
sesampainya di kantor Rama, si kembar langsung berlari menuju ruangan Papanya.
"Rama di dalam? " tanya Dion ke salah satu sekertaris Rama yang berjaga di luar ruangan.
"Pak Rama sedang ada Rapat, Pak Dion tunggu saja di ruangannya"
"baiklah, katakan padanya kalau aku membawa anaknya kemari" ucap Dion lalu melenggang masuk
"baik Pak"
Dion tidak memberi tahu Rama kalau dia ingin datang kemari, atas suruhan si kembar akhirnya Dion menurut saja, katanya dia ingin memberikan kejutan ke Papanya soalnya mereka tau kalau Rama berulang tahun hari ini.
sebenarnya Kenzie tidak setuju dengan sikapnya yang berlebihan, pikirnya dia masih ingin mengetes seberapa baik Papanya itu apakah dia memang layak untuk di maafkan atau tidak, selama Mommy nya belum mengiyakan permintaan maaf itu, Kenzie tidak ingin membuka diri.
"terserah kamu saja" Pasrah Kenzie saat tau sehari sebelum mereka ke kantor ini
tapi nyatanya dia yang paling bersemangat di hari itu tiba, Kenzo saja terheran melihat perubahan sikap Kenzie yang sangat mendadak, bukannya dia tidak ingin ikutan, kenapa malah dia yang sangat bersemangat.
bagaimana caranya Kenzie tidak semangat, kue yang Dion pesan adalah makanan kesukaannya, bahkan Mommy nya saja melarangnya makan pasalnya saat dia makan yang berbahan coklat seketika itu juga Batuknya langsung kambuh, bukan hanya batuk tetapi Kenzie langsung sesak nafas seketika itu seisi rumah langsung panik dan membawa nya kerumah sakit
pernah ketika Anggi tidak tau bahwa Kenzie ternyata punya sakit karena dikiranya itu hanya batuk biasa, dia bahkan selalu memberikan Anaknya Coklat, setelah tau Mommy nya sudah tidak pernah lagi memberikan makanan apapun yang berbahan coklat.
"Papa lama banget sih, aku udah ngga sabar nih makan kue nya" ucap Kenzie yang tidak sabaran
"Kamu ini kesini hanya untuk makan kue aja yah, bukan mau ngasih Papa Kejutan" tegur Kenzo yang kesal
"emang, aku cuman mau makan ini aja"
"aku laporin ke Mommy yah, kalau kamu makan kue coklat lagi"
"Kalau aku ngga makan, buat apa aku kemari lebih baik aku pulang aja"
"Sudah-sudah, kalian itu selalu saja berdebat hanya hal sepele"
"Kenzo duluan Daddy" tuduh Kenzie
"kamu boleh makan kuenya, setelah Papa kamu datang, tapi janji hanya sedikit, nanti Mommy kamu marah" Pikir Dion kalau hanya sedikit tidak akan berefek
"Maaf Daddy, Kenzie ngga janji makan dikit, kapan lagi bisa makan ini kalau bukan hari ini" batin Kenzie seraya menaikkan jarinya melambangkan Oke
dering ponsel Dion berbunyi, segera dia keluar ruangan untuk mengangkat panggilan telepon tadi
"Papa lama banget sih" kesal Kenzie
"bisa diam ngga" ucap Kenzo
Mendengar perdebatan kedua Anaknya Rama tersenyum senang, dia tidak pernah melihat tingkah laku anaknya yang sangat menggemaskan itu.
segera Rama membuka knop pintu..
"Papa" teriak Kenzo
"kalian sudah lama nunggunya"
"Iya, lama banget malah" celetuk Kenzie
__ADS_1
"Maaf yah, kalau Papa tau kalian mau datang, Papa batalin aja rapatnya" ucap Rama lembut penuh sayang
"ini apa" ucap Rama seraya menunjuk kotak segi empat diatas meja
"Ini Kue untuk Papa" kata Kenzo
"ngga usah repot-repot bawa Kue, disini juga ada kok kalau kalian mau, biar Papa suruh karyawan untuk bawa kesini"
"Kalian sama siapa kesini" tanya Rama
"Sama Daddy, tapi lagi menelpon diluar"
"Oh Gitu"
"Maaf yah nunggu lama" ucap Dion saat baru datang menyelesaikan panggilan telponnya barusan
"Anak-anak, kalau Daddy tinggal ngga apa-apa kan, Daddy ada pasien hari ini mau di operasi"
"Iya ngga apa-apa Daddy" ucap Kenzie
"Rama aku tinggal yah, ngga apa-apa kan"
"biar aku yang antar mereka pulang"
"makasih yah"
"Kalian jangan nakal, nurut sama Papa" nasihat Dion setelahnya dia pergi terburu-buru
"Papa, Ini kue ulang tahun buat Papa, hari ini kan Papa ulang tahun" ucap Kenzo membuka kotak kue di atas meja
"Bukan aku cuman Kenzo aja" Batin Kenzie
"Iya Pah"
"wah, kue nya enak" kata Rama setelah mencoba sepotong kue tadi
"Kalian mau makan juga" tawar Rama melihat Kenzie berbinar melihat nya memakan kue tadi
"Iya mau" semangat Kenzie sedari tadi melirik kue itu
tak perlu waktu lama, Kenzie sudah memangku kue itu lalu memakannya lahap
Kenzo hanya memutar matanya malas.
"Ngga usah makan banyak" peringat Kenzo
"Kalau kamu suka makan aja semuanya"
"Boleh?" tanya Kenzie
"ngga, dikit aja" tegur Kenzo
"ngga apa-apa" ucap Rama
Kenzo langsung terdiam, pikirnya mau menegur Kenzie tapi orangnya tidak ingin di larang, bagaimana ngasih tau nya, Papa aja nyuruh makan.
__ADS_1
"kalian duduk dulu yah, Papa mau ngerjain kerja dulu kalau sudah selesai,baru kita pergi jalan-jalan" Ucap Rama membuat kedua anaknya tambah semangat
Karena sedikit bosan Kenzo mengambil sebuah buku yang berada di rak lemari milik Papanya. setelah membukanya membaca sedikit bagian depan, Kenzo tidak bisa mengalihkan pandangannya lagi bahkan dia tidak memedulikan di sekelilingnya lagi.
di samping duduknya Ada Kenzie yang mulai batuk, bahkan sudah memegang dadanya kuat.
Rama mengernyit mendengar suara batuk Kenzie yang tak kunjung berhenti, akhirnya dia berdiri lalu mengambilkan Kenzie minum.
"Kenzie kamu tidak apa-apa kan" tanya Rama khawatir
sentak Kenzo berbalik memerhatikan kembarannya. seperti Kenzie terlalu banyak memakan coklat tadi
"Pah, telpon Mommy sekarang" kata Kenzo menarik lengan Rama,
"Memangnya ada apa" Tanya Rama
"Kenzie punya sakit, kalau tidak dibawa ke dokter bisa bahaya" panik Kenzo
"yah sudah, kita kerumah sakit sekarang, Telpon Mommy kamu" perintah Rama yang langsung di setujui Kenzo
Rama langsung bergegas menggendong Kenzie tanpa pikir panjang, baginya keselamatan anaknya nomor satu
tak peduli kerjaannya menumpuk, masih bisa dikerjakan besok hari
"Halo, Mommy"
"iya kenapa Kenzo" balas Anggi di seberang telepon
"Kenzie My"
"ada apa dengannya, perasaan tadi kalian senang- senang aja saat mau pergi"
"sakitnya kambuh lagi" ucap Kenzo terbata-bata akibat terlalu panik
"APA?" teriak Anggi di dalam mobilnya karena saat ini dia dalam perjalanan untuk bertemu dengan Sahabatnya Dara
"berikan telponnya biar Papa yang cerita"
"Halo Anggi" Sapa Rama
"Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit sekarang" ucapnya
"yah sudah aku menyusul sekarang"
"baiklah"
"Pasti Mommy akan marah besar padaku, semua ini rencana ku Pah"
"Kamu tenang yah, tidak akan terjadi apa-apa pada Kenzie, dia pasti kuat" ucap Rama menenangkan Kenzo yang sangat merasa bersalah
dengan perasaan khawatir Anggi berbelok arah menuju rumah sakit yang Rama katakan tadi, perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu cukup lama padahal jika kendaraan tidak padat hari ini, mungkin saja Anggi sudah sampai lalu melihat keadaaan anaknya.
Anggi dibuat kalang kabut mendengar pernyataan Kenzo barusan, pasalnya sudah kedua kalinya Kenzie membuatnya seperti ini, terakhir kali Dokter bahkan memvonis kalau Kenzie tidak bisa diselamatkan, dan itu membuat perasaan Anggi sangat hancur jika menerima kenyataan bahwa Kenzie akan meninggalkannya.
bersambung....
__ADS_1