Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Kesal


__ADS_3

Anggi dan Dara sedang belanja di sebuah mall untuk kebutuhan fashionnya, baju yang dibelinya sudah dicoba satu persatu di ruang ganti pakaian.


"Dar aku udah capek milih milih baju, pulang yukk" celoteh Anggi


"entar dulu, aku bahkan belum membeli Tas dan sepatu"


"Tapi kan kamu udah punya banyak. Kamu mau menyimpan semua barang barang lama kamu dimana"


"Anggi, barang barang aku tuh udah lama, udah model lama, masa aku pake yang lama"


Anggi duduk di sofa sambil melihat Dara yang sudah memilih berbagai macam tas dan sepatu yang dicobanya.


“terserah kamu aja dehh Dar”


Anggi sudah pasrah dengan kelakuan sahabatnya itu, kalau sudah mengenai belanja mau bermalam di Mall pun dia sanggup


Selesai memilih tas dan sepatu. Berpindah lagi di toko assesoris.


"Anggi liat deh lucu banget"


Mata nya langsung segar melihat kalung couple yang ada di hadapannya.


“kalau aku beli ini lalu memberikannya ke Rama apa dia akan memakai nya? Usul Anggi ke Dara


“udah ambil aja, dia pasti senang kok kalau kau memberikan dia hadiah” sekecil apapun hadiahnya cowok pasti senang lah”


“Dar kamu itu jomblo tapi kok tau isi hati lelaki”


"apa jangan jangan kamu dibelakang aku, kamu diam diam pacaran yah.”


“Husst jangan berisik. Orang orang akan tau kalau aku ini seorang jomblo yang tidak pernah berpacaran, nanti cowok cowok akan mengejar aku untuk jadi pacarnya karena tau aku itu seorang jomblo”.


"Memangnya kamu kenapa gak pacaran aja sih"


“Kamu gak usah tanyankan itu, kamu udah tau jawabanya”


"Apa perlu aku membantu mu?"Dengan nada menggoda Dara


Mereka tertawa bersama, mengingat candaan mereka barusan.


selesai membeli kalung couple tadi, mereka segera pulang dan mengambil mobilnya di area parkiran mall. Anggi mengantar Dara pulang sampai kedepan rumahmya.


“thanks yah udah nemenim aku belanja”


"Hmmm"


"ingat berikan kalung itu dengan benar” peringat Dara


masuk kedalam rumahnya sambil menjinjing barang belanjanya yang cukup banyak itu.


Di depan rumah tempat mobil terparkir, Anggi dan Rama bersamaan pulang, membuka pintu mobil mereka, Anggi meraih tas belanja nya tadi dikursi belakang mobilnya, cukup banyak sampai dia tidak bisa membawa belanjaannya sendiri.


Berjalan sempoyongan sambil mengangkat tas belanjanya, berharap Rama membantunya.


"Apa kau tidak ingin membantuku?" tanya Anggi yang sudah cukup kesal


"Itu belanjaan siapa?"


"Punya aku"


"Jadi yang angkat siapa?"


Dengan kesal Anggi mengangkat barang belanjanya masuk kedalam rumah dengan langkah 2 kali lipat dari jalan Rama, Rama yang berada di depannya sengaja di tabrak, Rama yang melihatnya mengerutkan alisnya sedikit kesal lalu Tersenyum tipis.


“Sial kenapa dia begitu tampan saat terlihat kesal, dia bahkan tersenyum seperti itu, apa dia sekarang mengejekku”.


“dia sangat menggemaskan kalau lagi marah begitu”. Rama


Di ambang pintu rumah sudah ada bibi ija yang membantu membawakan barang belanjaannya.


Masuk kekamarnya diikuti oleh bibi ija.

__ADS_1


“bibi simpan di atas sofa aja, terima kasih yah bi”.


“iya Nona”. Aku akan menyiapkan makanan untuk Tuan dan Nona.


Bibi tunggu sahut Anggi “aku mau bertanya bi”


“apa Non?”


“apa selama ini orang tua ku pernah menelpon kerumah ini?”


“Aku tidak pernah menerima telpon selama ini selain dari Tuan dan Nona”


“Yah udah, ehh Bi kalau orang tua aku atau dia menelpon, bibi jangan bilang yang macam macam yah. Bilang aja kalau kami baik baik saja”


”iya Non”


“Dan satu lagi jangan bilang kalau kamu tidur terpisah”


“Tapi Non kalau mereka datang langsung kemari bibi harus bilang apa?”


“Bibi gak usah ngomong apa apa,cukup bilang aja tidak tau”


Oke, menunjukkan jarinya bertanda oke


“bibi pergi dulu Non”.


“Iya Bi”


Rama sedang mandi di kamarnya setelah beraktivitas diluar rumah seharian. Di ambil handuk itu mengaitkanmya ke pinggang tersisa punggung yang polos memamerkan tubuh putih dan otot yang membasahi badannya.


Anggi Mengetuk pintu kamar Rama, menempelkan telinganya tidak ada suara apapun.


"apa dia sudah tidur yah"


memegang gagang pintu untuk segera membuka pintu.


Anggi Masuk kekamar Rama


Seseorang datang dibelakangnya berdiri tegap yang hanya memakai handuk itu.


“kau kenapa?”


Berbalik kebelakang ke asal suara itu.


Anggi Mencium tepat di dada Rama yang polos itu dengan sontak mundur selangkah memerhatikan orang di depannya.


“ahhhhhhhhhh” teriak kencang menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Berbalik membelakangi Rama.


“Apa yang sedang kamu lakukan ?” Anggi


“Seharusnya yang bertanya itu aku, apa yang kamu lakukan di kamarku”


“apa kau sedang ingin mengintip ku ?”


“cihhh , siapa juga yang ingin mengintip mu”


Berbalik kembali, tapi belum ada perubahan, Rama belum memakai bajunya.


"Pakai baju mu dulu sana, kau mau aku berbicara membelakangi mu"


Setelah beberapa menit,


“berbalik lah” Rama


“kamu yakin?” berbalik menemukan Rama sudah memakai bajunya.


"Lalu apa keperluanmu datang kekamarku tanpa mengetuk pintu langsung masuk kekamarku"


"Aku sudah mengetuk pintu kamar mu dari tadi. Makanya aku masuk"


"Aku hanya ingin memastikan,apa kau mati di dalam kamarmu yang luas ini sehingga kau tidak mendengar ketukan aku ini, liat tangan aku sudah merah" menunjukkan tanganya.

__ADS_1


"Apa kau ingin aku mati? Jika aku mati kau akan menjadi Seorang Janda" Sedikit kesal


"Mau apa kau kemari" dengan nada kesal


“Aku Cuma mau bilang kalau orang tua mu menelpon tadi”


“Kenapa tidak menelpon ku saja”


“jika bisa menelpon mu, mengapa repot repot mau menelpon ku” bergumam


“kau bilang apa?


"Kau tidak mengangkat telpon mu"


"Mereka bilang apa?"


Kakek dan orang tua mu akan kemari besok.


“Hah” mau apa mereka kemari.


“Bodoh” bergumam,


"Tentu saja ingin mengawasi kita berdua” Anggi


Mereka berdua Berpikir sejenak duduk di sofa


“Bawa barang barang kamu ke kamar ku”


Menengok kearah Rama “hah, apa kau sudah Gila”, Tidak mau (tegasnya)


“Kau mau aku yang kekamar mu yang sempit itu”


“Nggak, apa kata kakek kalau kita tidur dikamar tamu lalu kamar utama di kosongkan”


“Kalau begitu bawa barang mu sekarang, aku akan membantu mu” Bibi akan merapikannya nanti.


"Ya udah, lalu aku tidur dimana?"


Hah tentu saja disini, (menepuk sofa yang mereka duduki) tertawa mengejek (hahaha)


"Apa Maksud dia menepuk sofa, dia menyuruhku tidur di sofa" Enak saja.


Anggi berjalan menuju tempat tidur yang cukup untuk 2 orang.


Hahahha “tentu saja aku akan tidur disini”


Berbaring sambil menopang dagunya menghadap Rama.


"Turun dari tempat tidur ku, maksud aku disana" (menunjuk sofa yang tadi di dudukinya)


"Kenapa? Bukannya kau memintaku pindah di kamar ini, dengan gaya menggoda Rama, jadi seharusnya aku tidur di tempat tidur ini kan"


menegedipkan sebelah matanya.


"Sial, apa sekarang dia menggoda aku lagi"


"Kenapa kau selalu menggoda ku hah?"


"Apa kau tergoda dengan kecantikan ku" (berdiri diatas tempat tidur sambil mengibaskan rambutnya)


"Apa sekarang kau menguji kesabaranku?. Apa kau pikir aku tidak berani melakukannya padamu"


Kemari, berjalan menuju sudut tempat tidur dekat Anggi


"Tidak mau, aku akan tidur disini titik, kamu saja yang tidur di sofa. Menjulurkan sedikit lidah nya (mengejek)


"Kau sangat berani dengan ku rupanya"


Menggapai tangan Anggi, membisikkan ketelinga Anggi, "kau bahkan belum memberikan kewajibanmu sebagai istri, bagaimana jika aku menginginkannya malam ini" Tersenyum Jail


Anggi membulatkan matanya mendengar perkataann Rama yang sontak membuat Jantung nya berdegung tak karuan dan ada perasaan takut

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2