
Saat pagi menjelang Rama sudah bangun menuju meja makan untuk mengambil sarapan untuk Anggi
"selamat pagi Rama" sapa Mama Rama
"hmm, pagi Mah" balas sapaan Mamanya
"Anggi mana, apa dia sudah bangun"
"Anggi ada dikamar Mah, sepertinya dia lagi tidak enak badan, makanya aku ambilkan sarapan untuknya" ucap Rama
"Anggi sakit, perasaan semalam baik baik aja"
"yah aku ngga tau Mah, kesehatan kan tidak ada yang bisa prediksi"
Mama berjalan menuju tangga kemudian Langsung mendapat teguran dari Rama
"mau kemana Mah"
"Mau liat menantu Mama lah"
"ngga usah Mah, nanti juga udah sembuh kok"
"secepat itu sembuhnya"
"Angginya lagi istirahat ngga usah di ganggu
"ngga, mama mau liat, cuman mau liat keadaannya saja" desak Mama
Disisi lain Anggi merasakan disampingnya kosong tidak ada siapapun, segera Anggi bangun dari tidurnya.
"aww" langkah Anggi tertahan setelah merasakan perih di bawah sana
Semalam Rama benar benar kerasukan, bahkan tidak ingin berhenti melakukannya, akibatnya seperti ini, Salah Anggi yang memancing Rama.
"tidak akan aku lakukan lagi" sesal Anggi
"Rama sialan" sumpah Anggi
Anggi sibuk mengerutu ki Rama karena ulahnya
Ini bahkan sudah jam 9, melirik Jam yang tertempel di tembok
"apa kata mama kalau aku bangun jam segini"
Anggi duduk berpikir menenangkan pikirannya.
Sambil menggigit kuku jarinya
"Aku turun ngga yah, tapi apa kata yang lain kalau cara jalanku aneh"
"aku tidur lagi aja, mereka pasti mengerti"
Pintu kamar terbuka menampilkan sosok Mama Rama dan diikuti oleh Rama.
Anggi tersontak membuka mata setelah merasakan bunyi pintu yang terbuka.
"Anggi Kata Rama kamu tidak enak badan sayang" menghampiri Anggi
Anggi melirik Rama sekilas menyuruhnya mengiyakan ucapannya
"oh udah agak mendingan kok Mah"
"bagus lah kalau begitu, kamu istirahat aja yah, kalau ada apa-apa panggil Mama aja atau Rama".
"Mah aku akan selalu di dekatnya, ngga usah khawatir" kata Rama
"bisa bahaya kalau Rama di sini terus" pikir Anggi
"kamu makan dulu yah, Mama mau turun"
"iya Mah"
Anggi segera memukul Rama sepergian Mamanya.
"kamu bilang apa ke Mama"
"aku bilang kamu ngga enak badan"
"ngga bilang yang aneh aneh kan" tanya Anggi curiga
"kamu mau aku bilang kita habis gitu semalam ke Mama" goda Rama
"ishh, awas aja kalau kamu bilang kayak gitu"
"kalau aku bilang seperti ini emang kenapa"
__ADS_1
"aku ngga akan mau lagi"
"mau apa?"
"yang semalam"
"jangan dong sayang, kamu baru ngasih sekali
Udah ngga di bolehin lagi"
"semalam kamu hanya bilang sekali" kaget Anggi
Rama tertawa melihat ekspresi Anggi
"malahan aku mau lagi "
" jangan mimpi, ini aja masih sakit" tegur Anggi
Rama tersenyum lalu mengusap kepala Anggi lembut
"aku cuma bercanda Sayang" ucap Rama
Anggi kembali berbaring
"kamu masih ngantuk yah"
"ngga"
"trus kenapa lanjut tidur lagi"
"badan aku itu pegal, capek " protes Anggi
" kamu makan aja dulu kamu pasti lapar kan"
"kamu udah makan? " tanya Anggi
" belum, tungguin kamu makan dulu"
"kok gitu sih, nyuruh makan tapi kamu sendiri belum makan"
"yah udah kita makan bareng"
"Boleh, tapi suapin aku" ucap Anggi
"kan kamu bilang ke Mama aku lagi sakit"
"iya iya kamu sakit, sini aku obatin biar sembuh"
"mau apa" gugup Anggi
"cuman mau suapin kamu sayang"
Setelah makan, Anggi segera Mandi membersihkan dirinya. Kemudian mereka turun dari kamarnya ingin berpamitan mau pulang
"Mah kita udah mau pulang"
"bukannya Anggi sakit, pulangnya nanti kalau Anggi sudah sembuh"
"aku sudah mendingan kok Mah"
"kamu sakit apa Anggi" tanya Raka
"hanya tidak enak badan saja, mungkin pengaruh kecapean"
"oh gitu" balas Raka singkat
"Pah Mah, Kakek, kita Pamit pulang dulu yah
Raka Aku balik yah" Ucap Rama
Di perjalanan pulang, Anggi baru ingat kalau seprei yang di pakai mereka itu kotor.
"Rama" panggil Anggi
Rama tidak menyahut sama sekali
"Rama" panggil Anggi sekali lagi
"aku ngga akan nyahut kalau kamu ngga panggil aku sayang" ucap Rama fokus nyetir
"Rama"
"SAYANG" ulang Rama
"ihh Rama, aku ini lagi mau ngomong serius"
__ADS_1
"aku juga serius"
"yah udah, Sayang" ucap Anggi seadanya dengan nada Terpaksa
"ulang"
"Sayang" Anggi cuek
"sekali lagi"
"sayang" kali ini dengan nada lembut
"iya sayang, kenapa"
"seprei yang kita tdi pake kamu taro dimana? "
" yah aku simpan di tempat cucian kotor"
"kalau Mama liat gimana"
"yah ngga gimana gimana, Mama pasti ngerti kok"
"lagian yang nyuci itu Bibi"
"ihh, kan aku yang malu"
"ngga apa apa, ngga usah khawatirin itu"
"aku yang akan jelasin ke Mama"
"wajar aja kan, kita itu udah suami isteri jadi ngga usah malu"
"yah udah"
Percakapan mereka berakhir, kembali sunyi lagi
Anggi hanya menatap jalanan luas itu dengan berbagai merk mobil yang berada di depannya
"Sayang" ucap Anggi pelan
Rama tersenyum mendengar Anggi mengatakan panggilan Sayang padanya tanpa disuruh Anggi sudah mengerti
"iya kenapa sayang" sambil memegang kepala Anggi lembut
"kalau aku hamil gimana"
"bagus dong, aku akan sangat senang, jika kamu hamil"
"tapi aku belum mau hamil"
"kenapa"
"kamu tau sendiri aku kan masih kuliah, baru semester 1,kalau aku hamil kuliah aku terputus"
"sebenarnya kalau kamu ngga kuliah juga ngga apa apa, ada aku yang bisa menghidupi mu"
"aku ingin mencapai mimpi ku"
"aku tidak menghalangi mimpi mu, tapi coba kau pikir, setelah kau kuliah pasti mau kerja juga, dan aku tidak ingin kau bekerja, cukup di rumah saja, menikmati penghasilanku"
" tapi aku ingin mencapai sarjanaku dulu" ucap Anggi mulai kesal
Sepertinya suasana Hati Anggi kurang baik
"Yah udah, kita bicarakan nanti saja, lagi pula itu juga belum terjadi"
Anggi hanya diam
"kau tidak usah khawatirkan masalah itu dulu"
"bagaimana ngga khawatir, kita sudah melakukannya"
Rama hanya menggelengkan kepalanya, pikirnya sekali melakukannya belum tentu langsung Jadi hamil kan. Lagi pula Rama tidak mengeluarkannya didalam.
Walaupun baru pertama kali Rama melakukannya, dia sudah paham mengenai hal itu. Tapi dia ingin Anggi memikirkan suatu saat dia pasti akan hamil
"Sayang, aku tidak akan memaksamu untuk hamil saat ini juga, aku mengerti kita masih kuliah, tapi jika kita di kasi amanah untuk memiliki anak aku akan senang"
Anggi hanya diam berpikir tentang ucapan Rama, pikirannya sangat polos, pikirnya dia akan Hamil setelah melakukannya
Saat ini Anggi hanya pasrah, berpikir apa yang akan dia lakukan.
Segera dia mencari cari informasi di ponselnya. Anggi hanya sibuk mengetik di ponselnya tanpa melirik Rama disampingnya.
Bersambung...
__ADS_1