Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Salah Paham


__ADS_3

Sesampainya Rama dirumah, Rama melihat kakek yang sedang membaca koran di Ruang Tamu


Dengan lesu Rama masuk ke dalam Rumah muka nya di tekuk tak bersemangat


Dari perjalanan menuju Rumah hanya memikirkan dimana Anggi sekarang. Kekhawatiran nya saat berharap kakek tidak menanyakan keberadaan Anggi


Rama telah menunggu Anggi di Ruang Tamu bersama Kakek, sambil mengobrol bersama


"apa kau sudah bertemu Adikmu" tanya Kakek


"belum kek" jawab Rama yang sedari tadi hanya menatap ponselnya


"Rama bisa kau fokus dengan kakek dulu"


"kamu bersama kakek tapi nyawa mu entah berada dimana"


"maaf kek, kakek bilang apa barusan"


"Rama" ucap Kakek kesal


"iya kek kenapa?"


"sebenarnya apa yang kamu pikirkan"


Rama menyimpan Ponselnya diatas meja menghentikan aktivitas nya karena tidak mendapat balasan dari Anggi


"tidak ada kok kek, hanya pusing memikirkan tugas kuliah"


"oh begitu" singkat kakek


"oh Iya Rama, Adik mu" lanjut kakek lagi mengulang pertanyaan nya dari awal


"kenapa dengan dia kek"


"apa kau sudah berbaikan dengannya"


"kalau sudah tidak marah, dia bakalan datang sendiri kek" ucap Rama enteng karena tau sifat Adiknya itu


"kata mama mu dia sudah datang seminggu yang lalu dari jepang, tapi mamamu belum memberi tahu kalau kau sudah menikah"


"cepat atau lambat dia pasti akan tau"


"kenapa bukan kamu saja yang datang mengunjungi nya, ajak Anggi juga"


"kau harus mengenalkan istrimu padanya"


"oh iya sedari tadi Kakek tidak melihat Anggi"


Deg. Kekhawatiran Rama memuncak


Pertanyaan yang paling di hindari Rama


"dia keluar bersama temannya kek"


"Bukannya kakek sudah bilang, jaga dia baik-baik"


"sekali-kali biarkan dia bebas bersama temannya, dia juga butuh hiburan" kata Rama asal padahal Mereka sedang tidak baik baik saja


Sesampainya Anggi dirumah, sedikit mendengar suara dari dalam Rumah, Satu pembahasan yang Anggi bisa tangkap dari pembicaraan mereka yaitu Rama mempunyai Adik


"hmm, biarkan dia bebas" ucap Anggi mengejek sambil tertawa sinis


"Bukannya dia marah kalau aku keluar" gumamnya


Anggi masuk menuju Ruang tamu berharap tidak ada yang menegurnya


" Anggi sudah pulang" ucap Kakek

__ADS_1


Anggi berbalik menghadap kakek mengangguk membenarkan


"duduk sini sebentar, ada hal yang ingin kakek bicarakan"


Anggi menebak nebak yang ingin di bicarakan kakek, pasti tentang Adiknya Rama


Setelah kedatangan Anggi, Rama hanya menatap Anggi dari atas sampai bawah, mencari cari barang yang di jinjing nya tapi tidak menemukan nya.


Rama menelisik satu persatu barang kali dia memakainya tapi tidak satupun disana


Hanya menemukan jejak mata yang sembab, seperti habis menangis.


Melihat itu Rama hanya diam merasa bersalah


"Apa yang ingin kakek bicarakan" sambil duduk sekitar 1 meter dari Rama


"malam ini, kita makan malam bareng keluarga" ucap Kakek tiba-tiba tanpa rencana


"tidak ada acarakan malam ini"


"oh tidak ada kok kek"


Rama hanya mendengar percakapan mereka tanpa membuka suara


"Rama hubungi papa mu kita akan makan malam disana"


"kenapa mendadak begini kek" kata Rama yang belum siap bertemu Adiknya itu


Sebenarnya Rama punya cara sendiri untuk berbaikan dengan Adiknya itu.


Permasalahan diantara kakak beradik itu sebenarnya sangat sederhana, hanya saja Adiknya marah karena pernikahan kakaknya yang tiba tiba dan tidak bisa hadir


Saat mereka berbaikan, keduanya bisa menjadi teman, bahkan saling bertukar cerita.


Berawal dari kesalahpahaman saja, Rama berangkat bersama orang tuanya menuju ke Paris untuk mengungjungi kakeknya, saat itu Adiknya berada di jepang, karena pertukaran pelajar. Jadi hanya mengabarinya saja


Adiknya diberi tahu seminggu sebelum pernikahan. Tapi saat menghubungi Adiknya ponselnya tidak aktif.


Saat itu jaringan disana terputus akibat badai hujan dan angin yang menerjang, bahkan sekolah disana mengalami kebanjiran, akses jalan tertutup. Pepohonan tumbang dan menutupi jalan


Barulah saat Suasana kembali pulih jaringan mulai tersambung, Pesan bertubi tubi muncul tak karuan.


Pesan yang sempat Adiknya baca cukup mengejutkan dan rasa penyesalannya pun datang ke negara ini muncul seketika.


Apa yang harus dia lakukan, hari itu juga kakaknya akan melangsungkan pernikahan, untuk berangkat ke paris pun rasanya percuma.


Hanya kata maaf yang dia bisa ucapkan, dan saat itu dia merasa marah atas dirinya sendiri, untuk memunculkan wajahnya ke kakaknya saja dia sangat malu.


Adik macam apa yang tidak datang di hari bahagia kakaknya.


Tapi Kakaknya juga berhutang penjelasan padanya kenapa begitu tiba tiba.


Saat Adiknya pulang kembali ke jakarta dia meminta penjelasan ke orang tuanya dan menemukan jawaban yang dia inginkan. Semuanya hanya kesalahpaham saja


Mereka terlalu gengsi untuk mengungjungi satu sama lain.


Seperti itulah awal dari kesalahpahaman mereka


Mendengar kata kakek menyuruhnya menelpon papanya, Rama hanya mengerjakannya saja tanpa berpikir apapun


Rama sudah menelpon papanya tapi sepertinya makan malam itu harus dibatalkan, papa dan mamanya sedang berada di luar kota.


"kalau begitu lain kali saja" ucap Kakek kecewa


Anggi bergegas berdiri meminta izin untuk ke kamar nya ke kakek


Anggi berjalan dan diikuti Rama yang mengekori langkah Anggi.

__ADS_1


Anggi hanya cuek dan tidak memdulikan Rama apapun yang dilakukannya


Saat ini dia hanya butuh istirahat, badan dan seluruh tubuhnya seperti remuk bagaikan habis dipukuli,di tambah sakit perut yang tiba tiba dia rasakan semenit yang lalu saat berjalan menuju kamar


Anggi segera ke kamar mandi ingin membersihkan dirinya dari debu dan polusi yang melengket di badannya.


Anggi berjalan pelan menyelaraskan langkahnya dan sakit perutnya yang tak kunjung berhenti.


Di tengah perjalanan nya menuju kamar mandi dia terjatuh tak sanggup melangkahkan kaki nya lagi.


Anggi tersadar saat sesuatu mengalir di bawah sana. Sepertinya tamu bulanannya sudah datang pantas saja hari ini moodnya benar-benar buruk


Rama melihat gelagat Anggi yang cukup aneh. Setelah melihat Anggi yang duduk di lantai, sontak Rama kaget lalu menghampiri nya.


"kau tidak apa-apa"


Rama menemukan Anggi bercucuran keringat dengan wajah yang pucat memegang perutnya erat


"bagian mana yang sakit" ucap Rama lagi khawatir


Anggi tidak berucap sedikit pun hanya sibuk memegang perutnya


"atau kita kerumah sakit saja, aku antar"


"tidak usah" katanya


"tapi wajahmu sangat pucat"


"nanti juga sembuh, aku hanya datang bulan saja"


Rama hanya menatapnya heran, baru kali ini dia menyaksikan seorang wanita mengalami datang bulan. Didepan matanya melihat wanita kesakitan. Apa semua wanita seperti ini, jika datang bulan.


"yah sudah kalau begitu, aku bantu berdiri"


Anggi meraih tangan Rama, tapi kakinya tidak mampu menopang badannya saat ini


Melihat Anggi kesusahan berdiri, Rama tiba tiba menggendong Anggi dengan gaya bridal


"mau kemana" tanyanya


"kamar mandi"


Setelah mengantarnya, Anggi menarik baju Rama saat ingin beranjak dari kamar mandi


"kenapa?"


" aku lupa ambil pembalut"


Rama menghembuskan nafasnya kasar, segera mengambil nya di laci luar kamar mandi


Setelah memberikannya, Anggi kembali menarik baju Rama


"apa masih ada yang kamu butuhkan"


"aku lupa ambil baju"


Setelah mengambilnya lagi, Anggi mengulangnya lagi menarik lengan baju Rama lagi


Merasa kesal karena Anggi tidak memberi tahunya sekaligus. Membuatnya harus pulang balik masuk kamar mandi


"kenapa lagi, mau aku mandiin juga" tanya Rama kesal


"ishh, aku cuma mau bilang terima kasih saja"


"yah sudah kalau selesai panggil aku saja"


Sepertinya aku harus banyak banyak bersabar menghadapi nya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2