Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Monster


__ADS_3

"kalian berdua kenapa" tanya Anggi


"tidak ada apa-apa My" ucap Kenzie


"lalu kenapa kalian saling membelakangi begitu, seperti orang musuhan saja"


"itu My, Kenzo duluan"


"ada apa lagi"


"Kenzo nyuruh Aku untuk bujuk Mommy agar maafin Papa"


"hufft" Anggi hanya membuang nafas nya kasar


"dengarkan Mommy baik-baik, ini urusan Mommy dan Papa kamu, kalian tidak boleh mencampuri urusan orang yang lebih tua"


"Apapun keputusan kami berdua, kalian hanya menurut sama Mommy"


"oke, Mengerti"


mereka berdua mengangguk paham, lalu menyantap makanan di hadapannya.


"selesai makan kita ke rumah kakek" ucap nya lalu berfokus ke layar ponselnya


setelah mereka menyelesaikan makannya ingin beranjak dari tempat, seorang wanita yang tidak kalah cantik dengan Mommy nya datang menghampiri mereka.


"Hai Anggi" sapa nya


Anggi mendongakkan wajahnya menatap asal suara itu, betapa malasnya dia saat melihat sosok wanita yang dia cemburui dulu.


"oh Hai" ucapnya lalu tidak memedulikan sang lawan bicara


"mereka siapa, keponakan mu yah" tuduhnya


"Anak-Anak ku" balasnya


" bukannya kamu ngga bisa punya anak, bagaimana bisa itu Anakmu"


"kata siapa aku ngga bisa punya anak"


"bukannya kamu sudah di vonis Dokter, saat kecelakaan waktu itu"


"tunggu, aku klarifikasi lagi yah, aku bukan ngga bisa punya anak, tapi hanya susah, bukan berarti aku ngga bisa punya"


"oh begitu"


"dan satu hal lagi, dari mana kamu tau kalau aku tidak bisa punya anak, bahkan waktu itu Rama menyembunyikannya"


"aku punya kenalan Dokter waktu aku tau kamu kecelakaan" ucapnya panik


"oh yah, peduli sekali kamu dengan keadaanku" sarkas Anggi


"karena aku ingin tau kau sudah mati atau belum" batinnya


"kalau tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi, silahkan pergi karena kamu sangat mengganggu ku Nada"


"baiklah, sepertinya kau berubah banyak Anggi"


"bukan urusanmu"


"sepertinya kali ini lawanku cukup kuat, kita liat apa kau akan selamat lagi kali ini" batin Nada


sepeninggal Nada, Anggi bertanya-tanya, apa waktu kecelakaan dulu ada hubungannya dengan Wanita itu, bukannya dia ingin sekali merebut Rama dari ku.


"My" Panggil Kenzie

__ADS_1


"Mommy" Panggilnya lagi


"Hmm" ucap Anggi tersadar dari lamunannya


"Mommy melamun yah" Tanya Kenzie


"Ngga kok, Mommy cuman Mikirin sesuatu"


"Tante yang tadi yah" tebak Kenzie


"Dia siapa My? " Tanya Kenzo penasaran setelah melihat tingkah Wanita barusan yang diperhatikan nya dari tadi


"dia hanya kenalan lama, Ngga penting kok"


"dia tidak suka sama Mommy" ucap Kenzo


"benar My, tatapannya seperti monster yang mau melahap mangsa nya" ejek Kenzie membenarkan ucapan saudara kembarnya


" husstt, jangan bilang begitu tidak baik, Mommy tidak pernah mengajarkan kamu mengatai orang yang lebih tua dari kalian" tegur nya


seketika mereka berdua memutar bola matanya malas.


"kalau sudah selesai makan, kita balik pulang" ucap Anggi


"baik My"


mereka bergegas keluar dari restoran lalu melaju menuju rumah kakek nya.


...--------------------------...


"Kakek" teriak Kenzie dengan suara melengking nya yang berlari memeluk pria berumur panjang itu sedangkan Kenzo hanya berjalan santai di samping Mommy nya


"pelan-pelan Kenzie, entar kamu jatuh" tegur Anggi


"ngga kok My" teriak nya dari kejauhan


"nah Mommy sudah bilang kan"


Kenzie hanya nyengir kuda di lantai, saat berlarian menghampiri kakeknya tanpa melihat situasi dia Menabrak pelayan rumah yang sedang membawa perkakas kebersihan.


"Ada yang luka, tuan muda baik-baik saja kan" kata pelayan itu


"ngga apa- apa" balasnya


"Kenzie hebat kan My, ngga nangis" ucap Kenzie ke Mommy nya


"itu kan salah mu sendiri" celetuk Kenzo


"Iya kamu hebat, tapi lebih hebat lagi kalau kamu dengarin apa yang Mommy katakan"


"siap Mommy"


"bweee" Ledek Kenzie ke Kenzo menjulurkan lidahnya


yang di ejek hanya menatap datar sang empu


"Dasar kulkas" ejek Kenzie


tanpa memedulikan Kenzie, Kenzo berjalan menuju ruang tamu lalu duduk di samping Kakeknya dan Aunty nya.


Anggun yang melihat interaksi si kembar hanya bisa geleng kepala,pasalnya dia baru kali ini melihat mereka ternyata benar yang di katakan Dion, Anak-Anak itu sangat berbeda walaupun kembar tapi sifat nya bertolak belakang.


"Heyy ,kenalin Aunty Mama nya Aurel, sekaligus saudara kembarnya Mommy kamu" ucap Anggun seramah mungkin


"Hmm" Angguk Kenzo

__ADS_1


"Namanya siapa? "


"Kenzo" singkat nya


"oh iya kamu udah makan? tanyanya lagi


"Udah"


"Kenzo, kamu harus bilang Aunty sayang, jangan kayak gitu" tegur Anggi setelah mendengar perbincangan Anggun dan Kenzo


"Maklumin aja yah, dia memang gitu kalau sama orang baru" ucap Anggi


"ngga apa-apa kok, wajar aja kan masih anak kecil, emang harus di ajarin dulu" jawab Anggun memaklumi


disisi lain, Kenzie berada bersebelahan dengan kakek, sedari tadi dia memainkan tongkat Kakek.


"Kek, ini tongkat apa?, tongkat sihir yah"


"itu untuk bantu kakek berjalan"


"Memangnya Kakek ngga bisa jalan, Kakinya sakit yah"


"tidak, Kakek kan udah tua jadi lemah kalau harus berjalan tidak pakai tongkat"


"tapi kan kakek masih sehat, ngga sakit tuh" heran Kenzie


"hahha, ada aja yah pertanyaan mu" ketawa kakek gemas karena tingkah Kenzie


"kakinya patah?"


"Bukan seperti itu Kenzie, Kakek kan udah tua kalau harus berjalan terus tanpa bantuan mudah capek" jelas Kakek membuat Kenzie hanya mengangguk seperti mengerti penjelasan Kakek


"Anggi aku mau bicara sama kamu" bisik Anggun tepat berada dibelakangnya saat berjalan disisi Sofa


Anggi kemudian berbalik ke arah Anggun sedang berpikir apa yang akan Anggun bicarakan padanya. dengan sigap dia berdiri lalu berpamitan dengan kakek


"Kek aku ke kamar dulu yah" Pamit Anggi


"Ikut" ucap Kenzo


"kamu disini dulu yah, Mommy mau cerita dulu sama Aunty, Oke" kata Anggi


"Baiklah" pasrah Kenzo


Anggi tengah berjalan mengikuti langkah Anggun menuju taman belakang Rumahnya, tidak perlu waktu lama mereka berdua sudah berada disana


"Mau bicara Apa? " Tanya Anggi cukup penasaran


"Sini duduk" Seru Anggun mendudukkan dirinya di bangku taman dengan beberapa taman bunga di setiap Sisinya


" Wahh, ini bunga yang kamu rawat tiap hari yah, indah sekali" takjub Anggi saat melihat disekelilingnya


"iya kamu benar"


"Oh iya Kamu jujur sama aku, tadi pagi kamu menjemput Si Kembar di Rumah Rama kan" Tanya Anggun Tanpa Basa-Basi


"Bagaimana kamu bisa tau, Dion yang memberi tahumu kan" tebak Anggi yang tepat sasaran


"tidak, Dion nggak pernah memberi tahu ku, aku hanya menebaknya sendiri dan ternyata tebakanku benar"


"Anggi, apa kau tidak sadar saat kau menjemput mereka, secara sengaja kamu memisahkan antara Papa dan Anaknya"


"apa aku sejahat itu Anggi, Aku hanya tidak ingin dia mengambilnya dariku"


"Bukan begitu Anggi, kamu bisa mengurusnya, aku tidak menyuruhmu kembali lagi dengannya hanya saja jangan pisahkan mereka, Anak kamu membutuhkan sosok Papa untuknya"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2