
Anggi duduk terdiam mencerna maksud perkataan Dara, saat ini pikirannya benar-benar penuh, ucapan yang begitu jelas tidak mampu membuat Anggi berpikir jernih
"kalau aku bilang Kak Rama itu selingkuh, kamu percaya ngga sama aku" ujar Dara
"jangan bercanda deh, Rama itu mana mungkin selingkuh dari aku" balas Anggi tidak percaya
walaupun memang Rama sedikit mencurigakan akhir - akhir ini, tapi Anggi tidak ingin berpikiran jika Rama selingkuh darinya. Satu fakta yang tidak bisa Anggi pungkiri, Dia memang berbohong padanya
"Ra, dulu aku pernah mengatakan kalau Rama selingkuh dari aku, tapi ternyata itu hanya salah paham, dan kamu selalu bilang sama aku, tidak mungkin jika itu terjadi karena Rama sangat cinta sama aku" ucap Anggi
"tapi kenapa malah kamu yang sekarang bilang begitu, jelas aku ngga bisa percaya begitu saja lah walaupun kamu punya bukti"
"percaya sama aku kali ini, aku juga ngga nyangka Gi, Kak Rama bisa seperti ini"
"udah deh Ra, kalau kamu cuman mau bilang itu sama aku percuma karena aku ngga bakal percaya jika aku ngga liat dengan mata kepalaku sendiri"
"tapi aku punya buktinya kok" ucap Dara seraya menunjukkan beberapa foto hasil jepretannya
"bisa saja kan itu hanya rekan kerjanya, kebetulan aja dia berdua atau sedang meminta pertolongan Rama"
"kamu kenapa sih ngga mau percaya sama aku, Gi, Suami kamu itu udah selingkuh, semua yang dikatakannya itu bohong"
"Ra, apa kamu mengatakan semua ini sama aku, agar aku itu berpisah dengan Rama" ucap Anggi, menahan kesedihannya
"bukan seperti itu Gi, aku hanya ingin kamu tau kalau selama ini hubungan rumah tangga kalian itu tidak sedang baik, aku mengatakannya untuk kebaikan kamu juga, kalau kamu bukan sahabat aku buat apa aku capek- capek mengurusi rumah tangga orang"
"aku mengerti kamu melakukan nya demi aku, tapi apa kamu tidak berpikir bahwa itu sangat menyakitkan"
"lebih baik aku mengatakannya sekarang, dari pada kamu mengetahuinya di kemudian hari tanpa tau apa pun"
"sudah cukup Ra, aku ngga bisa mendengarnya lagi, ini benar-benar sangat menyakitkan"
"Anggi, cepat atau lambat itu akan sama-sama menyakitkan. Lebih baik kamu tau sekarang agar kamu tidak terlalu banyak merasakan sakit" tegur Ardan dengan sedikit tenang di banding Dara yang terlalu menggebu saat mengungkapkannya pada Anggi
"kau tau kami juga berhati-hati bagaimana cara untuk memberi tahumu tentang ini" tambah Ardan
"kau tau kenapa, karena kami peduli sama kamu" tegas Dara
"banyak yang sayang sama kamu Gi, walaupun kehidupan kamu selalu diterjang badai tapi kami selalu bersedia untuk berada disisimu, suka duka harus kita lalui bersama, bukan hanya saat suka kami datang padamu" kata Dara
"tidak apa-apa jika kamu tidak percaya sama ucapan kami, kamu berhak menentukan mana yang bisa kamu percaya atau ngga" ucap Dara pasrah memang sahabatnya yang satu ini sangat keras kepala
Anggi hanya tertunduk lesu, dia masih belum bisa menerima kenyataan pahit ini, wajahnya sudah menunjukkan raut pucat pasih bahkan kepalanya sudah berkunang kunang memikirkan semua kejadian yang memang tanpa sadar selama ini Rama menjauh darinya.
__ADS_1
"Gi, kamu ngga apa-apa kan? " tanya Dara khawatir
"lalu apa yang harus aku lakukan jika semua yang kamu katakan ternyata memang benar"
Ucap Anggi lemah
Dara pun terdiam tidak tau apa yang akan dia harus katakan, karena semua pilihannya akan membuatnya terpuruk dalam kesedihan.
"tinggalkan jika kamu tidak sanggup, bertahan jika kau tidak ingin melepasnya, selama dia tidak ingin berpisah padamu dan ingin memperbaiki kesalahannya, tapi selama kau bertahan hanya rasa sakit yang akan kau dapatkan sedangkan dia tidak mau tau dengan perasaanmu" sahut Ardan kali ini
"aku tau itu sangat sulit, tapi itu hanya salah satu solusi dariku, kamu harus menentukan pilihan Anggi" tambah Ardan
"tapi aku sekarang sedang hamil" kata Anggi seraya menatap lawan bicaranya
Hahhh, mereka membulatkan matanya kaget, bagaimana bisa sekarang Anggi hamil bukannya dia sulit punya anak
"aku tau Ra, kamu pasti tidak percaya kan, karena Dokter memvonisku susah hamil bahkan peluang nya hanya sedikit, Tuhan memberiku keajaiban tapi kenapa di saat seperti ini"
"Brengsek" umpat Ardan mulutnya terus saja mencaci maki seorang Rama.
"kenapa kau menyentuhnya, padahal kau sudah punya wanita lain" batin Ardan seraya mengeratkan kepalan tangannya
"kenapa takdir seolah mempermainkanku, semua cobaan selalu datang silih berganti menerpa ku, aku capek, lelah, aku sudah tidak kuat lagi Ra" pasrah Anggi airmatanya sudah lolos tanpa permisi
"kamu harus kuat, jika kamu menyerah bagaimana dengan anakmu nanti, kau harus menjalaninya sampai akhir"
"lebih baik kau bertemu dengan Kak Rama, minta penjelasan padanya, aku akan menemanimu"
"hmmm" Anggi hanya menurut pasrah
Setelah pertemuan mereka di Kafe, Anggi dan Dara pulang bersama menuju Rumah Anggi untuk beristirahat, selama di perjalanan Anggi mengeluh pusing karena khawatir akhirnya Dara menemaninya karena dia tau Anggi sendiri dirumahnya
"Ra, kamu pulang aja, aku ngga apa-apa"
"Ngga Gi, mana tega aku biarin kamu sendiri disini, kamu itu tidak enak badan"
"aku ngga sakit, hanya pengaruh hamil aja"
"justru kamu sedang hamil makanya perlu pengawasan, kamu mau hal yang dulu terjadi lagi" tegas Dara
"aku masih waras Ra, yang dulu tidak akan ku biarkan terulang lagi"
"bagus, yah udah makanya biarkan aku merawat mu sampai kamu benar-benar sehat"
__ADS_1
Ucapan terakhir Dara yang tidak ingin dibantah
"terserah kamu saja" pasrah Anggi
"kamu butuh sesuatu ngga" tawar Dara
baru kali ini Dara menawarkan sesuatu pada Anggi, dengan jail Anggi mulai melancarkan aksinya, kesempatan aku kerjain nih anak, kebetulan dia mau.
"kalau begitu ambilkan aku air dong, haus nih"
"iya, tunggu yah"
Semenit kemudian, setelah Dara membawa nampan berisi air segelas
"Ra, lapar nih"
"kamu belum makan yah"
"hmmm" Angguknya
"kamu mau makan apa?, kita pesan aja yah, kamu kan tau aku ngga bisa masak"
"tapi aku mau kamu yang masak Ra"
"jangan aneh-aneh deh Gi, entar kamu keracunan makan masakan aku"
Anggi memasang muka memelasnya agar Dara menuruti keinginannya.
"Nasi goreng mau"
"boleh, yang penting kamu yang masak"
"yah udah" pasrah Dara
Selama ini Dara ngga pernah masak, bahan dapur aja dia ngga tau, tapi dia tetap melakukannya, dengan petunjuk video cara membuat nasi goreng yang dia lihat di layar ponselnya.
Seperti sesuai petunjuk Dara melakukannya dengam telaten
Karena penasaran dengan Dara, Anggi mengintipnya siapa tau dapurnya kebakaran, bisa jadi bertambah masalah.
Anggi sedikit cekikikan melihat Dara pusing membedakan bahan dapur, tersadar seseorang ada dibelakangnya, Dara sedikit mengulum senyuman karena membuat Anggi sedikit lebih ceria dibanding tadi.
"please deh Gi, jangan ketawain aku, mending kamu bantuin aku disini, entar Nasi gorengnya keasinan" ujar Dara
__ADS_1
Bersambung