
Sepulang dari Rumah kakek, Rama selalu mengekori Anggi kemana pun Anggi pergi.
"bisa ngga sih, kamu ngga ngikutin aku"
"habisnya kamu cuekin aku terus"
"ngga tuh"
"ngga aku merasa, ada yang berubah dari sikap kamu"
"kasi tau kalau begitu, apa yang berubah dari aku" ucapnya jutek
"sikap kamu"
"kenapa sikap aku"
Anggi duduk di meja makan mendengarkan Rama, sekaligus pusing di buatnya karena kemana pun Anggi pergi Rama selalu ikutin dia
"kamu kayak menjauh gitu dari aku, kamu udah ngga sayang lagi sama aku"
"Bukannya kamu yang menjauh dari aku, yah udah aku cuman nurutin mau kamu aja"
"ngga gitu sayang, aku cuman mau ngasih kamu kejutan"
"iya emang benar aku bahkan sangat sangat kaget"
"aku tanya, kemana kamu seminggu belakangan ini, kenapa tidak pernah menghubungi ku, hmm"
"kalau kamu bilang sibuk karena kerja, aku ngga mau nerima alasan soal itu"
"sudah ku bilang kan, aku mau ngasih kamu kejutan karena kamu ulang tahun hari ini"
" aku ngga suka kejutan seperti itu" ucap Anggi to the point
"terus kamu maunya seperti apa"
"ngga ada"
"ngga romantis dong" bercanda Rama
"yang kamu lakukan itu sama sekali tidak romantis malah membuat orang sakit hati jika kamu tau itu" kesal Anggi
Bulir Airmatanya sudah mulai jatuh setetes
Tak tahan dengan perdebatannya di meja makan, Anggi menuju kamarnya berniat meninggalkan Rama
"ngga usah ikutin aku, pergi aja sama teman yang nemenin kamu itu di kamar hotel mu" cekal Anggi saat Rama berusaha menarik tangannya
"kamu cemburu yah"
"iya aku memang cemburu, memang nya kenapa, wajarkan, aku ini istrimu, wanita mana yang rela suaminya berduaan di sebuah kamar, malah kamu sedang mandi, kamu pikir sendiri apa pantas" tanya Anggi panjang lebar mengusap pipi nya kasar dengan air mata yang tak berhentinya menetes
Mendengar hal itu, Rama langsung memeluk Anggi, merasa bersalah dengan kelakuannya sendiri disamping itu dia bersyukur dibalik kecemburuan Anggi, Rama percaya bahwa Anggi mencintainya
"sudah yah marah-marahnya, aku minta maaf"
"lagi pula sebenarnya aku mau ngasih kamu kejutan, aku sengaja ngga hubungin kamu seminggu ini, karna aku ingin fokus dengan kerjaanku, agar tepat di hari ulang tahunmu aku bisa merayakannya bersamamu"
"percaya sama aku, yang semalam itu hanya salah paham, mana mungkin aku selingkuh di belakangmu, sedangkan aku sangat mencintaimu"
"bohong" spontan Anggi
"kamu ngga percaya sama aku"
__ADS_1
"ngga"
"percuma juga aku setia selama ini, tapi kamu ngga percaya, tau gitu aku selingkuh aja biar yang kamu tuduhkan itu benar"
Anggi mengerutkan keningnya berpikir dengan omongan Rama
"silahkan, jangan cari aku jika kamu memang mau melakukan itu" berusaha melepas pelukan Rama
" ngga lah, aku cuman bercanda sayang, kamu jangan gitu dong"
"lepasin tangan kamu"
"ngga mau, sebelum kamu berhenti marah sama aku"
"yah udah jelasin sama aku, siapa wanita itu"
Ucap Anggi lembut
"dia teman aku waktu kecil, kebetulan dia juga di tugaskan oleh orangtuanya untuk mengurus proyek yang aku kerjakan sekarang, aku juga baru ketemu dengan dia seminggu ini kok, sumpah aku ngga bohong" sambil mengacungkan tangannya berbentuk V
"waktu itu dia mau ngambil berkas dikamar aku lagi mandi karena dia udah lama ngetuk pintu ngga aku buka maka dia masuk kebetulan kamar nya lupa aku kunci, saat mau ambil berkas, dia liat ponsel aku berdering, dia pikir telpon penting makanya dia angkat" ucap Rama panjang lebar
"gitu aja" tanya Anggi
"cuman itu aja, sekarang kamu percayakan"
"hmm"
"kok cuma gitu respon kamu"
"yah udah mau apa lagi"
"sayang, aku udah panjang lebar jelasin ke kamj tapi respon kamu cuma hmm aja"
"Sayang"
"hmm ada apa"
"aku minta maaf yah"
"iya, lalu mana kejutan yang kamu maksud" tagih Anggi
"hapus dulu air mata kamu, aku ngga suka ngeliat kamu nangis karena aku"
Rama menghapus air mata Anggi lembut
Lalu mengecup kedua mata Anggi
"jangan membuat Anggiku nangis lagi"
Anggi tertawa receh, malah nuduh Mata bukannya itu karena kelakuannya sendiri.
"aku nangis karena kamu" ucap Anggi sambil memukul dada bidang Rama pelan
"yah udah aku yang salah, kamu boleh mukul aku sampai puas jika itu bisa membuatmu merasa baikan" sambil membelai rambut Anggi
Anggi menggelengkan kepalanya tidak setuju jika ingin memukul Rama, Anggi tidak setega itu sampai melampiaskan kekesalannya ke Rama
Tak sabar dengan kejutan Rama, Anggi mengadahkan tangannya, lalu menggerakkan keempat jarinya kecuali ibu jarinya maju mundur
"apa? " heran Rama dengan kelakuan Anggi tiba-tiba
" mana kejutannya" ucap Anggi manja
__ADS_1
"tutup mata dulu kalau begitu" Rama tersenyum lebar melihat tingkah manja Anggi
Pikirnya Lebih seru jika menjahili Anggi dulu
Anggi segera menutup matanya erat sambil tersenyum, Rama spontan memberikan sebuah kecupan tepat di bibir Anggi tanpa memindahkan wajahnya tepat di hadapan Anggi
Dengan cepat Anggi membuka kedua matanya sedikit kecewa. Namun dibuat kaget karena jarak wajahnya sangat dekat bahkan jika Rama majukan wajahnya selangkah saja, tentu saja Anggi menerima ciuman kedua kalinya.
Spontan Anggi memundurkan wajahnya namun berhasil ditahan oleh Rama.
"mau kemana" bisik Rama lembut di telinga Anggi dengan senyum smirknya
"jangan bercanda"
"maksud kamu kejutannya yang tadi" cemberut Anggi
"itu kejutan yang pertama" kata Rama
"kamu udah ngga sabar yah"
"aku ngga suka kamu bertele tele begitu"
"kamu ini ngga sabaran banget sih, tunggu malam dulu baru aku kasih" Jahil Rama
"kelamaan, kasih sekarang aja" ucap Anggi mulai tidak sabar
"kamu mintanya sekarang, ngga enak sama bibi sayang"
"apaan sih, jangan aneh aneh kamu"
"kok aneh sih, ngga aneh lah"
"yah udah kasi sekarang aja, ngga usah nunggu malam"
"kalau aku kasi sekarang ngga bakal romantis , Lebih romantis kalau di malam hari"
"Rama jangan bercanda yah, kamu ini pikirannya ngeres banget sih"
"yang ngeres siapa"
"kamu, kalau bicara itu yang jelas, dibalik kata katamu itu seperti punya maksud tertentu, tau ngga"
Rama tersenyum dengan ucapannya yang absurt, membuat Anggi sampai gagal paham mengira Rama mau ngambil jatah di malam hari.
"ihh, ngeselin banget sih" kesal Anggi meninggalkan Rama sendiri
Rama hanya tersenyum puas karena berhasil membuat Anggi kesal
Sebenarnya Rama ngga mungkin ngasih nya sekarang, bibi aja baru mau buat kue nya, ngga mungkin dia memberikannya sekarang.
Semua rencana Rama seminggu ini hancur total karena sebuah kesalahpaham
Pikirnya kejutan ulang tahun untuk Anggi akan berjalan lancar namun naas semua hanya khayalan Rama. Semua rencananya berubah total.
"Anggi, tunggu"
Rama menyusul Anggi ke dalam kamar
"yah udah aku kasih sekarang, kamu udah siap kan" Rama tersenyum jail
Lalu Rama menghampiri Anggi didekatnya Anggi malah menatap Rama tajam, seperti siap ingin menyerang mangsanya.
Matanya mengisyaratkan bahwa jangan coba coba mendekat.
__ADS_1
Bersambung...