Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Emosi


__ADS_3

Kakek merubah posisi duduknya menghadap Anggi,


"jangan bercanda, Anggun itu belum nikah, masa mau disuruh hamil"


"Anggi kan cuma bertanya kek"


"bertanya yang masuk akal sedikit"


"tapi Anggi serius"


"maksud kamu Anggun hamil" ucap Kakek


"iya kek"


Kakek tertawa menyimpulkan ucapan Anggi


Kakek tau keseharian Anggun selama ini, jadi tidak mungkin baginya untuk bisa hamil, selama ini Anggun tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.


"kek Anggi serius"


Tapi kakeknya baru menyadari sikap Anggun yang berubah belakangan ini


"kamu yakin"


"Anggun sendiri yang bilang padaku kek"


Kakek seketika menjadi serius dan merubah wajahnya menjadi datar


"tapi Anggi belum yakin karena Anggun belum periksa"


"kalau begitu kamu temani dia periksa ke Dokter"


"kakek ngga marah"


"marah tidak akan menyelesaikan masalah Anggi"


"tapi kek Anggi takut Anggun berbuat hal yang aneh, sedari tadi dia mengatakan ingin menggugurkan anak di kandungannya"


"dimana Anggun kakek mau bicara"


Anggi segera keluar menyuruh Anggun masuk


"ngga Anggi aku takut"


"ngga apa-apa, percaya sama aku" ucap Anggi


Mereka berdua masuk yang tak kalah khawatirnya itu adalah Anggun karena baru kali ini berbuat salah ke kakeknya


"kakek maafkan Anggun karena telah mengecewakan Kakek" ucap Anggun sedih seraya menundukkan kepalanya


"kamu memang sudah mengecewakan kakek, tapi kakek akan sangat kecewa jika menghilangkan nyawa anak yang tidak berdosa"


Anggun mendongkakkan kepalanya dari tundukannya sedari tadi, kaget mendengar penuturan kakeknya, dia tak percaya kalau kakeknya tidak semarah yang dia pikirkan


"kakek" panggil Anggun heran


"kenapa, kamu tidak menyangka kakek tidak marah padamu"


"sebenarnya Arka sudah cerita pada kakek saat kamu kabur dari rumah"


"kakek restuin Anggun"


"kenapa tidak, kakek sudah mengenal Arka sejak kecil"


"lalu kenapa kakek menyuruh kak Arka ninggalin Anggun"


"bukan ninggalin, tapi Kakek menyuruhnya untuk bekerja, agar bisa menghidupi kamu nantinya"


"terima kasih yah kek"

__ADS_1


Anggi tersenyum mendengar kakek merestui hubungan mereka, terlintas dipikiran Anggi tentang Rama


"bagaimana hubunganku dengan Rama, apa akan semulus seperti hari hari sebelumnya" pikirnya


"Anggi" panggil Anggun membuyarkan lamunan Anggi


"hmm, iya" senyum Anggi terpaksa


"ayo ke rumah sakit temenin aku untuk check up"


"ayo"


"kek, aku ke Rumah sakit dulu yah"


"iya kalian hati-hati yah"


"baik kek" ucap Anggun dan Anggi


Mereka keluar bersama menuju rumah sakit


Diperjalanan mereka sepakat untuk mengganti identitasnya agar lebih gampang jika ditanya oleh dokter, karena Anggun belum menikah


Setibanya di Rumah sakit, Anggi langsung menemui dokter yang sudah mereka ajak janjian. Dokter kandungan yang pernah di kenalkan mama mertuanya dulu


...--------------------...


Rama telah tiba di Rumahnya setelah menyelesaikan pekerjaannya di Luar kota. Rasa lelahnya seminggu belakangan ini serasa hilang karena semalam Rama membayangkan wajah Anggi saat ingin memberikan kejutan ulang tahun nantinya


"Tuan sudah datang"


"iya bi"


"Anggi dimana? "


" katanya mau ke rumah sakit, sudah ada janji"


"Anggi sakit bi" tanya Rama khawatir


"bibi tau dia kerumah sakit mana"


"Tidak tau tuan"


"yah sudah, aku pergi susul dia dulu yah"


"bukannya tuan baru sampai, kenapa tidak istirahat dulu"


"lelahku akan hilang jika sudah ketemu dengan Anggi bi"


"aku pergi dulu yah bi"


Rama meraih ponselnya, ingin menghubungi Anggi namun tidak di angkat sama sekali.


Saat ini Anggi tengah bersama Anggun duduk di bangku Rumah sakit untuk menunggu giliran dia di periksa


Selang beberapa menit kini giliran Anggun masuk


"atas nama ibu Anggi" ucap Salah satu perawat asisten Dokter


"Anggun ayo masuk" suruh Anggi di balik maskernya


"aku tunggu disini saja yah, tidak apa-apa kan"


"iya tidak apa-apa"


Pemeriksaan Anggun selesai dengan membawa sebuah amplop berisikan hasil usg dan keterangan dokter bahwa dia memang sedang hamil usia kandungannya sekarang berjalan selama 5 minggu.


Anggun mencari cari posisi Anggi sekarang namun tidak menemukannya.


Anggun berjalan menuju koridor rumah sakit, melewati beberapa pasien dan perawat yang berlalu lalang.

__ADS_1


Matanya mencari kesana kemari namun tidak melihat sosok kembarannya.


Bugghhh


Anggun menambrak seseorang pria yang mengenakan setelan jas kantornya yang berada di hadapannya.


"Anggi" panggil Pria itu


"hahh" Anggun kaget saat melihat wajah seorang tersebut


"akhirnya aku menemukanmu" Rama sontak memeluknya sangat erat merindukan tubuh mungil istrinya


"kamu sakit, kenapa tidak bilang padaku"


Anggun hanya diam tak bisa berkata, dia harus bilang apa kalau dia sebenarnya bukan Anggi melainkan kembarannya.


Mata Rama tertuju pada amplop coklat yang membuatnya sangat penasaran di balik amplop itu


"ini apa" seraya menunjuk di pegangan Anggun


Rama segera merebut amplop itu, namun dengan erat pula Anggun tidak ingin Rama melihat isi dari Amplop itu.


"apa kau masih marah padaku"


Anggun hanya diam, saat Ini dia sangat gugup berharap Anggi menolongnya, agar dia tau kalau sebenarnya dia bukan Anggi, namun dia sudah berjanji untuk tidak memberi tahu siapapun kalau dia punya sauadara kembar


Rama berhasil merebut amplop tersebut lalu membukanya.


Setelah melihat isinya, betapa kagetnya Rama bukan rasa senang yang ada di pikirannya, namun pikiran itu timbul beberapa banyak pertanyaan.


bagaimana Anggi bisa hamil sedangkan terakhir kali dia meninggalkannya, dia tidak menyentuhnya sama sekali terlebih Anggi saat itu sedang datang bulan.


Dengan siapa dia melakukannya, apa Anggi selingkuh di belakangnya saat dia sedang bekerja


"Anggi apa benar ini punya mu"


Anggi pun hanya diam, ingin sekali dia mengaku. Namun lidahnya sangat kelu mengucapkan kebenaran.


"jawab aku Anggi" bentak Rama


Jika Anggun bilang benar, sepertinya tidak mungkin, Akan ada masalah terjadi, suami Anggi seperti tidak senang melihat hasil itu, apa dia tidak ingin punya seorang anak darinya


"sekali lagi aku bertanya benar ini milik kamu"


Teriak Rama sangat frustrasi kali ini


Beberapa pasang mata sudah melihat mereka.


Rama segera menarik lengan Anggun, membawanya ke Mobil.


"masuk" suruh Rama


Saat masuk kemobil Rama memerhatikan isi amplop tadi, mungkin saja dia salah melihat pemiliknya, namun memang benar bertuliskan nama Ny Anggi.


Rama memukul stir mobilnya, entah dia harus meluapkan emosinya pada siapa, memukulnya tidak akan merubah keadaan.


Anggun sudah mulai gugup bercucuran keringat, dia begitu takut melihat Rama emosi seperti ini.


Rama berteriak didalam mobil, rasanya dia ingin merobek kertas itu, dia tidak ingin percaya dengan apa yang tertulis dibalik kertas itu.


Rama melajukan mobilnya meninggalkan Area Rumah sakit, begitu emosinya, dia bahkan tidak peduli dengan Orang yang di sampingnya, hanya kekecewaan yang ada di benaknya.


Tidak segan segan Rama mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, tanpa berbicara sepatah katapun


"kumohon hentikan mobilnya, aku takut" ucap Anggun sambil memegangi perutnya yang saat ini sedang terguncang akibat mobil yang melaju kencang.


Rama tidak memedulikan ucapan Anggun


Anggun menarik lengan Rama, berpikir akan mengakui bahwa dia bukan Anggi, pikirannya saat ini adalah keselamatan nya saat ini lebih utama.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2