Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Anggun


__ADS_3

Anggi terbangun dari pingsannya, dia mendapatkan dirinya berada di tempat tidur cukup megah, dia tidak melihat ada seseorang disana, hanya dia dan sedikit keributan diluar sana


"ini dimana"


Anggi segera membuka kamar itu, dan anehnya tidak terkunci


"buat apa dia membawaku kesini"


Pikir Anggi tempatnya sekarang berada di sebuah rumah.


Anggi membuka kamar itu, ada dua orang pelayan yang berjaga di depan kamar tersebut lalu membungkukkan dirinya di depan Anggi


Lalu kemudian seorang wanita paruh baya menghampiri Anggi.


Anggi terheran, dimana sebenarnya dia sekarang.


" ada yang bisa saya bantu Nona"


"hah" Anggi bengong


"apa aku boleh bertanya"


"silahkan Nona"


"dimana aku sekarang"


Kepala pelayan itu heran dengan perubahan sikap majikannya itu


"tentu saja, dirumah Anda Nona"


"oh iya Kakek anda sudah menunggu dibawah, dia ingin bertemu dengan anda"


"Mari ikut denganku"


"aku"


Anggi makin heran dan bertanya-tanya, bagaimana bisa mereka menganggapku majikannya padahal tempat ini sangat asing baginya


Anggi turun dari lantai 2 menuju ke lantai dasar


Sambil melihat lihat isi rumah itu


"sangat mewah, siapapun yang tinggal dirumah ini akan sangat senang" pikirnya


Seorang kakek tua bersama seorang pria yang tengah duduk berbincang di sebuah sofa mewah menunggu kedatangannya.


Terlihat pria yang Anggi yakini telah membawanya kemari.


"silahkan duduk nona"


Anggi hanya menurut lalu duduk berhadapan dengan orang yang telah menunggunya


"maaf ada apa anda membawa saya kemari"


"baru sebulan kamu meninggalkan rumah, tapi sudah bicara seperti tidak mengenal kakek"


"maaf saya tidak mengenal anda, dan satu hal lagi yang perlu kalian tau, aku bukan cucu anda"


"Anggun" teriak Kakek


"aku bukan Anggun, nama saya Anggi"

__ADS_1


"Anggi" kakek itu heran mendengar nama yang baru saja dia dengar


"jangan pura-pura sama kakek"


"buat apa aku berpura-pura"


Anggi merasa seperti pernah mendengar nama itu, tapi setiap Anggi bertanya ke Orang tuanya, orangtuanya hanya beralasan lain.


"mungkin aku hanya mirip dengan cucu anda"


"kumohon lepaskan saya, suamiku pasti khawatir mencariku"


"kamu menikah tanpa sepengetahuan kakek"


"aku menikah atas isin orang tuaku"


"kakek tidak percaya semua yang kamu katakan"


Anggi membuang nafasnya kasar. Harus penjelasan apa lagi yang dia berikan agar kedua lelaki di hadapannya ini percaya


"kalau kalian merasa aku ini Anggun cucu yang kalian maksud, bisa perlihatkan fotonya" tawar Anggi yang muak dengan tuduhan mereka


Kepala pelayan itu membawa sebuah album foto yang lumayan tebal.


Dia memberikan album foto itu ke Anggi lalu membalikkan halaman demi halaman.


Betapa terkejutnya Anggi saat foto kecil dan beranjak remaja itu terlihat sangat mirip dengannya.


Bagaimana bisa Ada orang yang bisa sama persis dengan wajahnya, hanya satu kemungkinan kalau bukan dia saudara kembarnya berarti dia kakakku atau pun Adikku.


Tapi seingat Anggi orang tuanya tidak pernah memberi tahunya sama sekali.


Bagaimana caranya Aku bisa menghubungi Rama dan orang tuaku


"kenapa kamu keheranan melihat fotomu sendiri"


"apa benar Anggun cucu kandung kakek" tanya Anggi penasaran ingin mengetahui seluk beluk cucu nya itu


" tentu saja"


"kalau begitu dimana mama dan papanya, aku mau ketemu"


"kenapa kamu selalu tidak percaya dengan apa yang kakek katakan, orang tuamu sudah meninggal sejak kau masih kecil"


Degg, Anggi kaget mendengar penuturan kakek itu, maksud kakek ini apa, dia membuat ku pusing, mencari kebenaran atas penjelasannya


"terserah kalian mau bilang apa, intinya aku tidak mengerti dengan apa yang kalian maksud"


"lalu yang kedua bagaimana bisa wajahku bisa semirip itu dengan cucu yang anda maksud, bahkan hampir menyerupaiku"


Kakek memerhatikan apapun yang di jelaskan Anggi, tapi tidak menemukan gerak gerik kebohongan sedikitpun.


"katakan padaku dengan jujur, apa yang kamu katakan itu benar, kamu bukan Anggun cucuku"


"tentu saja, bahkan aku baru melihat Anda, dan Rumah ini, aku baru mengunjunginya"


"ku mohon lepaskan aku"


"bisa katakan padaku, bagaimana bisa Kau begitu mirip dengan Anggun" kata Kakek


"pertama aku tidak tau, aku saja kaget melihat cucu mu begitu mirip denganku"

__ADS_1


"lalu yang kedua ada 3 kemungkinan, pertama mungkin saja hanya kebetulan, kedua mungkin saja dia saudaraku,tapi itu tidak mungkin karena orangtua ku tidak pernah mengatakannya, dan yang ketiga bisa saja ada hal yang tidak aku ketahui"


Flashback


14 tahun yang lalu saat Anggi dan Anggun menginjak usia 4 tahun, masa dimana Anak anak belum mengenal banyak hal


Anggi dan Anggun sedang bermain di sebuah wahana permainan.


Orang tuanya sedang menunggunya di bawah pohon yang rindang


Orang tua si kembar menikah disaat masing masing kedua orang tua mereka tidak memberikan restu, akhirnya mereka memutuskan hubungan dengan keluarganya dan hidup bersama


orang tuanya memulai bisnisnya sendiri tanpa bantuan siapapun, saat dimana puncak kejayaannya tentu saja banyak yang ingin menjatuhkannya termasuk melakukan apa saja asal tidak menjadi saingan mereka


untuk mencelakainya langsung itu tidak mungkin karena mereka rekan bisnis sasaran yang paling bagus adalah Si kembar kedua putri tercintanya, mereka di culik dan disekap diruangan yang gelap, tanpa cahaya apapun


Seorang anak lolos dari penyekapan itu. Setelah orang tuanya berhasil mendapatkan keberadaan anak anaknya dengan bantuan polisi, namun dia hanya menemukan satu orang putrinya.


"Anggun, apa kau baik baik saja sayang" kata mamanya


Anggun hanya diam dan menangis


"Anggi dimana kamu sayang" teriak mamanya


Mereka segera pergi menjauhi Gedung kosong itu, sambil mencari keberadaan Anggi


Mamanya menangis dan panik tidak menemukan putrinya.


Di perjalanan mencari Putrinya, sebuah truk melintas tepat di hadapan mobil yang di kendarai. Kecelakaan pun tak terhindarkan


Kedua orangtuanya meninggal di saat di larikan ke rumah sakit, mobil yang mereka kendarai hancur tak berbentuk


Anggun menangis di tempatnya tanpa tau apa-apa, badannya terluka dan ada bekas noda darah di bajunya.


Saat mendengar kabar bahwa anaknya kecelakaan, masing-masing kedua keluarga mereka datang melihat anaknya untuk yang terakhir kalinya.


Kakeknya melihat Anggun yang masih menangis sesegukan di gendongan perawat rumah sakit, segera di ambil nya ke gendongannya.


"jangan menangis yah, ikut sama kakek"


Kakeknya meyakini bahwa anak yang di gendongnya itu adalah cucu satu satunya.


Kakek menawarkan diri agar dia yang akan merawat anak ini, tanpa keberatan ayah dari menantu perempuannya itu memberikan izin agar kehidupan anak itu lebih layak, karena tidak sekaya dia.


Anggi kecil sedang berjalan tanpa tau arah tujuannya, diperjalanan dia menabrak seorang wanita yang sedang menjinjing belanjaanya.


Anggi kecil menangis dan ketakutan, tanpa berpikir panjang wanita itu membantu Anggi yang terjatuh.


"siapa nama kamu nak"


"Anggi" dengan suara khas anak kecilnya


"dimana mama dan papamu nak kenapa meninggalkan mu sendiri disini"


Hanya menggelengkan kepalanya tidak tau, umur yang masih sangat kecil belum tau apa-apa


Akhirnya wanita itu memutuskan untuk menemani anak itu, sambil menunggu orng tuanya mencarinya, namun sudah hampir malam tapi tak kunjung ada yang mencarinya.


Dengan pertimbangan yang panjang, wanita itu membawanya ke kantor polisi, sambil menunggu kabar, wanita itu merawatnya untuk sementara waktu, kebetulan dia tidak di karunia i seorang anak.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2