
Ardi masih menemani Thalia untuk pergi menemui ibunda Qiara. Ruangan VIP itu dijaga oleh dua orang polisi untuk sementara waktu.
"Kenapa harus ada polisi disini, Qiara jatuh bukan karena kejahatan kan?" tanya Thalia heran pada Ardi.
"Entah, mungkin mereka cuma berjaga-jaga aja. Siapa tahu ada hantu yang berkunjung." bisik Ardi ditelinga Thalia.
Kelakuan Ardi sontak membuat Thalia memukul tangannya, "Jangan sembarangan kalo bilang, dia bisa aja denger terus ngejar kamu gimana?!"
"Eh, serius mereka bisa?" tanya Ardi khawatir dengan perkataan Thalia.
"Mau coba?" Thalia menggoda Ardi yang tampak ketakutan.
"Haaaiiish, nggak lucu Thalia?!"
Thalia tertawa, ia berjalan menuju ruang jaga perawat untuk mencari tahu kondisi ibunda Qiara.
"Gimana kondisinya suster? Apa dia baik-baik saja setelah saya tinggal pergi?" tanya Thalia.
"Suster Winda sudah menghandle semuanya Dok. Apa dokter mau visit?" tanya suster yang bernama Ranti.
"Apa boleh masuk? Dua polisi itu gimana?" tanya Thalia
"Nggak apa-apa kok dok, masuk aja. Ibunda Thalia membutuhkan dokter sekarang." saran suster Ranti.
Thalia dan Ardi masuk ke dalam ruangan tempat ibunda Qiara menanti kabar.
"Dokter …" sambut ibunda Qiara saat melihat Thalia masuk.
Thalia tersenyum pada ibu Qiara. Ia menatap beberapa orang yang ada di dalam. Semuanya berharap ada kabar dari Qiara yang dibawanya. Thalia merasa bersalah tapi ia tidak berhak memberitahukan hal itu sebelum pihak rumah sakit dan kepolisian mengizinkan.
__ADS_1
"Gimana dok, apa ada kabar dari Qiara?" tanya ibunya tidak sabar.
"Maaf, saya … belum bisa kasih kabar apapun, lebih baik kita menunggu dari pihak management." jawab Thalia
"Sesuatu yang buruk terjadi pada anak saya kan dokter? Saya bisa merasakannya?!" Ibunda Qiara mulai panik.
"Tenang dulu Bu, berdoa saja yang terbaik untuk Qiara." Thalia berusaha menenangkan ibundanya.
Tak berapa lama pintu kamar diketuk. Tante Alena masuk dengan beberapa orang dari kepolisian. Ia menatap Thalia dan Ardi bergantian lalu mengusap bahu Thalia.
"Selamat siang Bu, saya dokter Alena pemimpin rumah sakit disini." sapa Tante Alena.
Wajah ibunda Qiara mulai pucat pasi saat Tante Alena berkenalan."Siang dok, apa sudah ada kabar dari Qiara?" tanya ibu Qiara dengan cemas.
Tante Alena menghela nafas panjang, ia berpandangan dengan beberapa anggota kepolisian yang ikut bersamanya.
"Apa maksudnya? Mana Qiara?!" Ibunda Qiara mulai histeris.
"Tenang dulu Bu, biarkan dokter Alena bicara dulu." Thalia memegang tangan ibunda Qiara begitu juga dengan salah satu anggota keluarganya.
"Qiara, kami temukan telah meninggal dunia. Dia …" Tante Alena tampak tidak sanggup mengatakannya pada ibunda Qiara.
"Qiara terjatuh dari lantai sepuluh." Salah satu anggota kepolisian melanjutkan perkataan Tante Alena.
"Nggak, ini nggak mungkin kan … Qiara, putriku? Salah, kalian pasti salah! Anakku nggak mungkin jatuh, anakku nggak mungkin mati! Qiara … anakku sayang, kamu dimana nak?!"
Tangisan pilu dan jeritan histerisnya menggema hingga keluar ruangan VIP. Siapa pun akan bersedih mendengarnya. Hari ini seorang ibu telah kehilangan putri tunggalnya secara mengerikan. Dan Thalia menjadi saksi utama terjadinya peristiwa itu.
Ibunda Qiara shock, ia pingsan. Thalia segera memeriksanya, di meminta bantuan keluarganya untuk memindahkan tubuhnya ke ranjang pasien.
__ADS_1
"Beliau nggak apa-apa hanya shock aja, tolong dijaga ya Bu?!" pesan Thalia pada salah satu anggota keluarga.
Setelah mengabarkan berita kematian Qiara, Tante Alena berpamitan. Ia juga meminta Thalia dan Ardi ikut keluar ruangan dengannya. Mereka menuju ruangan meeting bersama beberapa anggota kepolisian.
"Saat yang mendebarkan Beib, kau siap?!" bisik Ardi pada Thalia.
"Mau gimana lagi, wajah saya kelihatan jelas di CCTV kan?" jawab Thalia santai.
Tante Alena duduk berhadapan dengan Thalia. Raut wajahnya tampak penasaran sekali dengan apa yang Thalia ketahui.
"Bisa kamu jelasin ke Tante ada apa ini Thalia?!"
"Begini Tante … saya nggak sengaja ngikutin jejak darah Qiara, dan sempat lihat Qiara menyelinap masuk ke arah rooftop." Thalia berusaha menjelaskan dengan sedikit kebohongan.
"Terus? Kenapa bisa Qiara jatuh?" tanya Tante Alena lagi.
"Qiara lompat dengan sendirinya, saya sudah berusaha menariknya tapi … gagal."
"Saya saksinya Tante, saya ada disana. Semuanya terjadi begitu cepat." sahut Ardi.
"Kalo gitu bisa anda jelaskan apa ini?" Seorang petugas polisi memperlihatkan rekaman CCTV di rooftop. Tampak jelas apa yang dilakukan Ardi dan Thalia disana. Rekaman itu juga menunjukkan Qiara yang memang terjun dengan sendirinya.
"Dimana anehnya maksud bapak?" tanya Thalia.
Polisi itu memundurkan rekaman dan menunjukkan saat Thalia melayang dan tercekik. "Apa ada yang harus kami dengar?"
Thalia menatap Tante Alena dan Ardi, ia bingung harus mengatakan apa. Apa mungkin mereka bisa mempercayai perkataan Thalia?
Berasa ada di film-film horor … terus saya harus gimana dong?
__ADS_1