
Saat ini Anggi mengenakan gaun biru langit dan sedikit hiasan jepitan rambit di kepalanya, sangat cantik begitu kata orang orang yang melihatnya di pesta itu.
Malam ini acara pernikahan Raka dan Yuna, Raka sudah setuju ingin menikah, belajar menyukai Yuna dan memendam perasaannya dengan Anggi.
Fakta yang Rama belum tau sampai sekarang bahwa Raka mantan pacarnya Anggi, namun Anggi sudah tidak memiliki perasaan lagi dengan Raka tergantikan Rasa cintanya bersama Rama
Anggi duduk di meja keluarga Rama, tentu saja ada Rama yang selalu duduk berdua di dekatnya. Rama mengenakan kemeja Putih dan Jas Biru langit warna sepadan dengan gaun yang di kenakan Anggi, pasangan yang serasi jika Berdampingan bersama
"Aku ku toilet dulu yah sebentar" izin Anggi ke Rama
"hmm, jangan lama acaranya sudah mau mulai"
"iya"
Saat berjalan banyak pasang mata yang melihatnya, tak terkecuali teman SMA nya dulu.
Salah satu pria menghampiri Anggi
"Anggi, apa kabar"
Anggi mengingat ingat seorang pria yang menghadangnya, sepertinya pernah melihatnya namun lupa siapa namanya
"baik"
"sudah lupa denganku"
"maaf bukannya lupa, sepertinya memang aku pernah melihatmu tunggu aku ingat-ingat dulu yah"
"kalo aku bilang Yudha dan Ardan kamu ingat"
"oh, astaga aku baru ingat, kak Dion kan yang sering gombal-gombalin aku dulu, tapi mereka berdua selalu marah kalau kak Dion dekatin aku"
"jadi kamu ingat karena sering gombalin kamu yah"
"bukan gitu sih, yah cuman itu yang paling aku ingat"
Lawan bicaranya tertawa merasa lucu jika mengenang kejadian dulu,
"kak aku ke toilet dulu yah" pamit Anggi
Dari Jauh Rama menatap interaksi Anggi dengan seorang seperti yang dia kenal
"bukannya itu Dion, ngapain sama Anggi apa d mereka saling kenal" batin Rama menelisik
Beberapa menit Anggi belum muncul juga dari toilet, kenapa Anggi begitu lama, Rama mulai terlihat gelisah, akhirnya dia putus untuk menyusul Anggi.
Rama berjalan melewati beberapa tamu undangan yang kebanyakan teman kantor, rekan bisnis Papanya, teman Raka dan keluarga mereka
Rama mencari Anggi di berbagai sela sela tamu undangan.
"Rama" panggil wanita tinggi yang lumayan cantik
"Nada" jawab Rama
"baru datang, kamu datang sama siapa? "
__ADS_1
"iya nih, aku bareng mama papa, tapi ngga tau kemana, mungkin ketemu sama temannya"
"mau kemana, dimana tante dan om aku mau menyapa nya"
"oh itu disana" menunjuk meja yang berada di bagian depan
"kamu kesana aja, aku ada urusan"
"ihh kok ninggalin sih, ayo temenin aku" ucap Nada sambil menarik lengan Baju Rama
Karena banyak yang melihat, takut membuat keributan terpaksa Rama mengikuti langkah Nada
Anggi keluar dari toilet namun pemandangan pertama yang berhasil membuat Anggi bertanya-tanya, suaminya bersama wanita yang pernah dia lihat tempo hari.
Bukan mau membiarkan Rama bersama wanita lain, namun Anggi hanya tidak ingin tau wanita yang dekat dengn Rama itu, akan menimbulkan perdebatan jika Anggi mulai kesal
Tapi kali ini Anggi tidak ingin tinggal diam, wanita itu harus tau, kalau tidak sembarangan lelaki yang bisa dia rangkul begitu.
"Rama" panggil Anggi tepat di belakang Rama namun matanya mulai melirik tak suka tangan yang melingkar di lengan Rama
Sontak Rama berbalik mendengar suara Anggi yang sudah sangat tidak asing di pendengarannya
"kenapa lama sekali, aku mencarimu dari tadi"
"toilet agak penuh tadi"
"mencari wanita lain lebih tepatnya" batin Anggi seraya tersenyum miring
Rama menyadari pandangan mata Anggi yang sedari tadi hanya menatap bagian itu, segera Rama melepas tangan Nada lalu menarik Anggi untuk duduk
Sebelum menyentuh Anggi, dengan sigap duduk tanpa di persilahkan, Rama tidak bodoh mengartikan tingkah Anggi. Ia marah yah tentu Rama sangat tau
"oh, hay" sapa Anggi dengan senyum terpaksa
"Aku teman kecil Rama, sejak kecil kita selalu bersama, namun kita berpisah saat masuk SMA"
"yang nanya siapa" batin Anggi
"kalian udah lama pacaran yah" tanya Nada penasaran
Anggi menatap Nada keheranan, ternyata dia tidak tau status aku sebenarnya dengan Rama, apa Rama tidak memberi tahunya.
"lebih tepatnya Anggi itu Istrinya Rama, menantu kesayangan mama" celetuk Mama Rama karena gemas dengan interaksi mereka.
Mama Rama mengerti tingkah Anggi, sepertinya dia sangat kesal melihat Nada terlalu dekat dengan Rama
"oh maafkan aku, aku pikir kamu pacarnya, pantas saja Rama sangat marah waktu itu" ucap Nada langsung kikuk setelah mendengar ucapan Mama Rama
"jadi kamu itu udah nikah yah" Tanya Nada seraya menyenggol lengannya Rama di sampingnya
"iya, kamu tidak tau"
"gimana mau tau, kamu aja tidak pernah beri tahu"
"aku pikir kamu tau"
__ADS_1
"ngga lah, kapan kamu nikah, kenapa tidak mengundangku"
"sudah hampir setahun"
Mereka mengobrol bersama, tidak lebih tepatnya berdua saja tanpa memedulikan Anggi
Anggi yang sedari tadi tidak dipedulikan memutar matanya malas, bahkan membuatnya sangat kesal, emosinya tidak bisa di kontrol saat ini
"kenapa aku merasa seperti selingkuhan diantara mereka" batin Anggi
Tanpa izin dari Rama, Anggi meninggalkan meja itu sambil mencari makan
"mending aku cari makan, dari pada mendengarkan perbincangan mereka yang tidak penting" gumam Anggi kesal
Akhir- akhir ini ***** makan Anggi sangat meningkat, Anggi tentu saja menyadarinya namun tidak memedulikannya.
Anggi melihat ke sisi lain, melihat Dara sedang mengobrol, ia menghampirinya bergabung bersama.
"Cantik banget sih" menyenggol lengan Dara
Dara berbalik menemukan Anggi yang membawa minum.
"kamu nyapa aku atau memberi tahu dirimu sendiri"
"hmm" gumam Anggi berpura-pura berpikir
"sudahlah aku tau kamu bilang aku cantik kan"
Anggi tertawa mendengar kepedean Dara
"hay kak" sapa Anggi pada orang di samping Dara
"kamu juga cantik banget kok Gi" kata Pria tukang gombal yang Anggi pernah liat
"mulai deh gombalnya, kak Dion tidak pernah berubah yah" ucap Anggi dengan kekehannya
"kalian berdua cantik, sama kayak dulu tidak pernah pudar"
"emang iya sih, aku setuju kalau kak Dion bilang gitu" ucap Dara menyetujui sambil menyisipkan rambutnya di daun telinganya
"kalian udah bertemua dengan Yudha dan Ardan"
"udah"
"wahh mereka memang benar-benar, bertemu dengan kalian tapi aku cuman di telpon saja"
"karena kami ini spesial" ujar Dara
Anggi tersenyum lebar sangat lebar menampilkan deretan gigi rapi dan putihnya, sangat manis, namun tidak seperti yang orang lain liat, ia sedang menyembunyikan kesedihannya. Ia ingin melupakan kekesalannya tapi tidak ingin menunjukkan wajahnya
Disisi lain, kedua orang berbeda jenis yang sibuk berbincang tanpa tau ternyata istrinya tidak berada di sampingnya.
"Anggi, kamu mau makan?" tanya Rama ke Anggi namun sang empu tidak ada.
Mata Rama menerawang mencari posisi Anggi di kerumunan orang banyak, matanya menangkap seorang wanita yang di carinya tengah berada tepat di dekat sahabatnya itu.
__ADS_1
Dengan jelas Rama melihat Anggi sedang tersenyum bersama lawan bicaranya. Senyum Rama tercetak di wajahnya juga, dia lega karena berpikir Anggi tidak marah setelah menelantarkannya barusan, namun nyatanya tidak seperti yang Rama liat
Bersambung....