
Setelah memikirkan tentang perjodohannya, akhirnya dia berusaha untuk mengiyakan permintaan kakeknya.
walaupun dia masih ragu untuk menerima perjodohan itu, dia juga mengkhawatirkan keadaan kakeknya, lagi pula dia masih belum bisa melupakan mantan pacarnya yang sangat dia cintai tetapi dia di tinggalkan sama mantan pacarnya karena sebuah karir keartisannya.
Mantan pacarnya bernama Luna, meninggalkan Rama karena tidak ingin karir nya hancur akibat ketahuan publik berpacaran.
Setelah kakeknya sadar dari pingsannya, Rama menemui kakeknya meminta maaf dan memberitahu nya bahwa dia setuju untuk menikah dengan Anggi.
Terlihat senyum bahagia di wajah kakeknya,
"kakek tau, kamu anak yang sangat baik, selama ini kau tidak pernah mengecewakan kakek" kata kakek dengan suara lemah
" sebaiknya kakek istirahat saja dulu, kakek tidak perlu mencemaskan masalah ini" ucap Rama
Disisi lain diruang tamu keluarga di kediaman Rumah mewah milik Kakeknya Anggi, tanpa kakeknya, Orang tua Anggi memberitahu tentang perjodohan yang mereka bicarakan tadi di Rumah Sahabat kakeknya.
"Sayang saat di Rumah Sahabat Kakek mu tadi, kakek menjodohkan mu dengan Lelaki yang kau ajak bercerita tadi" ucap Papa Anggi
Tanpa berpikir panjang, Anggi langsung menolak perjodohan itu,
“ Papa pikir ini zaman siti nurbaya melakukan perjodohan, pokoknya aku tidak mau, aku bahkan belum kenal dengan dia, lagi pula aku masih dibawah umur untuk segera menikah, masih banyak waktu untuk memilih lelaki yang cocok untuk ku" jelas Anggi kesal
“Iya, Papa mengerti dengan usia mu yang masih sangat muda, tapi umur kamu sudah bisa untuk menikah, kamu sudah 19 tahun" Jawab Papa Anggi memberikan pengertian pada anaknya
“ tapi bukan berarti Anggi harus menikah kan di usiaku yang muda, aku bahkan belum menikmati masa muda ku Pah, keseharianku hanya di sekolah dan di rumah, ketika aku menikah bukannya aku akan tinggal dirumah mengurus suami dan rumah tanggaku nanti dan aku tidak bisa kemana mana lagi, ruang gerak ku tidak akan bebas dan terbatasi" ucap Anggi yang sudah stress memikirkan perjodohan itu.
Mama anggi menambahkan perkataan suaminya “ Anggi, ini permintaan Kakek mu, Papa sama Mama hanya menyampaikan ini untukmu, jika Kakekmu tahu kamu menolak perjodohan ini kami pasti akan kena marah karena tidak bisa membujuk mu, bukannya kamu tahu sendiri bagaimana kalau kakekmu marah, dia bisa melakukan apa saja agar kamu setuju"
Anggi tau jika menolak permintaan kakeknya, Orang tua dia yang akan jadi imbas nya,selama ini Anggi selalu mengalah demi orang tua mereka, walaupun kakeknya menyayangi nya tetapi bukan berarti pendiriannya bisa di ubah.
“ kakek sangat keterlaluan” Anggi berteriak sambil meneteskan air matanya
"Sayang Mama tau ini sangat berat buat kamu, Mama juga belum rela kau menikah, tapi bisakah kau mengerti posisi kami"
"Kenapa harus Anggi Mah, apa susahnya menolak perjodohan ini, aku yakin pasti lelaki itu juga tidak ingin di Jodohkan"
__ADS_1
Kakeknya masuk ke dalam ruang tamu mendengar
"mereka sudah menyetujui perjodohan ini, Cucunya sudah mengiyakan permintaan kakeknya, kenapa kamu malah menolak mereka? " ucap kakek tegas
"Anggi, kau tidak ingin membuatku malu di hadapan sahabat kakekmu ini kan"
(Anggi berlari ke kamarnya dan mengunci pintu sangat kesal mendengar perkataan kakek nya)
"Anggi" teriak mamanya khawatir
"kalian tidak perlu mengkhawatirkan dia, biarkan dia berpikir tenang"
Anggi sangat merenungi perjodohan nya dengan Rama, dia memikirkan kehidupannya nanti, mau tidak mau Anggi harus menyetujinya karena kakeknya yang memintanya, Anggi takut dengan kemarahan kakeknya akan berdampak pada orang tua yang disayanginya.
tiba tiba dia mendapatkan sebuah ide “kenapa aku tidak berpikir dari tadi setelah menikah untuk hidup berpisah dari orang tuanya nanti dan hanya tinggal berdua saja, jika aku tinggal berdua bukannya aku bisa memiliki kamar terpisah, walaupun aku tinggal di atap yang sama, aku tidak bisa membayangkan jika aku sekamar dengan nya (merinding menghayalkan yang di pikirnya)
dia memang suami ku nantinya tapi tetap saja aku harus mengenalnya dulu dan suka dengan dia dahulu.
Setelah berpikir panjang selama 2 minggu dia akhirnya menyetujui nya, dia juga tidak ingin orang tuanya kena marah oleh kakeknya.
“ aku akan menyetujui perjodohan itu tapi aku punya persyaratan”
kakeknya membalas “ katakan lah”
Anggi pun mengucapkan persyaratanya
“ aku ingin setelah menikah kami hidup dirumah berpisah dari kalian”
Papa dan mamanya tertawa
“ kamu pikir papa sama mama akan mengganggu kamu berbulan madu” kata Mama nya
Anggi bermuka cemberut mendengar perkataan Mama nya
“ Maksud Anggi bukan seperti itu, hanya saja, Aku tidak ingin kalian ikut campur dengan kehidupan kita nanti" kata Anggi
__ADS_1
kakeknya pun menambahkan “ itu terserah kalian yang penting kalian menjalankan perjodohan ini, untuk urusan keuangan kalian dan fasilitas kamu nantinya, kakek akan mempersiapkan semuanya, kamu bisa berkuliah di Universitas yang sama dengan suami mu jadi akan ada yang menjagamu nantinya"
"Orang tua Rama juga tinggal di Indonesia, jadi masih ada yang akan mengunjungi mu". Ucap Papa Anggi
"Kemarilah duduk di samping ku" kata Kakek ke Anggi
Anggi berjalan lalu duduk di samping kakek, dengan hangat meraih tangan Anggi, menggenggam dengan penuh harapan agar tidak mengecewakan nama baik kakeknya.
" kau adalah cucu kakek satu satunya, kakek mengerti kau pasti belum bisa menerima ini, dengan usia mu yang masih muda, kau masih ingin bebas melakukan yang kamu inginkan. " kata Kakeknya
" Apa kakek sayang sama Anggi? " dengan nada manja
" Tentu saja kakek sangat menyayangi mu, kakek melakukan ini karena ingin melihat mu bahagia, Rama adalah lelaki yang tepat untuk mendampingi mu, cepat atau lambat kau pasti akan menyukainya". Ucap Kakek Anggi.
Setelah sebulan membicarakan perjodohan, Upacara pernikahan yang dipersiapkan dilakukan dengan tergesa gesa, kedua keluarga mengkhawatirkan Rama dan Anggi akan berubah pikiran.
mereka pun menikah dengan suasana sederhana yang di hadiri oleh kedua belah keluarga nya saja di Paris,
Mereka sangat bahagia melihat Putra dan Putri nya sudah menjadi pasangan.
Orang tuanya menyewa hotel untuk mereka berdua, tentu saja saat dikamar, mereka tidak mengobrol sedikit pun, suasana sangat canggung. Mereka bahkan tidak tidur semalaman hanya duduk termenung, karena tidak ada dari mereka yang menginginkan pernikahan ini.
Saat pagi mulai muncul, mereka bersiap siap menuju bandara untuk pulang ke Indonesia.
mereka berpamitan dengan keluarganya yang berkumpul mengantar mereka di bandara, Anggi meneteskan air matanya terharu karena tidak ingin pisah dengan orang tuanya.
Orang tua rama meyakinkan mereka akan menjaga Anggi dengan baik karena Anggi sudah menjadi bagian dari mereka.
Di dalam pesawat mereka baru tertidur karena mengantuk. Bahkan saat makan siang pun tidak dipedulikan mereka.
Pesawat sudah lepas landas bertanda telah tiba di Indonesia, mobil yang akan menjemput mereka sudah menunggu 30 menit yang lalu, mobil mereka telah siap mengantarkan mereka ke tempat mereka masing masing.
Setelah sampai mereka mendaftar kan pernikahannya di Biro Urusan Sipil Jakarta, Rumah yang telah dipersiapkan untuk mereka berdua juga sudah siap, letaknya juga startegis dekat dengan kampus mereka.
Bersambung..
__ADS_1