Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Jujur


__ADS_3

Saat sampai dirumah, Rama menyadari ada yang berat di saku jas milik Dion, Rama segera memeriksanya.


Terdapat sebungkus rokok dan alat membuat api disana, Rama melotot saat mendapatkannya


"apa Dion selama ini merokok yah"


Tanpa basa basi Rama meletakan nya kembali ke saku jas itu lalu beranjak menemui Anggi yang sedang berbaring di tempat tidur


Karena merasa kantuk tidak kunjung datang menghampirinya malam ini, Rama bergerak turun dari tempat tidurnya dengan pelan dan hati-hati, Rama melepaskan pelukan Anggi yang tengah tertidur pulas di pelukannya


Rama berjalan menuju balkon dan pandangannya tertuju pada jas milik Dion yang berisi Barang yang tidak pernah di coba sekalipun


Kata orang merokok dapat menyebabkan kanker dan gagal ginjal, namun sepertinya malam ini tidak berlaku bagi Rama.


Semua fakta tentang bahaya merokok dia tepis malam ini, seperti kata orang yang kecanduan pada rokok, tidak berlaku seberapa bahayanya pendapat mereka itu merokok dapat menghilangkan Stress dan rasa menenangkan jika sedang banyak pikiran.


Untuk sementara Rama memilih untuk mengurangi stresnya, jika sekali mencoba mungkin tidak akan berpengaruh padanya


Rama mulai membakar ujung rokok itu kemudia dia menyesap nya


uhukk uhukk


Sekali nyesap Rama langsung terbatuk. Tapi dia masih tetap melakukannya sampai habis.


Rama menghembuskan nafasnya kasar, seperti yang orang bilang stressnya sedikit berkurang.


Disisi lain Anggi terbangun ditengah malam merasakan tidak ada orang di sampingnya.


"Rama kemana yah"


Dengan sigap Anggi bangun dari tempat tidurnya, sedikit berjalan untuk mencari Rama disekitar rumah, masih bisa untuk Anggi mengingat bekas operasinya sudah mengering


"Rama" panggil Anggi


Anggi mencari di kamar mandi namun tidak menemukannya disana.


Mendengar suara batuk membuat Anggi berbelok arah menuju balkon kamarnya.


Terlihat sebuah bayangan orang yang sedang berdiri di pembatas besi, Anggi yakin itu Rama.


Anggi berjalan ke arah Rama, terdapat asap yang mengepul di sekitaran. Anggi terdiam sesaat ditempatnya menyaksikan apa yang dilakukan Rama disana.


"Baru kali ini aku melihatnya merokok, apa baru kali ini dia mencobanya?" batin Anggi


Anggi bahkan memberikan ruang untuk Rama menghabiskan sepuntung rokok yang sudah dicobanya.


"apa dia sangat stress, sampai mencobanya bahkan menyiksa dirinya"


"Rama" panggil Anggi di ambang pintu balkon


Dengan panik Rama langsung menyembunyikan sebungkus rokok itu beserta koreknya di saku celananya


"sayang, kenapa kamu bangun" tanya Rama berbalik menghadap Anggi


"Aku tidak melihatmu, makanya aku mencarimu" ungkap Anggi


"aku belum mau tidur"

__ADS_1


"apa kau banyak pikiran" tanya Anggi menatap mata Rama


"ngga, hanya saja masih belum ngantuk" sahut Rama


Anggi sedikit mendekat ke Rama sepertinya Anggi ingin memeluk Rama.


"jangan mendekat Anggi" panik Rama karena sekarang dia bau rokok


"kenapa? " tanya Anggi mengerutkan keningnya


"tidak apa-apa, hanya saja aku bau belum mandi"


"tidak masalah bagiku, selama itu kamu"


Bukan Anggi jika dia tidak berhasil meluluhkan Rama walaupun sudah dilarang.


Dengan pasrah Rama menuruti tingkah Anggi


"apa kau tidak mencium sesuatu?" tanya Rama


"aku sudah melihatmu dari tadi, jadi tidak usah menyembunyikannya, atau melarang ku untuk mendekatimu" ucap Anggi


"kau melihatku" tanya Rama meyakinkan perkataan Anggi


"hmm"


"lalu kenapa tidak menegurku"


"aku hanya ingin membiarkanmu, bukan berarti menyuruhmu melakukannya, aku lihat kau begitu stress, mungkin dengan itu kau bisa merasa lebih baik"


"bukan seperti itu sayang"


"tidak usah menyangkal, seberapa banyak pun kau menyembunyikannya aku tau bagaimana perasaanmu"


"iya kau benar, aku memang banyak pikiran tapi itu bukan hanya kamu, urusan kerjaan juga"


"Sayang, apa aku boleh bertanya padamu"


"tentu saja, apa pun aku akan menjawabnya"


"tapi kau harus janji dulu, untuk jujur padaku dan tidak akan marah"


"hmm, katakanlah"


"ini mengenai Nada"


"Nada" heran Rama


"sebenarnya waktu di kafe aku mendengarmu bercerita dengan Kak Dion di toilet, kau sedang menelpon Nada kan"


Rama seketika kaget, ternyata Anggi mengetahui itu, tapi kenapa dia diam saja selama ini dan baru memberi tahunya sekarang


"apa yang kau dengar" tanya Rama menelisik sampai dimana Anggi mengetahuinya, apa dia juga tahu kalau Nada menyukainya


" kau sepertinya sangat khawatir mengetahui jika dia sangat frustrasi, tapi kenapa ingin merahasiakannya dariku"


"bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin membuatmu banyak pikiran karena kamu itu sangat cemburu padanya, kamu tau kan Nada itu tinggal sendiri di sini orang tuanya berada di luar negeri, hanya aku yang paling dekat dengannya karena aku sahabatnya"

__ADS_1


"aku mengerti kau itu sahabatnya, jika kau memberi tahuku dengan jujur, aku masih bisa mengerti niat baikmu tanpa aku salah paham"


Anggi duduk seraya diikuti oleh Rama. Mereka hanya berbicara dengan kepala dingin, karena Anggi tau jika dia memberi tahu Rama dengan emosi, Rama pasti akan dikuasi rasa bersalah


"yang membuatku paling kecewa, kau rela menemuinya lalu meninggalkanku sendirian disana, tapi aku masih berusaha berpikir positif, aku yakin kau pasti memiliki alasan dibalik itu"


"Anggi, maafkan aku karena salah memutuskan sesuatu, aku begitu bodoh lebih memilih melihat keadaan Nada, kau tau aku berpikiran karena ada Dara yang menemanimu, jadi aku merasa kau sedikit aman, tapi nyatanya aku salah" sesal Rama seraya menundukkan kepalanya menyesal


"aku tidak suka kau menunduk lesu seperti itu, tatap aku, jika kau memang menyesal maka perbaiki kesalahan itu" kata Anggi


"terima kasih, karena kau selalu mengerti dan selalu menjadi kekuatan bagiku"


"kemari" titah Anggi


Anggi langsung meraih tubuh Rama dan memeluknya memberikan kasih sayangnya agar Rama lebih tenang.


"sebenarnya aku tau kalau Nada itu sudah lama menyukaimu" ungkap Anggi


"kau tau dari mana"


"aku ini seorang wanita, sama seperti dia, otomatis aku tau bagaimana perasaan wanita terhadap orang yang disukainya"


"saat itu Nada mengungkapkan perasaannya padaku, bahkan dia berani menciumku tiba-tiba" jujur Rama sampai dia keceplosan mengatakan semuanya


"apa, kamu berciuman dengan Nada" kaget Anggi


"bukan aku sayang, tapi dia yang memulainya, aku kaget saat dia tiba-tiba menciumku, bahkan dia.. " Ucap Rama menghentikan ucapannya baru sadar dia membangunkan harimau


" tapi kamu suka kan, ngga usah munafik" kesal Anggi


"ngga lah, aku lebih suka jika itu kamu"


"kau tidak suka tapi kau menikmatinya"


"sumpah sayang, bibirnya itu ngga enak, lebih enak kamu ada manis-manisnya gitu" kata Rama mengangkat 2 jarinya membentuk V


Anggi memutar bola matanya malas, dia sangat kesal dengan kejujuran Rama kenapa hal itu dia tidak sembunyikan saja.


Anggi beranjak dari duduknya ingin masuk kedalam


"mau kemana? " tanya Rama


" mau masuk, disini sangat panas"


"panas apanya, ini dingin malahan" ucap Rama


"yang panas itu hatiku" batin Anggi


"ganti baju mu, aku ngga suka kau berbau rokok" ucapnya seraya memasuki kamarnya


"mulai deh bawelnya" batin Rama


"jangan lupa sikat gigi dan cuci mulutmu juga" tambah Anggi


"iya iya sayang"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2