
Malam pun semakin larut, Anggi dan Dara segera pulang kerumahnya masing masing,
Setelah sampai di Rumah Rama duduk diruang tamu sambil menunggu Anggi yang belum pulang.
Anggi membuka pintu dan masuk rumah, melihat tatapan Rama yang sangat tajam membuat Anggi terkejut.
Rama : dari mana saja kamu, kenapa kamu baru pulang (dengan nada khawatir)
Anggi : aku habis belanja dengan teman ku, karena aku baru bertemu dengannya, aku menghabiskan waktuku bersamanya.
Rama : lain kali jika kamu pulang terlambat beritahu aku atau bibi.
Anggi : aku tidak tahu nomor handphone mu, makanya aku tidak tahu harus menghubungi siapa.
Rama : kemarikan handphone mu.
Anggi menuruti perkataan Rama memberikan handphone.
Setelah memberikan kembali handphone milik Anggi, dia segera masuk ke kamar untuk tidur yang cukup lama menunggu Anggi, dia berhenti sejenak dan berbalik dan mengucapkan kata
“oh ya, bibi sudah menyiapkan makan malam untuk mu” kata Rama
“ aku sudah makan” balas Anggi
kemudian Anggi masuk kamarnya dan meninggalkan Rama sendiri.
Setelah masuk kamar Anggi berbaring dikamarnya dan memikirkan kejadian tadi, dia merasa bersalah karena pulang malam tanpa memberi tahu orang rumah bahwa dia akan telat pulang sehingga orang rumah tahu keberadaan ku, "apa dia mengkhawatirkan aku, sepertinya dia sedikit kesal tadi" (pikirnya dalam), "lebih baik aku minta maaf saja padanya besok" pungkasnya
“Tunggu kenapa aku harus peduli dengan dia, itukan terserah aku lagi pula dia juga pergi tanpa memberi tahu dia kemana"
"tapi ternyata dia khawatir juga padaku” Anggi
Malam pun berganti menjadi pagi Rama dan Anggi sudah bangun dan menikmati sarapannya rama menyapa bibi
“selamat pagi bi”
__ADS_1
selamat pagi juga tuan kata bibi ija.
Rama melihat anggi yang sudah duduk di meja makan
Rama : ternyata kamu sudah bangun
Anggi : aku selalu bangun pagi.
Rama : apa kamu mau keluar lagi bersama teman mu, (dengan kata menyindir)
Anggi : apa kamu sedang marah karena kejadian semalam?, aku minta maaf jika membuatmu khawatir
Rama : yang khawatir dengan mu siapa? lagi pula aku hanya takut jika kau menghilang, aku harus bilang apa ke kakek, mereka sudah menitipkan kamu ke aku, jadi lain kali jangan membuatku terbebani olehmu
Anggi : kalau kau merasa terbebani, lebih baik tidak usah mencampuri urusanku, anggap saja aku tidak ada dirumah ini. (dengan nada kesal)
Rama : siapa juga yang mencampuri urusanmu, jika kau di culik aku juga tidak peduli, jika kau mati sekalipun. (kesal)
Anggi pergi meninggalkan Rama dari meja makan dan kembali ke kamarnya karena terlalu kesal dengan perkataan Rama, Anggi orang yang sensitif jika mendengar kata yang bisa menyakitkan hatinya, Rama menyadari dirinya mengucapkan kata yang kasar yang diucapkan tadi ke Anggi, Dia merasa bersalah kepada Anggi, tapi dia sudah terlanjur mengucapkan itu. Sepertinya aku sangat berlebihan dengannya.
“kau mau kemana? Anggi tidak menghiraukan Rama yang diajak nya bicara tadi dia hanya langsung keluar tanpa menggunakan mobilnya, Anggi berjalan dan menahan sebuah taksi yang dilihatnya, taksi itu melaju menuju rumah Dara,
sesampainya disana dia menceritakan kekesalannya tadi kepada sahabatnya itu, Dara menghibur Anggi yang sudah sedih sejak tadi pagi.
Tanpa sadar hari mulai malam, handphone Anggi mulai berdering panggilan telepon dari Rama dengan nama kontak Pria menjengkelkan, Anggi tidak ingin mengangkat telpon Rama karena masih sangat sedih, Sementara itu Anggi pergi ke kamar mandi, Dara melihat handphone Anggi yang sudah berdering beberapa kali, Dara yang melihatnya mengangkat telpon itu curiga bahwa itu telpon suami Anggi, Dara mengangkat nya dengan maksud agar suaminya tidak khawatir.
Dara : Halo...
Rama : (tanpa berbasa basi) kau dimana ?
Dara : maaf, aku temannya Anggi, Anggi sedang berada dirumahku, anda tidak perlu khawatir.
Rama : kirimkan alamat rumahmu, aku akan segera menjemputnya .
Dara : baiklah, tapi anda harus berjanji untuk tidak memaksanya, dia sekarang sedang sedih. (dengan nada pelan).
__ADS_1
Rama menutup telpon duluan dan segera berangkat menjemput Anggi. Selang beberapa menit, Rama tiba didepan rumah Dara, Anggi keluar dari kamar mandi menuju sofa duduk bersama Dara lagi.
"Seperti nya dia sudah baik baik saja" ucap Dara di pikirannya.
Dara membujuk Anggi agar tidak bersedih lagi karena suaminya sudah datang menjemputnya, Anggi heran kenapa tiba tiba Rama tau rumah Dara, padahal aku tidak pernah memperkenalkan Dara kepadanya, Dara mengaku bahwa mengangkat telpon miliknya, Anggi merasa jengkel kepada Dara karena memberi tahu posisinya, "maafkan aku, aku hanya tidak ingin kamu bertengkar terlalu lama dengan suamimu".
Dara memberikan pengertian kepadanya akhirnya Anggi menganggukkan kepalanya bertanda dia setuju untuk berhenti kesal. walaupun seperti apa jengkelnya, Dara tau Anggi orang yang cepat lunak dengan emosinya.
Anggi yang sudah siap dijemput oleh Rama menuju keluar dari rumah Dara, Anggi bertemu Mama Dara dan pamit untuk pulang, keluar lah dia dari rumah Dara.
sebuah mobil hitam mewah sudah terparkir menunggu depan gerbang itu, Rama turun dari mobil untuk membawa Anggi masuk mobil, Dara yang melihat suami Anggi terheran karena ketampanan Rama,
" Anggi kenapa tidak mengatakannya kepadaku kalau suami mu sangat tampan" kata Dara.
Rama berbicara kepada Dara
“terima kasih sudah menjaga Anggi, aku akan membawanya pulang”
Anggi yang tidak ingin pulang karena masih merasa kesal ke Rama terpaksa pulang karena Dara selalu mendorongnya kemobil, Anggi masuk ke mobil dan melambaikan tangannya dari dalam mobil,” kamu hati hati yah telpon aku jika sudah sampai rumah” kata Dara.
Anggi belum selesai berpisah dengan Dara tetapi Rama sudah menutup kaca mobilnya dan membuat mobil berjalan.
karena kesal melihat tingkah nya yang terlalu dramatis. Anggi berkata”aku belum selesai berpisah dengan temanku, tapi kau sudah membuat mobil berjalan"
"Bukannya kamu sudah masuk mobil untuk pulang, berpisah dengan teman tidak membutuhkan waktu yang lama" balas Rama
Anggi yang kesal berkata kamu memang lelaki yang menjengkelkan kemudian berbalik membelakangi Rama, karena kesalnya Anggi hanya memerhatikan pemandangan dibalik kaca mobil tanpa berbalik ke Rama, Rama yang cuek berkata "kamu marah lagi sama aku karena hal sekecil itu, oke aku minta maaf".
Anggi tetap diam dengan posisinya." Aku sudah minta maaf tapi kau masih marah kepadaku" kata Rama, Anggi membalas “kau gampang mengucapkan kata maaf tapi tidak dengan perbuatanmu"
" lalu aku harus melakukan apa agar kau memaafkan ku" kata Rama membalas perkataan Anggi.
"Apa aku harus berlutut minta maaf depan mu lalu memberikan mu sebuket bunga mawar, lalu kau baru memaafkan ku", lanjutnya.
Anggi yang kesal mengiyakan perkataan Rama yang baru dia katakan tadi.
__ADS_1
Bersambung.