Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Cemburu


__ADS_3

Diselimuti rasa khawatir, Yudha diam diam datang menyusul ketempat yang Anggi sebutkan tadi di telpon


Saat sampai di taman, dia melihat sosok perempuan dengan wajah sendu yang entah apa yang ada dipikirkannya, sudah sepuluh menit berlalu dia masih berada duduk di bangku sambil memandangi langit luas yang hampir berubah warna menjadi gelap.


Dari kejauhan Yudha menatap sang empu yang melamun, Yudha sempat berpikir untuk menghampiri sahabatnya itu, namun dia urungkan takut mengganggu ketenangan Anggi


"mungkin dia sedang ingin sendiri"


Namun Yudha tidak melepaskan pandangannya kearah Anggi.


Anggi melirik jam di tangannya, waktu menunjukkan pukul 17:30, fajar sudah mulai tenggelam.


Anggi membuang nafasnya kasar, seperti nya dia baru duduk di bangku taman ini tapi kenapa waktu berjalan begitu cepat.


Anggi bergegas mengambil tas yang di simpan tepat di sampingnya. Kemudian berjalan mencari taksi untuk pulang, takut Rama sudah pulang tapi tidak ada orang di Rumah


Namun taksi tidak kunjung datang, sebuah mobil sport berwarna hitam pekat terparkir indah tepat di hadapannya. Anggi merasa tidak asing dengan mobil nya


Saat kaca mobil di turunkan, orang yang sangat di kenalnya terpampang jelas.


"Rama"


Matanya sedikit berbinar melihat suaminya, pikirnya Rama datang menjemputnya


"ayo naik"


Anggi hanya menurut, masuk ke dalam mobil


"apa yang kamu lakukan di sini" tanya Rama


"Bukannya aku sudah memberi tahumu"


"kapan"


"tadi aku mengirim pesan padamu"


"oh, aku pikir kamu keluar lagi dengan Dara"


"tidak"


"dari mana, bukannya arah kantor kerumah tidak lewat sini" tanya Anggi heran


"oh aku habis mengantar Nada Ke Apartemennya, mobilnya mogok katanya" ucap Rama tanpa muka berdosanya


Anggi memutar matanya malas, lalu menatap kaca jendela kesal


"Nada lagi" batin Anggi

__ADS_1


"oh gitu" singkat Anggi


"terus kamu sama siapa"


"sendiri"


"kenapa ngga nelpon Dara"


"malas"


"memangnya kamu dari mana?"


"taman"


"kenapa ngga bawa mobil"


"malas"


Rama menghembuskan nafasnya kasar, ada apa dengan Anggi lagi, padahal baru saja dia manggil namanya dengan riang bahkan sangat bersemangat saat melihatnya tadi


"kamu kenapa sih, kalau ditanya jawabnya hanya begitu"


"memangnya aku salah apa sama kamu, aku perhatiin udah 3 hari belakangan ini kamu cuekin aku terus"


"baguslah kalau nyadar" batin Anggi


Anggi hanya diam, semua yang dikatakan Rama benar, Anggi malu mengungkapkan yang sebenarnya jika dia cemburu, rasa gensinya lebih besar di banding harus mengatakannya


"Anggi" panggil Rama tegas berbalik menghadap Anggi setelah menghentikan mobilnya tepat di depan Rumahnya


"tatap aku" titahnya dengan nada sedikit di naikkan sepertinya kesabaran Rama sudah hilang


Namun panggilan Rama tidak diindahkan Anggi, Telinganya terasa tuli dadanya sesak seperti ingin meledak, semua pikirannya yang dia lepas beberapa menit yang lalu di taman muncul kembali.


"Anggi sudah ku bilang tatap aku" perintah Rama kembali dengan tegas


Rama menarik bahu Anggi dengan paksa, kekesalannya sudah di ubun ubun.


"jawab pertanyaanku tadi, kenapa kau seperti ini dengan ku, kau tau sendiri aku tidak tahan di cuekin, sesabar apa pun aku menghadapi sikap mu yang kekanakan ini, kalau kamu begini terus tidak mau cerita dengan ku, mana aku tau permasalahannya, kesabaranku juga ada batasnya Anggi" Kata Rama panjang


Sontak Anggi tersadar masalahnya memang sepele dan dia menanggapinya dengan cara kekanak-kanakan yah dia memang belum berpikir dewasa untuk bisa memulai berrumah tangga.


jika Rama tau Anggi marah karena Rama selalu menyebut nama sahabat kecilnya terus menerus, mungkin Rama akan merasa Anggi memang sangat kekanakan, hanya karena persoalan cemburu Rama di cuekin berhari hari.


"ngga ada yang perlu ku ceritakan" bohong Anggi


"lalu kenapa sikap mu berubah drastis seperti ini kalau tidak ada yang kamu permasalahkan"

__ADS_1


"tidak ada yang berubah, aku masih tetap Anggi"


"sudah kubilang cerita, jangan kamu pendam sendiri"


"tidak ada yang perlu di bicarakan, kenapa memaksaku" tegas Anggi


"ahh sudahlah, terserah kamu saja" Rama meninggalkan Anggi dimobil lalu membanting pintu mobil kasar kemudian masuk Ke Rumah


Sentak air matanya lolos membasahi pipi Anggi, sakit iya sangat sakit sedari tadi dia menahan sesak didadanya, baru kali ini Rama memperlakukannya kasar


Anggi hanya menunduk sesegukan, tanpa berniat turun dari mobil.


"apakah salah jika aku cemburu dengan sahabat kecilmu itu" gumam Anggi


"aku tidak suka dan aku benci wanita itu, perhatian mu teralihkan olehnya setelah kamu bertemu lagi, sebelumnya kamu akan membujukku jika aku aku mulai kesal, tapi nyatanya kamu hanya membiarkan ku bersikap seperti ini" ucap anggi dengan senyum miris nya


"baiklah jika kamu ingin aku cerita padamu, aku akan memberi tahu mu kalau aku tidak suka jika kamu selalu mengucapkan nama wanita itu, mengucapkan namanya saja aku muak apa lagi mendengar namanya" gumam Anggi terlihat lebih tenang menyemangati dirinya sendiri


Setelah tenang, tangisannya pun sudah berangsur reda, Anggi turun dari mobil berniat masuk kerumah.


Samar samar Anggi merasa ada yang memerhatikannya dari kejauhan, Anggi berbalik kebelakang ingin membuktikan keraguannya. terlihat sebuah mobil sport putih keluaran terbaru terparkir di depan gerbang rumahnya.


Anggi berjalan berbalik ingin menghampiri mobil itu,tiba-tiba mobil itu melaju segera takut orang yang di awasi mengetahuinya


Anggi mengerutkan dahinya bingung, siapa gerangan pemilik mobil itu, jika ingin bertamu kenapa malah pergi, tapi sepertinya Anggi merasa pernah melihat mobil itu namun entah dimana Anggi lupa.


Dengan malas Anggi masuk kembali kerumahnya tidak ingin penasaran dengan siapa orang itu, kepalanya saja sudah sangat pening memikirkan Rama, dia tidak ingin menambah bebannya lagi dengan mencari tahu siapa orang itu


Semakin melangkah masuk kedalam Rumahnya jalan nya semakin sempoyongan, pandanganya menerawang sekuat tenaga Anggi menahannya dia harus segera masuk kekamar untuk beristirahat.


Tanpa Anggi ketahui Rama memerhatikan tingkah Anggi sedari tadi, saat ini Rama berada di dapur sedang meneguk segelas air untuk meredam emosinya.


Rama segera mengikuti Anggi dari belakang, berniat ingin berbicara kembali, membicarakan nya dengan cara baik-baik, tak cukup berapa langkah Rama langsung kaget melihat Anggi tergeletak didepan pintu kamar mereka


"Anggi" teriak Rama


Rama langsung berlari menghampiri Anggi yang sedang pingsan untuk melihat keadaannya.


"Anggi jangan bercanda, ayo bangun" ucap Rama sedikit khawatir


Setelah melihat wajah Anggi, Rama langsung berubah sangat khawatir, Terlihat dahi Anggi dengan keringat yang bercucuran, mata sembab seperti habis menangis, wajahnya yang pucat pasi.


Rama segera mengangkat Anggi menuju kamarnya, lalu menidurkannya di atas Tempat tidur mereka.


Rama mencari ponselnya disaku celanany untuk menelpon Dokter pribadi keluarganya, namun tidak menemukannya disana.


Cukup frustasi kenapa disaat seperti ini otaknya berhenti berputar menemukan solusi, bahkan Rama hanya gelagapan, sekhawatir itu sampai dia tidak tau harus melakukan apa dulu.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2