
kesal melihat perlakukan kasar Rama, kali ini Yudha yang turun tangan, tanpa berpikir panjang Yudha melayangkan tinjunya tepat di pipi Rama.
"aku sudah tidak tahan lagi dengan semua perlakuanmu" teriak Yudha tepat di depan Wajah Rama seraya menarik baju kaosnya
"apa Hak mu ikut campur dalam urusan rumah tangga ku"
"tentu saja aku berhak, pertama kamu selingkuh dengan tunangan ku, bukan mantan tunangan ku, dan kedua kau berani menyakiti Anggi, dia sahabatku" terang Yudha
Semua orang yang mendengar ucapan Yudha heran dan tidak menyangka ternyata Viona itu pernah menjadi tunangannya tak terkecuali Viona yang memang sudah tau semuanya. Viona bahkan melancarkan aksinya karena Yudha tidak peduli dengan apa yang dilakukannya.
"jadi orang itu adalah dia, sekarang aku tahu inti permasalahannya" gumam Ardan seakan mengerti dari kumpulan puzzle yang berantakan kini bisa dia susun.
"beraninya kamu melukai Anggi, selama ini aku diam bukan berarti menyuruhmu melakukan apapun yang kamu inginkan" bentak Yudha ke Viona
" asal kau tau saja dia itu tidak sepenuhnya serius denganmu, dia hanya ingin balas dendam denganku, karena aku membatalkan pernikahanku kau ingin tau apa alasannya karena waktu itu aku melihatmu berpelukan dengannya" tunjuk Yudha tepat di muka Rama
"dan satu lagi dia itu cemburu dengan Anggi karena dia tau kalau aku menyukainya sejak dulu, makanya ingin merebut semua milik Anggi, dia itu licik pikirku dulu dia akan melukai Anggi makanya diam-diam aku melindungi Anggi dari kejauhan tapi nyatanya malah merebut suami orang untuk menyakitinya secara perlahan" kekeh Yudha seraya tersenyum smirk
Anggi hanya diam mendengar semua ucapan Yudha, yang selama ini dia pendam, mencerna semua kejadian yang dia lewati, dimulai dari Ardan dan Dara yang memberi tahunya Bahwa Rama selingkuh, Yudha yang tiba-tiba datang waktu itu dirumahnya, Dion yang menyembunyikan kelakuan Rama selama ini, jadi mereka semua tau dan hanya aku yang seperti orang bodoh tidak tau apa-apa
tatapan Rama beralih ke Viona, apa yang dikatakannya benar.
"aku memang mantan tunangannya, tapi dia tidak menyukaiku, dia hanya menyukai wanita lain dan aku baru tau ternyata itu Anggi, istrimu, apa yang dia katakan semuanya salah, aku murni cinta sama kamu, dan aku tidak tau jika ternyata kamu punya istri selama ini kamu tidak pernah memberi tahuku"ucap Viona sebagian adalah kebenaran dan terdapat kebohongan juga di kalimatnya
tentu saja Yudha tersenyum miring saat mendengar kebohongan Viona, yang paling fatalnya Rama percaya dengan kebohongan wanita licik itu.
Anggi begitu muak mendengar semua kenyataan itu,
pikiran Anggi entah dimana, intinya hanya sakit yang dia rasakan. bekas tamparan Rama yang masih terasa panas di pipinya ditambah perlakuan Viona padanya, membuatnya terjatuh membentur lantai. air matanya sudah mengalir begitu saja.
"akhhh" lirih Anggi merasakan sakit di perutnya
Anggi baru menyadari bahwa dia hamil, apa kabar dengan anaknya, sekarang perut bagian bawahnya sangat menyakitkan.
__ADS_1
"ku mohon bertahan lah, aku tidak ingin kehilanganmu juga" batin Anggi seraya mengusap matanya yang sudah berkaca-kaca, agar tidak terjatuh.
Anggi menggigit bibir bawahnya agar tidak terlihat tegar menahan sakit.
"Gi, katakan sesuatu jangan diam saja" kata Dara mengguncang tubuh Anggi yang tidak bereaksi apapun
"ayo ikut aku, kita pulang saja, tidak ada gunanya kita kemari meminta penjelasan pada lelaki itu, kau sudah bisa menentukan pilihanmu saat ini juga" ucap Dara seraya menatap tajam pasangan itu yang membuatnya sangat kesal, jika tidak mengkhawatirkan Anggi sudah di pastikan Dara yang akan memberikan pelajaran pada wanita ular itu.
Saat Anggi berjalan keluar rumah itu yang di bantu oleh Dara, teriakan Ardan membuat fokus mereka teralihkan pada wanita yang sudah berhasil pingsan pada menit itu juga
"Anggi" teriak Ardan di ambang pintu yang belum bergerak dari tempat sedari tadi
betapa kaget nya Ardan saat melihat ada darah mengalir di sela kaki jenjangnya yang terlihat jelas karena Anggi memakai dress biru langit selutut.
"Darah" gumam Rama menyaksikan dengan kedua matanya, bahkan sempat ingin membantu Anggi namun Yudha menahannya
Ardan berlari membawa tubuh Anggi segera ke mobil Dara, setelahnya Yudha menyusul namun mengucapkan sesuatu yang membuat Rama sepertinya akan menyesal dengan perlakuannya barusan.
"kuharap kau tidak menyesal dengan apa yang kau lakukan pada Anggi barusan" ucap Yudha tersenyum penuh kemenangan
"dari apa yang kau lihat, pasti kau sudah tau, aku tidak perlu menjelaskannya panjang lebar, pikirkan saja sendiri" ucapnya lalu pergi
"dan kau, semoga kau di hantui rasa bersalah" ujar Yudha lagi setelah menahan langkahnya memberikan sumpah serapah nya pada Viona
" 1 Kebohongan sama dengan 1 penyesalan"
perkataan Yudha di langkah terakhirnya meninggalkan rumah itu, menyusul kepergian Ardan dan Dara yang meninggalkannya sendiri
sentak mereka berdua tertampar dengan kalimat terakhir dari Yudha, dan itu sangat benar terkadang penyesalan datang setelah kita sudah melakukannya.
sesampainya rumah sakit terdekat, Anggi langsung di bawa ke ruang pemeriksaan untuk di tangani secepatnya.
Kebetulan Dokter yang memeriksa keadaan Anggi itu Dion, Awalnya Dara tidak mau kalau Dion yang memeriksanya mengingat dia sangat kesal. tapi Anggi butuh penanganan secepatnya.
__ADS_1
"Jadi Anggi hamil, sejak kapan?, kau sangat brengsek Rama" batin Dion mengatai sepupunya sendiri
mengetahui Anggi hamil sempat membuatnya kaget, pasalnya sangat kecil kemungkinan dia hamil, segala macam usaha Rama juga sudah dia lakukan, tentu saja itu bantuan dari Dion juga.
yang membuatnya kesal itu sekarang adalah Rama, istrinya bisa hamil sekarang tapi dia malah punya wanita lain.
"apa Rama tau mengenai ini" batin Dion bertanya-tanya.
"Dok, kenapa anda melamun? " tanya seorang Dokter kandungan dirumah sakit itu
"bisa aku memercayakan padamu, aku ada urusan sebentar"
"baiklah"
Dion keluar ruangan menemui Dara, disana sudah ada Ardan dan Yudha menunggu Anggi
"Dion bagaimana keadaan Anggi" tanya Ardan
"aku belum tau pasti, tapi Dokter kandungan sudah memeriksanya"
"ku mohon selamatkan Anggi dan calon anaknya, hanya anak itu yang membuatnya kuat saat ini" mohon Dara memelas
"kami akan usahakan, aku berhutang rasa bersalah pada Anggi, seharusnya aku tidak ikut-ikutan apa yang dilakukan Rama"
"aku benar-benar menyesal biarkan aku menebus kesalahan ku pada Anggi, Rama sudah dibutakan oleh kehadiran seorang anak yang dikandung Viona, tapi dia tidak sadar kalau istrinya itu hamil"
"kau tidak tau saja, Anggi sampai seperti itu karena perbuatannya lelaki itu, bahkan mencelakai anaknya sendiri"
"maksudnya aku tidak mengerti" bingung Dion
"sebenarnya Anggi datang kerumah wanita itu, ingin menemui Rama meminta penjelasan padanya, tapi apa yang Anggi dapat hanya sebuah bentakan, Rama sangat berubah, bahkan rela melukai Anggi demi wanita itu" lirih Dara merasa kasihan pada sahabatnya itu.
"takdir seperti mempermainkan nya" kata Dara seraya menunduk sedih membayangkan setiap penderitaan yang dialami Anggi.
__ADS_1
berdambung...