Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
keluarga kecil


__ADS_3

6 Tahun Kemudian....


"mommy" Panggil seorang anak lelaki berumur 5 Tahun itu.


"iya kenapa sayang" balas seorang wanita yang masih terlihat sangat muda, yang terlihat begitu sibuk membuka beberapa lembar kertas di tangannya


"buku" ucapnya singkat


"hilang lagi, kamu udah cari ngga, biasanya juga disimpan di laci belajar kamu kan"


anak lelaki itu hanya menggeleng kepalanya, dan sukses membuat sang empu menghela nafas


"Kenzie" teriaknya memanggil anak lelaki yang sedang berbicara dengan seorang lelaki yang memakai kemeja putih polos dan dasi yang menyangkut di lehernya


" sepertinya akan ada singa betina yang akan ngamuk lagi nih" gumam lelaki itu


"ihh, Daddy jangan nakut-nakutin Kenzie dong, Aku kan jadi takut"


"memangnya kamu buat salah lagi, kenapa harus takut"


" Kenzie ngga tau Dad, dari teriakan Mommy kayaknya bakal harus siap-siap nih"


" yah udah sana, jangan buat Mommy kamu tambah marah"


"Daddy, temanin Kenzie yah" ucapnya memelas


"mulai deh, muncul sifat sok imutnya"


"mama dan anak sama saja" batinnya


setelahnya Kenzie mulai menghampiri Mommy nya, yang tengah berkacak pinggang, dengan perasaan kalut, tidak tau salah apa yang telah diperbuatnya, sehingga membuatnya tengah menatapnya dengan raut yang Kenzie tidak bisa tebak


"iya Mom, ada apa?"


"kamu itu kebiasaan yah, kalau abis pinjam buku Adik kamu, di kembalikan lagi di tempatnya"


"tapi bukan Kenzie Mom yang ambil"


"lalu siapa?, mau nuduh siapa kamu?" tegasnya


"Tuh" tunjuk Kenzie ke arah pria yang sedang berjalan menghampirinya membawa sebuah buku tebal

__ADS_1


" nyari ini yah, maaf yah Kenzo, Daddy pinjam soalnya penasaran sama isinya" katanya memberikan buku itu ke pemiliknya


"hmm" gumamnya lalu berlalu kembali ke kamarnya


sang empu yang membuat kesalahan hanya menyengir ke arah kedua mama dan anak itu lalu di balas dengan tatap tajam.


"Mommy itu kenapa sih, kalau Kenzo di lembutin, giliran aku, selalu aja marah-marah" cerewet Kenzie


"ngga usah bawel, kamu itu harusnya ngerti sama sifat Adik kamu, Mommy aja sampai heran, kenapa anak aku yang satu itu bisa se cuek itu"


"Mana Kenzie tau, mungkin Mommy suka cuek dulu, makanya nurunnya ke Kenzo"


"yang ngajarin siapa" ucapnya lalu beralih menatap tajam pria yang sedari tadi hanya memasang muka tanpa dosanya


Kenzie sudah senyum-senyum menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena menangkap sorot mata Mamanya yang seperti menuduh Daddy nya.


"kak Dion kan yang ngajarin" tuduh Anggi


"sudah ku bilang jangan mengajarkan hal yang seperti itu pada Kenzie, dia itu cerewet banget"


"kok nuduh aku sih, lagian yang Kenzie katakan itu benar, sifat dan turunan itu tercermin dari orang tuanya" bela Dion


"ada pepatah yang mengatakan kalau buah itu tak jauh dari pohonnya" celetuk Kenzie lalu menuju kamarnya takut Mommy nya akan marah lagi karena ucapannya sendiri


"sudah lah, Mommy pusing liat kalian semua" ucapnya lalu kembali ke tempat duduknya. meneliti kembali berkasnya yang sudah di tinggalnya tadi


anak kembar yang selama 6 tahun terakhir, kini menginjak usia 5 tahun, namun yang membuat Anggi resah karena sifat kedua anak lelakinya itu memiliki sifat yang bertolak belakang


Kenzie, Anak kembar lelaki yang lahir pertama, mempunyai sifat cerewet dan tidak bisa diam, sangat hiperaktif dia selalu ingin mencoba apapun yang membuatnya penasaran, wajah tampan dan berkulit putih persis seperti Papanya, Namun satu hal yang membuat Anggi heran Sikap suka ngegombal nya menurun dari siapa.


Kenzo, Anak kembar lelaki yang lahir setelah 20 menit dari Kenzie, mempunyai sifat yang sangat dingin, cuek dan irit bicara, bisa dikatakan dia itu pendiam dan pemalu, namun wajah tampannya sudah menutupi dari sifatnya yang dingin, karena hobinya yang suka belajar membuatnya selalu betah di kamarnya walaupun itu menyita waktu berjam-jam.


dan yang membuat Anggi lebih terheran kedua anaknya itu sangat jenius, di umurnya yang baru menginjak 5 tahun mereka sudah bisa membaca dan bahkan sudah bisa berhitung, tapi buku yang mereka baca itu bukan mengenai pelajaran sekolah melainkan, milik Dion yang berada di lemari rak bukunya yang isi nya mengenai ilmu kedokteran, psikologi, dan pengajaran hidup.


jadi jangan heran jika kedua anaknya itu selalu saja membuat Anggi pusing, karena di umurnya yang seharusnya mengenal bermain dan bersenang- senang malah bersifat dewasa sebelum waktunya. di tambah Dion yang selalu memanjakan dan menuruti semua permintaannya, akhirnya mau tidak mau membuat Anggi selalu mengomel.


yang begitu herannya, semuanya malah menurut dan mendengar perkataan Dion tapi selalu membantah perkataan Anggi yang selaku Mamanya yang mengandung dan melahirkan mereka di banding Dion yang bukan Papa kandungnya.


"Anggi" panggil Dion


"hmm"

__ADS_1


"aku mau ngomong sama kamu" ucapnya serius


"apa?" tanya Anggi penasaran


"kamu yakin ngga mau ngasih tau anak-anak tentang Papanya"


" Kak Dion" peringat Anggi


"sudah berapa kali aku bilang, aku tidak membutuhkannya" tegas Anggi


"tapi kamu ngga kasihan sama Rama, dia udah nyari kamu selama ini" sahut Dion


"heh, ngapain cari aku bukannya dia sudah punya wanita dan satu lagi pasti dia sudah punya anak kan dari wanita itu, jadi dia tidak memerlukan aku lagi" kata Anggi kesal lalu tersenyum miring


"apa kamu tidak penasaran dengan kabarnya? "


"buat apa aku penasaran, aku udah bahagia sama kedua anak aku, tanpa nya aku juga bisa hidup sampai sekarang" jelasnya


"Dia sudah mencari mu kemana-mana, tapi tidak menemukanmu"


"baguslah, kalau kamu mengkhawatirkannya, kamu saja yang pulang" ucapnya lalu pergi meninggalkan Dion namun berhasil di cekal.


satu tarikan di lengan Anggi berhasil membuatnya berhenti


"aku hanya memikirkan anak-anak, dia pasti juga membutuhkan Papa kandungnya"


"memang nya dia kurang kasih sayang apa darimu, itu sudah melebihi cukup untuk mereka"


"selama ini aku memang selalu menyayanginya bahkan melebihi dari anak aku sendiri, tapi kasih sayang seorang Papa yang memang darah dagingnya itu berbeda Anggi, dan itu bukan aku, kamu selalu menyuruh Anak-anak mu memanggil ku dengan sebutan Paman, tapi berbeda kan dengan apa yang kamu inginkan"


"mereka selalu memanggilku Daddy, itu bukan aku yang menyuruhnya, itu inisiatif mereka karena dia ingin merasakan punya sosok seorang Papa untuknya, bukan kasih sayang dari pamannya" lanjut Dion


"ku mohon berhenti berbicara seperti itu lagi, selama ini mereka juga tidak pernah mengungkit kehadiran Papanya karena sosok itu sudah ada dihadapannya"


"apa kau masih membencinya" tanya Dion


"tentu saja" ucap Anggi dengan mantap dan begitu santai


Anggi memang membencinya, namun namanya masih terlukis jelas di hatinya, bohong jika dia sudah melupakannya, justru saat si kembar lahir Anggi cukup sulit melupakan Rama, dengan melihat tampang Anaknya yang begitu mirip seperti copyannya tambah membuat Anggi mengingat wajahnya.


"tapi perasaan benci ku sangat dalam sehingga aku tidak rela jika anakku tau jika dia punya Papa yang meninggalkan nya hanya karena seorang wanita" batinnya setelah meninggalkan Dion di ruang tamu

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2