
Menghadapi Langit sangat menguras tenaga Thalia. Setelah berbicara panjang lebar pada Vina tentang rencana mengembalikan batu yang menjadi rumah kelima sosok itu, Thalia berpamitan. Ia lega akhirnya Langit mau melepaskannya pergi, itupun setelah Thalia berjanji ia akan mengajak Langit untuk mengembalikan batu itu ke tempatnya semula.
Thalia tiba di rumahnya yang cukup asri bertepatan dengan adzan Maghrib Sean belum pulang dari restoran miliknya. Thalia segera membersihkan diri dan menunaikan sholat, berdzikir dan bermunajat menenangkan dirinya.
Mengingat wajah Langit membuatnya rindu akan keinginan memiliki anak. Ia membuka laci paling bawah di meja riasnya. Untuk kesekian kalinya ia menatap foto pernikahan nya dengan Rendy.
Masih teringat jelas bagaimana dulu ia dan Rendy merencanakan masa depan. Memiliki rumah, anak dan menghabiskan masa tua bersama. Impian itu hancur hanya sekejap mata.
Kesibukan masing-masing dan komunikasi yang buruk diantara keduanya membuat mereka bagaikan dua orang asing yang dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Tidak ada lagi kata kita yang ada hanya aku dan kamu.
Pertengkaran demi pertengkaran karena hal sepele bisa menjadi sangat besar dan membuat mereka berdua lepas kontrol. Kecurigaan di antara mereka terjadi seiring dengan tidak pernah adanya lagi komunikasi yang baik meski tinggal dalam satu atap.
Saling menuduh dan cemburu yang berlebihan membuat keadaan semakin memanas, belum lagi pihak ketiga yang ikut campur didalam masalah rumah tangga keduanya membuat ikatan suci itu perlahan terurai dan lepas.
Bulan September Tahun 2016, sidang pertama digelar. Pukulan berat bagi Thalia, meski sudah berusaha bersabar menghadapi sikap Rendy dan mencari jalan tengah Thalia kalah dan harus menerima digugat cerai oleh lelaki yang dulu sangat dicintainya.
__ADS_1
Sean selalu ada disisi Thalia, mendampingi disetiap persidangan. Hati Thalia hancur ketika tiba saatnya pembacaan talak untuknya enam bulan kemudian Rendy sudah bersama wanita lain. Thalia mengenal wanita itu dan dia adalah mantan kekasih Rendy sebelum menikahinya.
Harapan Thalia untuk bisa rujuk kembali pupus sudah. Ia tidak mau lagi berpikir untuk kembali. Tapi rasa cinta yang ada dalam hatinya masih sangatlah besar membuatnya tersiksa di malam-malam pertamanya setelah resmi bercerai.
Waktu berjalan cepat dan Thalia semakin terpuruk, menangisi kegagalannya. Bahkan ia melupakan kewajibannya sebagai seorang psikolog. Andai kedua orangtuanya bukan orang terpandang karier Thalia pasti sudah hancur.
Sean dan kedua orang tuanya terus memberikan dukungan pada Thalia. Ia sendiri selalu berharap untuk bisa pergi jauh dan melupakan Rendy. Melupakan semua kenangan indah yang masih tersisa dibenaknya dan memulai hidup baru.
Hingga akhirnya pada suatu pagi jawaban dari doa Thalia pun datang. Ia diterima bekerja di Jhons Hopkins Hospital, Baltimore Maryland yang merupakan rumah sakit pendukung universitas Jhons Hopkins. Tanpa berpikir panjang Thalia didukung penuh keluarganya berangkat menuju Baltimore.
Waktu dua tahun yang seharusnya ia tempuh menjadi lebih panjang karena keinginannya sendiri. Ia butuh waktu untuk membuat dirinya tegar dan kuat. Thalia berjanji pada Sean, ia akan kembali setelah dia mampu menata hidupnya lagi.
Dan disinilah ia berada, Jakarta. Kota tempat ia memutuskan kembali menata hidupnya. Kembali bersama Sean, saudara kembarnya. Ia berharap kehidupannya yang baru di Jakarta bisa membawa semangat yang baru juga dalam hidupnya.
Thalia merebahkan tubuhnya dia atas ranjang. Menatap langit-langit kamarnya sejenak, ia teringat akan perkataan Winda. Rasa penasaran Thalia pada penulis Kamboja Merah membuatnya kembali membuka aplikasi berlogo biru.
__ADS_1
Sejenak ia ragu apakah ingin menyentuh icon mengikuti atau tidak. Jantungnya berdegup kencang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti Kamboja Merah. Ia tidak peduli apakah si penulis mem-follow back atau tidak. Dalam pikirannya hanya satu mendekati sang idola.
Thalia membuka profil penulis Kamboja Merah, ia tertegun dengan karyanya yang begitu banyak menurutnya. Semua karyanya bergenre horor misteri, Thalia langsung jatuh hati. Ia mengesampingkan logikanya dan mengikuti perasaan hatinya.
Thalia kembali memilih salah satu judul cerpen yang dibuat sang penulis,
Banyak juga karyanya, aku coba baca cerpen ini dulu … kok mirip sama yang aku rasain ya, jatuh cinta dengan idola …, batin Thalia.
Ia membaca cerpen itu hanya dalam hitungan menit, jantungnya seolah hendak melesat keluar dari dadanya. Wajahnya panas dan merona merah, Thalia benar-benar jatuh cinta padanya.
Sebuah rasa aneh menjalar dihati Thalia, ia kembali merasakan rasa sakit panas dan dingin pada saat bersamaan yang menusuk di sebagian tubuh kirinya.
Rasa itu menuntunnya untuk menuliskan pesan singkat pada sang idola.
Hai, salam kenal … sepertinya anda menulis cerpen ini dengan hati yaa, terasa real saat dibaca …,
__ADS_1
Sebuah emoticon senyum ia sematkan, tangannya gemetar tapi akhirnya ia memutuskan untuk menyentuk icon kirim.