Jodoh Warisan Leluhur

Jodoh Warisan Leluhur
Bab 12


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Thalia sudah terbangun, meski semalaman ia bahkan tidak tidur karena asyik membaca novel pilihannya. Dengan cekatan Thalia mengambil bahan makanan yang tersedia di lemari pendingin. Sean selalu mengisinya dengan bahan-bahan pilihan yang sehat dan segar. 


Semalam ia hanya sempat makan sedikit sehingga pagi ini perutnya seolah meronta meminta jatah makan lebih. Thalia dan Sean terbiasa memasak makanan mereka sendiri. Hidup mandiri di negeri orang membuat mereka berdua mau tidak mau belajar memasak meski sederhana. 


Nasi tim ayam jamur menjadi pilihannya lagi ini. Dengan cekatan ia membersihkan beras merah memberikan beberapa bumbu tambahan dan memasukkannya dalam alat penanak nasi khusus yang dipesan Sean dari seorang chef ternama. Sembari menunggu matang, Thalia mulai menumis ayam dan jamur membuat seluruh ruangan bisa mencium aroma lezat dari masakannya.


Sean keluar dari kamarnya dengan rambut basah dan aroma maskulin yang melekat di tubuhnya. Ia baru saja mandi dan mencium aroma masakan buatan Thalia.


"Wow … tumben kamu masak, ada apa ini dapat pencerahan di malam hari?" kata Sean menyindir Thalia yang masih asyik memasak.


"Pencerahan? Lebih tepatnya aku kelaparan Sean … semalam lupa makan, cacing di perutku demo minta dikasih makanan." jawab Thalia sambil menuangkan jus sehat  perpaduan apel, wortel, lemon dan buah bit.


Sean duduk di meja makan membaca koran pagi yang sudah disiapkan asisten rumah tangganya. Setelah menunggu beberapa waktu sarapan pun siap. Thalia datang dengan 2 piring nasi tim ayam jamur lengkap dengan buah dan jus sehatnya.


"Nasi? Nggak biasanya kamu sarapan nasi, kelaparan?" tanya Sean heran.


"Yup, laper pake banget … makan deh jangan kebanyakan protes!" sahut Thalia sambil meminum jusnya. Tangannya meraih ponsel miliknya yang sedari tadi tergeletak di atas meja makan.


Thalia kembali membaca novel yang semalam dipilihnya. Wajahnya tampak serius membuat Sean terheran heran dengan tingkah kembarannya.


"Tumben, baca lagi bagus ceritanya?"


"Ehm, bagus aku suka salut deh sama yang nulis." jawab Thalia

__ADS_1


"Kenapa?"


"Dia bikin horor tapi smooth banget, cara dia menulis beda ringan ketimbang novel yang sebelumnya aku baca."


"Memang sebelumnya kamu baca novel apaan horor juga?" tanya Sean penasaran.


"No, roman modern but its too romantic i don't like that … judulnya bikin keki, Salah Ranjang!" jawab Thalia sambil tertawa.


"Whaaat, serius ada judul begitu?" Sean pun ikut tertawa mendengarnya.


"Aku nggak bohong Sean itu beneran."


"Lucu banget, emang nggak ada judul lain apa?" ujar Sean heran, ia kembali membaca korannya.


"Aneh tapi yang logis juga kali kalau bisa yang pake kata marketing bagus!" sahut Sean.


"Abis itu cetak di pamflet ya … sebarin dah, Sean kamu pikir bikin judul novel gampang!"


Sean hanya tersenyum sinis, ia kembali membaca korannya dan Thalia asyik dengan ponselnya.


"Sean, aku jadi tertarik jadi penulis." kata Thalia lirih


"Apa, penulis? Kenapa tiba-tiba mau nulis?" Sean meletakkan korannya dan menghabiskan jusnya dalam sekejap.

__ADS_1


"Penulis novel ini bikin aku tertarik." jawab Thalia tanpa memandang Sean yang memperhatikan perubahan wajah Thalia.


"Kamu ngelantur, aneh!"


Thalia mendongakkan kepalanya dan menatap Sean, "Aku serius! Penulis ini membuatku jatuh cinta!"


"Whaaaat … hei, kalau mau gila jangan pagi-pagi, baru baca semalam kenal juga nggak ma penulisnya kenapa bilang cinta. Weird!"


(aneh)


"Sean, I mean this writer made a really good story, it made me curious and yes I fell in love with him through his writing."


(Sean, maksudku penulis ini benar-benar membuat tulisan yang bagus membuat aku penasaran dan ya, aku jatuh hati padanya lewat tulisannya.)


Sean mendekati Thalia dan menyentuh kening Thalia dengan punggung tangannya, "Normal kok, aaah jiwamu yang sakit sist, you need a boyfriend!"


Seketika Thalia memukul lengan Sean sementara Sean tertawa geli. Ia pun berlalu meninggalkan Thalia yang kesal.


Thalia menatap layar ponselnya, dan memikirkan perkataan Sean.


"Apa betul aku gila, baru semalam baca novel ini kenapa hatiku terasa aneh seperti … menemukan sesuatu yang hilang."


Sesuatu telah terjadi dalam semalam. Sesuatu yang akan mengubah diri Thalia dan menjadi awal kisah cinta aneh tapi nyata.

__ADS_1


__ADS_2