Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Pulang


__ADS_3

setelah memperhatikan mereka berbicara barusan, Yudha bisa paham dimana Kenzo dan Yang Mana Kenzie. Perbedaan karakter dari keduanya sangat bertolak belakang, itulah yang membuat Yudha dapat membedakan anak kembar ini.


"Bisa Paman cerita dengan kalian, mungkin setelah mendengar ini kalian bisa mempertimbangkannya"


"sudah ku bilang jelaskan sama Mommy, jangan sama kami, karena kami hanya akan mengikuti perintah dari Mommy, mengerti " jelas Kenzie


"percuma" ucap Kenzo tidak kalah


anak ini kenapa kompak sekali keras kepalanya, sudah jelas itu turunan si Anggi, Yudha sempat tersenyum miring karena penolakan anak kecil dihadapannya.


baru kali ini dia melihat anak kecil yang begitu berpikiran dewasa, bukan hanya 1 tapi 2 sekaligus. dapat ku akui Anggi hebat dalam mengurus anaknya, tapi mereka baru berusia 5 tahunan tapi sudah di ajar begitu mandiri. Anak seusia seperti itu harusnya bermain dan melakukan hal yang anak kecil lakukan.


"Paman kami mau pulang" lirih Kenzie yang merindukan Mommy nya


"kita tunggu Mommy kamu datang kesini dulu yah" ujar Yudha


"Mommy mau kesini" tanya Kenzie


"iya"


"Tapi akan membutuhkan waktu lama jika menunggu Mommy" ucap Kenzie


"kalian nginap disini saja, lagi pula ini rumah kalian juga" sahut Rama di tengah perbincangan Kedua anak kembarnya dan Yudha


"ngga" Tolak Kenzo


"Apa kalian membenci ku? " tanya Rama yang mendapat penolakan tegas dari Kenzo


" Ngga" ucap Kenzo lagi


"kenapa kalian seperti tidak ingin dekat denganku, apa memang tidak ada kesempatan untukku, memperbaiki kesalahan yang pernah Papa lakukan"


Kenzo bernafas panjang, seperti muak dengan semua pertanyaan yang sama sedari tadi, bukannya mereka sudah bilang jika semuanya tergantung Mommy nya


"kami tidak suka mengulangi pembicaraan yang sudah Paman dengar, dari tadi sudah kami bilang, kalau Semuanya tergantung dengan keputusan Mommy" ucap Kenzie mewakili pikiran Kenzo


seraya menunggu Mommy nya, tanpa sadar mereka tertidur karena memang hari sudah larut, rasa kantuk nya tidak bisa di tahan lagi, bahkan Rama sempat kaget saat Salah satu dari mereka berbaring di pahanya.


"aku berharap Mommy kalian bisa menerimaku kembali" batin Rama mengusap lembut surai hitam milik Kenzie


"mereka begitu menggemaskan Yudha, liat wajahnya sangat mirip denganku, siapa pun bisa tau kalau mereka itu anakku" ucap Rama memandang wajah anaknya satu persatu


"Bawa mereka ke kamarnya" titah Yudha menyuruh bodyguard nya


semua rencana yang di susun Yudha berjalan dengan lancar termasuk menyiapkan kamar untuk si kembar tidak sia-sia dia lakukan.


...----------------------------------...


setelah menempuh perjalanan berjam-jam dari Korea Selatan ke Indonesia, tanpa rasa lelah, Anggi langsung berencana datang ke tempat tinggalnya dulu, tidak peduli sekarang sudah dini hari.


mungkin saja Anaknya sudah terlelap tidur, tapi rasa ingin bertemu dengan mereka sangat besar, sehari tanpa mereka bagaikan 1000 tahun. melihat keaktifan kedua anaknya membuatnya tidak bisa jauh darinya


untung saja Dion sudah datang lebih dulu di bandara, kalau terlambat sedikit, mungkin saja Anggi sudah pergi menjemput anaknya membuat seisi rumah terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Dion melihat Anggi dari kejauhan menarik kopernya, dengan sigap langsung menghampirinya. Anggi bisa tau orang yang berjalan mendekatinya, itu Dion yang ingin menjemputnya


"welcome to Indonesia Again" kata Dion


"berani juga nyali kamu, setelah memberikan informasi ke orang lain" ungkap Anggi


"dia bukan orang lain Anggi" tegur Dion


Anggi hanya memutar matanya malas, meladeni Dion membuatnya muak.


"ayo aku antar kamu pulang"


"kemana kamu mau membawaku? " tanya Anggi


"tentu saja ke rumah mu"


"lebih cepat lebih baik, aku akan segera menjemput anakku"


"maksud aku ke rumah Kakek mu"


"apa kakek aku tau, aku pulang" tanya Anggi menelisik wajah Dion mencari jawaban


"iya, aku yang memberi tahunya" jujur Dion seraya menatap Anggi kembali


"Dion" Kesal Anggi seraya


"iya Anggi kenapa" ejek Dion


"tinggalkan aku sendiri, lebih baik ngga usah menjemput aku"


" wajar lah, dia kakekku 1 Perusahan yang kau jalankan tidak akan membuatnya bangkrut"


"cihh sombong sekali kamu"


"ayo cepat antarkan aku ke anak-anakku"


"anak kamu sudah tidur pulas, jika perlu kau tau"


"aku tau anakku pasti sudah tidur jika jam segini, tapi aku ingin mengambilnya sekarang ini juga"


"lebih baik kau istirahat saja, kau tidak lelah, setelah tenaga mu terkumpul, kamu boleh kesana"


"lagi pula yang mereka tinggali itu, rumah nya juga, bahkan dia aman disana karena Papa nya yang menjaganya"


" bisa diam ngga, aku muak mendengarnya, Sudah ku bilang padamu, Aku Mommy sekaligus Papanya"


" Dasar keras kepala"


" aku mendengarmu dengan jelas, Dr. Dion yang terhormat " ejek Anggi menekankan setiap kata pada kalimatnya


"jadi aku mengantar mu kemana? " tanya Dion lagi memastikan jawaban Anggi.


Dion bahkan sudah berdoa semoga saja dia tidak bikin ulah jika ingin langsung bertemu si kembar.

__ADS_1


"Aku akan memikirkannya di tengah jalan, jalan kan saja mobilnya"


"heyy aku bukan sopir mu, kenapa duduk dibelakang"


"aku lelah, mau tidur"


"ayo turun, duduk di depan"


" baiklah, ngga usah bawel"


"perasaan yang bawel dari tadi itu kamu deh" batin Dion


setelah menempuh perjalanan setengah jam, akhirnya mereka sampai di rumah kakeknya. baru saja Dion ingin mengobrol tapi wanita yang di samping sudah tertidur pulas, karena tidak tega, akhirnya Dion menyetir mobil dalam keheningan malam dan ditemani oleh semilir angin


"Aku harap kedatangan mu, dapat merubah pikiranmu " batin Dion


sesampainya di halaman rumah Kakek Anggi, Dion langsung membawanya masuk ke dalam, untung saja penjaga di rumah itu tidak tidur, dengan sigap dia membuka pintu dengan lebar agar bisa membantu Dion dengan mudah membaringkan Anggi langsung ke Kamarnya.


"Aku langsung pulang saja, jaga dengan baik yah Pak, jangan sampai dia keluar sendirian" titah Dion ke penjaga tadi


"Baik Tuan" sahutnya


Pagi ini seisi rumah kediaman Kakek Anggi sudah melakukan aktivitasnya masing-masing.


Anggun salah satu penghuni rumah juga sudah bangun, bahkan sudah berada di meja makan, karena pagi ini dia harus mengurus anaknya yang sudah remaja untuk ke sekolah.


"Selamat pagi Mah" sapa Aurel Anak Anggun


"Pagi sayang" balas Anggun


"Mah, aku liat Aunty Anggi di samping kamar ku, itu benar Aunty kan" tanya Aurel


"iya sayang" ucap Anggun mengiyakan pertanyaan Aurel


"Mah, aku ijin ke sekolah yah hari ini, aku kangen sama Aunty"


"Ngga Aurel, kamu harus ke sekolah, mau jadi apa kamu, baru SMP udah malas-malasan" tegur Anggun


"tapi Mah, sekali aja"


"Kak, jangan galak- galak dong, liat mata kamu hampir keluar dari tempatnya" tegur Anggi yang berjalan menuju meja makan menghampiri keponakannya


"Aunty" teriak Aurel berlari memeluk Anggi


"iya sayang" balas Anggi dengan pelukan hangatnya


"oh iya si kembar mana Aunty" tanya Aurel yang baru sadar kalau tujuannya kesini itu ingin menjemput anak-anak nya


"Aunty baru mau menjemputnya sebentar" balasnya


"emangnya mereka kemana? "


Anggi hanya diam tak menjawab pertanyaan Aurel, pasalnya ada Kakek dan Anggun yang sudah duduk di meja makan.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2