
Malam ini Anggi baru pulang dari kantor, semenjak kepergian Dion ke Indonesia Anggi pusing sendiri mengurus kedua Anaknya Kenzo dan Kenzie tinggal sendiri dirumah ditemani oleh pembantu dan satpam yang sudah lama bekerja di rumah itu.
selama Anggi pergi, Kenzo dan Kenzie menuntaskan Misi nya yang sudah ditugaskan oleh Daddy nya.
"Ya ampun, kenapa rumah berantakan begini, lalu kenapa kamar Dion terbuka begini" cerutu Anggi
"Kenzo Kenzie" Teriak Anggi meneriakkan nama anaknya
Namun tidak ada sahutan dari mereka, Anggi berjalan menuju kamar tapi tidak menemukan mereka juga, pembantu dan Satpam juga tidak ada
"apa rumah aku kemalingan yah" Pikir Anggi
setelahnya Anggi baru sadar bahwa Anaknya tidak ada.
"Kenzo Kenzie" teriak Anggi lagi
"dimana kalian"
disaat seperti ini siapa yang bisa menolongku, tidak ada keluarga dan Kak Dion juga tidak di sini, pikiran Anggi sudah tidak tau entah kemana, rasa kehilangan dan kesepian sudah merasuk jiwanya.
dengan suara gemetar, Anggi menelpon Dion siapa tau dia bisa membantunya mencari keberadaan Anaknya.
"Kak" ucap Anggi dengan suara liriknya
"Anggi kamu kenapa, apa terjadi sesuatu" jawabnya panik tidak biasanya Anggi seperti ini
"Anak-anakku hilang, aku tidak tau mereka kemana, rumah semuanya berantakan"
"kamu tenang yah, akan ku coba cari mereka disini" kata Dion yang terbangun dari tidurnya di pagi hari
"Apa aku telpon polisi saja" usul Anggi
"jangan, kamu tenang dulu mungkin ada disekitaran rumah"
"aku takut terjadi apa-apa sama mereka"
Dion mulai membuka Laptopnya, mencari lokasi dimana keberadaan mereka, keningnya mengernyit sedikit bingung, masih ada di sekitar rumah.
"Anak ini rencananya sangat keterlaluan"
Dion menelpon Kenzo, mungkin saja mereka mengangkat telpon nya
"Iya Daddy"
__ADS_1
"kamu pulang sekarang, Mommy kamu panik banget"
"Mommy baru pulang"
"sekarang, kamu ngga kasihan liat Mommy kamu begitu"
"baiklah"
terpaksa mereka kembali, sambil berlari masuk ke rumah
"Mommy" teriak Kenzie saat melihat mommy nya terlihat begitu panik
"kalian kemana saja, kamu tau Mommy takut terjadi apa-apa sama kalian"
"kami cuma main sebentar kok diluar my"
"Mommy sudah bilang jangan keluar rumah tanpa seizin Mommy" tegur Anggi
"Bibi, kenapa membiarkan mereka keluar lalu rumah dibiarkan seperti ini" kata Anggi sedikit kesal
"maaf nyonya, tapi.. " ucapnya tertahan saat Kenzo menarik tangan Bibi
"Maafin Bibi, kami yang melakukan semuanya"
"ngga" tolak Kenzie
"iya" kata Kenzo
"Kenzo, kamu itu kenapa sih"
"jangan Bohong" ucap Kenzo
"apa alasan kalian?" tanya Anggi
"kami bermain tapi lupa membersihkannya" ucap Kenzo
terlihat perasaan lega dari wajah Kenzie, pikirnya Kenzo akan mengatakan sebenarnya
"Mommy ngga mau tau, pokoknya bersihkan semuanya" perintah Anggi
setelahnya Anggi naik menuju kamar Dion untuk menutup pintunya, namun sedikit berantakan. terpaksa Anggi merapikannya, karena Anggi tau Kamar Dion ada dokumen yang penting kalau Mereka yang merapikan bisa saja akan hilang
Kenzo dan Kenzie saling melirik saat melihat Mommy masuk ke Kamar Daddy nya. tercetak senyum di wajah yang sangat mirip itu, berharap semoga rencana nya kali ini berhasil.
__ADS_1
"Mommy baca ngga yah" tanya Kenzie
yang ditanya hanya mengangkat bahunya bertanda tidak tau. sang empu hanya sibuk memungut satu persatu mainan yang mereka hamburkan tadi.
Mata Anggi mengangkat sebuah amplop terselip di buku yang letaknya di atas meja. di lihatnya itu tertulis namanya berarti itu ditujukan untuknya.
sepersekian detik amplop itu di buka, sebuah surat yang cukup panjang jika dia membacanya. Anggi mendudukkan dirinya di atas kasur milik Dion.
"For Anggi"
"aku tidak yakin kamu akan membacanya atau tidak, intinya aku menulis surat ini sebelum aku berangkat nanti ke Indonesia.
Pertama aku ingin mengatakan maaf karena meninggalkan kalian di sana, sebenarnya aku juga terpaksa melakukan ini, karena orang tua ku membutuhkan ku juga, aku tidak akan membahas soal kepergian ku disini, aku ingin menyampaikan kabar Rama selama ini setelah kau tinggal bertahun lamanya.
oh iya, sebenarnya sudah ada yang tau kau tinggal dimana, karena aku tidak tega membiarkan orang yang peduli denganmu selalu mencari keberadaan mu tapi kau tenang saja, aku tidak memberi tau Rama.
Dara, Ardan, Kakek, Anggun dan Kakek mertua mu tau di mana kau berada itu saja orang yang aku beri tau, Maaf yah tidak bisa mengabulkan permintaanmu agar tidak memberi tahu mereka. Tapi kamu tenang saja mereka tidak akan membocorkan nya karena mereka menghargai keputusan yang kau ambil
Kau tau selama ini Rama dan Yudha mencari mu termasuk keluarga Rama, kehidupan mereka di selimuti rasa bersalah, kesalahan bodoh yang pernah mereka lakukan membuatnya menyesali semuanya.
aku tau semuanya dari Dara, dia menceritakannya padaku, awalnya aku tidak mempercayainya namun setelah aku membuktikannya memang benar apa yang dia katakan.
Viona orang yang sudah merebut Rama darimu sudah meninggal, Anak yang dia kandung juga meninggal saat berumur 2 Tahun. yang paling membuatku tidak percaya ternyata Anak yang dikandung Viona itu anak Yudha. semuanya hanya kesalahpahaman. tapi aku juga tidak mau membela keduanya karena mereka salah.
aku hanya menjelaskan intinya untuk penjelasan lebih lanjut biarkan Rama dan Yudha yang memberi tahu mu semuanya. karena aku tidak berhak mengatakannya.
Rasa benci mu padanya, aku juga tidak yakin apakah sudah sembuh atau belum, semua keputusan ada di tanganmu, karena aku tau rasa benci mu sangat besar sehingga kau tidak ingin kembali. semua orang menanti kedatangan mu kembali berharap kesedihanmu sudah hilang berganti kebahagiaan karena kehadiran Anak-anakmu.
satu hal lagi, kedua anakmu selalu saja menanyakan Papanya. aku tidak tau harus mengatakan apa, karena aku tidak berhak memberi tahunya, biarkan mereka tau tentang Rama bagaimana pun juga dia membutuhkan sosok itu.
hanya itu yang aku mau katakan padamu, aku tidak berani mengatakan langsung padamu karena aku yakin kamu pasti tidak ingin mendengar ku, kuharap kau ingin menyusul ku setelah membaca surat ini. Sampai Jumpa"
surat dari Dion membuat jantungnya berdetak kencang, kenyataan tentang wanita yang di pertahankan Rama dulu meninggal, senyum kecut terlihat jelas di wajah Anggi. perasaannya saat ini bercampur aduk entah apa yang dirasakannya, perasaan lega ternyata selama ini dia tidak bersama wanita itu lagi namun kenyataan pahit membuat hatinya teriris mengetahui dia meninggal.
"apa yang terjadi saat aku pergi" tanyanya penasaran
memang benar selama ini Anggi tidak ingin mendengar penjelasan apapun lalu memutuskan untuk pergi, luka yang diterimanya membuatnya tuli, perlakuan kasar dari Rama sudah membuktikan bahwa lelaki itu sudah tidak ingin bersamanya lagi.
"Mommy" teriakan dari luar yang diyakini berasal dari suara salah satu anaknya membuat Anggi meninggalkan kegiatan membacanya.
betapa kagetnya Anggi saat beberapa orang datang berpakaian hitam datang ke rumahnya, lalu menggendong kedua anaknya untuk dibawa pergi.
"mau kau bawa kemana Anak-anak ku" teriak Anggi yang tidak sahutan dari mereka.
__ADS_1
bersambung....