
hari ini Dion berangkat ke Indonesia, dia diantar bersama Anggi dan kedua keponakan kembarnya sampai bandara.
"Daddy jangan lupa hubungin kita yah, nanti Kenzie kangen"
"Iya, mana mungkin Daddy bisa tidak kangen kalau ngga mendengar suaranya Kenzie"
"janji yah" ucap Kenzie
"Iya Daddy Janji" balasnya
"Kenzo ngga mau ngomong sama Daddy"
"Hati-hati" ucapnya singkat
"Kak Dion masih ingat kan permintaan aku"
" iya aku masih ingat, tapi sampai kapan kau mau bersembunyi, ini sudah bertahun lamanya, kamu masih ngga mau memberi tahu mereka keberadaanmu"
"aku belum menemukan waktu yang tepat"
"terserah kamu saja"
"kamu baik-baik yah selama aku tinggal"
"hmm"
"oh iya, setelah sampai hubungi kita"
"iya, aku pergi yah, jaga anak-anak" pesan Dion
selama ini belum ada yang tau keberadaan Anggi, hanya Dion yang tau, Dion yang sering ke Indonesia saja mengakunya tidak pernah bertemu Anggi, dia menyimpan keberadaan Anggi rapat-rapat. Mungkin Dion juga menghargai keputusan Anggi yang belum mau menampakkan dirinya pada keluarganya
setelah mengantar Dion, mereka kembali ke rumahnya, aktivitas sama seperti biasanya, Kenzo yang selalu dikamar dan Kenzie yang selalu menjahili Mommy nya.
Karena ngga dapat tanggapan dari Mommy nya akhirnya Kenzie menyerah, lalu beralih menuju kamar Dion, mengambil sebuah buku untuk di baca nya.
halaman demi halaman dia baca, tapi tidak ada yang berhasil mengatasi kebosanannya.
dia menatap nanar buku di atas meja, seperti ada terselip sebuah amplop, itu sukses membuat Kenzie penasaran.
"aku buka ngga yah, tapi apa Daddy akan marah kalau aku buka tanpa seizinnya" gumam Kenzie
rasa penasarannya semakin bertambah setelah membaca tulisan dari amplop itu.
"For Anggi" tulisan yang di tujukan untuk Mommy nya
"apa aku beri tahu Mommy aja yah, tapi aku penasaran isinya apa" batinnya
"kata Mommy dan Daddy kalau bukan punya kita ngga boleh di sentuh" pikirnya
cukup berpikir lama di tempat duduk depan meja kerja Daddy nya, akhirnya Kenzie menemukan sebuah ide, pikirnya dia akan memberi tahu Kenzo saja.
Kenzie keluar dari kamar itu lalu menuju kamarnya
" Kenzo kemana yah, kok ngga ada di kamar" ucapnya setelah melihat isi kamarnya yang terlihat kosong tak ada penampakan seseorang yang mirip dengannya
"Kenzo kamu dimana" panggilnya
setelah mencari, ternyata sang empu berada di depan TV, Kenzie sedikit mengerutkan keningnya pasalnya anak itu tidak pernah dia lihat menonton, biasanya hanya di kamar kalau ngga baca buku yah bermain game.
__ADS_1
"tumben banget kamu menonton" teriak Kenzie yang di balas tatapan datar oleh kembarannya
"kenapa?" tanya Kenzo singkat
"ngga apa-apa sih, baguslah kalau kamu punya kegiatan baru" jawab Kenzie
kemudian Kenzie mendudukkan dirinya ikut bergabung dengan saudara kembarnya itu.
"bagaimana cara ngomongnya yah" batin Kenzie yang sudah terlihat gelisah
"Kenzo" Panggilnya pelan
"hmm"
"aku mau ngomong"
"apa? "
"ini penting, ngomong nya di kamar aja"
"Malas"
"tapi ini penting, entar Mommy dengar" ucapnya seraya berbisik di telinga Kenzo
tanpa membalas ucapan Kenzie, Kenzo mematikan TV lalu berjalan menuju tangga, selanjutnya Kenzie mengikutinya dari belakang, sepertinya Kenzo menuruti perkataan Kenzie kali ini.
"apa?" tanya nya penasaran setelah sampai di kamarnya lalu duduk di atas Kasur empuknya
"gini, tadi aku masuk ke kamar Daddy mau baca buku, yah karena aku bosan sama bukunya makanya aku mau ganti, tapi setelah itu aku nemu buku di atas meja yang pernah kamu baca"
"lalu"
"kamu baca" ucap Kenzo begitu penasaran
"belum sih, makanya aku mau ngasih tau kamu soal ini"
"kirain" ucapnya sedikit lega
"kira-kira aku boleh baca atau ngga yah, nanti Daddy marah kalau aku baca tanpa izin"
"ngga" cegah Kenzo secepatnya
"ngga boleh yah, tapi aku penasaran banget loh, sama isinya, emang kamu ngga penasaran"
"ngga usah tau"
"jangan sampai Kenzie buka surat itu, Daddy udah berpesan padaku untuk memberinya ke Mommy, kalau Kenzie tau isi suratnya dia pasti akan banyak bertanya lalu buat Mommy kesal bisa gagal rencananya" batin Kenzo
"kalau gitu kasi ke Mommy aja, entar Mommy ngga tau kalau ada surat yang Daddy titip"
"ngga usah, biar Mommy sendiri yang liat"
"sepertinya kamu ini mencurigakan Kenzo, kamu udah baca yah suratnya, makanya ngelarang aku bacanya"
"ngga" bohong Kenzo
" Kenapa? " tanya Kenzie penuh penyelidikan
" itukan bukan punya kita"
__ADS_1
"iya juga sih"
...------------------------------------------...
Di sisi lain, seorang pria tengah disibukkan dengan beberapa kertas di tangannya. hari-hari nya hanya itu saja, pagi ke kantor dan pulang setelah malam tiba. sangat monoton, semenjak kejadian pilu yang menimpanya dia menjadi pendiam dan sangat dingin dengan orang sekitarnya. keluarganya bahkan tidak ada yang mau tau tentang bagaimana kehidupannya sekarang,
kecewa dan marah, itu lah yang di rasakan keluarganya, Mereka tidak menyangka akan berbuat seperti itu pada istri nya sendiri, mereka bahkan sangat malu mengetahui kabar itu dari keluarga istrinya. Namun mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi.
usahanya yang mencari istrinya tidak membuahkan hasil, berbagai kota dan Negara dia telusuri, saat melakukan perjalanan kantor dia sempatkan untuk mencari istri dan anaknya.
sebuah ketukan dari luar ruangannya, tidak membuatnya kehilangan fokus pada layar komputer di hadapannya.
sudah jadi kebiasaan orang itu masuk tanpa disuruh
"sudah ada kabar tentang Anggi" tanya Pria yang baru masuk tanpa permisi duduk di sofa
"belum"
"kamu ngga curiga dengan Dion, mungkin saja dia menyembunyikan Anggi disuatu tempat"
"ngga mungkin lah, jIka dia pulang dari luar negeri, Dion selalu bertanya dimana keberadaan Anggi, kalau dia tau mana mungkin bertanya padaku"
"memangnya kamu tau Dion tinggal dimana selama ini"
"Dia diluar Negeri kan, bekerja di perusahaan cabang milik Papanya"
" kamu ngga tau kan tepatnya dimana"
"China"
"hhah" pria itu tersenyum miring mendengar lawan bicaranya tidak tau sama sekali
"kamu kenapa tertawa begitu" tanya nya
"Rama, segitu percayanya kamu sama Dion"
"jadi kamu pikir Dion bohongin aku"
"tentu saja"
"Yudha,ngga usah nuduh orang deh" ucapnya lalu berjalan meninggalkan komputer kesayangannya menuju Sofa yang sudah ada Yudha disana
"dengarkan aku baik-baik, aku juga tidak tau tepatnya dia dimana selama ini, tapi setelah aku menyelidikinya, begitu banyak keanehan"
"maksud kamu" tanya Rama
"kemarin aku menyuruh sekertaris ku datang ke kantor Dion yang kamu bilang di China kan, tapi ternyata dia udah sebulan ngga datang, kata orang di kantornya Dion hanya mengirim lewat Email kerjaannya, dia kerjakan dari rumah"
"tapi yang membuat ku begitu curiga, saat dia pulang 2 bulan yang lalu, aku bertemu dengannya di apartemen miliknya, tidak sengaja aku melihat perjalanan tiketnya, dari situ aku mulai curiga dan menyuruh orang untuk menyelidikinya" ucap Yudha panjang lebar.
"memangnya dia kemana?"
"ada dua tiket, yang satu dari korea Selatan menuju China dan China ke Indonesia di tanggal yang sama"
"Namun anehnya perjalanannya tidak terdeteksi CCTV"
"kamu ngga tau kalau Dion itu seorang Hacker" jawab Rama santai
bersambung....
__ADS_1