
Semenjak di perjalanan menuju rumahnya Anggi hanya sibuk dengan pikirannya.
Anggi hanya langsung masuk kamar tanpa memerhatikan Rama yang sejak tadi mengekorinya.
Anggi masih memainkan ponselnya akhirnya dia menemukan sesuatu yang dicarinya sejak tadi.
"sepertinya aku memang harus cari informasi banyak mengenai hal ini" pikirnya sambil mengangguk mengerti didepan ponselnya
"Sayang"
"hmm"
"kamu ngapain sih dari tadi cuma main ponsel terus"
"ngga ada apa-apa"
Anggi langsung menyimpan ponselnya di atas nakas lalu beranjak ke kamar mandi. Saat Anggi keluar kamar mandi, Rama duduk diatas Sofa menunggu Anggi selesai
"Sayang hari ini kan libur, keluar yuk"
"kemana?"
"pokoknya hari ini hanya kita berdua"
"beneran" tanya Anggi meyakinkan
"mau kemana dulu"
"terserah kamu aja deh, aku turutin mau kamu, hari ini mau kemana"
"beneran" sambil senyum
"janji kemana pun aku mau"
"iya janji"
"ngga bakal nyesal kan"
"kalau kita ke paris bertemu orang tuaku bagaimana"
"sayang yang benar aja, hari ini liburnya cuma sehari"
Anggi tertawa
"aku cuman bercanda"
"yah udah mau kemana kalau begitu"
"Tapi ini udah hampir sore, kamu telat ngajaknya"
"kan baru kepikiran tadi"
Anggi duduk di dekat Rama lalu berpikir kemana dia ingin pergi
"bagaimana kalau kita pergi nonton, lalu belanja di Mall, Gimana" usul Anggi semangat
Melihat Anggi yang sangat antusias, membuatnya langsung menyetujui nya. Mengingat waktunya juga sangat sempit untuk leluasa pergi ke berbagai tempat
Mereka langsung bersiap siap lalu menancap gas menuju lokasi yang di tentukan Anggi
Saat ini mereka sedang Mengantri membeli tiket. Anggi menunjuk film yang ingin dia nonton, lalu membeli sepaket minuman beserta popcorn.
Sejenak Rama masih merasa senang karena menikmati kencan mereka berdua, selesai nonton Anggi membahas film yang di nonton tadi
"wahh filmnya sangat bagus"
Rama hanya memerhatikan Anggi yang begitu senang
"kau senang"
"hmm" Anggi mengangguk gemas
Kemudian mereka menuju Mall, menemani Anggi berbelanja. Sambil memilih pakaian Rama duduk menunggu Anggi selesai memilih yang diinginkan.
"Sayang, bagus yang mana ini atau ini"
Menunjukkan baju yang berwarna hitam dan pink
Dari kejauhan Anggi melihat Dara bersama seorang lelaki yang di yakini dia pasti pacarnya Dara.
Anggi menuju lokasi Dara karena penasaran ingin melihat sosok orang yang menemani Dara.
"Sayang, mau kemana, baju yang tadi belum kamu beli" kata Rama yang sudah capek mengikuti Anggi yang hanya keluar masuk Toko tapi belum membeli apapun
Pikirnya Itu adalah toko terakhir yang Anggi akan kunjungi dan akhirnya membeli baju itu, tapi itu hanya pikiran Rama saja
__ADS_1
Rama mengikuti Anggi yang berjalan cepat, setelah melihat ke arah jalan Anggi, Rama langsung mengerti
"Dara" Panggil Anggi
"Anggi" balas Dara terbata bata
"sayang, bagaimana kalau pakai gaun ini saja" sahut lelaki yang menemani Dara
Anggi tersenyum mendengar kata sayang yang di lontarkan lelaki itu,
"Rama" panggil lelaki yang bersama Dara
"Kamu mengenalnya" tanya Anggi
"dia temanku waktu SMA dulu"
"oh gitu" cuek Anggi
tapi sepertinya Anggi masih penasaran dengan lelaki itu, dia hanya ingin tau seberapa baik orang yang dekat dengan Dara
"Ra, siapa? " tanya Anggi ke Dara
" Dia pacarku"
"kenapa ngga bilang sama aku"
"aku udah kenal lama cuman aku baru jadian seminggu yang lalu"
"jadi orang yang kamu maksud dia"
"hmm"
"ehh kenalin Gi, pacarku namanya Vino"
"ini Anggi dan Kak Rama" tunjuk Dara
"kami saling kenal kok" ucap Vino ke Rama
"oh iya Dara sering cerita tentang kamu" kata Vino
"jadi ini teman yang kamu maksud itu"
Dara hanya mengangguk membenarkan
"Temannya Vino mau ngadain pesta ulang tahun makannya aku sedang nyari gaun untuk pestanya besok"
" siapa yang ulang tahun" tanya Rama
"Gilang"
"oh iya aku hampir lupa" menepuk jidatnya
"kalau gitu beli gaun aja bareng Dara" ucap Rama
"bilang aja kalau capek nemenin aku, dari tadi tuh kamu cuma duduk ngga bantu nyari"
"aku udah pilihin tadi, tapi kamu ngga suka semua pilihan aku"
"iyain aja Rama, cewek itu emang gitu"
"nyesal aku turutin maunya dia tadi"
"Oh iya, Pacar kamu" tanya Vino
"bukan"
"terus kalau bukan pacar, siapanya kamu"
"istriku" sambil tersenyum memerhatikan Anggi dari kejauhan
"jangan bercanda Rama"
"aku serius"
"bukannya kamu pacaran dengan Luna"
"jangan bahas Luna lagi, kamu tau sendiri kalau aku sudah putus dengannya"
"aku membaca berita kau berpacaran dengannya "
"berita palsu, aku hanya membantunya"
" yang benar aku sudah menikah dengan Anggi, Jibran dan Gilang sudah tau, Pacar kamu juga"
"berarti hanya aku yang tidak tau disini"
__ADS_1
"wajar saja kau baru datang"
"untung saja kau ada disini"
"kenapa"
"sangat melelahkan menemani mereka berbelanja" ucap Rama
Vino tertawa melihat ekpresi Rama yang seperti menyesal menemani istrinya.
"sepertinya pengalaman pertamamu menemani wanita berbelanja"
"hmm, kau benar"
"kau harus banyak bersabar, karena ini adalah hobi wanita, jika kau berpikir mereka akan lelah dengan sendirinya, itu salah, mereka malah akan bertambah semangat setelah melihat hal yang dianggapnya unik"
"sepertinya kau sangat berpengalaman"
"tentu saja, makanya tadi aku sendiri yang menawarkannya, agar tidak melihat yang lain lagi"
Anggi menghampiri Rama kemudian membawa beberapa Gaun yang ingin dibelinya,
"aku ambil yang mana? " tanya Anggi
"ambil yang kamu suka"
"aku suka semuanya"
"yah udah ambil semuanya" balas Rama
"tapi terlalu banyak"
"ngga apa-apa, kan bisa kamu pakai bergantian nanti"
"aku udah punya banyak dirumah, satu aja"
Rama menghembuskan nafasnya kasar. Begitu sulit mengerti kemauan Seorang wanita
"ngga apa-apa, kita langsung bayar" menuju kasir
Rama mengeluarkan blackcard nya lalu membayar semua yang Anggi beli
"udah ngga ada lagi kan"
"belum beli sepatu" kata Anggi
"Yah udah beli sepatu baru kita pulang, ini udah larut malam"
Dara menghampiri Anggi berpamitan ingin kembali lebih dulu.
"kamu udah beli"
"udah" sambil memperlihatkan jinjingannya
"masih ada yang mau aku beli" kata Anggi
"aku balik duluan yah" sambil melambaikan tangannya ke Anggi
Anggi segera memilih sepatu yang dia suka, takut Rama semakin banyak protes
"udah" tanya Rama
"hmm"
"yah udah langsung bayar, lalu kita pulang" kesal Rama
"Rama" panggil Anggi
"apa lagi"
Karena takut, Anggi mengurungkan niatnya, padahal dia hanya ingin menyuruh Rama untuk makan dulu
"ngga ada"
Anggi hanya diam sedari tadi sedikit kecewa
Mereka sedang diperjalanan pulang, Karena malas cerita Anggi hanya menatap ke jendela kaca mobil mengirit tenaganya, Perutnya sedari tadi meminta untuk diisi
Anggi berusaha menahan perutnya yang sakit, ditambah dia sangat lelah, akhirnya Anggi memutuskan untuk tidur saja
"kita mampir makan dulu, aku lapar"
saat Rama berbalik melihat Anggi, Dia mendapati Anggi tertidur, Rama memutuskan untuk langsung pulang saja, mungkin ada sesuatu makanan yang bisa mereka makan dirumah.
Bersambung...
__ADS_1