
21 september
"hari ini aku merasa kecewa setelah tau dari dokter, ternyata aku susah hamil lagi, yang membuatku sangat kecewa, kenapa suamiku bohong dengan kekurangan ku, dia menjadikanku orang yang tidak tau diri. bahkan aku selalu merasa percaya diri untuk mendapatkan anak lagi, namun pupus sudah harapanku, keajaiban sangat mustahil jika memang aku tidak di takdirkan memilikinya, tapi kenapa kau tidak jujur saja padaku"
22 September
"hari ini ada Aurel yang menemaniku dirumah, aku sempat melupakan kesedihanku sementara"
23 September
"sangat berat memberi tahu Rama jika aku sudah tau semuanya, biarkan berjalan seperti ini, jika Tuhan menakdirkan aku punya anak, keajaiban itu pasti ada, Yakin kan dirimu Anggi, Semangat"
24 September
"minum Pil penyubur kandungan, resep dari Dokter sheina, semoga bisa berefek padaku"
25 September
"hari ini, Mertuaku menelpon disuruh mampir kerumahnya, ada apa yah, aku mencoba menelpon Rama, tapi balasan dia hanya bentakan, dia sangat berubah akhir-akhir ini, kadang cuek, kadang perhatiannya sudah tidak ada lagi, apa karena kau sudah menyerah"
01 Oktober
"apa benar yang dikatakan sahabatku, tapi kenapa hatiku selalu mengatakan tidak, selama ini aku dan Rama baik-baik saja, mana mungkin dia selingkuh, tapi jika benar aku harus membuktikannya sendiri"
02 Oktober
"malam begitu menusuk, hanya begitu dingin, sendiri bertemankan sepi, itu kata yang cocok menggambarkan hatiku sekarang, begitu sunyi tanpa kehadiranmu, Selamat Malam"
04 Oktober
"aku bahkan tidak bisa mempercayai perkataan Dokter kali ini, aku hamil katanya, mana mungkin bukannya aku sulit hamil, Apa itu karena pengaruh Pil yang aku minum, atau karena sebuah keajaiban, aku tidak akan bertanya sebabnya, intinya penantianku selama ini bisa terkabulkan, aku berjanji akan menjagamu"
05 Oktober
"BOHONG, Kau bilang selama ini ada kerjaan diluar kota, tapi nyatanya tidak ada sama sekali, siapa istri yang kau akui sakit, kau jarang pulang dan pulang terlalu malam kau kemana, sulit bagiku mempercayainya, tapi semua bukti dan saksi sudah mengatakan kau punya wanita lain"
12 Oktober
"aku akan memeriksakan kandungan ku, aku ingin memastikannya, Semoga harapanku tidak menjadi kekecewaan"
13 Oktober
"tepat di depan mataku kau sudah mengotori mataku dengan pemandangan yang menjijikkan, dimana semua janjimu dulu yang tidak akan meninggalkanku, tapi kau mengucapkan janji yang sama pada wanita lain"
14 Oktober
"aku mendapat berita yang baik sekaligus yang buruk, baiknya aku hamil anaknya sedangkan buruknya dia meninggalkan ku karena wanita itu hamil, apa dunia mempermainkan ku, disaat kau memberiku kebahagiaan tapi kau selingi dengan kesedihan"
sebuah tempelan foto USG dengan dua titik didalam gambar itu, Rama tidak bodoh membaca foto ukuran kecil itu yang bertuliskan Twinsku, dia yakini bahwa Anggi hamil anak kembar.
"Anggi hamil, jadi waktu itu" heran Rama sekaligus kaget
15 Oktober
"aku butuh penjelasan, bagaimana pun keputusannya nanti aku harus menerimanya, dia yang meninggalkanku atau aku yang meninggalkanmu"
setelah membaca habis semua tulisan Anggi, Rama tersadar bahwa dia sudah menyia-nyiakan orang yang sangat mencintainya, bahkan membiarkan istri dan anak kandung nya pergi meninggalkan dirinya, kenapa baru melihat buku ini.
"kemana aku harus mencarimu Anggi"
"Maafkan aku"
__ADS_1
...--------------------------------------------...
"aku mau pulang Paman" ucap Kenzie yang sudah dari tadi teriak di gendongan bodyguard suruhan Yudha
"kamu nurut saja sama Paman"
"Tapi aku mau sama Mommy" teriak Kenzie
Kenzo yang hanya diam sedari tadi memerhatikan beberapa orang yang memakai baju serba hitam itu.
"Kenzo kamu ngga ada cara untuk lepas dari sini"
"dia tidak akan melukai kita" ucap Kenzo tenang
"tapi kita itu di culik, kamu itu kenapa tenang sekali"
"Berisik" ujar Kenzo yang terganggu
Kenzie memutar matanya malas melihat kelakuan saudara kembarnya
"disaat seperti ini, bisa-bisanya dia masih terlihat tenang" gumam Kenzie
disisi lain, dengan wajah pucat dan keringat dingin yang entah sudah berapa jam Anggi mondar mandir di ruang tamu, begitu panik memikirkan anaknya.
Anggi sudah mengabarkan Dion tentang kedua anaknya yang dibawa oleh sejumlah orang.
"bagaimana, apa kau sudah mengetahui posisinya" ucap Anggi di seberang telepon
"Anggi sepertinya, itu suruhan Yudha"
"maksud kamu, bagaimana bisa Yudha tau aku tinggal dimana"
"Aku yang memberi tahunya"
"dia sudah tau, jadi aku terpaksa memberi tahunya"
"aku kecewa sama kamu, aku sudah sangat percaya padamu" tegas Anggi lalu mematikan telponnya sepihak
"Maafkan aku Anggi" ucap Dion lirih
Anggi lalu menekan tombol panggilan pada Yudha
beruntungnya ternyata nomor telepon Yudha tidak pernah di ganti, panggilan itu langsung tersambung oleh pemilik telepon
"Halo"
"kembalikan anakku sekarang"
"aku akan mengembalikannya, jika kau yang mengambilnya langsung dariku"
" Yudha jangan bercanda padaku"
"aku serius, karena anak buah ku akan membawa kedua anakmu sekarang juga kesini"
"apa maksud kamu menculik anakku, kamu ngga takut aku laporkan kamu ke polisi"
"silahkan, aku tidak takut karena salah satu orang tuanya juga ingin bertemu dengan Anak kandungnya"
"hehh, siapa yang kamu maksud orang tuanya" ucap Anggi tersenyum miring
"Ayah kandungnya, Rama"
__ADS_1
"jangan sebut nama itu"
"Dia sudah berubah Anggi"
"sebaik apapun dia sekarang, bagaimana pun berubahnya dia, tetap saja luka yang pernah di berikan padaku tidak akan pernah sembuh" tegas Anggi
"kembalikan Anakku, karena dia bukan Orang tuanya"
"aku tunggu kamu di rumah mu dulu, ku pikir setelah 6 tahun tidak mungkin kamu melupakan tempat tinggal mu dulu"
"Yudha, jangan main-main sama aku"
"Halo" teriak Anggi saat panggilannya terputus
saat ini kedua Anak Anggi sedang duduk di atas helikopter pribadi milik Yudha yang belum berangkat, dengan sedikit kagum Kenzie memandang setiap detail benda itu.
"Wah" kagum Kenzie
"Kenzo kita mau naik helikopter" gumam Kenzie menyenggol lengan Kenzo
"aku tidak mau pergi" decak Kenzo
"kenapa, bukannya kita akan naik helikopter Kenzo, ini kesempatan yang langkah"
"Kamu tidak tau kita mau dibawa kemana kan" tanya Kenzo
"jangan terperdaya dengan mereka" ucapnya
" iya kamu benar, kita mau di bawa kemana "
"makanya ayo turun"
"apa kita kabur saja dari sini" ujar Kenzie membisikkan Kenzo
"ayo" Ucap Kenzo
tanpa aba-aba dari keduanya, mereka langsung turun dan berlari melewati beberapa orang yang memakai jas hitam itu.
dengan sekali tangkapan, mereka berdua tidak berhasil lolos.
"mau kemana" ucap salah satu bodyguard itu
"aku mau pulang Paman, aku kangen Mommy" kata Kenzie yang sudah berlinang air mata
"kamu akan bertemu Mommy kamu di sana, dia juga akan menyusul kalian"
"kami tidak percaya" teriak Kenzie
"kemana kalian akan membawa kami" ucap Kenzo
"kalian mau bertemu dengan Papa kalian kan"
sejenak berpikir, Kenzie dan Kenzo mengingat perkataan Daddy nya yang ingin mengajak mereka tinggal bersamanya di Indonesia
"apa ini rencana Daddy juga yah" tebak Kenzo
Kenzo dan Kenzie saling menatap satu sama lain, sepertinya kedua pikiran mereka sedang akur, berpikir hal yang sama.
dengan mantap mereka mengangguk iya kepada bodyguard itu.
"Baiklah"
__ADS_1
Bersambung.....