
Setelah sampai rumah, Rama mengangkat tubuh kecil Anggi yang sudah tertidur lelap, dengan hati-hati Rama berjalan masuk rumah agar Anggi tidak terbangun
Rama masuk ke kamarnya lalu menaruh Anggi pelan di atas ranjang mereka.
Anggi perlahan merasakan berbaring di tempat tidur, segera dia membuka matanya. Melihat sekelilingnya, ada Rama yang masih berdiri di sampingnya
"apa aku membuatmu terbangun"
Anggi menggelengkan kepalanya
"kenapa bangun lagi"
Anggi memegang perutnya kesakitan, sepertinya tidak bisa menahan lapar lagi.
"kenapa?" Khawatir Rama
"ngga apa-apa" ucap Anggi cuek
Anggi bangun berjalan keluar kamar, meninggalkan Rama.
"mau kemana, ini sudah larut malam Anggi" teriak Anggi
Saat membuka kamar, semua lampu ruang tamu sudah di matikan.
Anggi refleks menutup kembali pintu kamarnya
"mau kemana sih? " tanya Rama gelisah
" aku mau cari makanan di dapur" lesu Anggi
Rama tertawa melihat ekspresi Anggi
"kamu pasti takut kan keluar sendiri"
"aku lapar"
"yah udah, sini aku temanin"
Anggi berjalan di belakang Rama sambil memegang bajunya.
Rama meraih tangan Anggi menggenggamnya agar tidak terlalu takut.
Setelah itu Rama menghidupkan lampu kembali
"ngga usah takut udah ngga gelap lagi"
Anggi langsung melepas tanganRama menyuruhnya menjauh
"itu apa? " menunjuk di belakang menakut nakuti Anggi
" jangan bercanda" tegas Anggi
"beneran, itu di belakang kamu"
Anggi langsung mendekat ke Rama menarik baju nya kemudian menyembunyikan kepalanya di dada Rama, Rama mengeluarkan senyum nakalnya.
"makanya ngga usah sok berani kalau penakut"
Melirik Anggi
Anggi mencubit pinggang Rama kesal
"awww" Rama mengadu kesakitan
"ishh"
"mau cari makan atau mau meluk aku disini"
"makan"
"yah udah lepasin dulu pelukannya"
Anggi melonggarkan tangannya lalu Mereka berjalan bersama
Rama mengecek isi kulkas, ternyata bibi menyimpan masakannya disana.
"aku mau makan mie instan saja" ucap Anggi
Anggi meraih Sebungkus mie di lemari
"ngga, makan mie instan ngga sehat"
"aku mau makan mie"
"ngga aku bolehin" merebut Mie dari Anggi
"ihh Rama, aku mau makan itu" menunjuk
"kamu makan ini, aku panasin dulu"
__ADS_1
"ngga" Anggi mulai cemberut
"lebih baik ngga usah makan aja" beranjak menjauhi Rama di dapur
"yah udah tapi cuman kali ini aja"
Anggi berbalik mengeluarkan senyuman bahagianya.
Anggi merebut kembali mie dari pegangan Rama lalu berkata
"ngga janji"
"hmm" menatap Anggi dengan seram
"iya iya"
"emang bisa masak"
"gampang cuman rebus Air aja" menjentikkan ujung kuku nya
Anggi memutar mutar kompor tapi Tidak bisa berputar untuk menyalakannya
Sedari tadi Rama memerhatikan tingkah Anggi yang seperti kepusingan sambil tersenyum
"Rama, nyalain dong, keras banget putarnya" memanggil Rama
"bilang aja kalau ngga tau caranya"
"ihh, tenaga aku udah ngga ada untuk nyalain kompor" alasan Anggi
Rama menyalakan kompor untuk Anggi. sambil menjelaskan caranya Anggi mengangguk paham.
"begitu caranya"
"aku tau kok, ngga usah jelasin"
Dengan jail Rama mematikan kompor yang sudah di nyalakan barusan
"kok di matiin lagi sih"
"katanya nya tadi tau, yah udah nyalain sendiri"
Anggi mencobanya kembali, lalu ternyata bisa melakukannya. Anggi tersenyum bangga
"yeahh, nyala" sambil bertepuk tangan kegirangan
Rama hanya tersenyum melihat Anggi kegirangan seperti itu
Setelah makan, Anggi sangat puas dengan masakannya tadi. Anggi memegang perutnya kenyang.
"gimana udah kenyang?" tanya Rama
"iya" Anggi mengangguk
"ayo kembali ke kamar, aku udah ngantuk"
"tapi aku belum ngantuk"
"yah udah kamu disitu aja"
"ehh jangan ninggalin aku" Anggi berlari mengejar Rama
Sesampainya di kamar, Rama langsung bersiap untuk tidur, Anggi sedang mencari remote TV di laci,
"nyari apa" tanya Rama setelah mendengar bunyi kegaduhan
"ngga ada apa-apa, kamu lanjut tidur aja"
Setelah menemukan yang dia cari Anggi langsung mengambil posisi di samping Rama lalu bersandar di tempat tidur, kemudian menyalakan TV di tepat di hadapannya.
Rama membuka matanya setelah mendengar ada yang mengganggu pendengarannya.
Rama membuang nafasnya kasar, melihat tingkah laku istri kecilnya itu.
"jangan lama-lama nonton nya, kalau ngantuk langsung tidur"
Anggi hanya menunjukkan jarinya bertanda oke ke Rama lalu mengucapkannya tanpa bersuara
Anggi menyetel film barat, tidak tanggung tanggung dia malah memilih film action yang menjadi bahan tontonnya di larut malam ini
Waktu menunjukkan pukul 02:00 dini hari, Anggi masih sibuk dengan aktivitas menontonnya. Tanpa dia sadari di gregetan melihat aksi wanita yang hampir di culik itu
"ayo cepatan lari" teriak Anggi
Rama spontan terbangun mendengar teriakan Anggi
"ada apa? " tanya Rama Khawatir
"ngga ada apa-apa"
__ADS_1
"terus kenapa teriak"
"itu hampir di tangkap" menunjuk film yang di tonton
"sayang ini udah jam 2, ayo tidur besok kan kamu harus kuliah "
"tinggal dikit lagi filmnya habis, nanggung" Rengek Anggi
"ngga pokoknya kamu tidur, atau aku matiin TV nya"
"Rama ku mohon jangan di matiin, ini dikit lagi udah selesai"
"masih bisa kamu lanjutkan besok"
"besok aku mau nonton yang lain"
Rama membulatkan matanya tak percaya
"sini Remotenya"
"aku janji ngga bakalan berisik"
"baiklah, jangan salahkan aku kalau telat ke kampus besok"
"kan bisa bangunin aku" ucap Anggi optimis
Rama menyerah lalu kembali tertidur.
"apa dia marah" melirik Rama yang membelakanginya
Anggi menggoyangkan tubuh Rama, memanggil namanya Tapi Rama sengaja tidak merespon, Anggi sudah membuat Rama kesal
"Rama" panggil Anggi
"Sayang" panggil Anggi lagi
Pikirnya Rama ngga akan marah padanya lagi setelah memanggil kata Sayang
Rama menyembunyikan senyumnya ingin mengerjai Anggi agar dia tidak begadang lagi
"yah udah aku tidur" kata Anggi
"tapi kamu jangan marah"
Anggi mematikan TV lalu memperbaiki posisi tidurnya
"sayang" panggil Anggi sedikit frustrasi karena Rama tidak memedulikannya
"Rama, ihh kamu sengaja kan ngga mau dengar panggilan aku" Anggi mulai kesal
Anggi kesal lalu berbalik membelakanginya Juga
" terserah" cemberut Anggi
Rama berbalik ke Anggi lalu memeluknya dari belakang cukup erat
" ada apa manggil aku" berbisik ke telinga Anggi dengan suara beratnya
Anggi melepas pelukan Rama
"ngga usah peluk peluk" sambil mengangkat tangan Rama yang sengaja di buat berat
Mau melepas pelukan Rama juga percuma, tenaganya lebih besar di banding tenaga Anggi.
"yah udah kalau begitu, selamat tidur yah"
"hmm" kesal Anggi tapi masih merespon perkataan Rama
"Mimpi yang indah" beralih mengusap lembut rambut Anggi
Anggi berbalik menghadap Rama lalu menatap matanya lembut
"maafkan aku" ucap Anggi dengan nada rendah
"maaf untuk apa" heran Rama
"karna ulahku tidurmu jadi terganggu"
Rama merasa dia sudah keterlaluan pada Anggi segera dia memeluk Anggi berharap Anggi tidak merasa bersalah
"ngga apa-apa"
"kita tidur yah" ajak Rama dengan lembut
Anggi melingkarkan tangannya ke perut Rama
"tidak ingin membalas pelukanku" ucap Anggi
Rama tersenyum lalu membalas Pelukan Anggi sambil mengusap lembut Kepala Anggi.
__ADS_1
Bersambung..