Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Pertemuan


__ADS_3

Anggi hanya menunduk lesu, pikirannya hanya tertuju pada kedua anaknya.


"Anak-anak ku tidak boleh bertemu dengan dia" cerutu Anggi


dengan sekali tarikan nafas Anggi beranjak dari duduknya menuju kamarnya untuk mengemasi barangnya menyusul anak kembarnya


ditengah perjalanan menuju Bandara, Anggi menyadari sedikit ke ganjalan, apa ini hanya menerka atau memang benar, surat yang ditulis Dion bertepatan dengan di culik nya anaknya.


"Dion apa ini bagian dari rencana mu, kenapa kau menghasut anakku untuk kembali ketempat itu, tempat dimana aku ingin melupakan semua kenangan ku yang pahit"


benda pipih berbentuk kotak itu di ambil dari tasnya menelpon Dion untuk memastikan pikiran liar nya barusan


"Halo" ucap Dion diseberang sana


"Aku akan menyusul anakku"


"Yudha membawanya ke Indonesia? " tanya Dion


"iya"


"tunggu, kamu tenangkan pikiranmu dulu, kalau memang benar Dia membawanya kesini, biar aku yang mengurusnya"


"aku tidak percaya denganmu lagi" ketus Anggi


"Anggi aku hanya terpaksa memberi tahu Yudha, jika kamu memang selama ini bersama ku, tapi aku tidak memberi tahu dimana kamu berada"


"jangan bohong padaku, bukannya memang itu yang kamu inginkan kan, kamu mau aku kembali lagi dengan Rama"


"bukan begitu Anggi, semuanya juga terserah padamu, aku tidak bisa memaksamu untuk kembali"


"aku sendiri yang akan menjemput anakku"


"yah sudah, aku akan menemanimu"


"terserah kau saja"


...------------------------------...


Tempat yang asing untuk Kedua anak itu, baru kali ini dia menginjakkan kakinya di Indonesia tempat kelahiran Mommy dan Daddy nya.


Saat ini mereka sudah sampai di Rumah Rama, bodyguard suruhan nya yang telah di tugaskan untuk menjemput kedua anak Anggi.


"Paman ini dimana? " tanya Kenzie penasaran


"Ini rumah kamu juga? "


"Oh" ucap Kenzo singkat tidak ingin bertanya banyak


"ayo ikut Paman, kalian mau bertemu Papa kalian kan"


"Hmm" anggukan dari kedua yang wajahnya mirip itu

__ADS_1


sesampai nya di dalam rumah, mereka langsung di sambut oleh kedua pria yang menunggunya dari tadi, Wajah Rama sudah bisa menggambarkan bahwa dia sangat bahagia, akhirnya dia bisa bertemu dengan Anak-anak nya.


"ini adalah hasil karyaku, sangat mirip denganku" batin Rama


pelukan hangat yang di berikan oleh Rama, membuat Kenzo dan Kenzie merasa risih, pasalnya dia tidak mengenal kedua orang di hadapannya.


"Paman siapa?" tanya Kenzie seraya melepas pelukan itu yang merasa cukup heran dengan wajah orang yang memeluknya barusan.


cetakan wajah yang sangat persis dengan dirinya membuatnya yakin, apa dia itu sebenarnya Papa Kandungnya, lalu siapa lelaki yang satunya.


"aku Papa mu sayang" ujar Rama


"kami tidak punya Papa" seru Kenzo yang sudah bisa membaca situasi sekarang.


tebakannya bertemu Daddy nya salah, Papa yang di maksud Paman jas hitam itu adalah orang yang kehadirannya tidak di inginkan oleh Mommy nya.


Raut wajah Rama luntur seketika mendapat penolakan dari kedua anaknya. memang selama ini dia tidak pernah merawat mereka tapi kenapa Anggi tidak memberi tahu fakta kalau dia itu adalah salah satu dari orang tua mereka.


"Paman, Kami mau pulang, Mommy pasti mencari kami" ucap Kenzie yang menarik jas hitam bodyguard itu


"apa kamu tidak ingin berkenalan dulu dengan kami" ucap Yudha seraya berjongkok mensejajarkan wajahnya.


"ngga" tolak Kenzo


"Nama Paman,Yudha dan dia Papa kandung kamu, Nama nya Rama" tunjuk Yudha mengarah ke Rama


"kalau begitu kami mau pulang, ini bukan tempat kami" ucap Kenzie


"apa kamu tidak ingin mengenal Papa mu, dia sudah lama mencari mu" Ujar Yudha


"apa mungkin Anggi tidak memberi tahu mereka soal aku" batin Rama


"kalian tumbuh menjadi sosok yang sangat pintar" seru Yudha


"ini salah aku karena tidak becus mencari kalian, seharusnya Papa keliling dunia jika memang ingin bertemu" ucap Rama seraya menunduk lesu


"apa benar kamu Papa kami" tanya Kenzie


"saat melihat wajah kalian, aku sudah bisa menebak jika kalian darah daging ku"


"kenapa Mommy meninggalkanmu, kesalahan apa yang pernah kamu lakukan, sehingga Mommy tidak ingin pernah membahas tentang Papa kandung kami" tanya Kenzo panjang lebar mengerti kisah dibalik perpisahan orang tuanya


Kenzie yang mendengar sedikit bingung dengan pertanyaan saudara kembarnya, apa Kenzo tau selama ini.


"Kenzo jaga bicara kamu" tegur Kenzie


"kenapa kamu bertanya seperti itu, itu masalah Mereka, kita tidak boleh ikut campur" ucap Kenzie


"maafkan aku, aku telah mengecewakan Mommy kalian"


"Papa yang salah" ucap Rama

__ADS_1


"jika Salah kenapa tidak minta maaf saja, Mommy bisa saja memaafkan mu" pungkas Kenzie yang tidak tau apa masalahnya


"bisa diam Kenzie, kamu tidak tau kesalahan apa yang dia lakukan ke Mommy"


"kalau begitu beri tahu aku" paksa Kenzie


"dia selingkuh, karena mengira kita tidak bisa hadir di dunia ini" Jujur Kenzo tidak tahan dengan Sikap polos Kenzie


"apa itu benar?" tanya Kenzie ke Rama


Rama hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Kenzie.


"apa kurangnya Mommy kami, jika tidak menyukainya lagi, kenapa masih mencari kami, kamu sangat egois" pungkas Kenzie


"karena Papa menyesal, ku mohon jangan benci Papa juga, Aku akan menjelaskan semuanya"


"jelaskan sama Mommy, jika Mommy sudah memaafkan mu kami akan mempertimbangkan nya" ujar Kenzie


sebuah telepon milik Yudha berdering, tertera nama Dion dilayar kotak itu.


" ada apa Dion" tanya Yudha di seberang sana


"kenapa kamu mengambil Anak-anak Anggi, kamu sudah keterlaluan, harusnya kamu bicara dengan baik- baik padanya"


" jika bukan seperti itu, sampai kapan harus menunggu"


" dimana Kenzo dan Kenzie" tanya Dion


" Dia sedang berbicara dengan Rama"


" kamu pikir akan mudah untuk berbicara dengan mereka, agar bisa meyakinkan Anggi, kamu salah, anak- anak itu sangat pintar"


" Kenzo tau semuanya jadi akan sangat sulit untuk membujuknya, dan Kenzie belum tau, tapi jika dia tahu kau harus bekerja ekstra untuk mendapatkan perhatiannya"


" mereka anak yang jenius, di umur seperti itu dia sudah tahu semuanya" ungkap Yudha


"Apa kau tidak kasihan dengan Anggi, dia tidak bisa jauh dari kedua Anaknya"


"tentu saja, tapi cuman itu jalan satu-satunya jalan agar dia bisa kembali kesini"


"tapi kamu terlalu gegabah Yudha, kenapa tidak kau bertemu langsung saja dan membicarakannya, sepertinya kamu dalam masalah besar dengan menjalankan rencana mu itu"


"aku tau resiko nya makanya aku nekat" Kata Yudha yakin


"aku tidak bisa membantumu banyak jika menyangkut Anggi, tapi jika untuk kedua Anak itu, aku yang akan membujuknya, mereka mendengarkan kata-kata ku"


"baiklah, Terima kasih"


"aku akan ke sana bertemu dengan Kenzo dan Kenzie" ucap Dion


" Iya"

__ADS_1


Selesai mendapat telepon dari Dion, Yudha mengajak Kedua Anak itu untuk duduk di sampingnya. seperti ingin melakukan pendekatan, barang kali jika Yudha yang berbicara padanya akan sedikit melunak, seperti kata Dion tadi, anak itu sangat susah untuk dibujuk, apalagi sudah tau permasalahan orang tuanya.


Bersambung....


__ADS_2