Jodoh Warisan Leluhur

Jodoh Warisan Leluhur
Bab 46


__ADS_3

Akhirnya Ardi selesai juga, Thalia lega setidaknya ia bisa terbebas dari ruangan itu. Berduaan bersama Ardi membuatnya merasa tidak nyaman, Thalia takut ada yang berpikiran macam-macam tentang kedekatan mereka.


Sejak bercerai dengan Rendy, Thalia memang menjaga jarak dengan orang-orang disekitarnya. Baginya predikat janda itu benar-benar buruk. Meski Thalia termasuk orang dengan pemikiran modern tapi untuknya menjadi janda adalah sebuah kegagalan dalam hidup, sebuah aib.


Sean seringkali mengingatkan hal itu tidak baik untuk dirinya, tapi Thalia tetap saja memiliki pemikiran seperti itu. Sebutan sebagai seorang Psikolog yang dia punya bahkan belum bisa membantunya untuk mengabaikan dilema yang ia alami. 


Thalia bukannya tidak ingin menjalin hubungan lagi dengan orang lain hanya saja pemikirannya yang terlalu jauh tentang kegagalan dirinya membuat ia selalu mundur teratur jika ada yang berusaha mendekatinya. Bayangan kegagalan berumah tangga benar-benar menghantui Thalia.


Untuknya menghabiskan waktu sepuluh tahun lebih bersama Rendy adalah yang pertama dan terakhir. Meski kadang jauh dari lubuk hatinya yang terdalam, Thalia juga membutuhkan seseorang untuk mengisi hari harinya.


"Yuk cabut, dah selesai ni." ajak Ardi sambil menarik tangan Thalia


Thalia terkejut Ardi cukup berani mendekatinya bahkan cenderung agresif.


"Eeh, tangan ya tolong dikondisikan! Nggak usah gandeng gini kenapa?" Thalia berusaha melepaskan tangan Ardi.


Tapi usahanya sia-sia, tangan Ardi begitu kuat hingga akhirnya Thalia pasrah. Ia mengikuti langkah Ardi. Mereka melewati sekertaris Ardi, Thalia hanya tersenyum masam melihat sekertaris Ardi menatapnya dengan aneh.


"Bisa nggak jangan bikin heboh di kantor, saya malu?!" bisik Thalia usai berpapasan dengan sekertaris Ardi.

__ADS_1


"Bikin heboh gimana, siapa yang berani sama saya?" tanya Ardi


"Cckk … ini kenapa jadi kayak cerita novel-novel gitu sih!"


"Novel? Ini dunia nyata Beib, makanya jangan kebanyakan baca novel di hp bikin otak kamu eror!" jawab Ardi sarkas.


Thalia melepaskan paksa tangan Ardi, entah bagaimana perkataan Ardi membuatnya tersinggung.


"Maksud kamu gimana, aku pengkhayal gitu? Tukang ngehalu, berimajinasi? Eh, penulis kalo nggak bisa ngehalu mereka nggak dapet duit, nggak dibayar tau nggak?!" 


"Lho, kenapa kamu jadi emosi? Saya nggak lagi bahas penulis lho, saya lagi ngomongin kamu Beib?!"  Ardi heran dengan sikap Thalia yang tiba-tiba saja marah padanya.


"Iiish kamu … " Thalia kesal dan berlalu mendahului Ardi, ia berjalan menuju lift. Namun, tinggal beberapa langkah lagi sampai di depan lift Thalia berhenti.


"Kenapa, kok mundur? Takut?" tanya Ardi membuat Thalia tersipu.


Rasa marahnya menguap mengingat kekonyolan yang baru saja dia lakukan.


"Ehm, itu … nggak kok? Kita pake lift lain gimana, nggak apa kan?" 

__ADS_1


"Jadi udah nggak marah lagi nih sekarang?!"


"Nggak! Bisa kita pergi?" Thalia ingin segera pergi dari tempatnya sebelum pintu lift terbuka.


"Ok, ikut aku! Nurut jangan pake protes?!" 


Ardi kembali meriah tangan Thalia dan memaksanya mengikuti Ardi. Mereka berganti dengan lift yang lain, dan kali ini Thalia aman tidak ada lagi penampakan makhluk dunia lain yang aneh. Hingga sampai ke lantai dasar tidak ada rasa sakit yang menyerang Thalia.


Sebuah notifikasi pesan masuk, rasa nyeri kembali menyerang Thalia dan ia yakin itu pasti dari Erick.


Hai, tidur?


Nggak, tidur? Ini waktunya kerja … balas Thalia dengan menyisipkan sebuah emoticon lucu.


Kirain, kamu kerja apa? 


Saya, pembaca karakter … balas Thalia dengan senyum.


Thalia menutup ponselnya ketika Ardi membukakan pintu mobil untuknya. Rasa nyeri datang lagi tapi kali ini Thalia mengindahkannya.

__ADS_1


 Mengetahui umur Erick yang masih sangat muda membuatnya cukup shock dan belum bisa menerimanya. Ia masih membayangkan kekonyolannya merasa mencintai Erick.


Thalia tidak menyadari sebuah ikatan benang merah takdir mulai membelit hatinya. Ikatan yang membuatnya sulit melupakan Erick meskipun mereka tidak saling mengenal. Ikatan mantra yang mengikat hati Thalia tanpa disengaja. Mantra dari sebuah ilmu yang bernama pengasihan.


__ADS_2