Jodoh Warisan Leluhur

Jodoh Warisan Leluhur
Bab 124


__ADS_3

Thalia membimbing Elang untuk masuk dalam memorinya.


"Apa kamu ketemu mama kamu disana?" 


Elang mengangguk, "Bagus, peluk mama kamu lupain emosi kamu. Menangis lah padanya El."


Elang perlahan meneteskan air mata terisak dalam diamnya. Dia bukan tipe anak yang mudah mengungkapkan perasaanya.


"Bilang ke mama kamu kalo kamu sayang dia."


Elang kembali terisak, "Apa yang kamu rasakan El?"


"Senang, aku sayang mama." Elang kembali terisak.


"Mama kamu bangga sama kamu sekarang El, kamu putranya yang terbaik. Peluk dia untuk yang terakhir kalinya."


Elang kembali larut dalam tangisannya bahkan kini lebih keras. "Mama kamu ingin kamu kuat, dan jadi kebanggan untuknya. Kamu bisa lakukan itu El?"


Elang mengangguk, "Perlahan lepaskan mama kamu, dia memiliki senyum yang cantik El sama seperti kamu?"


"Mama yang terbaik." gumamnya.


"Lepaskan mama kamu dan biarkan dia pergi, kamu kuat sekarang. Mama kamu perlahan menghilang dan berganti dengan papa kamu." Thalia kembali membimbing Elang.


Wajah Elang tampak kesal, dan enggan bicara. "Lihat papa kamu El, apa kenangan terbaik bagi kalian berdua?"


"Saat papa menemani aku ngobrol dan main PS, itu kenangan yang termanis." jawab Elang dengan senyuman.


"Kenapa?" 


"Dia seperti teman buat aku, kami bercanda dan begadang sampai pagi."


"Sekarang lihat dia, papa kamu menunggu untuk bermain bersama lagi. Dia mengusap kepala kamu dan kalian bermain bersama sampai pagi."


Thalia memberi jeda sejenak agar Elang bisa merasakan kembali saat itu, "Kamu senang?"


Elang mengangguk, "Dia merindukanmu juga El, papa kamu sayang sekali sama kamu. Peluk dia dan rasakan kedekatan kalian berdua."


Elang terharu dan terisak, "Katakan apa yang mau kamu katakan sama papa kamu?"


"Maafin Elang pa …"


"Good, ada lagi?"


"Elang sayang papa, juga mama. Maafin Elang yang sudah kecewakan papa juga mama Anita."


Thalia tersenyum, Elang sudah bisa mengungkapkan rasa yang selama ini ia pendam. Elang sebenarnya sudah memaafkan sikap ayahnya, hanya saja ego mudanya membuat dirinya gengsi untuk memaafkan.


"Ada mama Anita disana, kamu bisa katakan apa pun untuk mama Anita."


Elang mengerutkan keningnya. "Mama Anita …"


"Katakan semuanya El?!"


"Maaf, saya nggak bermaksud kasar. Makasih sudah mau merawat papa untuk saya."


"Ada lagi?"


Elang terdiam sejenak, "Saya merindukan mama."

__ADS_1


"Peluk mereka berdua El, rasakan cinta mereka ke kamu yang begitu besar. Elang kembali terisak.


"Kamu bisa merasakan cinta mereka?"


Elang mengangguk. "Hiduplah dengan baik sekarang El, ada papa, mama Anita dan juga Dewa yang menyayangi kamu seperti mama kandung kamu. Mereka ada untukmu selalu, mendukung kamu, dan melindungi kamu." Thalia memberikan sugesti


"Apa kamu mengerti?"


Elang mengangguk, dan berhenti terisak. "Peluk mereka bertiga El. Kalian saling menyayangi selamanya."


Thalia memberikan jeda waktu sejenak, dan ketika ekspresi wajah Elang mulai tenang mengembalikan kesadaran Elang.


"Jika kamu mendengar jentikan tangan, kamu kembali dan menjadi diri kamu yang baru."


Thalia melirik jam tangannya, dan menghitung waktu."On three, two, one …"


Thalia menjentikkan tangannya dan menarik Elang kembali ke dunia nyata.


Elang tersadar, ia merasa lebih baik dan segar tapi juga bingung karena merasa sedang bermimpi.


 "Are you ok?" Thalia bertanya.


"Ya." Elang menatap Thalia tidak percaya.


"What are you doing with me?"


"Nothing, just give you a little suggestion. Feel better?"


"Lumayan."


"Inti masalah kamu ada di keluarga El, mereka sayang kamu melebihi dari apa yang kami perkirakan."


"Kurangi minum alkohol, diskusikan masalah sama papa kamu itu akan membantumu ketimbang lari ke minuman yang cuma bikin kamu pusing kepala."


"Alkohol kan biasa buat anak muda, seperti saya?"


"Ya, aku tahu itu. Lingkungan kegiatan mahasiswa yang kamu ikuti memang terbiasa dengan itu tapi … setidaknya kurangi sedikit takarannya oke? Sayang hatinya kalau harus rusak sebelum waktunya."


"Tapi hati saya belum rusak kok, masih ada ruang kosong buat kamu kalo mau." jawab Elang cengengesan, ia kembali menggoda Thalia meskipun tahu dia telah bersuami.


What the hell, saya digoda lagi sama dia … sepertinya kelemahan dia memang wanita cantik, atau mungkin wanita yang berpengalaman, uups…,


"Sepertinya cukup untuk hari ini El, kamu bisa kesini lagi besok. Saya masih disini sampai lusa."


Thalia berdiri menjauh dari Elang, dan hendak beranjak pergi ketika Elang mengatakan sesuatu.


"Boleh saya minta nomor teleponnya, dokter Thalia?"


Thalia tersenyum, "Boleh, apa ada lagi selain itu?"


"Sekalian tempat praktek dokter, siapa tahu saya kangen pengen mampir buat lihat wajah cantik kamu."


Gosh, this kid is so annoying … he is a really bad boy and a good boy!


(Anak ini sangat menyebalkan ... dia benar-benar badboy dan juga goodboy disaat yang sama.)


...----------------...


David mengajak Thalia menyusuri keindahan pantai Parangtritis, menikmati indahnya sunset. Seharian bersama Elang cukup menguras energi Thalia. Ia memang menggunakan sedikit kekuatan batinnya untuk mengobati Elang. Sedikit bantuan dari para penjaganya juga.

__ADS_1


"Gimana Elang tadi, everything good?"


"Ya, bagus dan lancar. Semoga setelah ini saya nggak perlu ketemu dia lagi."


"Kamu benar, semoga setelah ini hubungan mereka membaik. Juga ketergantungannya pada alkohol."


"I hope so." Thalia berharap banyak dengan perubahan Elang.


"Tapi saya penasaran apa yang kamu lakukan tadi sama dia? Sikapnya sedikit berubah sama Anita?!"


Thalia tersenyum menggoda pada suaminya, "Rahasia, that's my secret."


David memeluk Thalia dan menatapnya dengan penuh cinta, "I hate when you say that honey, it's make me desire."


"Eh, kok bisa gitu? Kan nggak ada hubungannya?!" Thalia kembali tersenyum pada David.


"Bikin saya gemes buat gigit kamu beb." bisiknya di telinga Thalia.


David memeluk Thalia penuh cinta di tengah hembusan angin pantai yang dingin dan lembab. Dibawah langit jingga yang menjadi saksi bersatunya cinta mereka. David dan Thalia telah bahagia dengan kisah mereka.


Ardi kembali menjalani pengobatannya dan menerima keputusan Thalia meski cukup sulit baginya melupakan sosok Thalia.


Erick, ia juga menjalani kehidupannya sendiri. Mencoba berdamai dengan para penjaganya dan ikatan itu. Setidaknya ada pelajaran yang bisa diambil dari ikatan unik mereka. Don't play with spells if I don't dare to take the risk!


Sean akhirnya menemukan cintanya lagi dan mereka menikah tahun berikutnya tepat disaat Thalia mengandung putra pertamanya.


And this story ends happily for everyone.


...☘️☘️☘️ END ☘️☘️☘️...


...****************...


Hai semuanya, terimakasih atas dukungan teman2 semua di karya saya yang paling unbelieveble ini ...


This novel ia dedicated for Thalia and Erick, special for both of you. This is a memorable novel for you


Terimakasih sudah mau berbagi cerita kalian yang unik dan menakjubkan. Banyak chat yang masuk menanyakan kisah ini ke saya, its real yaa...hanya saja endingnya terpaksa saya bikin halu 🤭 kenapa? kalo nunggu endingnya mereka bisa seabad ni novel nggak kelar2. Habis badan saya nanti 😂😂


Numpang promo yaa teman2, kisah Elang adalah part collab saya sama penulis lain. silakan mampir ke novelnya.


...Badboy Salah Paham...


...karya kak El Aric...


Warning!! bukan bacaan dibawah 18 tahun yaaa🤭🙈 harap bijak memilih bacaan.


...rekomendasi bacaan horor lain yaa......


...Kidung Kegelapan...


...karya kak Al Orchida...


saya cuma mau bilang dan teriak,


...Finally I'm free!!!!!😂😂...


akhirnya bisa makan enak lagi, bebas dari gangguan X, Y, Z, A, B ,C dkk🙈😁


mohon maaf lahir batin ya teman2, selamat menunaikan ibadah puasa, jangan lupa nanti malam teraweh pertama don't Miss it🤗

__ADS_1


stay save and keep healthy.... sampai ketemu di karya saya selanjutnya🥰🥰


__ADS_2