Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Selingkuh


__ADS_3

Saat Anggi dan Dara pulang dari Kafe, Anggi memicingkan matanya, seperti mengenal orang yang tengah keluar dari sebuah restoran satu pasang berbeda jenis berjalan bersama seperti layaknya sepasang kekasih, bercengkrama di sela sela perbincangannya bahkan bergelantungan di tangan sang pria.


"Rama"


"siapa wanita itu" batin Anggi


Anggi mencoba menghubunginya lagi namun sepertinya dia tidak memedulikan ponselnya.


"oke baiklah" cuek Anggi tidak peduli


Insiatif Anggi memotret mereka berdua, agar bisa jadi bukti, bahwa aku tidak hanya ngomong saja.


"Anggi, kamu kenapa, kok bengong aja sih" tegur Dara melihat tingkah Anggi


Dara melihat arah pandang Anggi, namun hanya orang kantoran yang berlalu lalang menghabiskan istirahat mereka.


"hah, ngga apa kok"


"ngga usah mikirin Yudha dan Ardan"


"yang mikirin dia siapa"


"oh kamu mikirin suami kamu yah, hahah baru di tinggal bentar doang udah kangen aja kamu" bercanda Dara


"apa sih, kangen apanya, ngga usah cerewet, mending antar aku aja cepat"


"iya iya nyonya, sensitif banget sih"


Di perjalanan menuju Rumah kakek Anggi, Ia hanya diam larut dalam pikirannya, otaknya hanya memikirkan kejadian yang dilihatnya barusan, itu suaminya bersama wanita lain, bahkan Anggi sebagai istrinya tidak pernah menunjukkan tertawa begitu lepas di hadapannya, namun wanita itu dapat melihatnya.


"Ra" Panggil Anggi membuyarkan konsentrasi Dara


"hmm, kenapa"


"kalau misalnya aku bilang Rama selingkuh, kamu percaya dengan ucapanku"


"kamu jangan ngawur deh kalau ngomong, aku aja yang melihat kalian sampai iri, Kak Rama begitu cinta sama kamu, mana mungkin bisa selingkuh"


"tapi kok aku merasa ada hal yang aneh darinya akhir-akhir ini"


"cuman perasaan kamu doang"


"mending kamu ngga usah mikirin itu, karena itu ngga mungkin"


"kalau misalnya itu benar, apa yang harus aku lakukan Dara" batin Anggi


Suara dering ponsel berbunyi milik Anggi. Segera ia melihat siapa yang muncul di layar ponselnya, tertera nama 'Pria yang menyebalkan', Anggi belum saja mengubah nama kontak suaminya.


Dengan malas Anggi mengangkat telpon dari suaminya, menggulir tanda hijau lalu menyisipkan ketelinga kanannya


"hmm"


"aku baru liat panggilan telponmu, apa kau sudah selesai kuliah"


"iya"


"tunggu aku disana, aku akan menjemputmu"


"tidak perlu, Dara yang mengantarku"


"kenapa tidak bilang, aku kan bisa mengantar mu ke rumah kakek"


"aku sudah menelpon mu beberapa kali, tapi tidak kau angkat"


"maaf, aku sedang Rapat, aku hanya takut mengganggu waktu rapat makanya ponselnya aku silent"


"oh gitu"


"bohong" batin Anggi


sangat jelas Anggi melihatnya sedang bersama wanita, lalu ngakunya Rapat ini bahkan sudah 2 jam yang lalu tapi baru menghubungiku


"yah sudah aku tutup telponnya"


"aku akan jemput di rumah kakek"


"tidak perlu, biar sopir kakek yang ngantar pulang, takut merepotkan kamu"


"sama sekali tidak merepotkan, bukannya aku mau menjemput istriku"

__ADS_1


Anggi hanya tersenyum sinis, mendengar ucapan manis Rama yang menurut Anggi hanya ucapan di bibirnya namun pahit jika mengetahui faktanya


"terserah kamu saja"


"kamu marah, karena aku lama mengangkat telponmu"


"pikirkan saja sendiri" cuek Anggi


Yah tingkah yang sangat kekanak kanakan, walaupun sudah menikah. Anggi mematikan telponnya sepihak, tidak tahan dengan mulut buaya Rama yang selalu berucap manis


"Halo, Anggi" teriak Rama dibalik telepon


"sepertinya Aku harus membujuknya lagi" batin Rama


Rama segera mengetik sebuah pesan singkat Ke Anggi


*To: Anggi


^^^Jangan marah marah nanti cantiknya luntur ✔️^^^


^^^Aku minta maaf, aku salah✔️^^^


^^^Sayang, jangan marah yah✔️^^^


^^^I Love You 😘✔️*^^^


^^^Read^^^


Isi pesan dari Rama yang hanya di baca oleh Anggi namun tidak membalasnya sama sekali


"kamu pikir aku marah, hanya karena kamu tidak mengangkat telponmu, bukan itu Rama" gumam Anggi yang masih didengar Dara


"kamu bilang apa"


"hah, ngga ada" kaget Anggi


"aku dengar kamu ngomong sesuatu"


"berantem lagi, gara gara Kak Rama lama ngangkat telpon"


"ngga kok, masa gitu aja marah"


"yah sudah"


"aku langsung pulang yah"


"ngga mampir dulu"


"Lain kali aja deh, salam yah sama Anggun dan kakek"


"iya deh, tapi janji harus mampir lain kali"


"janji"


Mobil Dara melenggang pergi setelah ngobrol singkat dengan Anggi.


Saat memasuki Rumah kakek, Anggi langsung disapa dengan kepala pelayan yang sudah Anggi kenal


"kakek ada dirumah"


"maaf Nona, Tuan tadi pagi berangkat ke kantor sepertinya ada masalah sedikit di perusahaan"


"kalo Anggun"


" Ada di kamarnya"


"aku mau ketemu Anggun Aja"


Tanpa di antar Anggi langsung pergi menuju kamar Anggun.


"kak Anggun"


Anggun terkekeh dengan panggilan Anggi yang baru saja dia dengar selama bertemu dengannya


"tumben banget panggilan kakak"


"yah aku sempat berfikir aja, kayaknya aku kurang ajar deh sama saudaraku yang lebih tua"


Anggun menghela nafasnya malas, segera Anggi duduk di tepi ranjang, lalu mengobrol bersama

__ADS_1


"bilang aja kamu mau ngatain aku tua"


"aku ngga bilang gitu yah" bela Anggi


"secara ngga langsung"


"emang yang lahir duluan kamu kan"


"cuman lewat 5 menit aja" ucap Anggun yang tertawa mengetahui fakta bahwa mereka sebenarnya seumuran


"kata dokter, gimana kandungan kamu" tanya Anggi


" baik kok, kata dokter kandungan aku sehat, aku juga di kasi vitamin agar lebih kuat"


"baguslah"


Alasan Anggi datang kemari sebenarnya ingin tau keadaan Anggun, soalnya kemarin dia ngga sempat menanyakannya, karena Rama mengajaknya pulang


"eh katanya kamu ulang tahun kemarin, bukannya ulang tahun kita masih ada 2 bulan lagi"


"itu tanggal pass aku di adopsi oleh orang tua ku saat mereka menemukanku, mungkin lebih tepatnya hari kematian orang tua kandung kita"


"kau tau kenapa malam itu aku ada di sana, alasannya itu dan juga aku merindukannya"


"yah aku tau Maksudmu,mungkin alasan yang sama"


"bagaimana hubungan dengan suamimu? " tanya Anggun


" baik-baik saja"


"syukurlah, kamu sudah menjelaskan semuanya"


"hmm, dia sudah tau"


"apa dia sangat kasar padamu, dia mengatakannya"


"ngga usah pikirkan itu, lagi pula hanya salah paham"


"salahku yang menyuruhmu untuk menyembunyikan fakta dari dia"


"sudah ku bilang jangan pikirkan itu"


"hmmmm"


"oh iya aku mau nanya satu hal padamu, tapi jangan marah yah"


"apa? "


" aku cuman penasaran aja, tapi aku sadar pertanyaan ini sepertinya ngga pantas aku tanyakan"


"tanya aja, ngga usah bertele-tele begitu"


"janji dulu kamu ngga marah"


"iya janji"


"kamu dan Rama" ucap Anggun menggantungkan pertanyaannya


"apa sih?, bikin penasaran aja" kesal Anggi


"tunggu dulu, kamu tau aku tuh mikirnya semalaman untuk berani bertanya padamu"


"iya iya aku tunggu"


"sebenarnya, kamu udah lakuin itu kan sama Rama"


"itu apa, yang jelas dong kalau bertanya" tanya Anggi polos


"maksud aku berhubungan badan"


Bhahahah, Anggi hanya terkekeh, kenapa Anggun bertanya begitu


"kok kamu ketawa sih"


"yah lucu aja, kamu kok tanya gitu, mana ada yang ngga tahan dengan pesonaku"


"aku kan cuma nanya, soalnya waktu itu Rama malah marah saat melihat Amplop yang ku pegang terus ada nama kamu yang menunjukkan kamu itu hamil, yah aku pikir dia ngga pernah nyentuh kamu"


"jadi kamu udah pernah atau sering" tanya Anggun lagi

__ADS_1


Anggi menghembuskan nafasnya malas, sebenarnya pertanyaan yang di ajukan Anggun sangat sensitif, Anggi hanya mengangguk pasrah menandakan sudah


Bersambung...


__ADS_2