
"Pantas saja selama ini aku ngga pernah tau dia dimana" gumam Yudha
"sudahlah Yudha, mungkin Dion sengaja agar aku tidak bertemu dengan dia lagi" pasrah Rama
"kamu jangan nyerah dulu, kalau kamu menjelaskan semuanya pada Anggi, mungkin saja dia bisa berubah pikiran, kalau bukan karena aku mungkin semuanya tidak akan terjadi" ucap Yudha menyesali kejadian 6 tahun lalu
"jangan salahkan diri kamu, aku juga salah disini" kata Rama menepuk bahu Yudha
"ngga, seandainya aku ngga batalkan pernikahan ku dulu, mungkin Viona tidak mencari lelaki lain yang akan bertanggung jawab dengan kehamilannya" kata Yudha seraya menunduk menyesal
"namun sekarang, Viona sudah tenang di sana"
"semuanya sudah terjadi, semuanya tidak akan kembali seperti dulu lagi, harapan aku cuma satu aja Yudha, semoga Anggi bisa memaafkan aku setelah aku menjelaskannya, jika Anggi tidak ingin kembali padaku, akan aku terima semua keputusannya"
"kau tau keluarga ku benar, aku adalah lelaki terbodoh yang pernah mereka kenal, melepaskan orang yang sangat cinta padaku, dan sekarang aku yakin Karma sudah datang padaku"
"jangan bilang seperti itu, aku janji sama kamu, aku akan mencari Anggi agar dia bisa kembali lagi padamu" ucap Yudha meyakinkan Rama
"kalau begitu keluar dari ruangan ku, kau mengganggu pekerjaanku"
"kau mengusir ku, jika aku ingatkan ini perusahaan siapa? "
"ini perusahaanmu, tapi aku nyimpan saham disini jika aku ingatkan. balas Rama tidak ingin kalah.
" kamu sudah punya perusahaan sendiri, masih aja suka kerja disini"
"terserah aku yah" ucapnya mendorong Yudha keluar ruangannya.
...-------------------------...
Disisi lain Dion sudah sampai tepat di ruang rawat Papanya, mengingat kepulangannya kali ini memang karena Papanya sakit.
"Gimana keadaan Papa, Mah"
"sudah agak mendingan" ucap Mama Dion
"Nak" panggil Mama Dion
"iya Mah" jawab Dion
" kamu bisa jujur ngga sama Mama, selama ini kamu nyembunyikan Anggi kan"
"aku ngga nyembunyiin kok Mah" panik Dion
"tapi kamu tau keberadaan Anggi kan"
setelah lama diam akhirnya Dion mengiyakan perkataan Mamanya
"Anggi tidak ingin orang tau dimana keberadaannya"
"tapi sepertinya, banyak orang yang curiga padaku termasuk Mama" ucap Dion yang sadar.
"bagaimana dengan Rama Mah, apa dia masih mencari Anggi"
"tentu saja, kamu tau Papa, Mama, Raka dan Kakeknya semuanya marah, bahkan sangat kecewa dengan kelakuan Rama, sampai- sampai dia tidak ijinkan memegang perusahaan lagi"
" termasuk Papamu, dia sangat menyayangkan kelakuan Rama yang begitu bodoh"
"Mama tau berapa banyak tentang mereka" tanya Dion
"hanya itu saja"
"yah sudah, Mama ngga usah tau terlalu banyak, biar Dion yang urus, akan Dion usahakan agar Anggi pulang ke sini, agar semuanya bisa tenang dan kembali seperti dulu lagi"
"Dion, jangan bilang kalau kamu menyukai Anggi, makanya kamu membantunya"
__ADS_1
"Dion memang suka Anggi dari dulu, tapi hanya sebatas Suka ke adiknya, tidak lebih Mah, Dion tulus membantu Anggi"
"Mama hanya khawatir kamu menaruh rasa padanya, itu sama saja kalau kau merebut istri orang"
"Dion masih waras Mah"
"lalu kenapa kamu ngga cari calon istri juga"
"Dion ngga sempat, masih nyaman aja ngurus Anggi dan Anak-anaknya yang Manggil Dion dengan sebutan Daddy"
"Sampai kapan kamu seperti itu, Mama nyariin yah buat kamu" usupnya
"ngga usah Mah" tolak Dion
Dion mengangkat telepon setelah beberapa kali berdering di saku Jaketnya.
"Iya Kenzie" jawab Dion
"Daddy sudah sampai yah" ucapnya
"iya Daddy.. " ucap Dion menggantung karena Mama Dion mendengar pembicaraannya.
selanjutnya Dion keluar dari ruangan itu. melanjutkan perbincangannya di telpon yang tertunda tadi
"maaf yah Kenzie, Daddy tadi di ruang inap, ngga enak kalau berisik"ucapnya
"ngga apa-apa Daddy"
"oh iya, Kenzie mau nanya Dad"
"Iya tanya apa?"
"aku menemukan surat yang terselip di buku Daddy diatas meja, kayaknya untuk Mommy, apa aku kasi ke Mommy aja"
"Kenzie ngga baca kan isinya" tanya Dion
"Kenzie dengarin Daddy yah, kamu ngga boleh baca, itu punya Mommy, jadi kamu simpan kembali yah"
dari pembicaraan Dion di telepon, membuat yang mendengarnya yakin bahwa orang ini sudah menikah, kebetulan saja Dara yang baru saja memeriksakan kandungannya mendengar semua percakapan Dion, walaupun hanya mendengar dari satu pihak
"aku baca yah Dad" pinta Kenzie
Dion menghela nafasnya kasar, ngga mungkin dia cegah, dia jauh sekarang, padahal harapannya dia menyimpan di buku agar Anggi melihatnya sendiri dengan bantuan Kenzo, pasalnya Kenzo tidak sengaja membaca isinya,
jika Kenzo yang baca menurutnya tidak masalah karena Kenzo ngga cerewet dan banyak tanya dia sudah paham maksud dari surat itu, berbeda dengan Kenzie yang akan mengupas semua sampai akarnya sampai dia mengerti.
"kalau Daddy bilang jangan, yah jangan, jangan bandel kalau di bilangin"
"oke kalau begitu, aku kasi ke Mommy saja langsung"
"kamu mau dengarin Daddy ngga"
"nih aku udah dengar" jail Kenzie
"baik, kamu mau ngga Daddy kasi Misi"
"Misi apa, tapi kamu harus bekerja sama dengan Kenzo"
"ngga ah, Kenzo nyebelin"
"Kenzie kamu kan Kakak jadi harus bisa kasi contoh ke Adiknya"
"Kamu mau kan bantu Daddy untuk Mommy agar bisa kembali lagi kesini"
"bukannya kamu mau ikut tinggal Daddy kan di sini"
__ADS_1
"Mau"
"yah udah sekarang, dengarin Daddy"
"kamu suruh Mommy bersihin ruang kerja Daddy yah, setelahnya itu urusan Kenzo, Daddy udah kasi Misi untuknya"
"Daddy curang, masa Kenzo di kasi tau duluan"
" mana Daddy tau kamu mau ikut juga" Goda Dion
"kamu ngertikan" ucapnya lembut
" Iya ngerti"
"kalau udah, telpon Daddy lagi"
ucapan terakhir saat mengakhiri panggilan telponnya.
setelah berbalik menuju ruang Papanya, sudah ada Dara disana.
"Dion" panggil Dara
"Dara, ngapain kamu disini"
"lagi cek up kandungan"
"sama siapa?, Ardan ngga ikut"
"dia sibuk di kantor, jadinya aku sendiri yang periksa"
"gimana, kandungan kamu baik-baik aja kan"
"kata dokter, bayi nya sehat"
" Anggi ngga ikut lagi" ucap Dara pelan takut ada yang dengar
"dia belum mau ikut"
"kamu belum kasi tau yah"
"belum, aku udah nulis surat untuknya agar dibaca, kamu tau kan, Anggi itu ngga mau kalau aku cerita tentang Rama,makanya jelasinnya lewat surat" jelas Dion
"aku ngga tau ini akan berhasil atau ngga, aku udah bikin rencana dengan Kenzo dan Kenzie anak Kembar Anggi"
"jadi kamu cerita dengan mereka tadi, kok mereka panggil kamu Daddy sih"
"mereka kan emang Anak-anakku"
"kamu nikah sama Anggi yah"
"ngga lah, lalu kenapa kamu bilang anak Anggi, Anak kamu juga"
"yang rawat Anggi selama hamil siapa?, yang urusin anak-anak nya siapa?" tanya Dion kesal.
"kamu"
"yah wajar kan mereka panggil aku Daddy, mereka pikirnya aku itu Papanya, padahal udah Anggi bilangin, yah bukan salah aku dong kalau mereka nyaman manggil aku begitu"
" kalau Rama tau, bisa kesal dia sama kamu"
"biarin aja, salah sendiri ninggalin Anggi" ledek Dion
"Kamu tega yah"
"Kalau aku tega ngga mungkin aku buat rencana untuk mempersatukan mereka lagi" kata Dion
__ADS_1
bersambung..