Jodoh Warisan Leluhur

Jodoh Warisan Leluhur
Bab 81


__ADS_3

Ciuman tiba-tiba yang Ardi lakukan membuat Thalia serba salah. Ia lebih banyak terdiam saat Ardi mengantarnya masuk ke dalam. Sean belum pulang, itu sebabnya Thaila tidak mengizinkan Ardi untuk lebih lama berada di dalam rumah.


"Pulang deh, udah sore juga. Kan besok masih jemput lagi." usir Thalia secara halus.


Suasana sedikit canggung, "Ok, aku pulang dulu. Kamu nggak apa-apa kan sendirian dirumah?"


Thalia tercengang dengan pertanyaan Ardi, ia lalu menjawab. "Mas Ardi, saya udah cukup umur kali untuk bisa jaga diri saya sendiri in my own house."


"Ya kali aja kamu takut sendirian selama Sean belum pulang, atau … butuh dekapan aku?" Ardi kembali menggoda.


"Whaaat? Masih belum cukup kamu curi kesempatan tadi? Pulang deh sebelum aku emosi dan panggil satpam kemari." kata Thalia kesal.


Ardi tergelak melihat Thalia kesal dan mendorong tubuhnya untuk segera pergi.


"Hei kamu tahu nggak, kamu tambah cantik kalo lagi marah." 


"I can't hear you. Cepet dah pergi." 


Ardi masih tertawa kecil, lalu tepat di depan pintu ia berbalik membuat Thalia terkejut. Ardi dengan cepat memeluk pinggang Thalia dan kembali menciumnya.

__ADS_1


Reflek Ardi luar biasa cepat membuat Thalia benar-benar tidak bisa mengelak.


Plaaak …


Sebuah tamparan melayang tepat di pipi Ardi. Thalia segera menjauh, ia benar-benar kesal.


"Thalia … maaf." Ardi menyesal.


"Tolong, jangan begini! Saya nggak suka!"


Thalia pergi meninggalkan Ardi yang menyesali perbuatannya. Thalia sudah tidak peduli lagi apa Ardi segera pergi atau tidak. Thalia menangis, ia ketakutan. Takut untuk kembali terjebak dalam cinta yang sudah lama ia lupakan.


Ciuman Ardi membuatnya mengingat kali kehangatan dicintai seseorang. Memorinya yang ia simpan jauh di kedalaman kembali terangkat ke permukaan. Thalia ingin kembali dicintai tapi ia juga terlalu takut untuk terluka, lagi.


...----------------...


Malam menjelang, Sean belum juga pulang. Kesibukan Sean akhir-akhir ini bertambah dengan pembukaan cabang baru di kota lain. Thalia memakluminya. Tidak selamanya ia bisa mengandalkan Sean untuk selalu disampingnya.


"Sepi, mau ngapain coba. Review video Langit udah, baca kiriman file dari Winda done … nulis lagi aja deh." 

__ADS_1


Rasa itu kembali datang, "Erick, are you ok?" 


Thalia kembali menatap ponselnya, niatnya melanjutkan menulis ia urungkan. Ia mengirimkan sebuah pesan singkat lagi untuk Erick.


"Hai, gimana kondisi kamu? Apa semua baik?"


Thalia menatap jam di dinding, jam delapan malam itu berarti sudah lewat dua belas jam dari major surgery yang dijalani Erick. 


Dia pasti sudah siuman, andai aku bisa memelukmu Erick …,


Ia kembali teringat interaksinya dengan Erick. Setiap kali Thalia kesulitan menulis Erick pasti membantunya. Memberikan saran bagaimana harus menulis dengan baik. Apalagi menulis genre fantasi itu berbeda dengan menulis roman biasa. Ia teringat perkataan Erick.


"Menulis fantasi itu tantangannya harus bisa membawa pembaca untuk mengikuti fantasi kamu, jadi detail itu perlu jangan mengambang. Buat pembaca seolah melihat sendiri apa yang kamu narasikan."


Erick seperti layaknya maestro di dunia tulis menulis. Setiap tulisannya begitu sempurna dan selalu membawa pembacanya terhanyut dalam cerita. Ia mampu membuat karakter dalam novelnya hidup. Bahasanya yang ringan dan padat membuatnya mudah dimengerti.


Thalia menemukan notifikasi episode baru dari novel Erick. Ia memang sudah memberitahukan pada Thalia kalau dirinya telah membuat beberapa stock episode selama ia harus beristirahat. Ia memang luar biasa.


Thalia mulai membacanya, senyum mengembang di bibirnya. Erick memasukkan beberapa pembicaraan mereka dalam dialog. Thalia tersipu. Ia bahkan menyelipkan lagu kesukaan Thalia didalamnya.

__ADS_1


"Erick, saya bisa apa kalo gini? Kamu bikin saya semakin jatuh dalam pelukanmu, meski hanya hidup dalam bayanganmu saja."


Air matanya perlahan menetes, Thalia memutar lagu yang ada dalam novel Erick. Sebuah lagu dari salah satu grup band ternama dari kota Jogja. Tentang seorang kekasih gelap bernama Sephia.


__ADS_2