Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Egois


__ADS_3

perasaan khawatir sudah terpampang jelas di raut wajah mereka, duduk di bangku seraya menunggu Dokter keluar memeriksa Anggi


"Yudha" panggil Ardan


"kenapa selama ini kamu menyembunyikannya" ucapnya setelah sang empu yang di panggil menoleh disampingnya


"kau punya telinga kan" ujar Yudha cuek


Ardan memutar matanya malas, apa anak ini sudah dalam mode cuek lagi, perasaan tadi dia yang paling banyak bicara. namun Ardan tau sifat Yudha mana mungkin dia akan mengulang ucapannya, kecuali jika kau spesial makan dia akan sangat cerewet.


"apa kau tidak merasa bersalah, seharusnya yang menanggungnya itu kamu, kenapa malah Anggi yang jadi korbannya" ujar Ardan kesal


Yudha hanya diam, selama ini dia sudah merasa bersalah, jika bisa memilih dia rela berada di posisi Anggi.


"aku sudah cukup menebus kesalahan ku dengan menjaga Anggi"


"hehh, kau egois, seharusnya sejak awal kamu beritahu Anggi" remeh Ardan seraya tersenyum miring


katakan saja jika Yudha egois karena memang dia ingin memiliki Anggi, namun semua itu hanya perintah dari Kakek Anggi sendiri.


Flashback On


awalnya Yudha langsung ingin memberitahu Anggi semuanya mengenai Rama yang selingkuh setelah dia menemukan bukti yang banyak, tapi karena permintaan kakeknya Yudha mengurungkan niatnya, bukan karena akan merugikan nya malah ada keuntungan dibalik itu, Kakek menyerahkan ke Yudha untuk dia jaga kalau perlu menggantikan posisi Rama


saat itu Kakek Anggi dan Yudha sedang berada di sebuah restoran membicarakan mengenai kontrak kerja sama antara perusahaannya.


namun hal yang tidak di duga mereka malah melihat Rama yang tidak lain suami dari cucu kembarnya Anggi.


"bukan kah itu Rama, Yudha? " tanya Kakek ke Yudha takut dia salah orang


"oh iya, benar Pak Tomi" kata Yudha membenarkan


"siapa wanita yang bersamanya, kenapa mereka begitu mesra saat makan"


Yudha yang melihat mengeram kesal saat Rama menyuapi Viona, Yudha sudah tau mereka menjalin hubungan namun sangat tidak pantas dia mempertontonkan kemesraannya di depan umum. terlebih lagi dia punya istri dirumahnya


"oh ya ampun, Anggi pasti tidak tau apa yang selama ini suaminya lakukan" kesal Kakek


"beri tahu Anggi saja Pak, agar dia tidak di bohongi lagi" usul Yudha tidak tahan lagi


"jangan, biarkan saja begitu" kata Kakek melarang Yudha bertindak gegabah


"kenapa Pak, bukannya lebih bagus jika Anggi tau lebih awal"


"bukan seperti itu caranya jika kau memberi tahu Anggi dia tidak akan percaya, Anggi orang yang keras kepala sama seperti Ayahnya, disaat Anggi tau nantinya Rama akan memohon maaf lalu dengan mudahnya Anggi menerimanya kembali, aku tidak akan membiarkan seorang penghianat masuk ke keluargaku untuk kedua kalinya"


"Anggi akan merasa sangat kecewa jika dia terlambat mengetahuinya"

__ADS_1


"aku tau,tunggu saja saatnya kita bongkar perselingkuhan dia, biarkan dia merasakan sakit hati yang sangat dalam pada lelaki itu, agar Anggi tidak memberikan kesempatan baginya jika dia menyesal nanti"


"apa aku bisa minta tolong padamu, aku tau selama ini kau menyukainya, tapi karena Anggi sudah menikah kau mengubur perasaanmu sedalam mungkin agar kau masih bisa dekat dengannya"


"Anda mau minta tolong apa padaku"


"tolong jaga Anggi aku percaya padamu, kau pasti tidak mungkin menyakitinya, selama Rama masih bersama wanita itu, jangan biarkan dia menyentuh Anggi"


"aku tidak berhak melarang dia menyentuh Anggi, aku bukan siapa-siapa nya, jika suaminya meminta hak nya aku tidak bisa berbuat apa-apa"


"baiklah, kalau begitu cukup kau memantaunya saja, jika terjadi sesuatu padanya, tolong lah dia"


"akan aku usahakan Pak"


"panggil saja aku kakek, jangan terlalu formal"


"baiklah Kek"


" tanpa menyuruhku, aku sudah melakukannya" batin Yudha


percakapan itu selesai di saat Anggun datang bersama Anaknya Aurel.


"aku melihat Uncle di sana Kek" ucap Aurel menunjuk arah duduk orang yang dilihatnya tadi


"oh yah, Aurel pasti salah liat" ucap Kakek meyakinkan Aurel


Anggun yang melihat gelagat Kakeknya yang terlihat menyembunyikan sesuatu, langsung menelisik tatapan kakeknya, Anggun yakin ada yang mereka sembunyikan


"Kek, beri tahu aku" ucap Anggun


"apa yang ingin kamu tahu"


"Kakek bisa saja meyakinkan Aurel tapi aku tidak semudah itu untuk di bodohi"


"Rama bersama seorang wanita disana" tunjuk kakek di salah satu meja yang ditempati Rama tadi, namun meja itu sudah kosong.


"jadi yang Aurel liat tadi benar"


"Iya"


" lalu kenapa tidak memberi tahu Anggi Kek"


"akan kakek urus bersama Yudha, kamu fokus saja pada kerjaan mu" peringat Kakek


"Tapi Kek, Kasihan Anggi"


"tidak akan terjadi apa-apa padanya percaya sama Kakek" ucapnya meyakinkan Anggun

__ADS_1


"Kakek ngga sayang sama Anggi, walaupun dia lama jauh dari kita tetap saja dia itu cucu kakek juga"


" justru kakek sayang sama dia, kakek tidak pernah membedakan kalian, bahkan kakek berharap dia jauh lebih bahagia, buat apa mempertahankan pada lelaki yang tidak tepat untuknya"


"bisa-bisanya orang tua angkatnya menjodohkannya dengan lelaki seperti itu, awalnya dia baik tapi kelamaan ketahuan sifat busuknya"


Anggun hanya menghela nafasnya, bagaimana pun juga dia mengkhawatirkan saudara kembarnya. selama ini dia sudah banyak menanggung cobaan, tapi apa yang Kakeknya katakan memang benar.


lebih baik dia pergi, dari pada bertahan pada dasarnya Anggi adalah orang yang kuat mampu tegar disaat badai menghampirinya.


"Mungkin kamu tidak seberuntung orang lain, tetapi orang lain belum tentu bisa sekuat kamu" batin Anggun


seraya yakin lalu mengangguk mengiyakan perkataan Kakeknya


Flashback Off


saat ini Anggi sudah sadar dari pingsannya, ada Dion yang sedang berdiri tepat di sampingnya setelah mengecek keadaan Anggi.


"sudah bangun" tanya Dion


"Anak aku" ucap Anggi meraba perut ratanya


"kamu tenang aja, dia masih ada, untung saja kamu kuat, seandainya sahabat kamu telat membawamu kesini, bisa di pastikan kamu kehilangannya lagi"


Anggi membuang nafasnya lega, bersyukur bahwa anaknya masih bersamanya.


"Anggi" Panggil Dion


"aku minta maaf atas kejadian waktu itu, bukan maksud aku menyembunyikannya padamu dan bersekongkol agar kau tidak tau apa yang Rama lakukan selama ini"


"aku tidak mau membahasnya, jangan sebut nama lelaki itu lagi di hadapanku" ujar Anggi penuh kebencian


"baik lah"


"ngga usah sok akrab padaku, aku ngomong bukan berarti aku sudah memaafkan mu" ketus Anggi


"aku hanya bercerita dengan Dokter di hadapanku, jika sudah selesai silahkan keluar" tambahnya lagi


"hmm"


"aku tau kau orang yang baik Anggi, aku akan berusaha agar kau memaafkan ku" batin Dion


"sepertinya kau butuh waktu untuk sendiri, aku permisi dulu, jika kau butuh bantuan jangan sungkan memanggilku" Kata Dion lalu keluar dari ruangan itu


sejak kepergian Dion yang Anggi lakukan hanya menatap langit- langit kamar, Tanpa dia sadari air matanya sudah menetes, rasa sesak di dadanya tak bisa dia bendung lagi, mengingat kembali kejadian tadi pagi rasanya Anggi tidak bisa mempercayai orang sekitarnya, terlalu banyak rahasia yang disembunyikan.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2