Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Hadiah


__ADS_3

Rama mengambil sebuah kotak kecil di dalam kopernya. Disaat Anggi sedang ke kamar mandi.


Kedua sudut bibirnya tertarik saat membuka kotak kecil itu yang berisikan sebuah kalung berlian.


Anggi keluar kamar mandi lalu melihat Rama yang sedang duduk di atas sofa


Anggi tak menghiraukan Rama yang sudah senyam senyum tidak jelas itu


"sayang"


"hmm, kenapa"


Anggi meraih ponselnya lalu menuju ke loteng kamarnya, merasa di cuekin Rama mengikuti Anggi kesana


Rama mengangkat tangannya mengalungkan sebuah kalung di leher Anggi dari belakang,


Merasa gemas dengan kalung kecil yang sangat indah bertengger di leher Anggi Rama mengecup leher Anggi tiba-tiba


sontak Anggi kaget melihat tingkah Rama yang hampir membuatnya merinding, menyadari ada sesuatu di lehernya


"apa ini" tanya Anggi


"hadiah untukmu"


"selamat ulang tahun yah"


Anggi masuk ke kamar menuju cermin untuk melihat kalung yang sudah melilit lehernya.


"kamu suka"


"hmm"


"itu aja"


"terima kasih"


"cuman itu"


"memangnya mau apa"


" aku mau " menunjukkan pipi nya


Rama menyodorkan pipi nya berharap meminta ciuman, Anggi tau maksud Rama saat ini


"mau apa" tanya Anggi


"yah udah ngga usah" Kecewa


Spontan Anggi menarik wajah Rama menghadapnya. Kecupan singkat berhasil Anggi berikan ke Rama tepat di bibir nya


"udah kan"


"belum"


Dengan sigap Rama membalas kecupan itu dengan ciuman yang dalam, betapa senangnya Rama saat Anggi membalas ciuman Rama juga


Mereka beradu cukup lama sampai Anggi memukul dada Rama untuk berhenti


Anggi segera mengambil udara banyak lalu menghirupnya, Rama tersenyum puas


Mereka tersenyum bersama saat saling menatap kedua matanya


"Bukannya selalu ku katakan, jalan lupa bernafas"


"mana sempat" gerutu Anggi


"lagian kamu ngga mau berhenti"


"aku sangat merindukanmu, lalu yang membuatku heran, kenapa saat aku menciummu terasa berbeda"


"beda apanya"


"semakin aku cium semakin bertambah rasa manisnya"


"gombal" kata Anggi berlalu mengambil segelas Air minum di nakas


"aku serius, mau aku buktiin"


"ngga usah, akal akalan kamu doang"


"bilang aja, kalau mau nambah"


"tanpa izin dari kamu, kalau aku mau nambah yah tinggal lakuin aja kan"


"kalau aku ngga mau gimana" tantang Anggi

__ADS_1


"beneran kamu ngga mau" menghampiri Anggi yang duduk di atas tempat tidur


"hmm"


"kita liat kamu berani nolak atau ngga"


Tak perlu waktu lama buat Rama menaklukkan Anggi, dengan cepat Rama mengunci pergerakan Anggi.


"masih mau nolak" tanya Rama berbisik di telinga Anggi.


Anggi sudah memejamkan matanya, tak berani menatap Rama di atasnya.


"Look at me, Look at my Eyes"


Ragu ragu Anggi membuka matanya. Tapi yang di tatap malah menatap satu sisi saja.


Anggi menutupi bibirnya dengan kedua jarinya


Tentu saja Rama dengan sigap menyingkirkan sesuatu yang menghalangi pusat perhatiannya.


Dengan percaya diri Rama memajukan bibirnya namun dia tahan, Anggi bahkan sudah bersiap menerima apa yang Rama lakukan padanya, spontan menutup matanya kembali


Merasa tidak ada pergerakan dari Rama, Anggi langsung membuka matanya.


Anggi mengeryitkan dahinya heran, karena di hadapannya hanya senyum jahil Rama yang tercetak jelas


"pasti nungguin kan" ucap Rama dengan senyum jahilnya


"ishhhh" kesal Anggi


Bukannya bersyukur Rama tidak melakukan tapi malah Anggi kesal karena Kelakuan Rama yang mengejeknya


Segera Anggi mendorong tubuh Rama dan memukulnya tanpa henti


" jahil banget sih"


Rama tak henti-hentinya mengejek Anggi membayangkan wajah Anggi barusan.


"Rama itu ngga lucu sama sekali yah"


"Anggi" panggil Rama saat mengingat sesuatu hal yang ingin dia tanyakan


"Hmmm" sahut Anggi


"aku mau tanya sesuatu" tanya Rama serius


"mau nanya apa"


"amplop yang Anggun pegang tadi milik siapa" tanya Rama penasaran


"tentu saja punya Anggun"


"lalu kenapa tertera nama kamu disitu"


"yah, aku sengaja karena Anggun kan belum nikah makanya aku pinjamkan Kartu identitas ku"


"oh gitu"


"tau darimana"


"aku liat sendiri tadi"


"jangan bilang yang antar Anggun pulang itu kamu"


"hmm, iya"


"kamu tau dari mana kalau aku di rumah sakit"


" dari bibi"


"oh gitu"


"kamu ngga nanya bagaimana caranya aku ketemu Anggun"


"ngga"


"yah udah aku ngga ngasih tau"


"iya iya, bagaimana bisa kamu ketemu Anggun"


"aku bertemu dia di lobi Rumah sakit, kau tau betapa kagetnya aku saat melihat isi dari amplop itu, aku pikir kamu hamil, dan itu bukan anak aku"


"kamu gila yah, mana mungkin aku lakuin sama lelaki selain kamu"


"lalu"

__ADS_1


"lalu apa selanjutnya, saat kau liat isi amplop itu"


Rama malu menceritakan pada Anggi kilas balik dari kejadian tadi siang menyadari kesalahannya yang salah orang


"tentu saja aku marah, sudah jelas itu bukan anak aku"


"tau darimana kamu, bukannya kita sudah melakukannya sekali"


"tapi aku yakin bukan anak aku, bukannya kamu datang bulan saat aku tinggal, lalu kita sudah tidak melakukannya lagi"


"iya juga sih"


"kamu marahin Anggun" tanya Anggi menelisik


"iya"


Anggi membulatkan matanya tak percaya


"terus kamu sudah minta maafkan ke Anggun"


"udah" jelas Rama


"salah sendiri kamu ngga beri tahu hal sepenting itu"


" iya maaf, lagian kamu sudah tau kan"


"hanya sebagian, kakek mengatakan biar kamu yang jelaskan sendiri"


Selang beberapa menit berlalu Anggi menjelaskan semuanya dari awal kepada Rama


Namun ada hal di balik alasan Anggi yang masih menunda memberi tahu Rama, yaitu fakta dia hanya anak adopsi dari keluarga yang sudah mengurusnya sejak kecil.


"aku takut Rama, kakek akan marah jika tau jika sebenarnya aku bukan cucu kandung dari sahabat kakek yang sudah menjodohkan kita"


"kamu tidak usah khawatirkan masalah itu, dari mana asalmu, aku akan selalu mencintaimu, urusan itu biar aku yang jelaskan ke Kakek"


"tapi yang tau hanya orang tuaku, kakek tidak tau sama sekali, dia masih mengira aku ini cucu kandungnya"


"kamu tidak usah memikirkan itu" ucap Rama menenangkan


"Anggi"


"iya kenapa"


"kenapa kita tidak wujudkan saja" ucap Rama mengganti topik pembahasannya


"apanya? " tanya Anggi bingung


" isi di amplop itu kan namamu, bagaimana jika kita kabulkan saja" usul Rama seraya menaikkan turunkan alisnya


"maksud kamu apa"


"aku ingin kamu hamil anakku"


Anggi hanya diam tak melanjutkan perkataan Rama


"bagaimana"


"iya aku akan hamil anak kamu, jika waktunya sudah tiba"


"kapan"


"kalau Tuhan sudah mengijikan kita merawat seorang anak"


"kita bikin sekarang yah" Rama semangat


"Tapi aku belum siap Rama"


"yah udah kita lakukan aja, ngga usah bikin kalau gitu"


"maksud kamu apa sih, lakukan apa" tanya Anggi polos


"yang itu" senyum Rama merekah


"Rama aku sudah bilang ngga bakal ngelakuin lagi"


"aku janji akan bakalan main pelan" seru Rama


"bohong, terakhir kali kamu itu seperti kesurupan" omel Anggi tak percaya dengan perkataan Rama


Seraya Anggi mengomel, Tak perlu waktu lama bagi Rama, Rama sudah mencuri start duluan sebelum Anggi berkata ya.


Yah kalian tau sendiri lah, apa yang mereka lakukan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2