
Setiba diruangannya Nada frustrasi mengacak dan melempar semua yang berada di meja kerjanya.
"tidak ada yang bisa merebut Rama dariku, termasuk kamu Anggi, sekali pun kamu sudah menikah dengan Rama" gumam Nada seraya tertawa sinis mengingat Anggi mengakui bahwa dia Istrinya kepada Sekertaris Rama
Sementara itu seisi kantor sudah di hebohkan dengan gosip yang sudah diedarkan oleh Sekertaris Rama, tidak ingin mengetahuinya sendiri saking kagetnya dia langsung bercerita ke karyawan yang mau masuk ke ruangan Rama yang ingin membawa berkas untuk di tanda tangani
Sebenarnya Sekertaris itu ingin menyimpan untuk dirinya sendiri, tapi karena karyawan itu menanyakan bunga di atas mejanya, terpaksa dia memberi tahunya, sama seperti ekspresinya yang baru mengetahui fakta bahwa CEO baru yang baru menjabat menggantikan Papanya itu ternyata sudah menikah, lalu kabar yang beredar bahwa Pak Rama berpacaran dengan Bu Nada itu benar atau hanya kabar miring.
"aku punya kabar yang sangat heboh" ucap Karyawan wanita, yang di cap tukang gosip di kantor itu
"apa?"ucap lawan bicaranya
"kamu liatkan tadi wanita yang berjalan dengan Bu Nada tadi" tanya Karyawan wanita itu pada teman yang satunya yang sedang duduk menikmati istirahatnya
"iya liat, cantik banget, cantiknya ngalahin Bu Nada malahan" jawabnya
"emang Kenapa" lanjutnya lagi
"ternyata dia itu istrinya Pak Rama"
"hah" ucap Karyawan kaget yang banyak pasang telinga mendengar ucapan nya barusan
"kalian aja kaget apa lagi aku"
"selama ini Pak Rama tidak pernah mengatakan kalau dia itu sudah menikah, lalu malah beredar kabar kalau dia berpacaran dengan Bu Nada, tapi Pak Rama juga santai aja mendengar kabar itu, jadi kita semua percaya-percaya saja kan"
"iya betul banget tuh, jadi yang benar itu yang mana" ucap pria tampan yang bergabung dengan tim penggosip itu
"yah mana kita tahu lah" spontan salah satu karyawan itu kemudian langsung diam membeku setelah melihat sosok pria yang baru kali ini mereka liat
"kenapa tidak dilanjutkan, aku mau tau yang benar itu yang mana" tanyanya polos
"hehhehee, aku ada kerjaan, aku pergi dulu yah" sontak mereka tertawa paksa, sudah jelas terdengar bahwa mereka takut jika orang itu akan melaporkannya pada atasannya.
Jika dilihat dari atas sampai bawah, penampilannya terbilang seperti dia kerabat dari Atasannya
"heyy, kalian mau kemana, kalian belum jawab pertanyaanku" ucap Pria tampan itu
"Dion, ngapain kamu disitu" tegur Rama saat melewati kantin Kantor
"ehh Rama, aku cuman lewat aja sih disini"
"ayo" panggil Rama menyuruhnya ikut dengannya
"mau kemana?" tanya Dion sambil menyamakan langkah Rama
"aku mau makan di kafe depan kantor, katanya itu milik Pak Yudha, bukannya itu teman kamu kan"
"oh Yudha, iya benar"
"mau ikut ngga" ajak Rama
__ADS_1
"boleh" setuju Dion
"kamu kenal dia dari mana?"
"di sini sekitar sejam yang lalu" singkat Rama
"gimana ceritanya" tanya Dion heran
"aku ngga tau bagaimana bisa dia langsung datang menemui aku di perusahaan, tiba-tiba mau ngajak kerja sama, kamu tau kan dari dulu papa sangat ingin bergabung dengan perusahaannya, yah udah tentu saja aku sangat setuju"
"bagus lah kalau begitu"
"Tapi ada yang janggal juga sih, perusahaan sebesar itu mau ngajak kerja sama denganku"
"setau aku sih Yudha itu orangnya ngga bakal nyerah sebelum keinginannya tercapai, jadi hati-hati aja siapa tau dia ada maksud lain di balik itu" ucap Dion
"aku perhatikan akhir-akhir ini kamu itu sangat bawel, dan juga buat apa kamu datang tiap hari ke kantor aku"
"perlu kamu ketahui, aku itu dokter di perusahaan ini"
"sejak kapan?"
"sejak aku pertama kali datang menemuimu waktu itu" jawab Dion percaya diri
"siapa yang nyuruh"
"papa kamu"
"ngga guna banget ada dokter diperusahaan ini, ini bukan rumah sakit jika kamu perlu tau"
"kamu belum tau aja, kalau aku itu serba bisa"
"oh yah"
"buktinya kamu membutuhkan ku kan, menemanimu ke Kafe seberang" ucap Dion seraya menaik turunkan alisnya menggoda Rama
Rama hanya memutar matanya malas dengan tingkah sepupunya itu, Rama tidak habis pikir baru kali ini dia melihat orang yang sangat percaya diri
Setelah beberapa menit berjalan keluar perusahaan, mereka sampai tepat di depan pintu kafe Yudha
Tak sengaja pandangan mata Rama melebar melihat Anggi sedang duduk sendiri di kursi pengunjung berdekatan dengan jendela kafe dengan pemandangan sebuah taman kecil membuat pikirannya begitu sejuk.
Saat ingin menghampiri Anggi yang tengah meneguk segelas jus melon favoritnya. Dua orang pria berdiri di hadapannya bersama seorang gadis yang sangat Rama kenali wujudnya. Sentak Rama menghentikan langkahnya
Rama menyenggol lengan Dion, memberi tahu letak istrinya sekarang.
"bukannya itu Anggi, ehh tunggu siapa mereka"
Tebak Dion penasaran karena orang itu membelakanginya
"mau kemana?" tanya Rama seraya menahan lengannya untuk tidak kesana
__ADS_1
"menghampiri mereka lah"
"buat apa?"
"kamu tidak ingin menghampiri istrimu, dia bersama lelaki loh" goda Dion
"terserah kamu saja lah"
Rama dan Dion berjalan ke meja Anggi yang tengah berbincang dengan Dua orang lelaki dan perempuan itu.
"Anggi" Panggil Dion
"eh Kak Dion" tegur Anggi
Anggi mengedarkan pandangannya ke sebelah Dion dan menemukan Rama berdiri tepat di sampingnya
"Rama" gumam Anggi tersenyum setelah melihat Suaminya
Tapi tatapan mata Rama seolah tak suka dengan keberadaan Anggi saat ini, pasalnya tadi Anggi hanya izin ke rumah kakeknya tapi kenapa malah disini bersama dua pria sekaligus walaupun ada Dara yang menemaninya.
Tentu saja Anggi merasa heran kenapa Rama begitu heran melihatnya disini, apa dia belum menerima bunga pemberiannya, jika dia sudah melihatnya pasti dia tau kalau dia berada di sekitaran sini.
"siap-siap aja kamu dapat amukan Rama setelah ini Anggi" batin Anggi
"Kak Rama ayo duduk" titah Dara memberikan kursinya agar duduk di sebelah Anggi
"cuman Rama aja nih yang disuruh duduk"
"Kak Dion kan bisa cari kursi sendiri"
"Dara kamu selalu aja seperti itu sama aku"
"Yah udah maaf, sini duduk" seru Dara
"sayang, kenalin ini Yudha dan ini Ardan mereka sahabat aku"
"Sayang" gumam Yudha sedikit keheranan apa maksud kata Sayang yang di ucapkan Anggi
"hai, kita bertemu lagi" ucap Rama ke Yudha menjabat tangan
"Rama" Ucapnya lagi ke Ardan
"kenalin, ini Rama suamiku" celetuk Anggi setelah mengenalkan Kedua sahabat prianya
"kamu sudah menikah Anggi? " tanya Ardan penasaran
" iya dia sudah menikah" ujar Dara membenarkan perkataan Anggi
Tanpa mereka ketahui kedua pria ini seperti menahan kekecewaannya, pasalnya mereka berdua menyimpan perasaan suka Ke Anggi
Tak terlebih dengan Yudha yang tengah mengepal tangannya kuat, serasa tertimpa batu besar yang menghujamnya, kecewa dan sedih bercampur jadi satu, kenapa dia sama sekali tidak tau fakta kalau Anggi sudah menikah.
__ADS_1
Namun dengan cepat Yudha menetralkan ekspresinya agar tidak ketahuan jika dia sangat kecewa
Bersambung..