Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Menemui Dokter


__ADS_3

3 bulan melewati masa penyembuhan setelah kecelakaan itu Anggi sudah sembuh total dan dia sudah mulai beraktifitas kembali seperti biasanya


Anggi meminta izin ke Rama agar mengizinkannya kuliah kembali setelah Anggi benar-benar sembuh.


Saat ini Anggi sedang berada di area kampus bersama Dara, tak terasa mereka sudah memasuki semester 8 tinggal menyusun skripsi dan merayakan wisuda.


"hahh, dosen pembimbing aku benar-benar yah, udah disuruh keruangannya malah pergi ngadain rapat" kesal Anggi


"kamu ini kayak ngga tau aja sifat Dosen pembimbing kamu itu, seram banget tau, bisanya kamu aja tuh tahan sama sifat menjengkelkannya"


"udahlah, aku pasrah aja, lagian perbaikannya juga udah tinggal dikit"


"ehh ngomong-ngomong Dosen killer yang jadi pembimbing kamu itu katanya belum nikah loh, seumuranlah sama Kak Rama".


"dia udah nikah atau belum, aku ngga peduli"


"itu sih kamu, kamu kan udah nikah"


"lagian kenapa malah ngasih tau aku"


"yah cuman mau ngasih tau aja biar hati-hati, siapa tau dia nyimpan perasaan sama kamu, makanya dia ngulur waktu biar dia terus liatin kamu, wkwkwk" ledek Dara


"jangan mikirin yang aneh kamu"


"cuman bercanda Gi"


"iya iya"


"kamu ini sensitif banget sih, emang kamu hamil lagi yah"


"ngga"


"kamu datang bulan"


"ngga juga"


"ehh tunggu, ini udah hampir 3 tahun, kamu emang ngga mau hamil lagi, atau fokus untuk kuliah kamu dulu"


"ngga sih, sebenarnya aku mau hamil lagi, cuman belum dikasih aja kali"


"emang kamu ngga ngelakuin yah"


" ngelakuin apa?"


"itu" singkat Dara namun penuh arti


"kok pertanyaan kamu ambigu sih" ujar Anggi tidak mengerti arah bicara Dara


"yah emang aku sedang bahas itu"


Anggi memutar matanya malas, bisa-bisanya Dara ngebahas hal itu di ruang terbuka kayak begini, sentak Dara berhasil mendapatkan hadiah sentilan dari Anggi


"Ahh, sakit tau" ringis Dara


"lagian kamu ini kalau ngomong ngga liat situasi" protes Anggi


"yah tinggal jawab aja!" seru Dara


"lakuin sih, tapi jarang, Rama kan sibuk kerja kadang dia keluar kota seminggu sampai sebulan malahan aku juga sibuk kuliah" ucap Anggi polos


"Kamu ngga malu yah ngomong gitu ke aku"

__ADS_1


"buat apa aku malu, lagian aku tidak memiliki rahasia sama kamu, yah kalau orang lain sih pasti aku malu lah, kan kamu nanya Ra"


"Gi, bagaimana kalau kamu periksa aja ke dokter siapa tau dia bisa ngasih kamu solusi gitu biar cepat hamil lagi" usul Dara


"iya juga sih, selama ini aku udah ngga periksa lagi, tapi kata Dokter yang aku kunjungin dengan Rama, aku baik-baik saja"


"yah udah, abis ketemu sama Dosen pembimbing kamu, aku temenin ke Dokter" ajak Dara


"oke"


Setelah menghadap ke Dosen pembimbingnya, skripsi Anggi sudah bagus dan sudah dianggap ACC.


"Ra, aku seneng banget tau, masa tuh dosen langsung tanda tangan aja" teriak Anggi sampai lompat kegirangan


"oh yah, bagus dong kalau gitu, kita bisa wisuda bareng"


"ngga sia-sia aku nungguin dia rapat"


"yah emang dianya mau mempersulit kamu aja"


"untung aku sabar, ngga kayak kamu, nih yah orang sabar itu pasti akan mendapatkan sesuatu yang akan indah pada waktunya"


"enak aja aku orangnya sabar yah, apa lagi hadapin kamu"


"iya sabar, tapi ngga sabaran" protes Anggi


"iyain aja, biar cepat kelar" ucap Dara


Dara mengerucutkan bibirnya sedikit kesal tapi semua yang dikatakan Anggi memang benar


"jadikan kita ke dokter, kalau ngga mending aku pergi jalan sama pacar tersayang aku" tanya Dara


"jadi dong, karena aku sangat senang hari ini"


"permisi ada yang bisa saya bantu" ucap perawat yang sedang berjaga


"aku mau bertemu dengan Dokter Sheina apa dia sedang sibuk" tanya Dara


"apa kalian sudah mempunyai janji untuk bertemu"


"aku sudah menelponnya tadi"


"oh kalian yang menelpon atas nama Anggi yah"


"iya benar"


" kalau begitu silahkan ikut dengan saya, Dokter sudah menunggu di ruangannya".


"terima kasih"


Setelah masuk keruangan itu, terlihat seorang wanita paruh baya berpakaian putih dan seorang wanita yang masih cukup muda yang tengah mengandung, jika diliat dari perutnya sebentar lagi dia akan melahirkan.


"oh maaf, ternyata ada seseorang yang ada temui"


"tidak apa-apa, silahkan duduk kami juga sudah selesai"


"kalau begitu aku pamit dulu yah Dok, sebulan lagi aku akan kesini memeriksa kandunganku"


Ucap Wanita hamil itu


"anda mba Anggi yah, yang menelpon tadi"

__ADS_1


"benar Dok"


Anggi menceritakan keluhannya ke Dokter itu dan menyuruhnya untuk diperiksa dulu


"berbaring lah disini aku akan memeriksa Anda"


Setelah memeriksanya dengan tenang Dokter itu hanya mengangguk paham seperti mengerti dengan kondisi Anggi


"bagaimana Dok" tanya Anggi


"begini, sebenarnya aku tidak tega mengatakannya pada anda, hanya saja sebagai seorang Dokter aku harus memberi tahu anda, agar anda tau bagaimana kondisi anda"


"maaf Dok, aku tidak mengerti maksud anda, bisa Dokter perjelas bagaimana kondisi saya sebenarnya" ujar Anggi sedikit bingung


"kandungan anda sangat lemah dan akan sulit mendapatkan anak"


Deggg, bagai tersambar petir disiang bolong, kenyataan pahit yang selama ini Anggi tidak tahu, pantas saja selama ini dia tidak hamil.


"lalu apa yang harus aku lakukan Dok, apa selamanya aku sudah tidak bisa memiliki anak"


"masih ada harapan anda bisa punya anak, namun peluangnya sangat sedikit, kecuali.. "


Ujar Dokter sheina menggantungkan kalimatnya


" tapi apa Dok"


"kecuali kalau kamu rutin mengkonsumsi obat dan vitamin yang saya beri, tapi aku juga belum bisa memastikan ini akan berpengaruh untuk anda atau tidak, banyak kasus seperti anda, cuman obat itu yang saya resepkan untuk mereka dan hasilnya mereka sudah memiliki anak"


"baik Dok akan akan mencobanya"


"obat itu juga tidak akan berfungsi kalau tidak melakukan hubungan dengan suami anda"


"tunggu yah saya ambilkan obatnya dulu"


"baik Dok"


"oh iya Dok, apa tidak ada efek samping setelah meminum obatnya"


"setahu saya sih, tidak ada efek yang berat, hanya kan sedikit cepat mengantuk"


"jadi saran saya obatnya di minum saat mau tidur, dan vitaminnya di minum dua kali sehari bangun dan saat mau tidur"


"terima kasih yah Dok"


"kalau sudah ada hasilnya, kamu boleh kembali kesini memeriksakan kandungan anda nanti"


"baik Dok, saya pamit dulu"


Saat Anggi beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu ruangan, Dokter tiba-tiba menahan Anggi


"Tunggu" teriaknya


"iya Dok, ada apa"


"jangan mengomsumsi obat yang lain selain itu yah dan ingat habiskan obatnya" peringat Dokter


"baik Dok"


Setelah mendengar saran dari Dokter Sheina Anggi keluar ruangan itu yang sedari tadi Dara sudah menunggunya diluar


"bagaimana?" tanya Dara menelisik

__ADS_1


Seketika mata Anggi berkaca-kaca tidak kuat menahan airmatanya sedari tadi, fakta jika dia sulit mendapatkan anak sangat membuatnya kaget dan melukai hatinya


Bersambung...


__ADS_2