
Seharusnya waktu itu saat Yudha mengikuti Anggi dan menemukannya sedang bersama pria dan masuk kerumah bersama, pasti memiliki hubungan yang sangat dekat, tapi kenapa Yudha harus menepis perasaan itu.
Malahan Yudha berpikir ingin mendekati Rama setelah menyelidiki identitasnya dengan bantuan orang kepercayaannya.
Mungkin setelah mendekati Rama, Yudha akan tau apa hubungannya dengan Anggi, tapi seakan tersambar petir, fakta itu terungkap dengan sendirinya. Bahkan Yudha tidak perlu menggunakan tenaganya untuk mengetahui hubungan mereka yang ternyata sepasang Suami Istri. Namun hal yang begitu mengganjal dibenak Yudha, Anggi masih sangat muda untuk melansungkan pernikahan
Suasana saat ini sangat canggung dengan bungkamnya Yudha dan Ardan membuat mereka sulit berbincang dengan nyaman
"kalian ngga lapar yah, kok ngga makan?" tanya Anggi membuyarkan lamunan mereka
Jika kalian berpikir Dion bungkam karena melihat yang lain sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, kalian akan salah Dion sibuk melihat ekspresi orang di hadapannya satu persatu.
Dari situ Dion mengerti dan mulai paham dari tingkah mereka semua tak terkecuali Dara dan Anggi yang hanya santai memakan makanan mereka
"sayang kamu mau makan apa?" tanya Anggi Ke Rama
"pesan apa aja, aku akan memakan apa pun yang kamu pesankan" balas Rama lembut
"baiklah"
Anggi memanggil pelayan kafe untuk menghampirinya.
"aku pesan ini yah" kata Anggi sembari menunjuk menu makanan
"Kak Dion makan apa?" sahut Anggi
"samain aja" singkat Dion
"pesan 2 yah mbak" tutur Anggi sopan ke Pelayanan itu
"oh iya sayang, kapan kamu bertemu dengan Yudha"
"sejam yang lalu, aku pikir hanya Dion yang berteman dengannya ternyata kamu juga saling mengenal"
"kami sudah mengenal lama sejak aku di bangku SMP bersama"
"oh ya kenapa tidak pernah cerita"
"kan kamu ngga bertanya"
"iya iya" sahut Rama seraya mencubit pipi cubby Anggi gemas
Anggi kembali memakan makanannya, sorot mata Rama melihat apa yang di makan Anggi, terlihat Anggi menyendok cukup banyak sambal di sendoknya
"sayang jangan makan sambal banyak-banyak,ngga baik dengan kehamilan kamu, entar anak kita kepedesan loh" khawatir Rama
Mendengar hal itu, entah raut muka apa yang di tunjukkan Yudha, dari kecewa mendengar Anggi sudah menikah ditambah perlakuan manis Rama sampai mendengar Anggi , Darahnya memanas, emosinya sudah mencapai di ubun-ubun seperti akan meledak
__ADS_1
Bagaimana dengan Ardan, yah dia kecewa tapi tidak semarah Yudha, Ardan menghilangkan perasaan itu dan mulai membuang perasaan cintanya pada Anggi, karena tidak ada kesempatan lagi untuknya
Segera Yudha meneguk segelas air di depannya untuk meredakan emosinya. Tak henti-henti nya dia meremas ujung jasnya, jika itu coklat pasti sudah tak berbentuk lagi penampakannya
"dikit aja yah" tawar Anggi mengerucutkan bibirnya, memelas agar permintaannya di turuti
"astaga kenapa dia sangat menggemaskan" batin Rama kalau begini mana bisa nolak
"yah sudah, boleh" ucap Rama
Tanpa mereka sadari ada seorang yang sudah merasa muak dengan keromantisan mereka, dengan perhatian kecil Rama sudah mampu membuat orang di sekitarnya merasa cemburu
"kalian berdua ngga sopan yah, disini banyak jomblo yang liatin kamu" ungkap Dion yang geleng-geleng kepala akibat sepasang suami istri itu yang tidak hentinya saling romantisan
"apa sih kak Dion" ujar Anggi malu
"kamu iri yah, makanya nikah juga" Tegur Rama sembari menepuk nepuk bahu Dion
"seandainya aku dijodohin sama Anggi yah aku ngga bakal nolak lah" goda Dion
"sayangnya Anggi itu di takdirkan untuk aku bukan kamu dan aku sangat mensyukurinya" ungkap Rama seraya tersenyum penuh kemenangan
Ardan merasa lega karena Anggi sangat di cintai oleh suaminya, Ardan yakin jika kelak Rama bisa melindungi Anggi dan tidak membuatnya sedih, tapi ada terbesit keyakinan jika Anggi terluka dan membuatnya sedih, Ardan tidak akan segan untuk merebut Anggi dan membahagiakannya, sekalipun Anggi sudah menjadi bekas orang lain
"aku pulang duluan, masih ada yang perlu aku kerjakan di kantor" pamit Yudha spontan berdiri dari duduknya yang tidak bisa mempertahankan mimik mukanya. Pikirnya akan pulang saja untuk menjernihkan pikirannya
"yah kan Ra" ucap Anggi meminta persetujuan Dara
"bener tuh" setuju Dara
"ngga gitu Anggi, memang banyak yang harus aku kerjakan" sahut Yudha lembut
Sepertinya hanya Ardan yang mengetahui sikap Yudha sekarang ini, pasalnya tidak biasanya anak itu bersikap seperti tadi, Ardan yang duduk di sampingnya juga merasa aneh melihat cengkraman kuat Yudha.
"kalau begitu aku juga pergi yah, Papa aku tadi nelpon suruh balik"
Sepergian Yudha tadi Rama ke Toilet, getaran ponselnya tidak bisa berhenti, melirik ponselnya tertera panggilan telpon dari Nada, takut Anggi cemburu lagi makanya Rama memilih alasan untuk ke toilet
"aku pergi dulu yah, bentar aja"
"mau kemana"
Anggi membisik ke telinga Dara pelan, sampai Dion tak mendengarnya. "ada yang ingin aku bicarakan dengan Yudha" seketika Dara mengangguki
"tapi cepat yah"
"oke"
__ADS_1
Anggi segera berjalan sembari berlari kecil takut Yudha akan segera pergi tanpa berbicara dulu. Padahal Katanya ingin mengatakan suatu hal padanya tadi.
"Yudha" teriak Anggi, untung saja Yudha belum masuk ke mobilnya
Yudha segera berbalik melihat Anggi sedang menyusulnya, dahinya mengeryit untuk apa Anggi kesini, apa Suaminya tidak akan marah jika meninggalkannya disana
"ada apa Anggi" ucap Yudha tersenyum tipis, sangat tipis bahkan Anggi tidak menyadarinya
"bukannya tadi kamu ingin mengatakan sesuatu padaku"
Dua jam lalu notifikasi pesan masuk di sosial media Anggi, tak tunggu waktu lama Anggi segera membukanya yang saat itu sedang merangkai bunga khusus Rama, Yudha mengirim pesan untuknya bertemu di kafenya.
Karena kebetulan Anggi ingin kesana, akhirnya Anggi menyetujui bertemu dengan Yudha setelah ke kantor Rama
"ah itu, lain kali saja kita bicarakan"
"memang apa, jangan membuatku penasaran Yudha" tunjuk Anggi kesal
"kalau begitu akan ku buat kau penasaran, bye"
Goda Yudha
"Ihh Yudha, katakan sekarang atau ngga aku akan marah"
"sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu, tapi sepertinya itu tidak mungkin" jujur Yudha
"bantuan apa" tanya Anggi menelisik
"ngga apa-apa, sepertinya aku akan pasrah saja"
"Yudha, aku tidak mengerti maksudmu"
"aku pergi yah, masuk sana nanti Rama mencari mu" titah Yudha sembari mengacak rambut Anggi gemas
Alih-alih menyebut kata suami Anggi, lebih baik Yudha memanggil namanya saja.
"tapi kamu harus janji akan memberi tahuku"
"kita lihat saja nanti"
Sepergian Yudha menaiki mobilnya, Anggi mengingat ingat seperti pernah melihat mobil ini, setelah melihat Plat mobilnya, Anggi yakin mobil ini yang pernah parkir di depan rumahnya, sambil memerhatikannya dari kejauhan.
"kenapa Yudha mengikuti ku" penasaran Anggi
Anggi berpikir keras seraya berjalan masuk secepatnya ke mejanya tadi takut Rama akan mencarinya dan memberikan seribu macam pertanyaan untuknya.
Untung saja Rama belum kembali dari Toilet
__ADS_1
Bersambung..