Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Raka Wardhana


__ADS_3

Sekarang Anggi dan Dara berada di cafe yang sering mereka kunjungi.


Pelayan cafe menyapa mereka.


"seperti biasa yah " kata Dara yang berlalu berjalan melewati bar cafe


Mereka duduk di dekat jendela yang memang khusus untuk dua orang pengunjung


" Anggi, kamu mau cerita apa tadi" kata Dara yang langsung membuka pembicaraan tanpa disuruh


"Tadi itu aku melihatnya di Lampu merah, terus ada wanita di samping nya"


" siapa?"


" Raka, Raka Wardhana "


"Hahhh" teriak Dara yang sangat kaget mendengar nama itu


"kaget kan, sama aku bahkan dari tadi kepikiran dia"


"kamu pasti salah liat"


"ngga, ngga mungkin aku salah liat"


"kamu tau sendiri aku yang paling mengenal dia"


"iya iya, terus kamu mau apa?, kamu sendiri yang ninggalin dia kan"


"Ra, bukan mau aku ninggalin dia"


" iya aku ngerti kok"


"semudah itu dia lupain aku, kamu tau, dia bersama seorang wanita"


"jangan jangan yang bersamanya itu Pacarnya"


"Anggi kamu harus sadar yah, kamu itu udah nikah"


"Tapi kamu tau sendiri, aku tidak ada perasaan cinta sama dia"


" Rama aja punya pacar, bahkan gosip itu benar"


"lalu kamu mau aku melihat dia sama pacarnya, sedangkan aku."


"Aku mengerti perasaan kamu, tapi lebih baik kamu belajar untuk menerima pernikahan ini bersama suami kamu" ucap Dara membujuk


"itu tidak akan terjadi Dara, kita sama-sama tidak punya perasaan"


"setiap hari aja kita selalu bertengkar"


"ingat yah kadang rasa benci itu bisa jadi cinta" ucap Dara yakin


"kemarin aku sudah belajar untuk bisa nerima dia, tapi kalau dia yang tidak bisa, aku bisa apa Dara"


"aku jadi ikut ikutan pusing Anggi"

__ADS_1


"apa aku egois?, aku ingin Raka kembali ke aku" tanya Anggi ke Dara


" buat apa mengharapkan Raka kembali, biar pun kamu kejar dia, dia ngga bakalan mau balik lagi ke kamu"


"kamu harus sadar Anggi, dia itu udah lupain kamu, jika dia memang masih cinta sama kamu, dia pasti mencarimu lalu minta penjelasan darimu, bukan malah membiarkanmu pergi" ucap Dara panjang lebar


"pokoknya aku akan cari tau dia dimana sekarang, aku akan bertanya siapa wanita itu"


"terserah kamu saja deh"


"Tapi kamu harus janji sama aku, kalau wanita itu pacarnya, lupain dia".


"akan aku usahakan"


"harusnya tuh kamu itu rebut Rama dari Pacarnya, kamu itu lebih berhak, bukan malah membiarkan dia berduaan di depan umum"


"aku itu ngga mau ketahuan kalau aku itu sudah nikah"


"apa kata teman yang lain, aku itu masih mau bebas"


"lalu kapan kamu mau kasi tau ke orang orang kalau kamu itu udah nikah" tanya Dara


"jika aku dan dia sudah punya perasaan yang sama"


"yah sudah kalau itu mau kamu, aku cuma ngedukung aja"


"karena aku tau, apapun yang kamu lakukan, mungkin itu yang terbaik untukmu, kamu sendiri yang menjalaninya, kamu pasti tau mana yang baik dan buruk untuk kamu lakukan, asalkan kamu bisa menjaga dirimu sendiri, aku hanya mendukung mu"


"terima kasih yah Ra, kamu memang sahabat ku yang paling pengertian, tapi ngga punya pengertian kalau berada di Mall" jawab Anggi dengan muka tak berdosanya setelah mengatai Dara


" kamu juga sama yah, bukan cuman aku aja" kata Dara yang tidak mau ngalah


"keluyuran apanya, cuma ke Cafe doang kok"


"yah udah ayo, entar aku yang kena getahnya, kan kamu ngikut aku, padahal sih aku cuma nurutin kemauan kamu" lanjut Dara


Kemudian mereka menuju kasir lalu membayar tagihan mereka.


Dara sudah mengantar Anggi ke Rumah nya, sudah cukup malam, saat wanita bercerita memang tidak pernah sadar waktu


Anggi membuka pintu rumahnya, tidak ada orang, Pikir Anggi orang Rumah sudah dikamarnya untuk tidur.


Anggi menuju kamarnya, saat mencoba membuka pintu, ternyata pintunya tertutup.


segera mengetuk pintu kamarnya, tidak ada jawaban dari dalam,


"apa Rama udah tidur yah.


Dia kan tau aku belum pulang, kenapa kamarnya di kunci" gumam Anggi


Anggi terus mengetuk pintu kamar, sampai tangannya memerah dari hasil ketukan tersebut.


" Rama kamu di dalamkan, bukain pintu dong"


Anggi meraih ponselnya di dalam tas, segera menelpon Rama.

__ADS_1


Tapi nihil tidak ada jawaban, Rama tidak mengangkat panggilan telpon Anggi.


Karena capek, akhirnya Anggi duduk di sofa dan tiduran. Padahal dia ingin mandi untuk membersihkan dirinya, akibat keringat dan debu yang menempel di kulit nya.


Didalam kamar, Rama belum tidur hanya asik membaca buku, panggilan Anggi sengaja dia hirauan, dia ingin memberikan pelajaran ke Anggi, atas perlakuannya tadi sore.


Saat menyadari ketukan pintu tidak terdengar lagi, Rama mulai penasaran kemana Anggi pergi


Akhirnya dia membuka pintu kamarnya setelah lama membiarkan Anggi diluar kamar.


Saat berjalan menuju ruang tamu, dia mendapati Anggi yang sedang tertidur di sofa dengan wajah damainya, nafasnya yang beraturan membuat Rama sedikit iba, ingin memindahkan Anggi ke kamar.


Tapi tidak dia lakukan, Rama hanya mengambil selimut menutupi badan Anggi agar tidak kedinginan, kemudian mematikan Lampu Ruang Tamu, hanya ada cahaya redup samar samar dari lampu taman luar rumah.


"Mimpi yang indah"


Anggi terbangun di tengah malam, karena sedikit gelisah akibat badannya yang lengket membuatnya sangat tidak nyamam.


Anggi berteriak sangat kencang, sekujur tubuhnya gemetar, keringatnya bercucuran mengalir di pelipis nya, membayangkan dirinya saat kecil yang pernah di kurung di sebuah ruang yang gelap.


Anggi menutupi kedua telinganya, mendengar suara aneh yang berjalan mendekatnya, airmatanya tertahan tertutupi oleh rasa ketakutan yang luar biasa.


Mendengar suara teriakan Rama terbangun kemudian bergegas lari ke asal suara. Segera Rama menyalakan Lampu Ruang tamu, disusul kakek dan bibi ija yang mendengar teriakan tersebut


Rama mendapati Anggi yang sudah gemetar ketakutan. Rama memegang kedua bahu Anggi khawatir


"Anggi, kamu kenapa? " tanya Rama Khawatir


Tidak ada jawaban dari Anggi, Anggi hanya termenung menatap Rama, mengatur nafasnya yang sedikit sesak, Menghembuskan lalu mengeluarkan nya cukup berat.


" Anggi, kamu tidak apa-apa? " tanya Kakek setelah melihat kondisi Anggi


Anggi mengalihkan pandangannya kesekitarnya, semuanya terlihat normal


" kamu tenang yah ada aku disini" kata Rama


Anggi sesegukan saat perasaan nya tenang, membuat Rama tambah khawatir


"heyy, ada apa? It's Okey ada aku disini" Rama menarik Anggi kepelukannya menenangkan Anggi


Anggi tetap sesegukan di pelukan Rama. Melihat hal itu kakek dan bibi segera kembali Ke kamarnya.


"kita kembali saja, biarkan mereka mengatasi nya" kata kakek


"kita ke kamar yah" ucap Rama


Anggi hanya menuruti perkataan Rama.


Setelah itu Rama membaringkan tubuh Anggi menyuruhnya kembali tidur


Anggi menggelengkan kepalanya.


"kenapa? " tanyanya


" sudah tidak bisa lagi"

__ADS_1


"Dasar cengeng" gumam Rama


Bersambung...


__ADS_2