
Sesampainya dirumah, mereka duduk berdua dan membicarakan hal hal yang mereka sukai dan tidak mereka sukai, saat itu Anggi memeriksa rumah dan melihat ada beberapa kamar dirumah itu, Anggi yang garis keras menolak perjodohan itu, berbicara duluan ke Rama,
Anggi : aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu ?
Rama : apa itu, Katakan saja
Anggi : Kenapa kamu menerima perjodohan ini?
Rama : sebenarnya aku tidak setuju dengan perjodohan ini, tapi karena keadaan yang mendesak ku, aku hanya terpaksa melakukannya. Spontan
Anggi : apa? Terpaksa, kamu pikir aku mau menerima perjodohan ini, “ dengan nada emosi”
Rama : kalo kamu tidak suka kamu boleh kembali lagi Ke Paris bersama orang tuamu, dasar anak manja. "Jawab Rama yang memulai perdebatan"
Anggi : kamu mengusirku ?
Rama : aku tidak pernah mengatakan aku mengusirmu (ternyata dia cepat tangkap rupanya) “dalam hati”
Anggi : lalu maksud kamu apa mengatakan itu?
Rama : maksud aku jika kamu tidak suka kamu boleh mengatakan ke orang tuamu jika kau akan bercerai denganku
Anggi : kamu boleh mengatakan itu duluan ke orang tua mu jika kau berani.
Rama : Oh berarti kamu senang menikah denganku
Anggi : siapa juga yang senang, aku baru setengah hari di rumah ini kamu sudah menyuruhku kembali dengan orang tuaku
Rama : lalu mau kamu apa?
Anggi : terserah kau saja
Setelah berdebat panjang lebar mereka akhirnya bernegosiasi untuk mengambil kamar yang berbeda, mereka berlari untuk mengambil kamar duluan. Kamar pertama sangat luas cocok untuk dua orang, khusus untuk kamar mereka, dan kamar yang lain cukup sempit untuk kamar tamu, mereka berdua memperebutkan kamar pertama sambil memegang gagang pintu dan tidak ada yang ingin mengalah,
“ ladies first” kata Anggi
“ kata itu tidak digunakan untuk saat ini” Rama dengan nada cuek.
"Bukannya lelaki harus mengalah kepada perempuan".Sahut Anggi
"Kalimat itu tidak berlaku untuk kamu" pungkas Rama.
“ kamu lelaki yang tidak romantis" ucap Anggi
__ADS_1
“ aku tidak peduli, tau apa kamu kalau aku tidak romantis” kata Rama
"apa aku harus menipu dia saja yah" ucap Anggi di pikirannya
Anggi melirik ke arah Dapur
“ ehh apa itu?" ( mengacaukan perhatian Rama, agar saat di lengah Anggi bisa mencuri kesempatan untuk membuka kamar itu
Rama tidak memedulikan perkataan Anggi.
"hehh apa kau pikir kau bisa menipuku" tersenyum meremehkan
Anggi pun menipunya kembali tetapi tidak berhasil juga. setelah Anggi capek dengan tipuannya ketika itu Rama mengambil kesempatan menipu Anggi
“ kecoa” dengan nada berteriak ,
Anggi pun langsung kaget melompat menjauhi tempat itu dan Rama berhasil masuk ke kamar, Anggi yang kesal karena kena tipu oleh Rama segera menendang pintu kamar itu
Anggi pergi ke kamar tamu, dengan nada menghibur diri dia mengatakan,
"kamar ini juga lumayan bagus, dari pada aku tidur dikamar yang luas,aku tidak tau harus melakukan apa"
Anggi mulai mengatur baju nya dan menata kamarnya sesuai seleranya, setelah itu dia beristirahat.
dia memainkan rambutnya yang basah menggosoknya dengan handuk kemudian Berjalan menuju meja makan untuk mengambil roti dan susunya yang telah disiapkan oleh pembantu rumahnya yang sering di panggil bibi ija.
Rama yang tidak tahan dengan kelakuan anggi yang terus membuatnya tidak nyaman akhirnya dia keluar untuk bertemu temannya di kampus untuk merencanakan kegiatan ospek mahasiswa baru yang akan segera masuk, banyak mahasiswa baru yang telah mendaftar di fakultas ekonomi jurusan manajemen di jurusannya termasuk Anggi yang telah didaftarkan oleh orang tuanya di jurusan yang sama dengan Rama.
Anggi yang bosan tinggal dirumah pun keluar menggunakan mobilnya untuk bertemu sahabat nya di SMA dulu untuk di ajaknya belanja di sebuah toko branded yang terkenal, sahabat Anggi bernama Dara, Dara adalah orang yang sangat dekat dengan Anggi saat di bangku SMA sampai sekarang, Dara orang yang selalu mendengar curhatan Anggi dan selalu menemaninya dimana pun dan kapan pun mereka ingin pergi, mereka berpisah saat Anggi pindah ke Paris.
Setelah berbincang di sebuah kafe langganan nya ternyata mereka mendaftar di kampus yang sama dengan Anggi dan jurusan yang sama pula, mereka sangat senang mendengar hal itu,
Dara :apa kita memang di takdirkan untuk selalu bersama. (tertawa senang dengan senyum yang manis).
Disisi lain raut wajah yang melamun bingung harus mengatakan apa kepada sahabatnya kalau dia sudah menikah,akhirnya dia memutuskan untuk memberi tahu Dara semuanya,Anggi tau kalo Dara adalah orang yang sangat dia percayai dan tempat curhatnya selama ini baik suka maupun dukanya
Anggi : Dara, aku ingin memberi tahu kamu sesuatu hal yang penting.
Dara : apa itu ?.
Anggi : Tapi kamu harus janji dulu untuk tidak kaget dan memberi tahu siapapun tentang hal ini.
Dara : iya aku janji, kamu pikir aku orang yang bermulut besar, cepat katakan, kau membuat ku sangat penasaran.
__ADS_1
Anggi : Sebenarnya aku sudah menikah sebulan yang lalu
Dara : Kamu jangan bercanda Anggi, kebiasaaanmu benar benar belum berubah. sambil tertawa
Anggi : tapi aku serius, mana mungkin aku bercanda soal pernikahan.
Dara : kamu serius ?
Anggi : (mengangguk )
Dara : kenapa kamu tidak memberitahukan ku, agar aku bisa datang kepernikahanmu.
Anggi : aku di jodohkan dengan cucu sahabat kakekku, mereka menyelenggarakan pernikahan ku di Paris dan itu sangat mendadak. Awalnya aku menolak, tapi ini permintaan kakekku, bukannya kamu tau bagaimana kepribadian kakekku jika pemintaannya tidak dituruti.
Dara : bukannya itu bagus Anggi, kamu tidak perlu lagi capek berpacaran dan mencari lelaki yang cocok untukmu. Lagi pula jika aku jadi kamu aku akan menerimanya saja, aku bahkan sudah capek berpacaran, semua lelaki tidak bisa dipercaya, dia tidak ingin serius dengan satu wanita saja, kalo dia sudah menjadi suami, kita sudah punya hubungan yang dekat dan status yang jelas.
Anggi : akan lebih baik kalau aku mengenalnya dan saling mencintai, tapi kenyataannya aku bahkan baru bertemu dengannya sekali mana ada cinta diantara kami.
Dara : nanti juga kalian akan saling mengenal dan kamu akan mulai suka dengannya, memang bukan untuk waktu dekat ini, tapi akan ada waktunya kamu menyadari kalo dia bisa diandalkan. Apa lagi kalo kalian sudah (tertawa mengejek)
Anggi : maksud kamu tertawa apa?.
Dara : kamu itu polos banget sih, kamu tidak mengerti yang aku maksud.
Anggi : maksud kamu itu ? Pipi Anggi merah merona karena malu mendengar Dara
Dara : iya, kenapa ? kalian kan sudah menikah, kamu tidak perlu malu mengucapkan itu, apa jangan jangan kamu belum melakukan itu
Anggi : Dara kau seperti orang yang berpengalaman saja. kita bahkan belum terlalu dewasa untuk membicarakan ini. Aku bahkan tidur dikamar yang terpisah. Dia pun menyetujui itu, kami berdua sebenarnya tidak ingin menikah terlalu cepat.
Dara : lalu suami kamu mana?
Anggi : dia hanya sibuk mengurus urusannya sendiri, bodo amat,apa itu penting untuk aku, dia kemana dan bersama siapa.
Dara : kamu itu sebagai istri harus tahu suami kamu kemana, bagaimana cara nya kamu bisa saling mengenal, kamu mau kalo dia selingkuh punya wanita lain,kamu mau ?
Anggi : kamu tidak usah membahas dia, jika dia ingin selingkuh dibelakang aku, juga tidak apa apa, aku juga bahkan ingin pisah dengannya. Tapi jika kakek ku tahu dia mungkin akan marah besar.
Dara : kamu jalani saja dulu sesuai keinginanmu, suatu saat kamu juga akan mengerti arti dari sebuah hubungan.
Anggi : thanks yah kamu telah membuatku cukup lega dengan hubunganku yang rumit ini.
Dara : itulah gunanya seorang sahabat (memegang tangan anggi) jika kau punya masalah kamu bisa curhat dengan ku,aku akan selalu mendengar mu.
__ADS_1
Bersambung.