Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Perhatian


__ADS_3

Di malam hari saat Anggi tertidur, Rama terjaga saat melihat Anggi kesakitan.


Rama mengambil air panas lalu memasukkannya ke botol, guna untuk mengompres perut Anggi.


Semalam Rama tertidur disamping Anggi sambil memegang perut nya yang sakit


Keesokan harinya, Anggi menggerakkan badannya ke sisi kiri nya, merasa ada sebuah botol minuman yang sudah dingin.


Anggi segera mengambilnya lalu menyadari ada Rama yang duduk di samping tempat tidur


Rama terbangun saat ada gerakan yang menyenggol tangannya. Dia kelabakan entah mencari apa, tapi segera sadar saat melihat Anggi yang duduk di dekatnya


"sudah bangun" kata Rama


"hmmm"


"bagaimana perutmu apa sudah mendingan"


"sudah agak mendingan"


"baguslah kalau begitu"


"Apa dia merawatku semalaman" gumam Anggi


"mau kemana, biar aku bantu" tawar Rama


"aku hanya ingin ke kamar mandi"


Rama mengambil ancang - ancang untuk menggendong Anggi


"mau apa? " tanya Anggi heran


" mau menggendong mu ke kamar mandi"


Anggi tertawa ringan, melihat tingkah Rama yang terlihat sangat polos


"kenapa tertawa? "


" karena kamu lucu"


"muka sangar begini kamu bilang lucu"


"yang bilng muka kamu lucu siapa, aku hanya menertawakan tingkah mu yang seperti ibu ibu mengkhawatirkan anaknya"


"karena kamu memang anak kecil, harus dijaga biar ngga bandel"


"aku ngga bandel yah" sambil memanyunkan bibirnya


"ayo sini aku bantu" tawar Rama


"ngga usah aku bisa jalan kok"


"kamu yakin"


"hmmm, biasanya sakit perutku kalau datang bulan cuman sehari dua hari saja udah sembuh"


"yah sudah kalau begitu, ke kamar mandinya, tak perlu bantuan aku kan"


Rama segera bangkit dari duduknya kemudian berjalan meninggalkan Anggi keluar kamar. Takut Anggi melihat wajahnya yang merah seperti tomat


Rama malu mendengar Anggi menjelaskan kepadanya tentang datang bulannya tadi


Sesuatu yang sangat aneh terdengar oleh telinganya


Adiknya seorang laki laki, mama nya saja tidak pernah mengalami keram perut saat datang bulan seingat nya


Anggi yang melihatnya merasa tersentuh dengan Rama yang menjaganya semalaman


Baru kali ada orang sekhawatir itu saat aku datang bulan, mama aku aja nelihatnya wajar


Tapi baru kali ini sakit perutku diluar batas, mungkin karena aku sedang stress akhir - akhir ini. Begitu lah diPikiran Anggi saat berada di dalam kamar mandi


Anggi keluar kamar saat selesai melakukan aktivitasnya pagi ini


Anggi melihat Rama di meja makan sudah rapi


"mandi sana, jorok banget sih"

__ADS_1


"aku udah mandi yah"


"kapan? "


" mau tau aja sih, pokoknya aku udah mandi" jawab Rama kesal


"yah udah, ngga usah marah gitu"


"aku ngga marah, cuman kesal aja kamu bilangin gitu"


"tau kesal juga kamu, biasanya cuman bisa membuat orang kesal"


"kamu nya aja yang suka kesal, aku ngga merasa tuh"


"ishh, dasar "


Saat sarapan berdua di meja makan, kakek menyaksikan kedekatan mereka.


Senyum cerah di pagi hari ini terlukis di wajah kakek


" kalian itu baru pagi pagi udah romantis aja"


Kata Kakek nyindir


Anggi dan Rama hanya tersenyum mendengar kakek datang mengejeknya


Mereka makan bersama,setelah itu berangkat ke kampus


Seperti hari kemarin tidak ada kata penolakan yang boleh diucapkan Anggi.


Rama harus mengantarnya ke kampus


Karena hari ini Anggi memang tidak bisa menolak ajakan Rama, karena selain keadaannya yang belum stabil ditambah suruhan kakek juga yang harus menjaga Anggi


Rama memberi tahu Kakek bahwa Anggi sakit semalam, sebenarnya Rama juga tidak ingin memberitahukan kakek, tapi semalam dia ketahuan mondar mandir di area Dapur


Makanya terpaksa Rama mengungkapkannya, alih alih harus berbohong, dia sudah tertangkap basah


Rama membukakan pintu mobil saat Anggi ingin turun.


"tunggu apa, kenapa ngga turun" Rama


"kamu ini istri aku, wajar kalau aku spesialin"


Tapi Anggi menganggap gombalan itu biasa saja


"bukannya yang spesial itu Luna"


Rama memutar bola matanya malas


Kenapa harus membahas Luna jika dia sedang tidak ingin ada nama orang lain saat berdua dengan Anggi


"jangan sebut nama dia " ucapnya tegas


" kenapa, bukannya dia pacar kamu"


"jika kamu ulang aku cium sekarang juga " ancam Rama


" kenapa malah kamu yang sensitif kayak gini sih, kayak cewek aja"


Rama tidak main main dengan perkataan nya, ciuman nya berhasil mendarat tepat di bibir peach Anggi


Seketika Anggi membeku saat ciuman singkat itu lolos dari pengawasannya


Rama membisikkan ke telinga Anggi dan berkata


"peringatan buat kamu" bisik Rama sambil senyum smirk


Rama beralih membuka sabuk pengaman Anggi yang belum terlepas


Anggi bengong melototkan matanya tak percaya, senyum kecut terukir di wajahnya mengingat ucapan Rama yang masih terngiang ngiang di telinganya


"ngga usah dipikirin ciuman yang tadi"


Anggi tersadar dari Lamunannya


"yang pikirin siapa"

__ADS_1


"trus kenapa bengong"


"ngga kok"


Mereka berdua saling menatap


"kenapa, mau nambah lagi" ucap Rama menggoda Anggi


Dengan kecepatan kilat Anggi segera turun dari mobil dan menjauhi parkiran, Rama yang melihat tingkah Anggi yang malu begitu, tersenyum senang


Anggi berpikir tidak ada yang melihatnya karena di tempat parkiran cukup sepi


Di jalan saat Anggi turun dari mobil, dia dihadang oleh Dara.


Dara menggoda sahabatnya itu habis habisan


"suit suit" siul Dara


"ada apa sih"


"cie yang lagi bermesraan" goda Dara


"mesra apaan sih"


" habis apa kamu di parkiran" tanya Dara


"kalau kamu liat ngga usah bahas lagi" kata Anggi malu


Pipi Anggi mulai merah merona seperti kepiting rebus


"ehh pipi kamu kenapa merah gitu"


"ihh Dara"


Anggi berjalan cukup cepat tidak ingin Dara terus terusan menjahilinya


"Anggi tunggu, jalannya jangan cepat cepat gitu"


Anggi tidak memedulikan Dara. Hari ini moodnya benar benar tidak bagus untuk di jahili. Pikirnya lebih baik diam dari naik pitam


Datang bulan membuat emosinya tidak stabil.


"Anggi" panggil seorang wanita tepat di depan


Seketika langkah Anggi terhenti menelisik wajah wanita itu yang terukir bak bidadari, betapa sempurna nya ciptaan tuhan yang menciptakan makhluk secantik ini


Saat melihat wanita itu dia cukup kaget


'Luna'


Pikirnya mau apa wanita itu menghampirinya


Yah wajar saja, dia pasti melihat kejadian kemarin saat Rama menarik tangan Anggi lalu Luna malah dicuekin sendiri.


Dia pasti bertanya- tanya ada hubungan apa Aku dan Rama


" ada apa kak" tanya Luna


"aku ingin berbicara padamu berdua"


Jujur saja Anggi cukup gugup saat wanita itu menemuinya secara langsung bahkan ingin berbicara padanya, seingatnya Anggi tidak seakrab itu dengannya


"mau bicara apa kak" tanya Anggi pelan


"kamu pasti tau maksud aku ingin berbicara padamu, jadi tidak usah basa basi untuk bertanya" ucap Luna Sarkas


"tapi aku ada kuliah pagi ini, bagaimana kalau selesai kuliah saja"


"aku hanya butuh waktumu 15 menit, masih Ada 30 menit lagi kamu masuk kuliah"


"mau atau tidak, bisa cepat sedikit waktuku lebih berharga" kata Luna mendesak takut di lihat Rama


Anggi tidak tau harus menjawab apa, menolak ajakan Luna pasti dia dianggap sombong, kalau mengiyakan dia telat masuk kuliah.


Pikirnya cepat atau lambat orang orang pasti tau, hubunganku dengan Rama, apa lagi Rama terang terangan menunjukkan kedekatannya pada Anggi.


"baiklah" ucap Anggi mengiyakan ajakan Luna

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2