
"sedangkan kamu, hanya mengintai dari kejauhan" ledek Viona
"kau jangan bercanda"
"memangnya aku melakukannya dengan siapa, aku memberikannya padamu pertama kali, dan kamu sadar, sangat sadar, apa kau tidak berpikir kalau nantinya aku hamil"
"kau hanya diselimuti rasa cemburu tanpa berpikir akibatnya, dan semuanya sudah terjadi jika kau menuduh ku karena kepergian Anggi, kau salah, itu karena kamu juga"
"bisa saja kan anak itu memang anak Rama, kamu sendiri yang mengakuinya, kamu balik menuduh ku, karena aku meninggalkanmu saat kau tau kamu hamil, kamu pikir aku akan terpengaruh dengan ucapan bohong mu itu " ucap Yudha tidak ingin percaya
"awww" rintih Viona saat merasakan sakit di perutnya, bersamaan dengan itu air bercampur darah mengalir deras disela kakinya
"Yudha, kumohon bantu aku ke rumah sakit, Rama tidak ada di rumah dia keluar ingin bertemu Anggi" kata Viona menahan sakit
Rasa kasihan pada Viona sudah jelas terlihat di raut wajah Yudha, dia juga panik harus apa, dengan terpaksa dia membawa tubuh Viona keluar rumah lalu masuk ke mobilnya.
"kamu jangan teriak-teriak begitu" panik Yudha saat Viona berteriak tak kuasa menahan sakit
pikirannya menelpon Rama sudah ada sedari tadi, hanya saja Rama tidak mengangkat telponnya.
setibanya di rumah sakit, Yudha langsung membawanya ke ruang UGD, sambil menunggu Dokter yang menangani Viona, tak hentinya Viona menggenggam erat tangan Yudha bahkan sakit di perutnya sedikit menghilang, nyaman itu yang di rasakan Viona saat ini.
"Yudha, aku minta maaf yah" ucap Viona dengan suara parau nya
Yudha hanya menatap Viona yang entah dengan ekspresi apa, rasa iba telah menjalar di tubuhnya. bukan karena Viona melainkan mengingat Mamanya yang telah melahirkannya.
mungkin saat itu Mamanya juga berjuang menahan sakit saat melahirkannya dulu.
"kamu fokus pada lahiran mu dulu" kata Yudha
__ADS_1
"tapi aku takut, tidak sempat mengatakan kata maaf padamu"
"kamu ngga usah ngomong aneh-aneh, kamu dan anakmu nanti akan selamat"
"aku hanya ingin mengatakan itu, Terima kasih sudah mengantar ku kesini, sepertinya keinginan anakku bisa di antar ayahnya ke rumah sakit sudah terwujud"
"Yudha, bisa kah aku meminta sesuatu padamu, tapi aku tidak yakin kau mau mengabulkannya, aku hanya akan menyampaikannya saja"
"tolong rawat anak ini, jika dia sudah melihat dunia, aku ingin dia merasakan dirawat oleh ayah kandungnya"
"dan satu lagi, mau kah kamu menyampaikan pesanku pada Anggi, Aku ingin minta maaf padanya"
"kenapa baru mau minta maaf, penyesalan mu sudah terlambat" sarkas Yudha
"aku tau dia pasti tidak bisa memaafkanku, setelah apa yang aku lakukan padanya, aku sudah cukup menyesal"
"semoga kepergian ku nanti bisa menebus semua kesalahanku" batin Viona
"baguslah jika kau sadar dengan kesalahanmu, dan sudah menyesal, tapi itu tidak cukup jika hanya sekedar menyesal" ucap Yudha
Viona memberikan sebuah bulpoin yang dapat merekam suara kepada Yudha
"mungkin ini bisa membantu, tolong berikan ke Anggi" ucap Viona seraya menyodorkan benda itu dari saku bajunya
"apa ini?" tanya Yudha
"kamu akan mengetahuinya nanti, simpan itu dengan baik"
perbincangan singkat Antara Viona dan Yudha terhenti setelah beberapa perawat dan Dokter datang membawa Viona ke ruang bersalin.
Yudha mencoba menelpon Rama lagi, semoga saja Rama mengangkat telponnya kali ini. keberuntungan berpihak padanya, Rama menerima panggilan telepon dari Yudha.
"ke rumah sakit sekarang, Viona sudah mau melahirkan"
"apa?" ucap Rama kaget setelah mendengar perkataan Yudha bukannya tidak dengar hanya saja dia begitu bingung saat ini
"kau ingin melihat Viona melahirkan atau tidak"
"baiklah aku ke sana sekarang" ucapnya lalu mematikan telpon secara sepihak
dengan perasaan kalut, Rama segera ke rumah sakit secepat mungkin, penantiannya akhirnya sudah tiba, Anaknya yang selama ini dia tunggu kedatangannya akan datang kepadanya.
Yudha masih diselimuti rasa penasaran, apa benar perkataan Viona barusan, bahwa anak yang dia kandung itu anaknya. kalau benar Rama tidak berhak mengasuh anak itu, tapi selama ini dia hanya tau kalau anak itu anaknya, bahkan dia rela meninggalkan Anggi demi anak ini.
"apa yang harus aku lakukan" batin Yudha
__ADS_1
bersambung.....