Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Perubahan sikap


__ADS_3

Di pagi buta tanpa tertidur Yudha berencana membawa Anggi pulang kerumahnya


Yudha sudah diberi izin dari Dokter untuk bisa membawanya pulang setelah botol infusnya habis


Dengan hati-hati dan sangat pelan Yudha mengangkat Anggi ala bridal style dari tempat tidur membawanya sampai ke dalam mobil.


Satu tarikan di sudut bibir Yudha terlihat jelas diwajahnya menatap Anggi yang tertidur seperti anak yang kecil yang tidur di gendongannya, Dia baru tersadar beberapa pasang mata sedang memerhatikannya


"wahh dia sangat tampan" kata perawat yang sedang berjaga


Setelah mendengar pujian itu, Yudha langsung memasang wajah dinginnya tidak ingin ada orang yang memerhatikannya.


Namum sayangnya dibalik wajah dingin yang dia tampakkan malah menambah kadar ketampanannya. Kata orang tipe cowok bad boy yang selalu menjadi karakter pemeran utama pria di novel romansa


Yudha melirik sesekali ke arah Anggi takut dia akan terbangun dari tidurnya.


"dia keluar dari rumah itu" ucap seseorang dibalik telepon Yudha


"hmm, aku mengerti"


"baik"


Panggilan terputus, segera Yudha melajukan mobilnya cukup cepat namun tidak membuat Anggi terbangun, untung saja jalanan masih sepi


Setelah sampai, Yudha membaringkan tubuh Anggi bahkan tidurnya masih sangat pulas, tentu saja semuanya tidak segampang itu dengan bantuan orang suruhannya Yudha membuatnya lebih mudah membawa Anggi dengan cepat dan aman


Untuk membuka pintu Rumah, cukup menggunakan sidik ibu jari Anggi, pintu sudah terbuka lebar


"selamat tidur yah, mimpi yang indah" ucap Yudha seraya mengusap lembut pucuk kepala Anggi.


Segera Yudha pergi meninggalkan area kediaman Anggi dengan tergesa-gesa takut Rama akan segera datang.


...------------...


Matahari pagi membuat Anggi mengeryapkan kedua matanya, sentak merubah posisinya dari terlentang hingga menyamping membelakangi sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya


Anggi segera bangun karena terusik mendengar suara kegaduhan dari arah ruang ganti baju


"siapa disana" teriak Anggi


Bahkan Anggi belum sepenuhnya sadar bahwa dia sudah tidak berada di rumah sakit lagi, fokus nya hanya beralih pada asal suara itu.


"sayang, kamu sudah pulang" ucap Anggi saat melihat Rama


"kamu mau kemana bawa koper?"


"kamu baru pulang tapi mau pergi lagi"


"apa kerjaanmu sesibuk itu"

__ADS_1


"bisa ngga sih kamu itu ngga usah banyak tanya" teriak Rama dengan nada tinggi setelah mendapat banyak pertanyaan dari Anggi


Anggi hanya diam memaku, bentakan Rama begitu menusuk.


"minggir aku mau lewat" sarkas Rama melewati Anggi


"aku perhatikan kamu itu sudah berubah"


"ngga ada yang berubah Anggi, aku masih tetap sama"


"lalu kenapa kamu jadi kasar begini"


"kamu pikir aja sendiri, siapa yang ngga marah, aku baru pulang kerja langsung dikasih pertanyaan begitu banyak"


"seharusnya kamu itu nurut aja, lagian aku ini kerja untuk kamu juga"


"tapi kamu bisakan beri tau aku dengan baik ngga pake marah, kamu itu mau kemana"


"liat, kamu bertanya lagi, seharusnya masalah seperti ini kamu yang urusin, kamu masih bertanya aku mau kemana, kamu ngga liat aku mengemasi pakaianku, itu berarti aku ada urusan diluar kota"


"masa hal seperti ini aku jelasin lagi sama kamu, emang iya kamu ngga ngerti, karena yang kamu lakukan itu hanya, kuliah, keluar sama teman kamu, makan, tidur seenakmu tanpa memperdulikan suami kamu yang sibuk cari uang"


"dulu kamu ngga pernah protes apa yang aku lakukan, kenapa kamu baru bilang setelah sekian lama kita bersama"


"yah karena aku udah lelah Anggi"


Ucap Anggi menahan air matanya


"apa karena aku tidak bisa memberikan kamu anak, makanya kamu lelah bersama aku" tanya Anggi seraya mengusap kasar airmatanya sudah berlinang


"bukan begitu, aku hanya lelah kerja" ujar Rama memelankan suaranya, Rama berhasil luluh setelah melihat Anggi menangis, seakan merasa bersalah karena apa yang Anggi baru saja katakan semuanya benar


"kenapa kamu berbohong padaku?"


"bohong apa Anggi, aku tidak mengerti dengan maksudmu? Tanya Rama balik dengan hati-hati


"kenapa kamu bilang aku baik-baik saja, padahal sebenarnya aku itu tidak baik-baik saja, kau membuatku merasa seperti wanita yang tidak tau diri, aku bahkan merasa tidak bersalah denganmu, pikirku setelah kecelakaan itu aku akan hamil lagi tapi setelah sekian lama aku menunggu kenapa aku belum beri juga nyatanya dokter bilang aku sulit punya anak"


"aku berbohong padamu untuk kebaikan kamu juga, aku hanya ingin kamu tidak merasa sedih"


"tapi apa yang kamu sembunyikan membuatku sedih dan kecewa yang teramat dalam, aku membohongi semua orang agar mereka yakin akan ada waktu aku bisa hamil lagi"


"tapi semua penantian aku.. " ucapannya terpotong


Anggi berpikir ingin memberi tahu Rama jika semua penantiannya terbayar karena saat ini dia sedang hamil


" udah ngomongnya, aku ngga ada waktu untuk mendengar semua perkataan kamu yang menyudutkan ku, seakan aku bersalah karena aku membohongimu, asal kau tau saja aku bohong itu karena kamu juga"


Rama berlalu meninggalkan Anggi dengan menyeret koper besar yang ada di pegangannya

__ADS_1


"Rama dengarkan aku dulu aku belum selesai ngomong" teriak Anggi setelah Rama semakinmenjauh dari pandangannya


Anggi membuang nafasnya kasar lalu mengejar Rama yang sudah berada di halaman rumahnya.


Mobil Rama sudah berjalan meninggalkan rumahnya


"kamu berubah" gumam Anggi


Seakan pernyataan Yudha berputar-putar dikepalanya.


"Yudha juga seorang CEO tapi tidak sesibuk itu, bahkan banyak waktu yang dia luangkan, benar juga, apa gunanya semua karyawannya" pikir Anggi


"lebih baik aku menyusulnya ke kantor, apa saja yang dia kerjakan sehingga sampai pulang terlaru larut" gumam Anggi


Anggi mulai mencurigai kelakuan Rama selama 2 bulan terakhir ini


Anggi segera bersiap-siap menuju kantor Rama, dia bahkan melupakan kesehatannya saat ini, dia seakan lupa jika dirinya sedang hamil


Setibanya dikantor Rama, semua orang hanya berlalu lalang sibuk dengan urusannya sendiri tidak memedulikan keberadaan Anggi yang berjalan menuju ruangan Rama


Anggi berhenti tepat di depan meja Sekertaris Rama yang berada diluar ruangan CEO


"Maaf, ada yang bisa saya bantu" tanya Sekertaris itu


"kamu Sekertaris baru yah" ucap Anggi setelah memerhatikannya


"iya mba" seraya mengangguk menyiakan


"kamu pasti tidak mengenalku"


"aku ingin bertemu dengan Pak Rama" kata Anggi


"maaf mba tapi Pak Rama sedang tidak di kantor"


"oh ya, jadi kapan dia datang, apa dia ada urusan diluar kantor " tanya Anggi


" aku juga tidak tau mba, dua hari ini Pak Rama juga tidak ke kantor, katanya istrinya sedang sakit"


Anggi mulai sedikit bingung, apa maksud Sekertaris itu, istrinya sakit, tapi Anggi baik-baik saja, mungkin sedikit berpura-pura dia bisa mendapatkan informasi lebih


"bagaimana yah, tapi aku ada urusan penting dengannya" ucap Anggi dengan nada serius agar lebih meyakinkan Sekertaris itu


"apa boleh aku tau Pak Rama dimana yah, aku ngga berani menelponnya langsung" desak Anggi dengan wajah memelasnya


"tunggu yah mba aku cek jadwalnya dulu"


"baik lah"


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2