
Setibanya di rumah sakit, Rama langsung membawa Anggi menuju ruangan dokter yang telah diajak janji bertemu karena berkat Dion
"selamat pagi dok" ucap Rama dan Anggi
"pagi, Anda Rama kan"
"Iya dok"
Anggi sempat heran kenapa Rama membawanya ke Ruang dokter kandungan, padahal dirinya sama sekali tidak merasa bahwa dia hamil.
Anggi menarik lengan baju Rama ingin berbicara padanya.
"kayaknya kita salah ruangan deh" sahut Anggi berbisik ke Rama
"kita ngga salah Ruangan sayang, benar kok memang ini tempatnya"
"Kak Dion pasti salah deh"
"ngga sayang"
Anggi ingin beranjak keluar, namun di cekal Rama
"ayo duduk disini" titah Rama
"tapi sayang"
"periksa dulu, nanti kamu tau sendiri penyebab kamu sering pusing dan mual, Dokter yang akan jelasin langsung" tegas Rama
"yah udah" ucap Anggi menurut
"bukannya Anda pernah periksa kandungan kan disini, seharusnya 2 bulan yang lalu berarti kandungan anda sudah menginjak 4 bulan" celetuk Dokter yang pernah memeriksa Anggun.
Dokter sedikit heran melihat perut Anggi yang masih rata, Rama yang mendengar teringat kejadian yang waktu itu.
"oh Dokter salah orang, yang dulu itu saudara kembarnya, nah yang ini saudara yang satunya Dok" ucap Rama menjelaskan Ke Dokter
"kalau begitu langsung periksa saja yah" ujar Dokter tanpa basa-basi
"baik Dok"
Rama menyuruh Anggi untuk berbaring di ranjang yang sudah di sediakan, dengan terpaksa Anggi menuruti perkataan Rama
Terdapat sebuah layar yang akan menampilkan gambar dari USG nanti.
Dokter mulai memberikan gel pada perut Anggi. Lalu gambar isi perut muncul di monitor
"masih berbentuk biji" ucap Dokter
"maksudnya Dok"
"selamat yah, Istri anda sedang hamil"
"saya hamil Dok" ujar Anggi kaget
"iya, Anda bisa liat di monitor, kira-kira janin nya sekitar 4 minggu"
__ADS_1
Rama bahkan sudah mengembangkan senyum tanpa henti, tak sadar air matanya menetes mungkin itu menunjukkan kebahagiaan. Rasanya Rama ingin segera memeluk Anggi mengucapkan terima kasih padanya, namun ia sadar bahwa Anggi masih dalam pemeriksaan, lagi pula masih ada Dokter,
Anggi melirik Rama sekilas, apa lelaki yang sudah menjadi suamiku ini begitu senang melihat calon anaknya, bahkan dia terharu sampai air matanya menetes tanpa ia sadari.
"Apa janinnya sehat Dok?" tanya Rama
"Iya, sangat sehat, tapi Anda harus masih sangat berhati-hati, karena umur janin yang seperti ini masih sangat rentang terjadi keguguran, makanya anda harus makan makanan yang bergizi, banyak mengkomsumsi buah dan sayur, terlebih harus jaga kesehatan jangan sampai beraktivitas yang berlebihan sampai anda kecapean"
"baik dong, aku akan menjaganya"
"oh iya aku akan memberikan vitamin untuk anda, agar daya tahan tubuh kembali sehat"
"Dok, apa pusing dan mual ku akan berhenti setelah minum vitamin?" tanya Anggi polos
"aku tidak menjamin akan langsung berhenti, karena awal kehamilan memang seperti itu, di sertai pusing dan mual, ada juga ibu hamil yang tidak merasakannya, tapi sebagian besar banyak seperti anda, termasuk saya" ucap Dokter disertai kekehannya
"bahkan akam mengalami ngidam" tambah Dokter
"ngidam itu apa Dok? " tanya Anggi yang sama sekali tidak tahu menahu masalah kehamilan
"ngidam itu, seperti menginginkan sesuatu, bisa apa aja termasuk makanan"
"oh gitu yah Dok"
"tapi itu semua tergantung diri kita aja sih, pasalnya wanita hamil itu emosi nya naik turun, kalau ngga diturutin maunya, kata orang tua dulu sih, anaknya bakal ileran" ujar Dokter panjang lebar
Rama yang berada di belakang Anggi mengode Dokter itu agar tidak berbicara banyak dan memberikan pemahaman untuk Anggi, jika Anggi tau semuanya yang repot siapa lagi kalau bukan dirinya
"kok bisa gitu sih Dok, emosi itu maksudnya suka kesal yah"
"yah udah Dok, kalau begitu kita pulang dulu, terima kasih atas bimbingannya" ucap Rama
"aku belum selesai ngomong Rama, main pulang aja"
"sayang, Dokter masih ada janji sama klien yang lain, kan masih ngobrol kalau mau cek kandungan lagi" nasehat Rama
"yah udah deh" kata Anggi mengerucutkan bibirnya sedikit kesal namun hanya bisa pasrah
"terima kasih yah Dok" ucap Anggi ke Dokter
Saat menuju lobi rumah sakit, Dion menghampirinya
"gimana pemeriksaannya, yang aku bilang benar kan" sahut Dion percaya diri
"hmmm" gumam Rama
"selamat yah Anggi kamu akan jadi seorang ibu" ucap Dion sambil mengusap pucuk kepala Anggi
"iya kak" sahut Anggi seraya tersenyum ke Dion
"heh, tangannya di jaga, istri aku ngga boleh kamu sentuh" ucap Rama yang sudah mendaratkan pukulannya dilengan Dion
"sadis banget sih" kesalnya
"makanya jangan sembarangan main sentuh-sentuh"
__ADS_1
"yah maaf, tadi itu refleks udah kebiasaan kalau liat Anggi bawaannya tuh gemas"
"aku saranin, lebih baik cari istri juga"
"kamu pikir cari istri segampang cari baju di Mall"
"kan kamu itu tukang gombal masa ngga ada yang kecantol biar satupun"
"yah aku gombal juga pilih-pilih kali"
"terserah kamu aja deh, sayang kita pulang yuk ngga usah dengarin dia"
"sayang, ngga boleh gitu sama Kak Dion" bela Anggi
"ngga apa-apa lagian aku cuma bercanda"
"Kak Dion, kita pulang dulu yah, terima kasi sudah membantu"
"iya, ngga usah sungkan lagian sudah jadi kewajiban aku sebagai Dokter"
"tumben bijak" gumam Rama
"kita pulang yah, thanks" ucap Rama lalu berlalu meninggalkan Dion sendiri
Di perjalanan pulang Anggi baru menyadari pertanyaan Rama semalam, pantasan saja dia bertanya seperti itu, jadi dia sudah tau kalau aku hamil.
"sayang" panggil Anggi
"iya Sayang, kenapa?" sahut Rama yang pandangannya masih tertuju di jalanan
"kamu usah tau yah kalau aku itu hamil"
"sebenarnya aku belum yakin sih, soalnya Dion masih belum memberi tahu pastinya, hanya perkiraan dia saja, makanya dia menyarankan untuk ke Rumah sakit langsung"
"kenapa ngga kasih tau, yang dikatakan Kak Dion"
"yah aku takutnya kamu ngga nerima aja, karena aku ingat kamu bilang belum ingin, jadi aku khawatir beri tahu kamu"
"oh gitu" singkat Anggi
Anggi menatap luar jendela mobil sambil bersenandung kecil menyanyikan lagu favoritnya.
Terbit senyuman lagi di wajah Rama, baru kali ini Rama melihat Anggi begitu riang
Selang berapa menit Anggi merasa dikuasai oleh kantuk, tak cukup waktu lama Anggi sudah tertidur pulas, mungkin Anggi sangat lelah
karena tak mendengar suara senandungnya fokus Rama beralih ke Anggi
"Sayang" panggil Rama
"kamu tidur rupanya" gumam Rama
Mobil yang dikendarai Rama sudah terparkir dihalaman Rumah mereka. Karena tidak ingin membangunkan Anggi dari tidurnya dengan hati-hati Rama menggendongnya ala bridal style masuk ke dalam Rumah.
Begitu gemasnya Rama melihat wajah damai Anggi yang tertidur, Rama mendaratkan ciumannya di kening Anggi sambil berjalan memasuki rumah
__ADS_1
Bersambung.