
Mereka berjalan cukup santai, tidak memedulikan orang di sekitarnya. Perlakuan Rama barusan membuat Anggi cukup terlena dengan sikapnya yang lembut.
Tapi Anggi segera sadar saat banyak orang yang mencibirnya
"Bukannya kak Rama berpacaran dengan kak Luna"
Salah satu mahasiswi yang berbincang dengan temannya dijalan.
"iya, bagaimana bisa mereka berangkat bersama"
"pasti wanita itu menggoda Kak Rama"
"padahal kan Kak Rama sama Kak Luna itu cocok banget, seperti pasangan serasi"
Terlihat Dara turun dari mobil sportnya kemudian berjalan di belakang beberapa mahasiswi tadi, samar samar Dara mendengar pembicaraan mereka
tak segan segan Dara menyambar tubuh mereka.
"aduh maaf yah, aku udah telat masuk kuliah" ucap Dara sedikit akting merasa tidak bersalah
"jalan liat liat dong" ucap salah satu mahasiswi yang di labrak
Dara hanya berjalan lalu mengeluarkan senyum smirknya
Anggi sedikit tidak tenang melihat beberapa pasang mata yang mencibirnya. Bahkan untuk menyembunyikan ekspresi mukanya pun sudah tak sanggup
Tidak perlu tunggu lama, Anggi berjalan mendahului Rama dengan tergesa gesa,
"aku duluan" ucap Anggi
Rama hanya melihat punggung Anggi yang semakin menjauhinya, spontan Rama bernafas kasar.
"kenapa bro, sepertinya kamu cukup kesal" tanya Gilang yang menepuk pundak Rama
Rama hanya menoleh melihat Gilang dan Jibran yang sudah Stay di belakangnya
"ngomong - ngomong sejak kapan kamu akrab dengan mahasiswi baru itu" ucap Gilang penasaran
Saat tiba di kampus Gilang dan Jibran di suguhkan dengan kedatangan Sahabatnya Rama yang datang bersama Anggi, itulah mengapa mereka bertanya - tanya
"bukan urusan kamu" ucap Rama sambil meninggalkan sahabatnya
" karena di tinggal sama calon PDKT yah" kata Gilang menggoda Rama sambil tertawa
"apaan sih, siapa yang PDKT" Rama kesal
"heyy, Rama tunggu, cuma bercanda kali"
"kamu sih, sudah tau moodnya tidak baik, malah kamu tambah" ucap Jibran dengan tenang
Anggi duduk di salah satu kursi yang sering dia tempati, menyembunyikan mukanya dengan lengan di atas meja,
Saat Dara sampai diruang kuliah, Dara langsung menghampiri sahabatnya. Belum ada seorang disana selain mereka berdua
"heyy ada apa, kenapa mukanya di tekuk begitu"
"ngga usah bertanya kalau udah tau"
"yah udah ngga usah di peduliin kalau begitu"
"lagian kamu kan ngga merebut pacar orang kan" sambung Dara
Anggi bangun menatap Dara
__ADS_1
"bukan masalah merebut siapa, aku hanya risih aja sama omongan mereka, ditambah kelakuan Rama, membuat aku bigung Ra"
"harusnya kamu senang dong, kalau Kak Rama itu udah mau belajar untuk nerima kamu"
"aku belum merasa siap untuk nerimanya, aku bingung sama perasaan aku sendiri" jawab Anggi
"dengarin aku baik-baik Gi, aku mengerti kalau perasaan itu tidak segampang membalikan telapak tangan, dan aku juga ngerti kalau sikap orang itu tidak mungkin tiba tiba berubah"
"Satu hal yang bisa aku yakinin ke kamu, pernikahan itu bukan hanya sekedar harus saling mencintai, lalu kamu bisa nerima dia"
Anggi hanya diam menelaa ucapan Dara
"bukan begitu Gi, pernikahan itu menyatukan dua orang yang berbeda, dengan sifat, sikap yang berbeda pula. Segala kekurangan dan kelemahan kita satuin sampai kita itu saling melengkapi"
"jika kamu berpikir kamu tidak bisa nerima dia karena baru mengenalnya, maka dari itulah gunanya kalian di persatukan, untuk saling menjalin hubungan"
"Ra hidup aku benar benar sangat berubah setelah menikah, apa aku bisa jalanin semuanya"
"kamu pasti bisa, aku yakin" jelas Dara meyakinkan Anggi
"untung aja kak Rama suami kamu, kalau bukan udah aku rebut, cowok kayak gitu di sia siain"
"ehh jangan jadi pelakor kamu"
Perbincangan mereka terhenti saat beberapa mahasiswa masuk keruangan.
Anggi menghembuskan nafasnya kasar, berharap waktu bisa terulang kembali.
Perkuliahan selesai, semua keluar dari ruangan, Rama, Jibran dan Gilang duduk di taman depan ruang kuliah Anggi sambil menunggu Anggi selesai.
Rama sudah janji akan mengantar Anggi pulang
Pemandangan yang tidak diinginkan Anggi lagi, melihat Luna menghampiri Rama. Bahkan saling mengobrol dengan teman yang lainnya sangat akrab
Anggi menyenggol lengan Dara menunjukkan dengan dagunya kearah Rama
Melihat itu Anggi sedikit cemburu
"apa yang harus aku lakukan Ra" tanya Anggi
"mau aku bantu" tawar Dara
Anggi berpikir menimbang tawaran Dara sambil menggigit bibir bawahnya.
"ayo cepatan, tinggal tunggu persetujuan kamu nih" ucap Dara mendesak
Anggi hanya menatap Dara dalam, dengan mata yang hampir berair itu
"ah kelamaan, aku ngga sanggup melihat mu begini"
Dara segera berjalan menarik Anggi menghampiri Rama dan yang lainnya
"Ra jangan aneh aneh, aku tau kalau kamu seperti ini, otak kamu diluar batas yah"
"tenang aja percaya sama aku, otak aku masih bisa di kontrol"
Sesampainya disana
Rama tidak memerhatikan keberadaan Anggi dan Dara, bahkan tanpa sadar Anggi melihat Rama memegang tangan Luna
"hmmm hmmm" deham Dara menyadarkan beberapa pria yang sejak tadi duduk di taman itu
"eh ada calon pacar" heboh Gilang
__ADS_1
Mendengar suara heboh Gilang, mereka langsung berbalik melihat dua gadis cantik yang menyapa nya
"boleh kami bergabung"
Jibran hanya menatap heran siapa wanita yang berdiri di hadapan nya. Saat melihat Anggi dibenaknya terlintas bayangan wanita yang pernah di tabrak dulu.
"boleh, silahkan duduk" jawab Jibran
"kamu yang pernah aku tabrak itu kan" tanya Jibran ke Anggi
"hmmm" jawab Anggi mengangguk
"maaf yah yang waktu itu, aku tidak sengaja"
"santai aja kak"
"oh iya kenalin namaku Jibran"
"Anggi, teman aku Dara"
"Dara kak" ucap Dara sambil bersalaman dengan Jibran
"Gagal sudah rencana aku, tadi mau nyamperin Kak Rama sama Kak Luna, tapi malah di hadang kedua cowok ini" gumam Dara
"ehh kenalin aku Gilang" sambil menyodorkan tangannya.
Mereka berkenalan lalu asyik mengobrol seputar kampus sambil tertawa ditengah tengah obrolan mereka
Sedari tadi Rama hanya di cuekin, hanya asyik mengotak atik ponselnya, terlihat jelas diwajahnya 'KESAL'
"Tebar Pesona" gumam Rama
Bahkan Rama tidak merespon pembicaraan Luna yang selalu mengajak ngobrol Rama.
Rama berdiri dari tempat duduk nya kemudian meraih tangan Anggi yang tertawa karena lelucon Gilang
"Pulang" sambil menarik paksa tangan Anggi
Dara menaikkan Alisnya, merasa bangga rencananya tidak sia sia menyuruh Anggi menghampiri Rama, Berharap Anggi dan Rama bisa saling bersama
Kedua temannya heran, bahkan Luna yang berada disana bertanya- tanya ada hubungan apa Rama dan Anggi
Dengan kesal Anggi melepas tangan nya,
"aww, sakit Rama, lihat tangan ku merah gara-gara kamu tarik" ucap Anggi
Rama melepaskan genggamannya saat berada di tempat Parkir dekat mobilnya
"ngapain kamu ikut ikutan gabung dengan teman-teman ku"
"memangnya ngga boleh, lagian aku itu kesana tujuannya mau nyamperin kamu, tapi malah bermesraan dengan pacar kamu itu di tempat umum"
Anggi tertawa meremehkan
"Omongan kamu itu hanya di mulut doang, asal kamu tau" kesal Anggi
"ngga usah nganterin aku pulang" kata Anggi lalu berjalan keluar kampus menahan taksi
Karena Kesal Rama menendang Ban mobil nya
"harusnya aku tidak gegabah tadi"
Rama segera naik mobilnya berharap masih bisa mengejar Anggi, tapi tidak menemukannya sama sekali
__ADS_1
Rama menelpon Anggi, panggilan nya tidak terhubung.
Bersambung...