
Anggi bangun dari tidur nya, mengerjapkan kelopak matanya. Sinar matahari menyilaukan disisi kanan pipinya.
Anggi tersadar berada di tempat tidur saat ini.
Melihat kesisi kirinya tidak ada tanda orang disana.
Anggi mengelus dadanya tenang.
"kemana dia sepagi ini"
"Apa dia tidak tidur di kamar ini semalam"
Baru saja ingin melangkahkan kaki nya, ada seorang yang menahan tangannya.
“Kau mau kemana?” Tanya Rama
“tentu saja ke kamar mandi, aku mau mandi” jawab Anggi
“aku dulu” ucap Rama
“bukannya aku duluan yang bilang” balas Anggi
“ya sudah kalau gak mau ngalah, aku akan mandi sekarang”.
Melihat tubuh Rama yang di penuhi dengan keringat, sepertinya dia habis berolahraga pagi ini
"ih kamu bau keringat" sontak memencet hidungnya lalu mengibaskan tangannya menyuruh Rama menjauh
"makanya aku mau mandi duluan"
"ngga, aku dulu ini sudah jam Berapa Rama , aku mau berangkat ke kampus"
Anggi berjalan mendahului Rama.
Tak mau kalah Rama juga pergi menuju Kamar mandi, karena memang dia sudah tidak tahan untuk membasahi tubuhnya.
Saat didepan pintu kamar mandi, mereka berebutan masuk.
“Rama, kamu itu kok gak mau ngalah sih”
“Apa?, coba ulang kata kata mu yang barusan, aku ingin mendengarnya sekali lagi”
“Gak mau” jawab Anggi Cuek
“Hahaha,baru kali ini kau menyebut namaku”
“Kau mendengarnya dengan jelas tapi memintaku mengulangnya” anggi dengan wajahnya yang menyeringai
“sesenang itu kau saat aku menyebut namamu” lanjutnya
“Biasa aja kok” merubah raut wajahnya menyeringai kesal
“minggir sana”
“Kalau kau masih bersih keras tidak mau mengalah, yah sudah kita mandi bareng aja”
Menggapai tangan Anggi yang sudah memegang gagang pintu kamar mandi lalu menyeretnya masuk bersama.
“Oke siapa takut” kata Anggi yang sok berani namun sangat takut
Rama memulai membuka baju kaosnya di dalam kamar mandi sambil menatap Anggi.
“Kau pikir aku tidak tau kau sedang mengerjaiku, kita lihat sampai dimana keberanianmu, paling kau hanya membuka baju mu hanya untuk mengancamku saja” di pikiran Anggi sambil mempertahankan keberaniaannya
“oh anak ini berani juga, kita lihat sampai mana kau bertahan” sedikit kaget saat Anggi tak bergeming dari tempatnya
__ADS_1
Rama mulai membuka bajunya lalu memegang celananya, menurunkannya perlahan sambil melihat ekpresi ketakutan Anggi
“Rama berhenti, apa yang sedang kau lakukan?. Tanya Anggi
Rama menipu Anggi berpura pura membuka celananya, akhirnya dengan spontan Anggi menutup mata nya dengan kedua tangannya lalu berbalik membelakangi Rama.
Rama hanya tersenyum melihat Anggi yang tidak berani membuka matanya.
“tunggu apa lagi, ayo sini mandi bersama ku”
Ucap Rama yang sedang menjahili Anggi sambil memutar kran shower.
Suara air yang jatuh ke lantai membuat Anggi bergegas keluar dari kamar mandi lalu menutup kamar mandi itu
Rama yang berada di dalam kamar tersenyum puas melihat ekspresi Anggi tadi
“tidak malu banget sih anak itu, bisa bisanya dengan berani dia membuka celananya di hadapan ku” menggeleng gelengkan kepalanya ngeri
Rama tertawa sangat puas didalam kamar mandi.
“Dasar cowok sinting” berteriak lalu menendang pintu kamar mandi.
Mendengar Anggi berteriak dengan kesal, menambah kesenangannya, tanpa sadar dia mukul tembok kamar mandi karena terlalu girang membayangkan kekesalan Anggi di luar sana.
Setelah keluar kamar mandi, dia melihat Anggi yang tertidur sangat nyenyak di tempat tidur sambil memeluk memegang ponselnya
“apa dia benar benar tertidur?” pikir Rama
Rama mengecek kembali Anggi yang tidur menyamping menghalangi wajahnya benar benar tertidur atau hanya berpura-pura saja.
Tiba tiba Anggi berbalik.
Plakk...
Rama jatuh menimpa Anggi yang hanya memakai handuk itu
Awwww..
segera mendorong tubuh Rama yang tanpa busana itu.
“apa lagi yang coba kau lakukan sekarang?,
kau itu sungguh aneh yah?”
“aa ku (terbata-bata) aku hanya ingin membangunkan mu kalau aku selesai mandi, Tapi kamu malah berbalik” membela dirinya
Anggi menatap tajam wajah Rama, dengan penuh kekesalan.
“kau berbohong, kenapa kau tidak teriak saja didepanku, kenapa malah naik ke tempat tidur”
Rama yang sudah terlihat malu karena ulahnya, hanya mengatakan ini kan kamarku, terserah aku mau melakukan apa.
Anggi kesal mendengar Rama yang seenaknya saja. Anggi meninggalkan dia ke kamar mandi saat Rama sedang asik berbicara.
Saat berbalik ingin berceloteh lagi Anggi sudah tidak ada.
Rama hanya tersenyum melihatnya, dia menuju ke Ruang ganti untuk memakai bajunya.
Saat Anggi selesai mandi dia langsung berlari menuju Ruang ganti takut Rama akan melihatnya.
Rama duduk di atas Sofa yang sedang menunggu Anggi selesai memakai pakaiannya.
Tak lama kemudian Anggi keluar melihat sosok pria yang sudah cukup lama duduk diatas sofa.
“Kenapa menatapku?” tanya Anggi
__ADS_1
“Kenapa kau memakai baju seperti itu?”
‘Loh, memang nya ada yang salah dari pakaianku”
“Memang salah”
“Jelaskan padaku aku tidak mengerti maksudmu!” suruh Anggi yang sudah mulai terbiasa dengan setiap kata kata anehnya.
“Ganti saja pakaianmu itu!”
"tidak ada yang salah dengan pakaian ku"
"kamu tau, baju mu itu kurang bahan"
"Mau pamer kesiapa kamu"
"itu kenapa baju mu ngga ada lengannya, itu juga rok mu kenapa kependekan"
"ishh, biasanya juga aku pakai gini kok"
"udah deh, jangan aneh yah, aku udah telat banget ke kampusnya"
"ngga akan aku izinin kalau kamu belum ganti pakaian kamu"
"kamu cemburu yah" nada anggi mengejek sambil menunjuk
"Gila yah, aku aja belum silaturahmi, malah udah pamer ke orang lain, itu semua punyaku" batin Rama
"yang cemburu siapa, demi kebaikan kamu juga, kamu mau orang menggodamu, lalu kamu di bawah keempat yang sepi"
"ingat yah kakek nyuruh aku menjaga kamu, kalau ada apa-apa kan aku juga yang kena"
" Alasan, bilang aja kamu ngga rela kalau orang lain liat body aku yang wow ini"
Anggi berjalan menuju ruang ganti, mengganti baju nya yang lebih tertutup.
Rama sedikit lega, melihat Anggi menuruti perkataannya.
Rama menunggu Anggi di ruang makan, sudah ada kakek dan bibi yang menyiapkan makanan.
"Anggi Mana?, kenapa belum keluar? "
" masih dandan kek, tau kan wanita itu lama banget kalo udah di depan cermin"
Diruang Ganti Anggi di buat pusing, memilih baju apa yang cocok di pakai ke Kampus.
"Rama sialan, bajunya udah bagus gitu malah disuruh ganti"
Mata Anggi tertuju pada sebuah paperbag yang belum di buka saat belanja dulu bersama Dara.
"aku pakai ini saja, kalau mau di protes lagi, ngga akan aku ganti"
Anggi keluar Kamar menuju ruang makan, untuk sarapan. Gaun abu abu dengan jaket jeans di tubuhnya, rambut ikal yang di gerai membuat kesan elegan dan berpadu gaya casual. Sangat cocok di pakai Anggi saat ini
Semua mata tertuju padanya, sampai Rama tersedak saat meminum segelas air
Uhuk uhukk
"Anggi kamu cantik sekali" kata kakek
"biasa aja kek" ucap Rama menyangkal tidak ingin memuji Anggi
Anggi hanya memanyun kan bibir nya membiarkan Rama yang siap mengatakan apapun
"diam kamu" balas kakek
__ADS_1
" terima kasih kek" ucap Anggi senyum
Bersambung...