Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Kantor


__ADS_3

Anggi terbangun di tidur panjangnya semalam, tangan kekar Rama masih saja terlilit diperut Anggi. Karena masih ngantuk Anggi tidur kembali


"sudah bangun" bisik Rama dengan suara berat khas bangun tidurnya


Anggi hanya menggeliat tak mau bangun, malah berbalik membalas pelukan Rama


"jangan kebo, ayo bangun"


"5 menit, oke" ujar Anggi


"bangun atau... " kata Rama menggantung yang langsung di mengerti Anggi


" bentaran"


"Anggi" Ancam Rama


"masih ngantuk Rama"


" salah sendiri kenapa nonton drama sampai tengah malam"


Tanpa membalas ucapan Rama, Anggi hanya mendengar celotehannya.


"1" aba aba dari Rama


"2"


"ishh,nyebelin banget" kesal Anggi saat tidurnya terganggu


Rama langsung bangkit mengunci tubuh Anggi, sontak Anggi kaget membuka matanya menatap sang empu di atasnya


"tamat sudah riwayatku" batin Anggi


"bilang apa tadi" ujar Rama


Anggi hanya menatap Rama seraya menyesali perkataannya barusan, senyum licik terukir di wajah Rama


"iya aku bangun" gugup Anggi seraya menyengir kuda ke Rama


"sudah terlambat"


Anggi langsung di hadiahi senyum smirk oleh Rama, tidak perlu tunggu lama, Rama langsung menyosor ke Bibir Anggi, namun Anggi berhasil mencekalnya


Anggi menutup bibir Rama dengan kedua tangannya, takut Rama ngambil jatah lagi.


"kenapa? " ucap Rama mengeryitkan kedua alisnya


" belum sikat gigi" alasan Anggi


"aku tidak peduli" menarik tangan Anggi agar terlepas dari bibirnya


Anggi menggelengkan kepalanya jangan, Bahkan hatinya dan perkataannya sangat berlawanan, tidak ingin namun matanya terpecam seolah siap untuk menerima serangan dari Rama


Saat jarak antara bibirnya sudah dekat, tiba-tiba ponsel Rama berdering, mengganggu aktivitasnya.


Akhirnya Rama hanya mengecup singkat bibir yang menjadi candunya.


"kamu selamat hari ini" menjitak kening Anggi lalu mengambil ponselnya di nakas


Anggi segera kabur ke kamar mandi jangan sampai Rama kembali menemukannya masih di tempat tidur


Mereka berdua siap siap untuk memulai aktivitas nya kembali, Anggi ke kampus dan Rama ke kantor.


Tak lupa Anggi menyiapkan baju untuk Rama yang akan dia kenakan sebelum dia beranjak keluar kamar


"siapa yang nelpon" tanya Anggi seraya mengoles bedak di wajahnya


"kenapa, ke ganggu yah" ucap Rama menggoda Anggi


"ngga lah, cuman nanya aja"


"mau tau aja" Ucap Rama Jail


"yah udah kalau ngga mau ngasih tau"


"orang kantor, katanya mau mengadain pertemuan dengan perusahaan lain"


"oh gitu"


"sayang" panggil Rama mengganti topik pembicaraan

__ADS_1


"hmmm" gumam Anggi seraya mengoles liptint di bibirnya


"aku antar ke kampus yah"


"ngapain, lagian jalurnya beda"


"ngga apa-apa kan untuk nganterin istri aku"


"pulang nya gimana"


"yah aku jemput"


"ngga usah ngerepotin banget"


"mana ada kamu repotin aku, malah aku senang banget"


"aku kan bisa ngendarain mobil sendiri, jadi ngga perlu di antar, kecuali kalau kamu mau ke kampus juga kan bisa barengan"


"jadi ngga mau aku antar nih"


"kalau kamunya maksa yah udah"


Mereka keluar kamar menuju meja makan.


"selamat pagi bibi" ucap Anggi semangat


"iya non, pagi juga"


Rama tersenyum melihat istrinya begitu semangat hari ini.


"seneng banget pagi ini"


"emang ngga boleh"


"boleh sayang"


Setelah sarapan, mereka berangkat bersama di ikuti oleh Anggi yang berlari cepat mengikuti langkah kaki Rama.


Saat memasuki mobil Anggi tidak lupa memasang sabuk pengaman, kemudian tatapannya beralih ke Rama


"Rama" panggil Anggi


"pulang Kampus Aku boleh ngga ke Rumah kakek"


"buat apa"


"mau bertemu Anggun"


"iya, nanti aku antar"


"okeyy"


Rama Melihat Tangan Anggi yang nganggur


"tangan" kata Rama singkat


"ada apa"


"tangan kamu mana? "


" ada kok, nih" sambil mengibaskan tangannya


"sini" titah Rama


Dengan polos Anggi memajukan tangannya,


"mau diapain"


Rama mengambil tangan Anggi lalu menggenggamnya lembut sambil mengusapnya dengan ibu jari


Blushhh. Wajah Anggi berubah merah padam menahan malu namun bisa dia rasakan Rama begitu menyayanginya


"seberuntung ini aku bisa mendapatkan lelaki yang begitu cinta denganku" batin Anggi


"sayang" panggil Rama serius


"iya kenapa"


"kamu cinta ngga sama aku" tanya Rama

__ADS_1


"kok nanyanya gitu" ucap Anggi heran


"yah mau nanya aja"


"soalnya selama kita nikah, kamu ngga pernah bilang sama aku" tambah Rama


"emang harus bilang yah"


"ngga juga sih"


"yah udah kalau gitu "


"tapi aku mau dengar"


"lain kali aja" ucap Anggi cuek, tidak ingin memberitahu Rama, menurutnya terasa aneh jika mengucapkan kalimat itu


"berarti kamu memang ngga cinta sama aku"


"Siapa bilang"


"kamu" spontan Rama menguji Anggi


"aku cinta kok sama kamu"


Rama tersenyum menang, ini kalimat yang ingin dia dengar. Tanpa melihat Anggi yang sudah menyembunyikan wajahnya menghadap jendela mobil, menahan malu akibat keceplosan


Mereka berdua tiba di kampus, lalu membukakan pintu mobil untuk Anggi.


"Hati-hati yah"


"belajar yang rajin" Anggi tersenyum mendengar nasehat Rama


Rama segera melajukan Mobilnya menuju kantor. Diperjalanan Rama menelpon sekertarisnya bahwa dia hampir sampai menuju kantor agar yang lain menunggunya di ruang rapat


Setibanya Rama di ruang rapat, terlihat beberapa petinggi perusahaan dan satu lagi ada Nada teman kecil yang sudah terlihat rapi memakai kemeja yang senada dengan Roknya


Terlihat cantik dan mempesona bisa dikatakan siapapun yang melihatnya dapat membuat pria untuk ingin memilikinya, terkecuali Rama yang sudah mabuk kebayang dengan istrinya Anggi


"baiklah kita bisa mulai rapatnya"


Nada memberikan beberapa lembar kertas yang berisi dokumen untuk informasi proyek yang mereka kerjakan seminggu yang lalu di luar kota.


"terima kasih" ucap Rama tersenyum


Beberapa pasang mata melihat kedekatan mereka, tak hanya itu bahkan orang disana menganggap mereka adalah pasangan yang serasi.


"kalau semuanya sudah rampung, Rapat ini akan saya tutup" kata Rama menutup hasil Rapatnya


"baik pak"


Jam menunjukkan pukul 12:15, waktu untuk beristirahat bagi orang kantoran


"Rama" panggil Nada


"iya" sontak Rama berbalik mencari asal suara yang tidak asing baginya


"ada apa" tanya Rama


"makan siang bareng aku yah" ajak Nada sedikit memaksa


"di mana? " tanya Rama


"restoran depan kantor aja" menunjuk lokasi restoran yang cukup terkenal itu


Rama menimang nimang ajakan Nada, sebenarnya dia sangat malas dan bosan, karena dipikirannya dia hanya makan di kantin kantor. Tanpa ada yang menemani


"boleh" mengingat makanan kantor hanya itu itu saja lebih baik dia menyetujui ajakan Nada.


"ayo" tak sadar Nada menggandeng lengan Rama menariknya menuju lift


Rama sontak tak nyaman dengan perlakuan Nada terhadapnya di tambah banyak pegawai yang melihatnya, setelah masuk didalam lift Rama langsung menarik lengan Nada tak suka


Nada mendengus kesal melihat penolakan yang dia terima barusan.


Lift menunjukkan lantai dasar, mereka segera berjalan keluar gedung perusahaan, yang terbilang besar dan menjulang tinggi, siapapun yang keluar dari perusahaan itu pasti akan takjub dan bangga pasalnya hanya orang beruntung yang dapat bekerja di perusahaan itu. Tentu saja melihat skill dan kemampuan, terlebih tanggung jawab dalam bekerja


"kamu duluan aja, entar aku nyusul" setelah mendapat telepon dari seseorang


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2