Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Sahabat


__ADS_3

Anggi dan Dara sudah menunggu beberapa menot untuk memulai kuliah lanjutan, namun Dosen tak kunjung datang


"Anggi nongkrong yuk" ajak Dara


"kemana, malas ah"


"lagian, udah ngga ada kuliah kok, dosennya ngga masuk"


"sok tau banget, entar dosennya datang gimana"


"ngga mungkin lah, ketua tingkat yang kasi tau tadi" bohong Dara


"tapi Rama mau jemput nanti"


"kamu telpon aja, bilang bareng aku"


"emang mau nongkrong dimana"


"aku liat ada kafe baru yang buka di jalan dekat SMA kita dulu".


"Dara nongkrongnya yang dekat aja, jauh banget"


"liat banyak yang datang berarti menunya pasti enak" ucap Dara sambil menunjukkan foto di ponselnya


"Tempat nya kan bersebelahan dengan Perusahaannya Rama, jadi bisa ketemuan kalau dia ngga sibuk" batin Anggi


"yah udah deh, tapi janji kamu antarin aku nanti ke Rumah kakek"


"kalau itu gampang, kan searah sama kerumah aku"


"lets go"


Dara melajukan mobilnya membelah keramaian ibu kota.


"aku telpon Rama dulu yah, siapa tau dia bisa datang"


"yah udah, telpon aja"


"asal jangan mesra mesraan depan aku" tambah Dara mengejek


"yah ngga lah, kan udah semalam" ucap Anggi merayu Dara


"hhahaa, Gi jangan ucap itu deh, aku geli dengarnya"


Mereka tertawa bersama, setelahnya sampai di tempat tujuan


"telpon aku ngga di angkat" ujar Anggi


"Mungkin lagi sibuk, yah udah ngga usah lemes gitu" balas Dara menenangkan


"kalian juga ketemuan juga kalo udah pulang rumah"


"tapi kok ngga diangkat yah, padahal udah beberapa kali aku telpon"


"yah siapa tau pekerjaannya numpuk jadi ponselnya ngga dia liat"


"hmmm" Anggi mengerucutkan bibirnya cemberut


Mereka masuk ke dalam kafe, terlihat beberapa interior yang mewah dan klasik membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.


Mereka duduk di pojok ruangan bersebelahan dengan jendela kaca lebar, melihat beberapa orang yang lalu lalang di pinggir jalan.


Pelayan datang memberikan menu makan, namun bukannya membuka menu kafe, malah dia hanya memesan seperti yang biasa dia pesan.


"pesan yang biasa aja, aku mau ketoilet dulu"


"liat menunya dulu Anggi, kebiasaan deh"

__ADS_1


"yah udah samain aja mba, nasi goreng seafood sama es teh aja"


"udah ngga ada lagi mba" tanya Pelayan itu


Karena merasa belum memesan Dessert, Dara membuka menunya lalu menunjuk asal gambar yang diterlihat enak


"oke itu aja mba"


"baik mba, tunggu sebentar yah"


Selang beberapa menit Anggi kembali dari toilet


"udah pesankan"


"udah"


Sambil menunggu pesanan datang, sesekali mereka mengobrol dan membuka ponselnya mengecek sosial media mereka hanya menggulir naik turun layar ponselnya sampai melihat beberapa foto yang menjadi bahan pembicaraan mereka.


"Gi, liat deh"


"apa"


Menunjukkan foto 2 orang laki-laki yang berpose berdampingan di sebuah kafe yang mereka tempati sekarang


"kangen" kata Dara


"hmm" balas Anggi cuek


"Gi, kamu ngga pernah dengar kabar dari mereka"


"ngga"


"kamu masih marah yah sama mereka"


"ngga usah bahas mereka deh Ra, mereka sendiri yang menjauh, bahkan mereka pergi tanpa pamit dan alasan yang jelas"


"buat apa nyari mereka"


"bodoh amat, aku ngga peduli" cuek Anggi padahal menyembunyikan rasa kangennya


Tak lama ada seorang lelaki yang mendekati mereka.


"hmm" deheman seorang lelaki dengan suara khasnya


"Anggi Dara" menyapa dengan menatap mereka berdua bergantian


Dara mendongkakkan kepalanya ingin melihat pemilik suara itu


Betapa kaget Dara sampai membulatkan matanya baru saja dia menyinggungnya di balik postingan sosial medianya, dengan sekejap tiba-tiba ada di hadapannya


"Ardan"


Anggi menghentikan aktivitasnya segera menyisihkan ponselnya di meja, dengan tenang Anggi menatap sahabatnya itu dalam, bahkan rasa nya ia ingin memeluknya saking kangennya.


Setetes demi tetes cairan bening itu berhasil lolos dari mata Anggi, kangen bercampur rasa kecewa menyatu jadi satu namun rasa kangennya terkalahkan dibanding rasa kecewanya.


Ardan di buat panik melihat Anggi menangis di hadapannya, tentu saja ia mengerti kenapa Anggi bisa menangis.


"maaf" hanya satu kata itu mampu membuat Anggi luluh dan berbaur dipelukan sang sahabat


Dara yang melihat bergabung dengan Anggi


"kemana kamu selama ini" tanya Dara


"aku akan cerita" ucapnya singkat


Anggi belum membuka suara sedikit pun, begitu syok dengan makhluk yang telah lama dicarinya namun tanpa mengabarkan kabar sedikitpun dia datang sendiri pada mereka

__ADS_1


Sudah hampir 4 tahun mereka tidak bertemu, mereka bersahabat sejak masuk SMP namun saat menginjak kelas 3, kedua sahabatnya tiba tiba pergi tanpa alasan.


"Yudha" tanya Dara


"aku pikir kalian tidak mengingatku" kata Pria tinggi dan tampan itu yang baru muncul setelah menyaksikan drama berpelukan hampir seperti teletubies


Mereka sontak berbalik melihat asal suara itu


"boleh aku bergabung" ujar nya tenang


Anggi langsung duduk melepas pelukannya dari Ardan dan Dara


Ardan dan Dara dibuat heran dengan tingkah Anggi


"Anggi" panggil Yudha


"Dara aku mau pulang" mengambil Tas dan barang barang nya seraya mengusap pipinya yang dipenuh airmatanya


"Anggi tunggu" kata Dara keheranan


Saat Anggi berjalan, tangan kekar Yudha segera menahan langkahnya


"kenapa? " tanya Yudha begitu tenang


Anggi diam mungkin ia tidak ingin bertemu dengan pria yang menahannya, atau Anggi menyimpan Rasa kecewa yang sangat dalam untuk pria itu


Selama mereka bersahabat memang yang paling dekat dengannya itu Yudha, bahkan saling berbagi suka duka bersama.


Kedua pria ini memang terpaut usia yang berbeda, bahkan saat bertemu dulu Mereka masih SMP dan mereka Sudah Masuk SMA


Namun tidak ada yang pernah memanggil embel embel Kakak di antara mereka.


"lepas" titah Anggi


"tidak"


"Anggi dengarin penjelasan mereka dulu" ucap Dara seraya menghampiri Anggi


"yah udah"


Mereka berempat duduk di bangku yang sama, sampai pesanannya datang mereka masih diam.


Kedua laki-laki itu saling menatap menyuruhnya untuk berbicara duluan.


"sebenarnya.. " ucap Ardan membuka pembicaraan duluan


" baiklah aku akan memulainya dari awal dulu kenapa kita tidak memberi tahu kalian"


"saat itu aku dan Yudha ingin mengajak kalian keluar saat tau kalian kelulusan SMP, namun beberapa Anggota geng motor menahan kami, kamu tau kan kita ini siapa"


"bukannya sudah kubilang berhenti bergabung dengan mereka" ujar Dara kesal


"dengarkan mereka cerita dulu Dara" ucap Anggi


"baik aku lanjut, diperjalanan kami menghindarinya memilih jalan yang berbeda, niatnya kami berpencar namun tetap saja mereka mengejar kita sampai geng motor itu


Menangkap kami di markasnya, kamu tau mereka menghajar kami tanpa ampun, bahkan mengancam membunuh kalian jika kami tidak menuruti kemauannya"


"mereka tau kalau kami dekat dengan kalian, makanya saat itu kami tidak ingin dekat kalian untuk sementara setelah kami berhasil lolos, sampai akhirnya markas kami saat itu di hancurkan oleh mereka, semua teman kami luka luka, butuh waktu lama untuk memulihkan diri"


"dulu aku dan Yudha sempat sekarang bertahun tahun, dan sekarang kami berada dihadapan kalian" tambah Ardan


"setahun yang lalu kami mencari informasi kalian, yah sangat mudah jika hanya untuk mencari keberadaan kalian, hanya menyuruh orang kepercayaan kami"


"lalu kenapa tidak menemui kami" kata Dara


"kami mengira kalian sudah melupakan kami, makanya kami tidak berani, jadi kami hanya melihat kalian dari kejauhan" kali ini Yudha yang berbicara.

__ADS_1


Ucapan Yudha yang paling terpanjang yang Ardan dengar


Bersambung..


__ADS_2